Bela Yunita seorang gadis cantik yang memiliki sebuah kekurangan yang bisa dia sembunyikan dengan baik. Bela kini sebatang kara karena orang tuanya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.
Genova Abraham pemuda kaya yang belum mampu untuk menjalan kan bisnis orang tuanya. Dia hanya berkeliaran tanpa tujuan.
Hingga suatu hari dia bertemu dengan Bela yang memiliki kemampuan bela diri. Genova terpukau dengan Bela yang hanya seorang gadis biasa namun memiliki kemampuan yang luar biasa.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Perjalanan cinta Genova dan Bela akan segera di mulai.
Selamat Membaca 😊😊😊🙏🙏🙏
Terima kasih banyak🙏🙏🙏😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Di tempat lain Dita khawatir dengan keadaan Bela yang dari kemarin belum pulang ke rumah.
Ponsel Bela juga tidak bisa di hubungi. Setiap hari Dita selalu mencari dimana Bela saat ini.
" Kamu di mana sih Bela. Kenapa kamu nggak pulang? Apa kamu marah sama aku?" Ucap Dita yang masih saja mencari keberadaan Bela*.
Sudah hampir sebulan Dita mencari keberadaan Bela namun sampai sekarang Dita belum juga menemukan Bela.
Bela yang masih di sekap oleh Ian pernah mencoba kabur dari rumah Ian namun dia selalu tertangkap lagi oleh Ian.
Kali ini Bela bertekad harus bisa keluar dari rumah Ian. Ian yang baru saja selesai mandi ingin menghampiri Bela. Namun Bela terlihat sangat ketakutan. Ian marah yang melihat Bela seperti takut padanya. Lagi lagi Ian memukuli Bela dengan membabi buta.
Karena Bela yang sudah lelah dengan perlakuan Ian padanya. Bela mengambil fas bunga yang ada di meja dan memukul kepala Ian dengan fas bungan yang dia pegang.
Ian terjatuh ke lantai dan pingsan terdapat darah yang keluar dari kepala Ian. Bela sangat ketakutan namun dia juga takut kalau Ian sadar akan memukuli nya lagi.
Bela mengambil kesempatan ini untuk kabur dari rumah Ian. Bela berlari sekuat tenaga keluar dari rumah Ian dan mencari bantuan.
Bela yang saat ini sudah di jalan raya masih saja menangis orang orang yang melihat Bela merasa kasihan namun saat Bela di datangi oleh orang lain dia akan menangis histeris dan mengamuk.
" Bela" Ucap Dita yang melihat Bela berjalan di pinggir jalan
Dita menghampiri Bela. Bela yang melihat Dita pun merasa senang dengan senyuman yang merekah Bela menghampiri Dita.
"Kamu dari mana saja? Kenapa dengan wajah dan tubuh kamu? Siapa yang melakukan ini?" Tanya Dita
Bela hanya diam saja dan tanpa dia sadari dia pingsan dalam pelukan Dita.
Dita membawa Bela ke rumah sakit terdekat. Bela di rawat di rumah sakit dan Dita selalu menemani Bela selama di rumah sakit.
Sudah 3 hari lamanya Bela tidak sadar kan diri. Hari ini Dita pulang ke rumah nya untuk berganti pakaian dan juga mengambil pakaian untuk Bela.
Saat hampir sampai rumah dia melihat mobil yang biasanya di pakai oleh Ian untul menjemput Bela kini berada di depan rumah Bela.
"Ian apa yang dia inginkan kenapa dia di rumah Bela?" Guman Dita.
"Dia nggak boleh ketemu dengan Bela lagi. Yang terjadi pada Bela pasti karena ulah nya. Iya itu pasti dia" Ucap Dita
Dita lebih memilih untuk lewat jalan belakang rumah nya karena tidak ingin bertemu dengan Ian.
Dari rumah Dita. Dita mendengar Ian yang berteriak memanggil manggil Bela.
"Keluar kamu Bela. Dasar kamu jal**** berani nya kamu kabur dari ku. Keluar kamu Bela" Teriak Ian yang terus menggedor gedor pintu rumah Bela.
Dita yang mendengar pun terkejut. Karena yang dia dengar dari cerita Bela kalau Ian itu sangat lembut pada nya. Namun saat ini Iansangat berbeda.
