NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyaris

Liontin mengikuti sosok berbaju hitam yang mengaku dirinya adalah suruhan Boyo berjalan masuk ke dalam hutan.

Perempuan yang sangat berharap bisa menemukan ibu dan adiknya yang hilang itu belum tahu jika ia sedang dituntun untuk berjumpa mara bahaya.

Kematian.

"Apakah ibu dan adikku sudah berhasil ditemukan?",

"Apakah ibu dan adikku dalam keadaan yang baik-baik saja?",

"Apakah mereka selamat?",

Sosok yang sudah lumayan lama berjalan di depan Liontin itu diam sejuta bahasa.

"Berhenti!",

"Berhenti kataku!",

Sebuah bentakan.

Dari arah belakang Boyo, Bono dan Davis berhasil menyusul Liontin.

"Kemari mbak Liontin",

"Cepat",

Di tengah hutan yang biarpun sudah pagi tapi masih tetap gelap itu.

Bono memanggil Liontin dengan panik.

Demikian juga dengan Liontin yang bingung ketika melihat Bono, Davis dan juga ada Mbah Buyut Boyo.

"Ada apa ini sebenarnya?",

"Orang itu bukan suruhannya Mbah Buyut Boyo",

Sosok yang mengaku-ngaku menjadi suruhan Boyo berubah wujud.

Menjadi sosok anjing hitam pekat jadi-jadian.

Bono, Davis dan Liontin terperangah. Mereka merasakan kengerian sembari menelan ludah.

Tapi sosok anjing hitam itu lantas kabur berlari masuk jauh ke dalam hutan. Begitu menyadari yang akan menjadi lawan tandingnya adalah seorang Boyo.

Seorang pawang alas (hutan).

"Lekas kembali ke mobil",

"Kita harus segera keluar dari hutan ini sebelum anjing hitam itu kembali bersama kawanannya",

Ketika sampai di pinggir jalan.

Ada seorang pemuda yang tampak lugu bersepeda motor butut di dekat mobil mereka.

"Siapa itu Mbah?",

"Itu namanya Barokah",

"Anak kampung yang aku minta tolong untuk mengantarkan aku menemui kalian di penginapan",

"Dia anak baik-baik",

"Sekarang bagaimana Mbah?",

"Apakah ibu dan adikku sudah ketemu?",

"Apakah Mbah Buyut Boyo sudah tahu dimana mereka berada?",

"Sabar dulu cah ayu",

"Sekarang kita semua kembali ke penginapan",

"Aku akan menjelaskannya di sana",

"Nyawa kita semua sekarang dalam bahaya",

Mereka kembali ke penginapan.

Termasuk Barokah yang mengikuti pelan-pelan dari belakang.

Davis betul-betul tercengang.

Apa yang barusan disaksikannya benar-benar di luar nalar sebagai seorang mantan anggota.

Ternyata hal gaib itu tidak bisa diperkirakan oleh akal pikiran.

Davis menjadi penasaran dan banyak bertanya kepada Boyo yang duduk berhadapan dengannya di belakang.

"Yang tadi itu apa Mbah?",

"Apakah itu yang dinamakan dengan siluman?",

"Sosok anjing hitam itu adalah jin (setan) yang bisa merubah wujud mereka menjadi sosok seperti binatang",

"Terkadang kalau tidak menjadi sosok anjing hitam pekat, mereka bangsa jin bisa berubah menyerupai sosok seekor ular",

"Tidak ada yang namanya siluman seperti yang ditampilkan di pentas pertunjukan atau buku bergambar",

"Sebutan siluman itu hanya sebuah istilah atau kiasan fantasi belaka",

"Yang benar mereka adalah dari golongan bangsa jin",

"Dan mereka (bangsa jin) juga bisa berubah menyerupai sosok manusia",

Kedahsyatan yang mengejutkan tidak hanya sampai di situ.

Ketika mereka semua tiba di penginapan.

Baru turun dari mobil dan sepeda motor butut.

Seketika langit di atas berubah menjadi gelap mendung tidak rupawan.

Awan-awan kelabu mengancam akan segera menurunkan air hujan dengan deras.

Tidak wajarnya hanya di atas lingkungan rumah penginapan itu saja awan-awan hitam itu bergemuruh.

"Sebaiknya kita tetap bersama-sama dalam satu ruangan malam ini",

"Baik Mbah",

Sesuai instruksi dari Mbah Buyut Boyo yang paling paham dengan situasi dan kondisi sekarang ini.

Mereka wajib menurut supaya nyawa mereka malam ini tidak mati sia-sia dan masih bisa melihat hari esok.

Bono, Davis dan Liontin bermalam di ruang tamu.

Ruang tunggu sekaligus meja resepsionis penerima tamu jika ada pelanggan yang datang.

Bersama mereka ada juga Boyo dan Barokah yang tidak pulang.

Marco dan seorang petugas penginapan yang berjaga malam.

Sofa-sofa panjang yang empuk dan juga tambahan kasur yang dibawa dari kamar-kamar kosong.

"Apakah masih ada pengunjung yang menginap di sini selain mereka?",

"Sudah tidak ada lagi Mbah",

"Hanya mereka bertiga tamu kami dalam beberapa hari ini",

"Syukurlah kalau begitu",

Boyo mengobrol seru dengan pemilik rumah penginapan yang masih belia.

"Sepertinya kamu tidak sendirian nak",

"Apa yang kamu bawa di sakumu?",

"Bagaimana Mbah bisa tahu?",

"Tentu saja aku bisa merasakannya",

Marco mengantongi sebuah rajah berupa tulisan aksara kuno yang berfungsi sebagai penangkal energi gelap yang buruk.

Tulisan pada secarik kertas itu ia simpan di dalam dompet.

"Nenekku yang menuliskannya untukku",

"Nenek bilang agar aku selalu membawanya dan selalu waspada jika kembali ke tanah kelahiranku",

"Rupanya nenek mu juga sudah banyak tahu",

"Beruntunglah kamu anak lanang",

"Benar kata nenek mu",

"Jangan sampai kamu melepaskan rajah itu ketika sedang pulang ke tempat ini",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!