NovelToon NovelToon
Gadis Kelinci Milik Bryan Sang Alpha

Gadis Kelinci Milik Bryan Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Action / Mafia
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yogitha Ratnajyoti

Langit malam menggantung pekat ketika langkah Viona tersandung di gang sempit napasnya memburu, jantungnya nyaris pecah saat suara tawa kasar para pria di belakangnya semakin dekat.

“Jangan lari, manis...kami cuma ingin bersenang-senang bersamamu...”

Air mata Viona jatuh tanpa suara hingga tiba-tiba, langkah lain memecah malam.

Satu sosok berdiri di hadapannya.

Bryan.

Tatapannya dingin, tajam, tak tersentuh. Dalam hitungan detik, teriakan berubah menjadi pekikan. Baku hantam tak terhindarkan, cepat, dan tanpa ampun.

Sunyi kembali turun saat para pria itu terkapar.
Dengan tubuh gemetar, Viona mendekat.

“Te-terima kasih...”

Namun Bryan bahkan tak menoleh lama padanya.

“Gak usah berlebihan,” ucapnya datar.

“Lekas pulang. Area ini bukan untuk gadis kecil sepertimu.”

Dingin. Jauh dari kata ramah. Tetapi sejak malam itu takdir mereka telah saling terikat satu sama lain. Mereka kerap tak sengaja bertemu di tempat yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yogitha Ratnajyoti , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerinduan Terhalang Batas

  Malam ini, jauh dari Indonesia. Di sebuah gedung tinggi yang berdiri megah di pusat kota Singapura, seorang pria berdiri di balik jendela besar ruang kerjanya. Lampu kota memantul di kaca, namun tatapannya sama sekali tidak tertuju pada pemandangan di luar.

  Tangannya menggenggam sebuah foto lama, foto tiga bersaudara. Harsh berdiri di tengah dengan senyum kecil yang selalu ia berikan kepada kedua adiknya.

Alvania yang masih kecil mungkin masih duduk dibangku SMA berdiri di sampingnya sementara Viona yang saat itu masih duduk di bangku SMP memegang tangan Harsh erat-erat.

  Sudah lima tahun, lima tahun sejak terakhir kali dia melihat mereka berdua. Harsh Aditya Prasetya nama yang pernah ia miliki. Nama yang sekarang hampir tidak pernah digunakan lagi.

"Masih menyimpan foto itu?" Suara berat terdengar dari belakang.

  Harsh tidak menoleh, ia tahu siapa yang datang. Seorang pria berusia sekitar enam puluh tahun masuk ke ruangan itu dengan langkah tenang, tatapannya tajam, penuh wibawa.

 Pria yang bukan hanya atasannya tetapi juga orang yang mengubah hidup Harsh menjadi lebih baik.

"Aku hanya..." Harsh berhenti sejenak.

"Mendapat firasat buruk..." Mr. Lee berdiri di sampingnya.

"Adikmu?"

  Harsh terdiam namun diamnya sudah menjadi jawaban. Sejak kecil, Harsh selalu menjadi seseorang yang kuat di depan orang lain. Tetapi ketika menyangkut Alvania dan Viona, semua pertahanannya runtuh.

"Aku meninggalkan mereka untuk melindungi mereka..."

"Tapi sekarang kau takut mereka terluka tanpa dirimu..."

 Harsh menatap foto itu lagi.

"Aku berjanji akan membawa mereka pergi jauh..."

"Namun aku gagal menepati janji itu..."

  Mr. Lee menghela napas pelan.

"Kau tidak gagal, Harsh..."

"Kau hanya memilih jalan yang paling sulit..."

  Harsh tersenyum kecil jalan yang membuatnya kehilangan identitasnya. Jalan yang membuatnya harus membangun nama baru. Di dunia bawah tanah Singapura, namanya kini dikenal sebagai seseorang yang berbeda.

 Harsh Aditya Chang Lee seorang mafia muda yang menjadi tangan kanan sekaligus penerus kepercayaan Mr. Lee yang tidak memiliki keturunan sama sekali. Harsh yang kini ditakuti banyak orang, pria yang memiliki kekuasaan. Namun tidak ada satu pun dari semua itu yang mampu membuatnya melupakan dua adiknya.

"Aku ingin pulang..."

 Kalimat itu akhirnya keluar, Mr. Lee menatapnya beberapa detik dalam keheningan.

"Sudah siap menghadapi masa lalumu?"

  Harsh terdiam, karena ia tahu pulang berarti membuka semua rahasia. Pulang berarti mempertemukan dua dunia yang selama ini ia pisahkan Harsh yang dulu dan Harsh yang sekarang sudah berbeda jauh.

...****************...

  Sementara itu di Indonesia Bryan sedang berada di ruang kerjanya. Di atas meja terdapat beberapa dokumen hasil pencarian yang diberikan Arlian.

 Namun satu foto membuat tangannya berhenti. Foto seorang pria muda, wajahnya, sorot matanya bahkan cara berdirinya. Bryan merasa pernah melihat pria itu, sangat familiar sekali baginya.

