Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Saja
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
***
"Tuan, lepaskan tanganku." Teriak Raina
Dave tak menghiraukan ucapan bahkan teriakannya, Dave tetap saja menarik tangan Raina dengan paksa menuju ke lantai atas kamar utama.
"Tuan, tanganku sakit." Mata Raina berkaca-kaca dan berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Dave
Dave menarik tubuh Raina dalam pelukannya lalu menggendong paksa tubuh Raina dan berjalan kembali.
"Turunkan aku." Teriak Raina sembari memukul punggung Dave sekuat tenaga.
Dave yang punggungnya dipukuli tidak memperdulikan sama sekali teriakan Raina, Dave terus berjalan memasuki kamar utama lalu menghempaskan tubuh Raina di atas tempat tidur yang berukuran king size. Dave menindih tubuh Raina dan mengurungnya tanpa memberikan akses untuk Raina melarikan diri.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku." Raina memberontak
"Apa yang kau lakukan dilantai bawah?" Tanya Dave dengan tatapan mata yang tajam
"Aku sedang memberikan dia hukuman karena selalu saja meremehkan ku." Bela Raina
"Memberi hukuman?" Dave memincingkan sebelah kanan alisnya
"Iya memangnya kenapa?" Jawab Raina ketus
"Apa kau sadar, dirimu disini siapa?"
Raina tersentak kaget, lalu seketika diam membisu sembari menatap maniak mata coklat milik Dave Grissham.
"Kau seharusnya sadar diri dan siapa dirimu di mansion ini." Dave mengeluarkan suaranya kembali
Mata Raina berkaca-kaca, lalu membuang muka kearah samping, dia tidak mau lagi melihat maniak mata coklat milik Dave, hatinya begitu sakit ketika Dave mengingatkan statusnya dirumah itu.
"Tatap mataku." Bentak Dave dengan suara beratnya
"Aku tidak mau." Tolak Raina air matanya kini mengalir deras
"Aku bilang tatap mataku." Pinta Dave kembali
Dengan perlahan Raina menatap kembali mata coklat itu, meskipun didalam hatinya masih terdapat rasa takut yang mendalam.
"Kau boleh melakukan apapun sesuka hatimu dirumah ini, tapi tidak dengan pria lain." Ucap Dave
"Maksut mu?" Raina mengerutkan keningnya
"Kau tadi pulang bersama seorang pria bukan?"
"Memang benar, lantas apa hubungannya denganmu?"
"Apa kau tidak mengerti akhir-akhir ini aku mendiamkan dirimu, apa kau tidak mengerti akhir-akhir ini aku dingin kepadamu?" Ucap Dave yang mulai emosi
Raina yang melihat raut wajah Dave yang mulai tampak marah dengan cepat memejamkan kedua matanya, dirinya merasa takut dengan apa yang sedang dihadapinya, dia tidak pernah melihat Dave sangat marah seperti ini kepadanya, lalu tanpa ia sadari setetes demi setetes air matanya luruh dan membanjiri wajah imut miliknya.
Dave yang melihat wajah Raina yang basah dengan air mata, dengan perlahan meredam emosinya dan menghapus air mata tersebut, lalu kini jarinya mengusap perlahan bibir tipis kemerahan yang ada didepannya.
Ciuman mendarat dibibir Raina, ciuman itu semakin lama semakin menuntut sehingga membuat Raina kehabisan oksigen, segera Raina mengigit bibir bawah Dave dengan keras.
"Shit, Apa yang kau lakukan." Umpat Dave
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?" Umpat Raina balik
"Aku hanya mencicipi apa yang seharusnya jadi milikku." Jawab Dave
"Maksud mu?" Raina mengerutkan keningnya kembali
Dave merengkuh tengkuk Raina dan mengecup bibir mungilnya sembari ******* dengan penuh gairah, Dave tidak bisa menahannya dan ia ingin melakukannya saat ini juga.
"Emh!" Lenguh Raina
Ciumannya kini turun ke jenjang leher Raina dan menghisapnya dengan kuat, membuat jejak kepemilikannya, tidak hanya satu Dave membuatnya ditempat yang berbeda. Dengan perlahan Dave membuka kancing baju yang dikenakan Raina tanpa melepaskan ciumannya yang terus turun kearah dua gundukan milik Raina.
