NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 20: Genderang Perang Volkov

​Dalam waktu kurang dari satu jam, mansion mewah keluarga Vassiliev yang biasanya anggun dan tenang telah berubah wujud menjadi benteng pertahanan militer yang mengerikan.

​Suara deru mesin mobil lapis baja memecah kesunyian malam, membanjiri pelataran. Ratusan pria berpakaian hitam legam dengan senapan serbu otomatis berjaga di setiap sudut, atap, dan gerbang utama. Cahaya lampu sorot menyapu seluruh perimeter, mencari celah sekecil apa pun dari kegelapan yang mengepung mereka.

​Dari balik jendela kaca anti-peluru di ruang kerja, Aletta menatap pemandangan itu dengan dada bergemuruh. Mahkota yang baru saja diterimanya pagi tadi ternyata harus langsung dibayar dengan darah.

​"Sindikat Volkov tidak pernah bermain-main dengan ancaman mereka," suara bariton Xavier memecah lamunan Aletta.

​Aletta berbalik. Xavier sedang menuangkan whiskey ke dalam dua gelas kristal di meja bar mini. Pria itu sudah melepas jasnya, menyisakan kemeja hitam yang lengannya digulung kasar, memperlihatkan urat-urat kokoh di tangannya.

​Xavier berjalan mendekat, menyodorkan satu gelas kepada Aletta. Istrinya menerimanya tanpa ragu, menyesap cairan keemasan yang membakar tenggorokannya itu demi menenangkan sarafnya yang tegang.

​"Siapa sebenarnya Volkov?" tanya Aletta pelan, mencengkeram erat gelas kristalnya. "Kenapa mereka mengklaim bahwa darah El Cuervo adalah milik mereka?"

​Xavier membuang pandangannya ke luar jendela, rahangnya mengetat. "Volkov adalah mafia Rusia tertua dan paling berkuasa di Eropa Timur. El Cuervo... mereka hanyalah anjing pelacak yang disewa Volkov untuk mengendus kelemahan di wilayah kita. Lima tahun lalu, saat ayahmu mencari cara kotor untuk memenangkan tender Pelabuhan Barat, Volkov-lah yang berbisik dari balik bayang-bayang. Mereka mensponsori El Cuervo untuk meledakkan kapal ibuku, dengan harapan klan Vassiliev hancur dan mereka bisa merebut pelabuhan itu."

​Napas Aletta tercekat. "Itu artinya... ayahku hanyalah pion yang mereka manfaatkan?"

​"Tepat," Xavier menoleh, menatap Aletta lekat-lekat. "Dan sekarang, setelah aku memusnahkan El Cuervo semalam, Volkov kehilangan pijakan terakhir mereka di kota ini. Mereka marah. Pesan itu bukan sekadar ancaman, Sayang. Itu adalah deklarasi perang terbuka."

​Xavier mengambil gelas dari tangan Aletta dan meletakkannya sembarangan ke ambang jendela. Pria itu menarik pinggang Aletta, menghapus jarak di antara mereka. Matanya yang kelabu menajam, menyiratkan bahaya sekaligus perlindungan yang tak tertembus.

​"Kita tidak punya banyak waktu sebelum mereka menyerang titik buta kita," bisik Xavier, ibu jarinya mengusap rahang Aletta. "Ikut aku ke ruang bawah tanah. Saatnya melatih taring barumu."

​Ruang bawah tanah mansion itu memiliki fasilitas menembak kedap suara berstandar militer. Udara di sana berbau mesiu dan logam.

​Aletta berdiri di depan garis tembak, memegang pistol Browning 1911 berukir mawar di tangannya. Senjata api yang elegan itu terasa sangat berat. Target kertas berbentuk siluet manusia tergantung di ujung ruangan berjarak dua puluh meter.

​"Buka kakimu selebar bahu," perintah Xavier yang berdiri tepat di belakang Aletta.

​Aletta mematuhinya. Namun, tubuhnya menegang saat ia merasakan dada bidang Xavier menempel rapat di punggungnya. Pria itu menyusupkan kedua lengannya dari belakang, menutupi punggung tangan Aletta dengan telapak tangannya yang besar dan kasar.

