Season 2
Novel ini kelanjutan dari novel yang berjudul 'Berpindah ke tubuh gadis polos' disarankan baca yang season dulu, ahr paham asal usul dari pemerannya.
Di season 2 ini bercerita tentang seorang gadis bangsawan bernama Yu Xia dari keluarga Perdana Menteri Yu di kekaisaran Hua. Dinasti yang mana tak ada tercatat dalam sejarah di negara manapun.
Karena ini karangan author hehe. Abaikan.
Meskipun anak dari Perdana Menteri Yu bersama istri sahnya, tapi kehidupan Yu Xia jauh dari kata layak, karena dia selalu mendapat siksaan, hinaan, cemoohan dan sebagainya. Dia memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya bernama Yu Tian Mo. Tapi karena dia di kirim ke akademi membuatnya tidak tahu jika adik kesayangannya sedang meregang nyawa akibat siksaan dari para saudara dan saudari serta selir ayahnya.
Bagaimana kisah kehidupan Yu Xia yang jiwanya di gantikan oleh Dea dari zaman modern....
Ikuti ceritanya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.20
Yu Xia segera merapikan pakaiannya dan membukakan pintu dan ternyata yang mengetuk adalah Yu Bei yang mengajak makan di bawah.
"Kakak Tian," panggil Yu Xia yang terkejut dengan keberadaan Yu Tian Mo. Dia juga tahu sih jika kemungkinan kakak nya akan menjadi panitia, tapi dia tak menyangka jika kakaknya berhasil menjadi salah satu panitia penyeleksian murid baru yang mewakili akademi Surga.
"Xia, Bei, mari duduk kita makan dulu baru bicara, kakak sudah kelaparan ini, karena saat sampai ke ibu kota ini kakak langsung mencari kalian dan tidak sempat makan," ucap Yu Tian Mo dengan wajah memelas.
Yu Rong Ku dan Yu Bei sedikit melongo, tapi tidak dengan Yu Xia, pasalnya Yu Tian Mo ini tidak pernah menunjukkan raut wajah seperti itu di hadapan mereka kecuali Yu Xia yang sudah terbiasa dengan tingkah manja kakaknya itu.
"Ya ya ya," ucap malas Yu Xia kemudian duduk di samping Yu Tian Mo.
Mereka pun duduk di satu meja. Saat makanan datang Yu Xia hanya memakan makanan penutup saja dan minum teh.
"Kenapa tak makan?" tanya Yu Tian Mo perhatian, yang membuat Yu Rong Ku dan Yu Bei hanya menjadi penonton atas keharmonisan kedua adik kakak kandung dihadapkan mereka itu.
Iri? Tentu saja, tapi mereka sadar jika Yu Xia lebih membutuhkan perhatian itu.
"Aku merasa kenyang," jawab Yu Xia.
"Kenyang? Kapan kau makan?" tanya Yu Rong Ku.
"Ah, aku makan sebelum kalian bangun," ucap Yu Xia.
"Oh," ucap ketiganya.
Mereka pun kembali makan dengan tenang dan setelah selesai mereka berkumpul di kamar Yu Xia.
"Bagaimana persiapan kalian untuk tes?" tanya Yu Tian Mo.
"Berjalan baik dan tidak ada kendala dengan kekuatan kami," jawab Yu Rong Ku.
"Baguslah, Oh ya setelah tes tingkat kultivasi dan elemen, akan ada tahap selanjutnya, yaitu memilih akademi yang kalian inginkan, tapi meskipunnkalian memilih, tapi tidak menjanjikan jikankalian dapat masuk ke akademi yang kalian inginkan," jelas Yu Tian Mo.
"Maksudnya bagaimana?" tanya Yu Xia di angguki oleh kedua saudaranya yang lain.
"Begini, nanti akan ada surat yang jatuh dari langit akibat di jatuh kan oleh para beast spirit burung, di dalamnya kalian harus menuliskan dua akademi mana yang ingin kalian masuki. Nah setelah selesai surat itu akan menghilang dengan sendirinya kemudian besok harinya kalian akan berkumpul kembali untuk menerima hasilnya," jelas Yu Tian Mo panjang lebar.
"Oh begitu, jadi saat kita memilih akademi yang ingin kita masuki kita juga harus menyesuaikan dengan kemampuan kita ya?" ucap Yu Rong Ku.
"Tepat sekali, jadi ku sarankan kalian memilih sesuai kemampuan kalian, karena jika dua akademi pilihan kalian tidak menerima kalian maka kalian akan mengulang tahun depan," jelas Yu Tian Mo lagi.
"Huhh, aku jadi takut," ucap lesu Yu Bei.
"Tenanglah, aku yang tingkat kultivasi di bawahmu saja tidak sekhawatirmu," ucap Yu Xia santai, tapi dia baru terdapat jika ucapannya itu membuat ketiga saudaranya semakin merasa bersalah padanya.
