NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

“Bentar gua taruh nampan dulu” Joko dengan cepat berlari kecil menuju dapur, ia langsung menaruh nampan itu kembali.

Lalu berlari menghampiri ketiga nya dan langsung naik ke lantai atas. Sesampainya di lantai atas semua tampak baik baik saja, semua orang tidur dengan aman.

“Alhamdulillah banget hari ini tenang yah” ujar Dian menghela nafas lega, tidak melihat kejadian aneh yang di malam ini.

“Betul, ini malah bagus dong. Jadi kita bisa begadang jagain semuanya tanpa ada hantu atau semacamnya lah” sahut Eko mengangguk kecil sambil menyeruput kopi dengan nikmat.

Di saat ketiga teman nya asik ngobrol soal game, dan lainnya tatapan joko diam diam tertuju pada putri yang tertidur pulas bersama Risma yang berada di samping kanannya pas.

Joko menatap ketiga teman nya, ia bisa melihat ketiga nya mulai merasakan efek dari obat yang ia berikan di kopi mereka.

“Kok tiba-tiba ngantuk banget yah … apalagi ini baru jam 11 jir, perasaan biasa nya gua bisa begadang lebih lama” dian langsung merebahkan badannya di atas karpet.

Melihat itu Eko dan Akxel pun itu berbaring bersama di samping nya. “Eh, cuy maaf banget ini mah yah, gua bener bener ngantuk berat gak bisa gua tahan” kata Eko tidak bisa menghilangkan rasa kantuknya.

“Iya, gpp guys tidur aja lah. Nanti kalo gua ngantuk juga tar pasti gua bakal bangunin pak Yanto kok” balas Joko dengan tersenyum ramah membiarkan ketiga teman nya itu tertidur pulas.

Setelah memastikan ketiga tertidur pulas, senyum licik terpatri jelas di wajah Joko. “Saatnya beraksi. Ternyata melakukan ini tidak sesulit yang dibayangkan”

Joko merogoh sakunya mengeluarkan sebuah kantong kain berwarna hitam yang ia terima dari seseorang sebelum datang ke kampung ini untuk kegiatan bakti.

Namun yang tidak diketahui Joko adalah bagas dari tadi mendengarkan dan melihat semuanya dengan diam diam.

‘berarti selama di sini, si Joko diam diam merencanakan semuanya. Tapi kenapa yah? … Sampai dia tega melakukan ini?’

Batin Bagas masih memperhatikan gerak gerik Joko tersebut.

“Baiklah, ayo kita mulai” Joko langsung bangkit dengan gagah dan percaya diri, tatapan tajam nya langsung kembali tertuju ke putri lalu ke arah Bagas yang berpura-pura tanpa diketahuinya.

“Putri dan Bagas. Kalian berdua benar benar manusia yang menyebalkan sekali yah, tidak kalian tidak ayah kalian semua nya sama menyebalkan nya. Dulu ayah kita berteman baik … tapi “

Gumam Joko dengan tatapan mengeras, mengingat apa yang telah diceritakan sang ayah pada diri nya waktu itu.

“tapi ayah kalian justru membuat ayahku menderita saat kkn di kampung ini. Hari ini adalah hari terakhir kalian berdua”

Dengan langkah yang matang Joko berjalan ke arah jendela sebelah kiri nya, ia tidak menyadari Bagas yang sedang diam diam merekam nya dengan hp dan mengikutinya dari belakang.

Dan tepat ketika Joko hendak membuka jendela, Bagas dari belakang dengan cepat menarik nya.

Hingga mereka berdua terjatuh bersamaan ke belakang. “Sialan lu yah” maki Joko langsung menarik kerah baju Bagas dan tanpa aba aba ia meninju wajah teman nya itu.

Bagas merintih merasakan pukulan nya, tidak butuh waktu bagi Bagas untuk menangkis pukulan Joko dengan cepat.

“Gila lu, ngapain mau buka jendela tengah malam. Mau bikin mati kita semua hah?!”

Teriak Bagas yang berhasil membangunkan semua orang kecuali tiga orang yang terkena obat tidur dari Joko.

Semua orang yang terbangun langsung kaget saat melihat joko dan Bagas berkelahi.

“Astaghfirullah, hey berhenti” pak Yanto, pak yahman dan pak Rusdi dengan sigap langsung memisahkan keduanya.

“Heh, kalian jangan berantem. Ada apa ini sih sebenarnya?” Tanya pak yahman dengan suara keras membuat semua orang terdiam.

Bahkan Joko yang tadi masih memberontak karena ditahan oleh pak Yanto pun langsung diam.

Suasana seketika hening, membuat pak yahman muak. “Kalau ditanya itu jawab?! … Ada mulut kan!”

Semua nya tetap diam, karena tidak ada yang menjawab dengan emosi pak yahman mengangkat dengan mudah tubuh Joko.

Joko yang melihat tubuh nya digotong dengan mudah langsung panik, ia takut dengan apa yang akan dilakukan oleh pak yahman.

Bu Windy dan Nana yang melihat itu langsung panik dan langsung bangkit untuk mencegah nya.

“Jangan ada yang bergerak”

Tanpa menoleh pak Yanto membawa Joko turun ke lantai satu, dari atas tangga semua orang melihat dengan perasaan cemas dan takut.

Pintu villa dibuka dengan keras dan tanpa belas kasihan pak yahman melempar Joko ke tanah, membuat bocah tersebut meringis kesakitan.

Tanpa bicara pak yahman melempar segenggam bawang putih sebagai jimat Joko, dan kembali menutup pintu lalu menguncinya.

Dari dalam terdengar jelas suara Joko berteriak kencang meminta dibukakan pintu nya.

“Pak Yanto dan pak Yanto tolong kesini, kita harus mengurus satu orang ini dan yang lainnya bisa istirahat kembali” ujar pak yahman suara nya begitu dingin dan tegas, tidak seperti biasanya yang bisa diajak bercanda.

Pak Yanto dan pak Rusdi langsung bergegas turun ke ruang tamu, menghampiri pak yahman.

“Gila, pak yahman kalau udah ngamuk begitu serem banget” gumam Cantika merasakan bulu kuduknya merinding.

“Bener banget, ini pertama kalinya gua liat pak yahman semarah itu” balas Risma ia merasakan detak jantungnya berdetak kencang.

“Kalian tidur lagi yuk, biar Bagas ibu guru dan Putri yang mengobati nya” ujar Tia kepada semua teman teman nya.

Bagas melihat hp nya masih merekam, hanya layar hp nya sedikit retak. Ia segera mengambil ponselnya mematikan rekaman itu.

Bu Windy, Bu nana putri langsung mengambil kotak obat, ketiga nya dengan hati hati mengobati luka memar di pelipis, sudut bibir si Bagas.

Tidak ada yang berani bertanya alasan kenapa Bagas berkelahi dengan Joko, padahal semua orang tau Bagas tipikal anak yang sabar sedangkan Joko itu tipikal anak pendiam yang baik di mata semua orang.

Tanpa tahu sebenarnya Joko jauh dari apa yang selama ini mereka kenal pendiam dan baik.

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!