​"Pistol ini memiliki daya tolak yang kuat. Jika kau ragu, tulang pergelangan tanganmu bisa retak," bisik Xavier, napasnya yang hangat meniup anak rambut di telinga Aletta, mengirimkan sengatan listrik ke seluruh saraf gadis itu. "Jangan fokus pada senjatanya. Fokus pada targetmu. Anggap siluet itu adalah pria yang mencoba merenggut nyawaku... atau nyawamu."

​Tangan Xavier bergerak memperbaiki postur lengan Aletta, menguncinya agar lurus dan stabil. Jemari pria itu menuntun telunjuk Aletta menuju pelatuk.

​"Tarik napas panjang..." bisik Xavier, suaranya serak dan sensual, berbanding terbalik dengan aura mematikan di ruangan itu. "Tahan... dan tarik pelatuknya tanpa keraguan."

​DOR!

​Suara tembakan meledak nyaring. Daya tolak dari peluru itu nyaris membuat Aletta terhuyung ke belakang, namun pelukan erat Xavier menahan tubuhnya tetap kokoh bagai karang.

​Aletta membuka matanya yang sempat terpejam karena terkejut. Ia menatap ke depan. Peluru itu meleset jauh dari kepala target, hanya mengenai bagian bahu kiri siluet kertas.

​"Tidak buruk untuk tembakan pertama seorang Ratu," gumam Xavier menyeringai, mengecup leher Aletta dari belakang. "Sekali lagi. Matamu harus setajam niatmu membunuh."

​Selama satu jam berikutnya, ruang bawah tanah itu diisi oleh rentetan suara tembakan. Di bawah arahan dan sentuhan posesif Xavier, Aletta membiarkan insting bertahan hidupnya mengambil alih. Rasa takut perlahan memudar, digantikan oleh adrenalin yang memabukkan. Pada tembakan ketujuh, Aletta berhasil melubangi tepat di bagian dada kiri target—tepat di letak jantung.

​Xavier menghentikan latihan itu, memutar tubuh Aletta hingga menghadapnya. Kebanggaan di mata sang mafia tidak bisa disembunyikan.

​"Sempurna," bisik Xavier sebelum merengkuh bibir Aletta dalam ciuman yang panas dan memabukkan, dipenuhi rasa lapar dan adrenalin pasca-menembak. Tangan Aletta yang masih memegang pistol, melingkar di leher suaminya, merespons ciuman itu dengan intensitas yang sama gilanya.

​Namun, ciuman itu terpaksa terhenti secara brutal saat lampu merah di sudut ruangan berkedip menyilaukan, disusul oleh suara alarm keamanan tingkat tinggi yang meraung-raung dari lantai atas.

​Xavier melepaskan pagutannya seketika. Matanya langsung berubah menjadi mata sang malaikat maut.

​Pintu baja ruang menembak terbuka kasar. Diego masuk dengan napas memburu dan seragam taktis yang sudah berlumuran debu.

​"Bos, kita kecolongan!" seru Diego cepat. "Volkov tidak menyerang mansion. Mereka menyergap konvoi senjata kita di Pelabuhan Timur lima menit yang lalu. Roman dan pasukannya terjebak di gudang nomor empat, mereka dibantai habis-habisan. Setengah armada Volkov sedang menuju ke sini!"

​Rahang Xavier mengetat, urat-urat kemarahan menonjol di lehernya. Sindikat Volkov telah memulai langkah pertama mereka dengan menghancurkan Capo yang baru saja Aletta tundukkan pagi tadi.

​Xavier menoleh pada Aletta, menatap mata istrinya lekat-lekat. "Diego akan membawamu ke ruang aman di bunker utama. Jangan keluar sampai aku yang menjemputmu."

​Aletta menggeleng tegas, jari-jarinya mencengkeram erat gagang pistolnya. "Aku tidak akan bersembunyi sementara rajaku berperang."

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!