NovelToon NovelToon
Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Adera mencintai Ezra selama dua tahun, tapi cintanya diremehkan dan ditolak mentah-mentah. Saat hatinya mati dan ia memilih fokus pada diri sendiri, Ezra justru menyesal dan panik.

Namun terlambat, karena kini hadir Damar pria yang jauh lebih sempurna yang ternyata adalah calon suaminya.

Akankah Damar mampu menghidupkan kembali rasa cinta Adera yang bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi?

Simak kisah cinta mereka bertiga, di novel ini akan disuguhi komedi yang lucu agar tidak terlalu mengantuk ketika membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Suasana hening sejenak, hanya detak jantung yang berpacu kencang. Adera perlahan menarik tangannya pelan-pelan dari genggaman Damar, wajahnya masih terlihat merah padam karena malu.

Dia menunduk sejenak merapikan diri, lalu menatap Damar dengan tatapan yang lebih tegas namun tetap lembut.

"Ehm... itu sudah biasa saja. Jangan berlebihan," ucap Adera berusaha terlihat santai, menyembunyikan rasa deg-degannya.

Tiba-tiba Adera teringat sesuatu. Dia mengulurkan tangannya ke arah Damar.

"Mana hp kamu pinjem sebentar dong," pinta Adera tiba-tiba.

Damar mengerutkan kening bingung, tapi tetap menuruti permintaan itu. Dia meraih ponselnya di atas nakas dan menyerahkannya pada Adera.

"Buat apa?" tanya Damar penasaran.

"Udah kasih sini aja!" seru Adera sedikit mendesak.

Setelah ponsel itu ada di tangannya, Adera langsung membuka menu kontak dan mulai mengetik dengan cepat. Dia memasukkan nomor ponselnya sendiri, menyimpannya dengan nama "Adera".

Selesai, dia mengembalikan ponsel itu ke tangan Damar.

"Ini..." kata Adera pelan sambil menunjuk layar ponsel. "Nomorku udah ada di situ."

Mata Damar langsung berbinar-binar melihat nama itu tersimpan di dalam ponselnya. Senyum lebar tak sengaja terukir di wajahnya.

"Jadi..." Damar mencoba menebak dengan hati berdebar. "Artinya kamu mau terima aku?"

Adera segera menggeleng cepat, wajahnya kembali memasang ekspresi serius untuk menegaskan batasan.

"Bukan gitu maksudnya!" tolak Adera tegas. "Aku kasih nomor ini karena... emm biar kamu ga minta terus."

Adera menarik napas panjang, menatap Damar lekat-lekat.

"Jadi jangan salah paham dulu deh, tapi inget ya... ini bukan berarti aku langsung terima lamaran atau perjodohan itu. Semuanya masih proses, masih liat-liat dulu. Ngerti kan" tegas Adera sambil menatap tajam, menunggu kepastian.

Damar mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. Meski belum mendapat jawaban 'iya' secara penuh, tapi setidaknya pintu hati gadis itu sudah mulai terbuka lebar. Dia diberi kesempatan untuk membuktikan diri.

Senyum bahagia kembali terukir di wajah Damar. Dia mengangguk mantap.

"Siap, mengerti!" jawab Damar semangat. "Makasih ya Adera sayang... aku bakal nunggu sampai kapanpun"

"Namaku Adera Maharani, bukan Adera sayang" jelasnya.

Makanan di piring sudah habis tak bersisa. Adera meletakkan sendok dan garpu kembali ke atas nampan dengan rapi, lalu menarik napas panjang seolah melepaskan beban.

Kemudian dia berdiri tegak dari duduknya, merapikan bajunya yang sedikit kusut dengan gerakan anggun.

"Udah ah, aku pamit pulang dulu," ucap Adera pelan namun tegas, sambil melirik jam di tangannya. "Udah sore juga nih, takut orang rumah nyariin dan khawatir."

Baru saja Adera hendak melangkah meninggalkan ranjang itu...

"EHHH JANGAN PERGI DULU!!!" teriak Damar dengan suara yang terdengar panik luar biasa.

Damar langsung bergerak gelisah. Dia buru-buru mencoba bangun dari tempat tidurnya meski tangannya masih terasa nyut-nyutan dan membuatnya meringis kesakitan. Dia tidak peduli pada rasa sakitnya sendiri, yang penting Adera tidak pergi sendirian.

"Da-damar hati-hati loh" tegur Adera.

"Kamu mau pulang sendirian?!" tanya Damar dengan mata membelalak lebar, wajahnya terlihat sangat cemas dan tidak tenang. "Jangan! Itu bahaya! Atau tunggu sebentar... aku panggil sopir pribadiku buat anter kamu pulang sekarang juga!" tawar Damar dengan nada memohon dan mendesak.

Adera langsung menoleh dengan kening berkerut dalam, bingung sekaligus kesal melihat reaksi pria itu yang berlebihan.

"Ya ampun... kenapa sih heboh banget kayak gitu?" tanya Adera sambil mendengus kesal, tangannya terlipat didepan dada. "Aku bisa kok pulang sendiri, naik taksi online juga sampai. Gak perlu repot-repot dan bikin ribet."

"Tapi kan hari sudah mulai gelap dan kamu seorang wanita..." cegah Damar cepat, suaranya terdengar berat dan penuh kekhawatiran. "Aku nggak akan bisa tenang kalau tahu kamu pulang sendirian di jalanan . Bagaimana kalau terjadi sesuatu?"

Mendengar kekhawatiran Damar yang terdengar begitu tulus dan mendalam itu, Adera justru tersenyum miring penuh percaya diri. Aura kuat dan mandiri terpancar jelas dari dirinya. Dia melipat kedua tangannya di depan dada, menatap balik manik mata Damar dengan tatapan tajam namun tetap manis.

"Aku sudah biasa kok menghadapi situasi seperti ini..." ucap Adera tegas, suaranya terdengar mantap. "Jangan anggap aku cewek penakut atau cewek manja yang gak bisa apa-apa. Aku sudah terbiasa bepergian dan keluyuran sendirian dari dulu, jadi tenang saja."

Mendengar itu, Damar justru menggeleng tegas. Dia tidak mau ambil risiko sedikitpun.

"Biar sopirku saja yang mengantar, tidak boleh menolak," kata Damar dengan nada tegas dan sedikit memaksa, matanya menatap Adera tajam seolah memberi perintah.

Adera mendengus pelan, tahu dia tidak akan bisa melawan kekerasan kepala pria itu.

"Terserah kamu deh... pokoknya aku mau pulang sekarang juga," kata Adera pasrah dengan wajah yang sok jutek, padahal di dalam hatinya dia merasa sangat tersanjung dan hangat diperhatikan sebegitunya.

1
Perempuan
Alurnya bagus, gak menoton. Ada lucu²nya. Semangat update ya Thor biar pembaca tetap ingat alur ceritanya
Perempuan
lanjut Thor 👍👍
Alvi
bagus . semangat terus 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!