"Hei hei jangan khawatirkan aku, aku jamin akan masuk ke akademi yang sama dengan kalian, kita janjian mau masuk akademi mana bukan," ucap Yu Xia gelabakan berusaha mengalihkan topik agar ketiga saudaranya yang sudah di anggapnya keluarga tidak merasa semakin bersalah.
"Baiklah, kita janjikan akan satu akademi bersama, dan meskipun tidak dapat masuk akademi yang sama dengan kaki Tian tapi setidaknya kita bertiga tidak terpisah," ucap Yu Rong Ku seraya tersenyum.
Mereka pun sepakat akan akademi yang akan di pilih mereka yaitu pilihan pertama jatuh pada akademi Surga dan yang kedua akademi Awan yang tak jauh di bawah dan juga tidak terlalu tinggi tingkat kepopulerannya.
...
Hari yang dinanti-nantikan akhirnya tiba dan tiga saudara bukan kandung ini bersiap-siap sedari harinamsih gelap untuk pergi ke alun-alun kota untuk mendaftar dan mengikuti tes masuk ke akademi.
Ketika hari mulai terang mereka berangkat dengan hanya berjalan kaki, karena penginapan mereka dengan alun-alun cukup dekat, kata Yu Xia sih sekalian olahraga, karena itu kebiasaan Yu Xia.
Mereka sampai di alun-alun kota, sejauh mata memandang tidak ada lagi tempat kosong untuk berdiri di dekat panggung alun-alun, karena banyaknya orang yang ternyata sudah datang dari kemarin dan sampai ada yang tidur di alun-alun.
"Wah luar biasa antusias dari semua orang ini, tapi sayangnya orang yang mencapai puluhan ribu orang ini hanya akan di terima seratus lebih dari kessepuluh akademi tersebut," batin Yu Xia.
"Yuyu benar, karena di dunia ini ada empat kekaisaran dan dalam satu akademi hanya menerima 500 murid jadi pasti terbagi-bagi dan kemungkinan di kekaisaran lain akan hanya menerima puluhan orang saja, karena mereka juga melihat dari kemampuan murid tersebut," ucap Lin Zi yang mendengar batin Yu Xia dan merentangkan melewati pikiran masing-masing.
"Huhh, ku harap kedua saudara ku akan masuk di akademi yang telah kami sepakati," ucap Yu Xia.
"Huft, Yuyu yang harus kau khawatirkan itu dirimu sendiri, kau juga tahu jika tingkat kultivasi yang akan kau tunjukkan nanti tidak lebih tinggi dari kedua saudaramu bukan," kesal Lin Zi karena tuannya itu lebih mengkhawatirkan orang lain ketimbang dirinya.
"Hahaha, tenanglah, aku memiliki cara sendiri untuk masuk," ucap Yu Xia membuat teka teki di kepala Lin Zi.
Mereka pun memutus aliran pembicaraan mereka.
"Kak Xia ayo ke sana, ada celah untuk kota masuk," tunjuk Yu Bei ke arah tempat kosong dari paling pojoknagar dapat lebih ke depan.
Mereka pun berhasil setidaknya tidak paling belakang.
Semua para pendaftar diam dan tergilas pada seseorang yang berbicara di depan lebih tepatnya di atas panggung alun-alun.
"Salam untuk kalian semua dan selamat datang di pendaftaran tahunan sepuluh akademi terpopuler," ucap pembawa acara.
Semua orang bertepuk tangan termasuk kedua saudara Yu Xia, kecuali Yu Xia yang rada malas mendengar kan pembawa acara yang tidak bicara langsung pada intinya.
"Tak perlu berbasa-basi lagi, sekarang saya akan mempersilahkan kepada tetua Wang dari akademi Surga, tetua Dao dari akademi Matahari, tetua An dari akademi Bulan, tetua Liao dari akademi Bintang, tetua Tu dari akademi awan, tetua Qin dari akademi Batu Hitam, tetua Rui (perempuan) dari akademi Harimau Perak, tetua Jung dari akademi Kilat, tetua Shin dari akademi Guntur, dan tetua Xinyu (perempuan) dari akademi kalajengking, untuk menguji tingkat kultivasi dan elemen yang kalian miliki," ucap pembawa acara kemudia mundur mempersilahkan para tetua untuk menyiapkan batu kristal untuk menguji tingkat kultivasi dan juga batu kriatal untuk menguji elemen.
Para pendaftar akan naik ke atas panggung sebanyak sepuluh orang tiap kali maju. Setiap pendaftar di tes tingkat kultivasi mereka. Sejauh ini tidak ada yang lemah rata-rata pada tingkat kondensasi Qi level 5 paking lemah dan elemen pada umumnya yaitu tahan, air, tumbuhan, tapi api jarang karena memang api termasuk elemen yang sulit untuk di temukan, tapi tidak sesulit, guntur, petir, cahaya, kegelapan, es.
~.........~
Happy Reading
terlalu lemah
cm typony itu loh thor trll banyak.
semangat thor