"Arlian..."

"Ya, Tuan?"

"Perbesar foto ini."

  Arlian melakukan apa yang diperintahkan. Beberapa detik kemudian Bryan menatap layar. Pria itu, tidak salah lagi, dia pernah melihatnya. Bukan sebagai Harsh Aditya Prasetya tetapi sebagai seseorang yang memiliki nama lain.

"Harsh Aditya Chang Lee?"

 Bryan mengucapkannya pelan, Arlian langsung menoleh pada atasannya itu.

"Tuan mengenalnya?"

 Bryan bersandar di kursinya.

"Beberapa tahun lalu..."

"Nama itu pernah muncul di dunia bawah tanah Singapura..."

 Arlian terdiam.

"Mafia muda?"

 Bryan mengangguk.

"Dia bukan orang biasa..."

 Bryan kembali melihat foto itu.

"Tapi..."

 Ada sesuatu yang membuatnya bingung kenapa wajah mafia muda yang selama ini ia kenal sama persis dengan pria yang sedang dicari Viona? Tidak mungkin ini sebuah kebetulan.

"Selidiki lebih dalam..."

"Pastikan apakah Harsh Aditya Prasetya dan Harsh Aditya Chang Lee adalah orang yang sama..."

 Arlian mengangguk.

"Baik, Tuan..."

...****************...

  Di tempat lain Roy juga mengalami hal yang sama. Ia baru saja mendapatkan informasi awal dari seseorang yang membantunya mencari Harsh. Namun informasi itu justru membuatnya semakin bingung.

"Harsh Aditya Chang Lee?"

 Roy membaca nama itu beberapa kali.

"Kenapa rasanya familiar?"

  Ia membuka foto yang dikirimkan dan tubuhnya sedikit menegang. Wajah itu, wajah yang sama dengan foto yang diberikan Alvania.

"Nggak mungkin..."

 Roy mengusap wajahnya kasar.

"Jadi kakak Alvania..."

 Ia berhenti.

"Adalah orang yang selama ini dikenal sebagai mafia muda Singapur?"

 Roy tidak tahu harus merasa terkejut atau kagum karena selama ini yang ia bayangkan hanyalah seorang kakak yang hilang.

 Bukan seseorang yang kini memiliki kekuasaan besar, seseorang yang bahkan membuat banyak orang berhati-hati hanya dengan mendengar namanya saja.

...****************...

 Malam ini, di dua tempat berbeda Bryan dan Roy memikirkan hal yang sama. Pria yang selama ini dicari oleh dua kakak beradik. Pria yang mereka kenal dengan nama berbeda dan jauh di Singapura Harsh berdiri di depan jendela.

 Ponselnya menampilkan dua nama yang tidak pernah berhenti ia pikirkan Alvania dan Viona. Jarinya hampir menekan tombol panggilan.

  Namun ia berhenti, karena ia tahu ketika ia kembali tidak akan ada lagi jalan untuk menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya.

  Harsh Aditya Prasetya kakak yang mereka rindukan dan Harsh Aditya Chang Lee mafia muda yang dunia kenal adalah orang yang sama dan sebentar lagi semua rahasia itu akan terbuka.

...****************...

 Pagi hari di Singapura langit masih sedikit gelap ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan gedung utama milik organisasi Mr. Lee.

 Beberapa orang yang berada di sekitar gedung langsung menunduk ketika seorang pria muda turun dari mobil tersebut.

  Namun bukan Harsh yang dulu, setelan hitam rapi, tatapan dingin, aura seseorang yang sudah melewati banyak hal.

 Tidak ada yang akan menyangka bahwa pria yang sekarang disegani banyak orang ini adalah anak lelaki yang dulu hanya ingin melindungi dua adiknya dari sebuah rumah yang penuh luka.

"Mr Harsh Chang Lee..." Salah satu anak buahnya menghampiri.

"Ada laporan dari Indonesia..."

 Langkah Harsh berhenti, "Indonesia?"

 Pria itu mengangguk dan menyerahkan sebuah dokumen.

"Sepertinya ada dua orang yang sedang mencari informasi tentang Anda."

 Harsh menerima dokumen itu matanya membaca nama yang tertera, Bryan Anggara Wijaya dan satu nama lain Roy Arya Pratama. Kemudian di bawahnya, Alvania Diana Prasetya dan Viona Anindika Prasetya untuk beberapa detik, dunia Harsh terasa berhenti.

"Mereka..." Suaranya terdengar pelan.

"Mereka mulai mencariku?"

 Anak buahnya hanya terdiam karena untuk pertama kalinya, mereka melihat ekspresi berbeda dari tuan mereka. Bukan dingin, bukan marah, tetapi ekspresi kerinduan, Harsh pun menutup dokumen itu kembali.

"Lima tahun..."

 Ia tersenyum kecil.

"Mereka masih mengingatku..."

...****************...

  Di Indonesia Bryan duduk di ruang pribadinya sambil menunggu hasil penyelidikan Arlian. Sejak mengetahui kemungkinan tentang Harsh, pikirannya tidak tenang.

