NovelToon NovelToon
Penaklukan Sang Asisten

Penaklukan Sang Asisten

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bhebz

Ketika efisiensi bertemu dengan kekacauan, siapa yang akan benar-benar menaklukkan siapa?

"Cinta bukan soal efisiensi, tapi tentang bagaimana ia membuatmu kehilangan kendali."

Kisah tentang Ben Arganza, asisten dingin dan merupakan bayangan Baron Frederick yang sedang menjadi target penaklukan seorang gadis ceroboh bernama Lala Narayan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Apakah Kau Kembali?

Ben tidak membuang benda-benda itu. Gerakannya mekanis, hampir seperti tindakan di luar kendali sistem saraf pusatnya sendiri. Dengan jari-jari yang masih sedikit gemetar, ia mengambil kembali piyama sutra dan renda kecil itu dari keranjang cucian.

Ia membawanya masuk ke kamar tidurnya yang gelap. Di sana, di bagian paling belakang lemarinya yang biasanya hanya berisi barisan kemeja putih dan jas hitam yang tersusun rapi menurut gradasi warna, ia menyisihkan sedikit ruang.

Ia melipat piyama itu dengan sangat hati-hati, sebuah kontras yang ironis mengingat bagaimana ia baru saja mencekik pemiliknya beberapa jam yang lalu. Ia meletakkan pakaian itu di tumpukan paling bawah, tersembunyi di balik jas-jas dinasnya yang berat. Saat ia menutup pintu lemari, bunyi klik magnetiknya terdengar seperti dentuman pintu penjara yang mengunci sebuah rahasia.

Ben bersandar pada pintu lemari, napasnya memburu. Ia baru saja melakukan tindakan yang paling tidak logis dalam sejarah kariernya sebagai kepala keamanan Frederick Group. Ia menyimpan "barang bukti" dari seorang musuh—seorang informan yang seharusnya sudah ia hancurkan.

"Ini hanya untuk riset," bisiknya pada diri sendiri, mencoba mencari pembenaran logis untuk menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan. "Aku butuh sampel DNA, aku butuh analisis forensik, aku butuh... sesuatu untuk melacaknya jika dia mencoba menyerang lagi."

Namun, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Ben tahu itu adalah kebohongan.

Ia tidak menyimpan pakaian itu untuk melacak Lala. Ia menyimpannya karena benda-benda itu adalah satu-satunya hal yang tersisa yang mampu meredam sensasi dingin di apartemen ini. Aroma lavender yang samar dari kain itu seolah menjadi jangkar yang menahannya agar tidak sepenuhnya kembali menjadi robot.

Ben merosot jatuh ke atas tempat tidurnya. Matanya menatap langit-langit kamar yang gelap. Untuk pertama kalinya, ia merasa takut.

Takut bukan karena musuh yang mengincar nyawanya, melainkan takut pada dirinya sendiri.

Ia adalah kepala keamanan Frederick. Ia adalah pria yang melatih dirinya untuk tidak memiliki perasaan, tidak memiliki ikatan, dan tidak memiliki celah. Namun, malam ini, dengan menyimpan pakaian itu di lemarinya, ia baru saja membangun celah terbesar dalam hidupnya.

"Aku akan menemukanmu, Lala," gumamnya, matanya perlahan menutup, lelah karena konflik batin yang tak kunjung usai. "Dan saat aku menemukannya, aku akan membalas semua manipulasi ini... atau aku akan membiarkanmu menghancurkanku sepenuhnya."

Di luar, lampu kota Jakarta berkedip-kedip, seolah menertawakan pria yang selama sepuluh tahun menjaga keamanan orang lain, namun kini tidak bisa menjaga satu-satunya hal yang tersisa di dalam hatinya sendiri.

*

Tujuh bulan adalah waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan luka, namun bagi Ben Arganza, waktu hanyalah satuan angka yang ia gunakan untuk mengukur seberapa efektif ia bisa menekan perasaannya ke dalam kotak baja terdalam.

Di Mansion Frederick, suasana terasa jauh lebih cerah meski ketegangan keamanan tetap di level tertinggi. Gita, dengan perut yang membuncit besar, kini menjadi pusat perhatian. Ia berjalan tertatih di lorong utama, ditemani oleh Baron yang kini jauh lebih protektif—bahkan terkadang tampak berlebihan.

"Aku rasa warna biru navy dengan aksen emas akan cocok untuk bayi kita, Baron. Tapi aku butuh seseorang yang bisa menggabungkan estetika modern dengan sentuhan klasik," ujar Gita sambil menatap katalog desain kamar bayi di tangannya.

Baron hanya tersenyum tipis, merangkul bahu istrinya. "Panggil tim interior mana pun yang kau mau. Jangan membebani dirimu sendiri."

Gita terdiam sejenak, lalu matanya menyapu sekeliling lounge mewah di mansion yang telah direnovasi total. Matanya tertuju pada detail ornamen dinding yang begitu presisi—desain yang memiliki sentuhan tangan yang unik dan tidak kaku.

"Desain lounge ini..." gumam Gita. "Lala benar-benar tahu apa yang aku suka. Padahal dia hanya bekerja beberapa hari, tapi dia bisa menerjemahkan isi kepalaku dengan sempurna. Kenapa kau harus memecatnya, Ben?"

Ben, yang berdiri dua langkah di belakang mereka dengan setelan jas rapi seperti biasanya, tidak menunjukkan perubahan ekspresi. Tatapannya lurus ke depan, dingin dan tak terbaca.

"Dia melakukan pelanggaran prosedur yang tidak bisa ditoleransi, Nyonya," jawab Ben datar. Suaranya tidak memiliki keraguan, sedingin es yang tidak pernah mencair.

Gita menghela napas panjang, sedikit kecewa. "Sayang sekali. Padahal dia ceroboh, tapi dia punya bakat besar."

Setelah Baron dan Gita berlalu menuju ruang keluarga, Ben tertinggal di lorong. Ia menatap dinding lounge yang dirancang Lala. Jarinya menyentuh permukaan dinding itu dengan gerakan yang sangat halus—hampir seperti sebuah sentuhan kerinduan yang tersembunyi.

Tidak ada yang tahu, di apartemen Ben, di dalam lemari yang terkunci rapat, pakaian piyama dan renda itu masih tersimpan rapi. Dan tidak ada yang tahu, bahwa selama tujuh bulan ini, Ben tidak benar-benar "memecat" Lala.

Ia telah membiarkan Lala pergi, ya. Tapi dia juga telah membiarkan gadis itu lolos dari kejaran intelijen Frederick dengan memanipulasi log pelacakan. Setiap kali timnya bertanya tentang keberadaan "informan" yang harus dilenyapkan itu, Ben selalu memberikan laporan palsu bahwa target telah melarikan diri ke luar negeri tanpa jejak.

Ben menarik napas dalam, berusaha menetralkan denyut jantungnya. Ia adalah kepala keamanan yang sempurna di mata Baron. Ia adalah pelindung yang tak terkalahkan. Namun di balik seragam hitamnya, ia hanyalah pria yang selama tujuh bulan hidup dalam ketakutan—takut bahwa suatu hari, desain ceroboh Lala akan membawanya kembali ke kehidupan mereka, atau lebih buruk lagi, membawa ancaman yang tidak bisa ia cegah.

Tiba-tiba, alat komunikasi di telinganya berdenging. Laporan dari pos pengamanan depan.

"Tuan Ben, ada kiriman paket untuk Nyonya Gita. Pengirimnya tidak dikenal, tapi barangnya tampak seperti barang seni interior dari sebuah studio desain baru."

Ben membeku. Peringatan bahaya di otaknya berbunyi nyaring. Studio desain baru.

"Tahan paket itu," perintah Ben dengan suara bergetar tipis yang segera ia tekan. "Jangan biarkan siapa pun menyentuhnya. Aku yang akan memeriksanya sendiri."

Ia melangkah pergi dengan kecepatan yang tidak wajar, meninggalkan lounge yang indah itu. Di dalam kepalanya, satu nama terus berputar, membuat sistem pertahanannya yang kokoh mulai retak kembali.

Lala, apakah kau kembali? Atau ini adalah akhir dari permainan yang kau mulai tujuh bulan lalu?

***

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
sakit kerasnya itu pegangan hingga memutih itu buku"
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
darrrr derrrr dorrrr derrrr durrrrr pasti itu suara harinya ben.... uhhhhhh kayak mau turun hujan badai donk bun
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
karna semuanya di luar kendalimu...
jadi nikmati aja alurnya
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
aisssstttttt mulai menghayal yang tidak" dehhh lala
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
makanya la sedia air sebelum terbakar
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
berarti selama ini setiap keputusan nya selalu salah donk dalam hidupnya
nur annisa
tarik nafas huffft
nur annisa
baru muncul Thor 💪
Bubu
harus update pokoknya😄
Bubu
Ben pokoknya aku padamu🤭
Raffi975
update lagi dong Thor pliss😍
Raffi975
waduhh
Raffi975
lanjut Thor, kayaknya Mas Ben udah jatuh cintrong nih 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
Servis donk biar top cer lagi arus listriknya.... hihihi
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
tidak di pecat.. tapi di pikat... 😇🤭😃😄
Raffi975
kacian mas Ben, pertemukan lagi dong Thor
Raffi975
lanjut Thor
Raffi975
oh tidak
Raffi975
waduhhh plot twist nya keren
Raffi975
jangan mau dipengaruhi sama Nadya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!