"Jadi ini kamu yang sebenar nya Ian. Aku nggak akan biarkan kamu ketemu lagi dengan Bela "Ucap Dita yang masih di dalam rumah nya.
Dita cepat cepat berganti pakaian dan kembali lagi ke rumah sakit.
Dita yang kini baru sampai di rumah sakit terkejut melihat banyak suster yang berada di dalam ruang inap Bela.
Dita mempercepat jalan nya dan melihat Bela yang sedang mengamuk dan menangis histeris.
"Bela kamu kenapa?" Tanya Dita yang baru masuk ke ruang inap Bela.
Bela tidak menjawab Dita dia malam mengambil fas bunga dan akan melempar nya pada Dita. Untung saja ada suster yang memeganginya kalau tidak mungkin saja kini Dita sudah celaka.
"Apa anda keluarga pasien?" Tanya Dokter
"Iya dok. Bela kenapa ya dok?" Tanya Dita yang khawatir dengan Bela.
Dita melihat ke arah Bela. Bela kini di tidurkan di ranjang. kaki dan tangan nya di ikat menggunakan kain. Bela sangat terlihat kacau saat ini. Dita yang melihat Bela seperti itu pun kasihan.
"Apa perlu seperti itu dok?"Tanya Dita
"Itu yang terbaik untuk pasien kalau tidak mungkin diri pasien sendiri yang celaka" Jelas dokter
"Apa yang harus saya lakukan sekarang dok?" Tanya Dita
"Ibu Bela tidak bisa di rawat di sini lagi. Di ahrus di bawa ke rumah sakit jiwa" Ucap Dokter.
"Kerumah sakit jiwa dok?" Tanya Dita
"Ini demi kebaikan pasien. Kita tidak berani mengambil resiko jika pasien akan menyakiti dirinya sendiri " Jelas dokter.
Dita yang melihat keadaan Bela yang seperti ini pun menyetujui usulan dokter untuk membawa Bela ke rumah sakit jiwa.
Kini petugas dari rumah sakit jiwa sudah berada di rumah sakit tempat Bela di rawat. Para petugas membawa Bela masuk ke dalam ambulance dengan paksaan. karena Bela yang selalu melawan terpaksa dokter memberikan suntikan obat penenang untuk Bela
Bela yang kini sudah tidak sadarkan diri di bawa dokter untuk menuju ke rumah sakit jiwa.
Sekitar 6 bulan Bela di rawat di rumah sakit jiwa. Dita setiap 3 hari sekali selalu datang menjenguk Bela. Keadaan Bela sudah sedikit membaik.
Hari ini hari dimana Bela boleh keluar dari rumah sakit jiwa. Dita yang sudah menunggunya di luar gerbang rumah sakit tersenyum bahagia melihat Bela sudah boleh pulang.
"Apa kamu senang kamu boleh keluar dari tempat itu" Tanya Dita
"Sangat senang dan aku ingi makan sekarang" Ucap Bela
"Makan apa?" Tanya Dita.
"Bagai mana kalau bakso super pedas" Ucap Bela
"Baik lah ayo kita ke san sekarang" Ucap Dita
Dita kali ini membawa motor Bela yang selama ini dia rawat. Dita tau kalau motor Bela ini sangat berharga untuk Bela. Karena motor ini hadiah ulang tahun Bela dari orang tua nya untuk yang terahair kalinya.
*Naafkan aku Dita sebenar nya aku belum sembuh. Aku menyerahkan tubuh ku untuk dokter itu agar aku bisa keluar dari tempat terkutuk itu.* Ucap Bela dalam hati.
"Berhenti di apotik sebentar ya Dit aku mau beli obat" Ucap Bela
"Baik lah" Ucap Dita yang menepikan motor Bela.
"Kamu di sini saja sebentar" Ucap Bela.
Bela masuk ke dalam apotik dan membeli pil KB untuk dirinya. dia meminum pil itu di tempat 1 butir. dan yang lain nya di tarud di dalam tas nya
Setelah Bela membeli obat dia menghampiri Dita kembali. Dita melanjutkan perjalanan nya menuju bakso langganan mereka.
Bela sangat merasa bersalah karena telah berbohong ke Dita tapi dia juga tidak ingin di tempat itu. Dia takut kalau di leceh kan terus oleh petugas di sana.
flashback off
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak