Perusahaan keluarga Reno Mahesa di Jerman mengalami kehancuran setelah di pimpin oleh Arabella, anak pertama dari zevano dan Isabella.
Arabella jatuh cinta pada seorang pria dan mengorbankan segalanya. siapa sangka pria tersebut justru merebut takhta perusahaan milik Mahesa grup.
Sanggupkah Arabella merebut kembali perusahaan sang kakek?
kisah ini lanjutan dari kisah kelurga Reno Mahesa. kisah anak-anak, cucu-cucu Reno dan Delena. kisah ini mengusung percintaan, balas dendam, keterpurukan dan mengharu biru.
ikuti terus kelanjutannya dan jangan di skip, biar kalian tahu alur ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Allan
Sementara di Swiss, pria tampan bertubuh atletis sedang berkutat di depan layar komputer. Grafik di depan layar terus beranjak naik, dan tatapan mata tajamnya tidak bergeser sedikitpun dari angka-angka nominal.
Suara pintu di buka dari luar, namun tidak mengalihkan pandangannya sedetik pun.
"Tuan, saya mendapatkan kabar dari seorang rekan."
"Kabar apa?! Tanya Allan tanpa menoleh.
"Tentang nona Wilona dan pak Chandra."
Seketika Allan menghentikan aktivitasnya. Wajahnya terangkat dan menatap sang asisten penuh tanya. "Ada apa dengan mereka?!"
Zack menyerahkan amplop coklat kedepan Allan. "Tuan akan tahu Setelah membuka map coklat ini"
rasa penasaran membuat Allan tak sabar untuk membukanya. ia meraih map tersebut dan mengeluarkan isi dalam amplop. Ada beberapa foto Arra sedang bersama Chandra yang terlihat sangat mesra dan romantis. Seketika dada Allan turun naik, tangannya mengepal kuat.
"Chandra!" pekiknya sambil menggerakkan gigi-giginya.
"Sudah berapa lama mereka berhubungan?!"
"Informasi yang saya dengar, hampir dua tahun menjalin hubungan dengan nona Wilona. Dan mereka akan segera bertunangan."
Allan berdiri sambil meremas foto-foto di tangannya "Brengsek Chandra, ternyata dia musuh nyata di belakang ku!"
"Apa yang harus kami lakukan!"
"Pesankan tiket pesawat ekslusif sekarang! kita berangkat ke Germany!"
"Baik tuan!"
Allan terbakar api cemburu, ia mengambil kotak rokok di laci mejanya. Lalu keluar dari ruangan menuju balkon. pria itu melepas dasinya dan menarik satu batang rokok untuk ia hisap.
Terik matahari siang itu seakan membakar hatinya yang kian panas. Amarah di dadanya seakan ingin meledak dan mengeluarkan isi hatinya.
"Chandra! Aku tidak menyangka kau selicik itu! Ku kira kau benar-benar menjaga wanita ku. Tapi justru kau merebutnya!"
Allan menghisap kuat ujung rokok, lalu menghembuskan kasar gumpalan asap rokok.
"Salah ku terlalu percaya pada Chandra. Kalau bukan perusahaan Wilis akan terpuruk, aku tidak akan meninggalkan Germany. Pasti aku sudah mendapatkan cinta Wilona. Aku terpaksa meninggalkan Germany demi membangun perusahaan yang hampir runtuh!" sesal Allan dalam diam.
"Tuan! satu jam lagi kita berangkat ke Jerman."
"Oke!
Zack dan Allan berangkat dari kantor menuju bandara. Perjalanan dari Swiss ke Germany menempuh perjalanan dua jam. Setelah mereka sampai bandara, lalu masuk menuju pemeriksaan.
Pesawat mulai lepas landas menuju kota Germany. Dua jam kemudian mereka berdua sudah sampai dan menuju hotel untuk menginap.
Setelah berada di dalam hotel, pria itu melepas seluruh pakaiannya dan gegas mandi. Setengah jam kemudian Allan meraih handuk putih yang ia ikat ke pinggang. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk Zack! Seru Allan, kedua tangannya mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil.
Pintu terbuka, masuk sang asisten berjalan dengan terburu-buru.
"Tuan, saya baru mendapatkan informasi. Menurut mata-mata bayaran kita, nona Wilona tidak ada di Germany."
"Tidak ada di Germany? Lalu kemana Wilon?!
"Nona Wilona sudah terbang ke negara Indonesia, tempat keluarganya tinggal."
Allan menghela nafas kasar, rasa sesak di dadanya kian menderu. "Kalau begitu pertemukan aku dengan Chandra!"
"Pak Chandra biasa minum di night clubs, kita bisa temui dia disana!"
"Baiklah kita berangkat sekarang!"
"Tunggu bos, ada satu lagi yang harus anda ketahui."
Alis Chandra berkerut " Ketahui apa?!
Zack memberikan map coklat ke tangan Allan. Pria tampan berkharisma itu membuka map dan menarik kertas dari dalam map. Seketika bola matanya terbelalak.
"What's?! Chandra mendirikan perusahaan sendiri? Dan sekarang sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan Mahesa grup?!"
Deg! Dada Allan bergemuruh, jantungnya hampir berhenti.
"Penghianat! Ternyata Chandra berani bermain curang. Ia mendirikan perusahaan sendiri tanpa setahu ku."
"Jadi, dana yang anda berikan untuk mendirikan perusahaan sendiri?!"
Allan meremas-remas lembaran kertas itu dengan amarah. "Dia meminta suntikan dana sebesar 30%, dan uang itu untuk perusahaan yang kami bangun bersama. Ternyata Chandra sudah bekerjasama dengan perusahaan bonafit sekelas Mahesa grup, sungguh mustahil!"
"Tapi ini nyata bos, perusahaan cemerlang yang di dirikan pak Chandra berhasil menang tender dan mengalahkan puluhan perusahaan besar."
Dada Allan turun-naik dan nafasnya tersengal. "Ternyata, selama ini aku di bodohi! Aku mati-matian membangun perusahaan di Swiss. uang yang susah payah aku kumpulkan, untuk menjalin kerjasama dengan Chandra!"
"Jadi, berkas-berkas yang di kirim Chandra melalui email semuanya palsu? Dia bilang membangun perusahaan baru butuh modal besar, dan dana yang anda berikan hanya menguntungkan 1%? Gila! Ini benar-benar gila!!"
"BUGH!" Allan meninju dinding di depannya.
"Dasar serakah!" pekik Allan
"Ayo kita temui dia di bar! Aku ingin menghajarnya sampai mati!" geram Allan
Pria itu meraih setelan kaos hitam dan jeans, lalu membalut tubuhnya dengan mantel hitam. Mereka berdua meninggalkan hotel menuju sebuah night clubs.
ALL... PLEASE... BERIKAN LIKE, VOTE, GIFH, RATE BINTANG 5 DAN SERTAKAN KOMENTAR KALIAN. AGAR BISA UPDATE SETIAP HARI.
BANTU KOMENTAR DI RATE BINTANG 5 💜
💜💜💜💜