 Karena jika benar, maka pria yang dicari Viona bukan orang biasa. Dia adalah seseorang yang memiliki hubungan dengan dunia yang selama ini Bryan dan Roy geluti.

 Pintu terbuka Arlian masuk membawa berkas.

"Tuan..."

 Bryan langsung menatapnya.

"Hasilnya?"

 Arlian meletakkan dokumen di meja.

"Harsh Aditya Prasetya dan Harsh Aditya Chang Lee..."

 Ia berhenti sejenak.

"Satu orang yang sama..."

 Bryan tidak terkejut entah kenapa ia sudah menduga, Arlian pun melanjutkan.

"Lima tahun lalu, seorang pemuda bernama Harsh Aditya Prasetya menghilang..."

"Lalu pada tahun yang sama, muncul seseorang bernama Harsh Aditya Chang Lee di Singapura..."

"Dia dilatih langsung oleh Mr. Lee. Dia diangkat anak oleh Mr. Lee saat Mr. Lee berkunjung ke Jakarta disaat itu menemukan Harsh disebuah club malam kemudian dia dibawa Mr. Lee ke Singapura untuk melanjutkan kerajaan mafianya..."

  Bryan mengambil dokumen itu, Mr. Lee nama besar yang bahkan dunia kriminal internasional mengenalnya.

"Jadi Viona selama ini mencari seorang mafia..."

 Arlian mengangguk.

"Tapi mereka tidak pernah tahu..."

 Bryan diam, Ia membayangkan wajah Viona ketika menceritakan tentang kakaknya. Cara gadis itu memegang foto lama, cara ia masih percaya bahwa kakaknya akan kembali. Bryan pun akhirnya menarik nafas panjang dan menyalakan gulungan tembakau halus ditangannya.

"Jangan beri tahu dia dulu..."

 Arlian menatapnya.

"Tuan?"

"Kalau memang Harsh memilih pergi untuk melindungi mereka, kita tidak tahu alasan sebenarnya apa..."

Bryan menatap foto Harsh.

"Biarkan dia yang kembali sendiri..."

...****************...

  Sementara itu Roy juga baru saja mendapatkan kabar yang sama. Ia duduk di dalam mobilnya dengan wajah penuh kebingungan.

"Jadi selama ini..."

 Roy melihat foto Harsh di ponselnya.

"Orang yang dicari Alvania adalah orang yang namanya membuat banyak orang takut?"

 Ia tertawa kecil tidak percaya.

"Alvania pasti nggak akan percaya kalau tahu..."

 Namun di balik rasa terkejutnya, Roy memahami satu hal. Alvania tidak pernah mencari kekayaan, tidak pernah mencari kekuasaan. Dia hanya mencari kakaknya, seseorang yang dulu membuatnya merasa aman.

Roy menggenggam kemudinya.

"Gue harus gimana sekarang?"

Karena ia sudah berjanji.

"Gue bakal bantu lo mencarinya..."

 Dan Roy bukan tipe orang yang mudah mengingkari janji.

...****************...

  Malam ini di sebuah ruangan yang sederhana di Singapura. Harsh akhirnya membuat keputusan, ia mengambil ponselnya. Nomor yang selama lima tahun tidak pernah ia hubungi masih tersimpan.

 "My Little Sister Vionaku 🥰"

  Jarinya berhenti di tombol panggil, banyak hal berputar di kepalanya. Bagaimana jika mereka membencinya? Bagaimana jika mereka bertanya kenapa ia pergi? Bagaimana jika mereka tidak mengenal dirinya lagi? Namun kemudian ia teringat suara kecil Viona dulu.

"Mas jangan pergi..."

 Dan suara Alvania yang selalu mencoba terlihat kuat, Harsh memejamkan mata sejenak.

"Aku minta maaf..." Bisiknya.

  Untuk pertama kalinya setelah lima tahun, Harsh menekan tombol panggil. Di Indonesia ponsel Viona yang terletak di meja kamar tiba-tiba menyala. Nomor asing, nomor luar negeri, Viona yang hampir tertidur langsung melihat layar.

 Jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat. Entah kenapa ada perasaan aneh, dikarenakan ia tak memiliki kenalan seseorang dari luar negeri. Seolah seseorang yang selama ini ia tunggu akhirnya sedang mencoba kembali, Viona perlahan mengangkat telepon.

"Halo?"

 Beberapa detik tidak ada suara lalu terdengar suara yang sangat ia kenal. Suara yang selama lima tahun hanya hidup dalam ingatannya.

"Vionaku..."

 Tubuh Viona membeku, matanya langsung berkaca-kaca karena hanya satu orang yang memanggil namanya seperti itu.

"Mas...?"

 Di sisi lain sambungan telepon Harsh menutup mata dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia kembali menjadi dirinya yang dulu sebagai kakak mereka.

BERSAMBUNG.

1
Zainuri Zaira
tu ank yg dri cina knp tak smapai 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!