Raina mengerjap-ngerjapkan matanya saat bagian dadanya diremas dan dihisap dengan sangat kuat, terdapat perasaan nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Dave bermain di bagian dada Raina bahkan tanpa Raina sadari ia membenamkan wajah Dave agar menghisapnya lebih dalam lagi.
Setelah puas menghisap dan meremasnya Dave menatap wajah Raina yang nampak pasrah dengan kabur gairah, pikirannya menolak namun tubuhnya menginginkan sesuatu yang lebih.
"Bolehkah aku --?" Ucapan Dave terpotong
"Aku takut." Lirih Raina
"Setelah ini aku akan menikahimu, bukannya ayahmu memintamu untuk segera menikah."
Raina tampak berpikir, didalam hatinya yang paling dalam dia tidak ingin melakukan hubungan ini sebelum menikah, namun ia juga memikirkan kondisi ayahnya yang semakin hari semakin kritis, dia dia juga belum bisa menemukan sosok laki-laki yang cocok dijadikan suaminya. Hatinya berkecamuk, dirinya belum sepenuhnya mencintai Dave, namun dilubuk hatinya yang paling dalam dia merasakan sedikit cemburu pada saat Dave membawa teman wanitanya masuk kedalam mansion tempo hari yang lalu.
"Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu sedari awal kita bertemu." Dave membuyarkan lamunan Raina
Dengan perlahan Raina menganggukkan kepalanya, Raina berpikir mungkin ini sudah jalan takdirnya harus menikah dengan seseorang yang baru beberapa bulan ia kenal dan tidak ada jalan lain untuk memenuhi keinginan ayahnya dengan seorang pria yang tengah menolong keluarganya dari musibah yang datang bertubi-tubi.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Raina, Dave memangut bibir Raina dengan penuh gairah lalu memperdalam ciumannya sembari melucuti pakaian yang masih dikenakan oleh Raina. Setelah pakaian itu terlepas nampak tubuh polos milik Raina yang membuat junior miliknya secara tidak langsung segera ON. Tanpa menunggu lama Dave segera melucuti pakaiannya juga dan sama-sama polos dengan tubuh Raina.
Raina yang melihat tubuh kekar Dave tanpa sengaja melirik milik Dave yang nampak besar dan panjang sehingga spontan membuat Raina menutup matanya dengan wajah yang bersemu merah, Dave yang melihat wajah Raina nampak terkekeh saat melihat reaksinya.
Dave kembali mencium bibir mungil itu dan secara perlahan tangannya bermain diarea inti milik Raina, ciuman turun kearah dua gundukan milik Raina dan terus turun lalu berhenti tepat didepan tempat yang akan menjadi penyatuan mereka. Perlahan Dave mengecupnya bermain dengan kelembutan sembari memberikan rangsangan agar Raina memberikan pelepasannya.
Raina mendesah dengan sangat hebat saat sesuatu meledak diarea intinya, napasnya tersengal-sengal dengan peluh yang membasahi keningnya.
Setelah Raina mendapatkan pelepasannya,
Dave segera naik keatas tubuh Raina dan ******* bibir mungilnya kembali lalu menurunkan bagian bawah tubuhnya dengan perlahan.
Tok Tok Tok!
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, Dave yang mendengar ketukan pintu tak menghiraukannya karena yang ada dipikirannya saat ini adalah melakukan penyatuan dengan tubuh Raina dan segera ingin memiliki tubuh itu seutuhnya.
Tok Tok Tok!
Pintu kembali diketuk, dengan cepat Raina mendorong tubuh Dave dari atas tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya yang polos menggunakan selimut tebal yang ada dibawah tubuhnya lalu membenamkan kepalanya.
"Shit!" Umpat Dave mengusap wajahnya dengan gusar lalu menyambar kimono handuk yang ada ditepi ranjang.
Setelah mengenakan kimono nya, Dave berjalan kearah pintu lalu membukanya dengan wajah yang sangat garang.
"Ada apa!" Bentak Dave saat melihat wajah Leo yang berada didepan pintu kamar utama
Bersambung!
Hai, jangan lupa yang untuk selalu mendukung karya kedua Author ini, tanpa kalian Author tidak ada apa-apanya. maka jangan lupa untuk selalu support, Like, Komen dan Vote ya!
Happy Reading.
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa