NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 Mertua Baik Itu Nyata

Nandini, Sarah dan Husna sama-sama menoleh ke sumber suara. “Umi!” seru Sarah. Nandini menunduk. Husna melipat bibir.

“Ini ada apa, tumben suara Ning Sarah tinggi. Ada apa sama mantu tertua Umi, yang paling bijak?” Lastri menghampiri Sarah dan mengelus kepala istri Abyasa itu.

“Itu Umi... Sarah... lagi diskusi soal tausiyah... tapi banyak guyon. Boleh atau ndak. Jadi debat jatuhnya. Maaf Sarah kebawa emosi pas debat. Mungkin efek hormon karena mau datang bulan.”

Husna mengulum senyum. Nandini mencebikkan bibir. Ternyata ning juga manusia ya, suka ngapusi, bohong. Mana bohongnya sama mertua, ckckck...  Diskusi katanya?

“Kenapa tiba-tiba debat?” Lastri duduk di bangku meja kerja Mansur. Lastri merapikan buku yang belum sempat dirapikan Sarah. Terlalu sibuk mengajak Nandini adu urat.

Nandini menatap datar Sarah, menunggu aksi silat lidah kakak iparnya itu. Sarah tampak mengerutkan dahinya. Berbohong sekali memang perlu memikirkan kebohongan selanjutnya untuk menutupi dusta itu.

“Sarah berpendapat kalau terlalu banyak guyon di acara seperti di Tabligh Akbar kemarin itu kurang elok. Kurang menjaga marwah.” Sarah tak berbohong lagi. Tak mau mengambil risiko. Nandini menipiskan bibirnya.

Lastri mengangguk. “Terus?” cecar sang ibu mertua.

“Mbak Dini... ndak setuju dibilang kurang menjaga marwah. Menurut Umi gimana?” Sarah akhirnya memilih melempar bola panas.

Lastri tersenyum. Ia menumpuk buku yang telah ia rapikan. “Guyon dalam dakwah? Yo boleh, asal takarannya pas. Kadang, manusia itu ndak suka dinasehati, jadi kita harus bisa membungkusnya dengan cara yang ringan, bisa diterima, tanpa sadar.

Tapi memang jangan berlebihan, jangan sampai yang dikejar jamaah itu guyonnya saja, lucunya saja, sampai tidak ingat materinya. Jadi harus tau becandaannya itu di bagian mana, kapan keluarnya. 

Dan itu semua perlu dilatih. Semakin dilatih feeling kapan dan di mana guyon perlu dimasukkan akan semakin keasah.”

“Nah, itu maksud Sarah, guyon yang berbobot gitu ya, Mi. Masa dakwah gayanya kayak pelawak. Apalagi kita kan perempuan, hampir semua diri kita aurat. Harus dijaga.” Sarah tersenyum melirik ke arah Nandini

Nandini mengerutkan dahi. Kan aku kemarin cuma perkenalan diri bukan dakwah. Kenapa Ning Polisi nyalahin aku terus? 

“Betul, Ning Sarah. Terus debat tadi sama Mbak Dini? Maksudnya bagaimana?” Lastri menatap semua menantunya bergantian.

Semua terdiam. Sarah melirik ke arah Nandini, mengharapkan istri Santaka itu bersuara. Tadi saja gayanya tukang bantah. Di depan Umi, bungkam. 

“Hhmm, itu Mi. Kata Ning Sarah, cara perkenalan Dini kemarin ndak elok, kurang menjaga marwah. Memangnya begitu Umi?” Nandini menjawab sambil menunduk. Sungkan pada Lastri.

Nandini kemudian menahan napas, mempersiapkan diri kembali dipojokkan. Nasib fakir ilmu, pendatang baru jalur instan terpaksa. Sepertinya mustahil dibela.

“Kok, Ning Sarah bisa ngomong begitu?” Lastri tersenyum.

Sarah merapatkan bibir. Nandini mengangkat wajah dan menatap kakak ipar tertuanya. Husna menipiskan bibir sambil menggaruk sebelah alisnya.

“Ya, karna terlalu banyak guyon Umi. Ndak kerasa dakwahnya.” Sarah tersenyum kaku. Nandini kembali menunduk.

“Siapa yang bilang kemarin Mbak Dini dakwah dalam arti tausiyah kayak yang biasa Ning Sarah atau Ning Husna lakuin? 

Mbak Dini itu kemarin kan cuma sambutan, perkenalan diri. Dan porsinya kemarin, untuk orang yang ndak pernah ngomong di depan orang banyak, pas sekali. Lucu dan berkesan.”

Nandini mengangkat kepalanya. Ia menatap tak percaya ke arah Lastri. Ibu mertua membelanya. Bibirnya berkedut, tak sanggup menahan senyum. Senyum manis untuk Lastri.

“Terima kasih Umi.” Lastri membalas senyuman sang menantu.

Nandini menoleh ke arah Sarah. Seringai puas ia lemparkan kepada kakak iparnya. Sarah langsung mendelik tipis. 

“Umi paham maksud Ning Sarah. Umi sangat bangga sama Ning Sarah, benar-benar jadi pendamping yang kokoh buat Gus Yasa, menjaga marwah Al Fatih. Meneruskan apa yang sudah dari dulu dijaga.”

Giliran Sarah mengeluarkan seringai puas kepada Nandini. Istri Santaka itu mencebik tipis. Husna menarik napas.

“Tapi, Umi suka sama pembawaan Mbak Dini. Umat kita itu sekarang terutama generasi mudanya, tipenya lebih mentingin diri mereka sendiri. Mereka lebih mau denger orang yang banyak kesamaan dengan diri mereka. 

Bukan cuma orang yang paham diri mereka, tapi orang yang ada di posisi mereka. Pembawaan Mbak Dini bagus untuk dakwah jalur sharing. Berbagi cerita.

Kalau Mbak Dini mau semakin banyak belajar, Umi yakin Mbak Dini bisa jadi pendakwah handal.”

Wajah Sarah membatu mendengar ucapan Lastri. Pelipisnya mengetat.

Nandini tersenyum penuh haru. Ia tak menyangka penilaian Lastri begitu positif pada dirinya yang tak berilmu ini. 

Ucapan mertuanya itu konsisten dengan Husna. Nandini ingin menghambur memeluk Lastri. Bagian hatinya yang kosong karena kekurangan sosok ibu, meronta-ronta ingin dipenuhi.

“Terima kasih Umi. Terima kasih untuk dukungannya sama Dini. Mi... boleh Dini peluk Umi?” Nandini memainkan ujung kerudungnya.

“Yo boleh tho, sayang... Sini peluk Umi.” Lastri mengulurkan kedua lengannya. Dini langsung menyambut dengan memeluk erat. Ternyata mertua baik itu nyata. Senyata adanya ipar tak baik.

Husna tersenyum melihat pemandangan manis di depannya. Sarah memalingkan wajahnya. Tak suka.

*

*

Syifa memandangi toko di seberang jalan. Sweet Sanctuary biasa disebut SS, toko kue Santaka.

Santaka anak dari Lastri, sahabat ibunda Syifa. Pertama kali melihat pria itu, ketika Syifa menemani ibunya sowan atau berkunjung ke Al Fatih. 

Tak ada tatapan, tak ada sentuhan. Seharusnya Syifa menundukkan pandangannya. Ia langsung terpesona pada wajah teduh Santaka, ketika melihat sang gus lewat di pelataran Al Fatih. 

Ternyata, sang gus tak hanya berparas teduh tapi juga bersikap dingin. Sedingin freezer tempatnya menyimpan bahan kue.

Lastri menyatakan keinginannya untuk mencarikan jodoh bagi putranya yang keasyikan mengadon roti. Umurnya mulai matang, 28 tahun. Sudah mulai pantas menjadi papa muda, harusnya.

Rahmah, ibunda Syifa, mengatakan bagaimana jika mereka menjodohkan kedua anak bungsu mereka. Syifa bahagia. Tanpa harus bercerita, sang ibu paham isi hatinya.

Sayangnya, sang gus chef pastry itu tak tertarik dijodohkan dengan siapa pun. Katanya mau fokus mengembangkan usaha sendiri setelah malang melintang bekerja di restoran hotel.

Jangankan khitbah atau pinangan, ta’aruf atau perkenalan saja tak terjadi. Nelangsa sekali hati Syifa.

Untuk mengobati kecewanya, Syifa sampai meminta tinggal di Al Fatih. Alasannya, ia ingin menimba ilmu dari Lastri yang terkenal sebagai Nyai yang cerdas dan bijaksana. 

Syifa akan berusaha membuat Santaka mau melihatnya dan akhirnya bersedia ta’aruf. Lastri bahkan mengatakan akan mencoba lagi proses perjodohan di antara mereka.

Setelah seminggu, bayangkan baru tujuh hari, Syifa tinggal di Al Fatih, tiba-tiba ia dikabari kalau Santaka mau menikah. Lelaki itu sudah punya pilihan sendiri. Kalangan awam, bukan ning seperti dirinya. Apa-apaan itu?

Syifa merasakan kekalahan bertubi. Kalah kesempatan dan kalah pesona. Apa yang Santaka lihat dari gadis pilihannya? Bukankah memilih pasangan yang terbaik itu dari agamanya, imannya? Kenapa Santaka memilih seorang gadis bengkel yang menjadi pelanggan setia SS?

Terlalu banyak pertanyaan di otak Syifa. Intinya inilah suratan takdir yang harus ia terima. Tapi, bolehkah jika ia masih berharap Santaka mau mengenalnya lebih jauh?

Syifa menghela napas. Ia menyeberangi jalan di area Blulukan itu. Santaka sang pemilik toko, sedang melayani pembeli. Syifa melihatnya dari pintu kaca.

Wajah Santaka terlihat ramah. Ramah yang pas, tak berlebihan. Syifa memutuskan masuk ke dalam toko.

“Assalammu’alaikum Gus Taka.” Suara lembut Syifa mengalun.

Santaka terdiam. Ia menjawab salam dari Syifa. “Wa’alaikumsalam. Selamat datang.”

Syifa menunduk. Bahkan menyebut namanya pun, tak dilakukan Santaka. Sebegitu alerginya sang gus terhadap dirinya.

“Maaf Ning, mau pesan apa? Di belakang Ning ada yang mau beli juga.” Santaka berbicara sambil menatap mesin kasir.

Syifa tersenyum. “Saya mau makan spageti sama lychee tea.”

Santaka memasukkan pesanan Syifa ke dalam mesin kasir dan menyebutkan nominal harga makanan dan minuman itu. Syifa langsung membayar.

“Gus Taka, apa bersedia kita ngobrol sebentar? Di Ndalem kita ndak pernah bisa ngobrol.” Syifa berbicara sambil menahan napas.

Santaka menghentikan aktivitas mengambil uang kembalian di mesin kasir. Matanya melirik ke arah Syifa.

1
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pas mau Unboxing ehhhh passa tamu tak diundang datang tanpa kodess 😤🤣🤣🤣 ditunda minggu depan yaaa Takaaa 😆
Inna Kurnia: saaabaaar 😂😂
total 1 replies
Nanik Arifin
Sabara ya Gus.... Insyaa sekali lsg jadi, kan g lemah 🤭🤭
Inna Kurnia: joss yaa Kak Nanik 😂😂
total 1 replies
Nanik Arifin
kapok loe, yai sableng 🤣🤣🤣
istri Gus Taka, te ou pe be ge te. aku padamu mb Dini... 😘😘
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣🤣 yai baik kok 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
2 kataaaa...
Rasainnnn kelennnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: siaaap kakak, pantengin terus yaaa❤️🙏
total 5 replies
Nanik Arifin
kan... belain kesalahan Ahsan lagi... dah suruh yai Mahmud bawa pulang si Gus ganjen ke Al Irsyad Magelang lagi. bikin geregetan aj.
Rasain Ahsan, emang enak lihat bekas kemesraan Taka & Dini... ? suruh tuh abahmu belain kamu, agar Taka kena sanksi Krn bekas mesranya Taka+ Dini terlihat. biar semua sadar, siriknya si Mahmud+ Ahsan
g tidur ah, nungguin Ahsan + Yai Mahmud angkat kaki balik ke Magelang 😄😄
Inna Kurnia: tidur kak, apa mau ditemenin ahsan tidurnya?🤭😂
total 1 replies
Aisyah 3
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
panaaaaassss nihhhh Ahsannn panass yaaaaa.... yaaa panassss dongggg pastinyaaaa 🤣🤣😏 Nandini ituu sama Santaka udah saling sayang saling cinta jadi otomatis saling menguatkan satu sama lainn.. kamuuu iriiiiii ? ya tentu sajaaaa, maka nikmati dg baikkkk wahai sampahhhh pondok 😏😏😏😤
Inna Kurnia: 😂😂😂😂😂😂
total 3 replies
Aisyah 3
Mahmud kmu bosan hidup yaaa.... tancep paku nih palamu biar kek mbak kunti 😏😤
Inna Kurnia: wkwkw, serem kali si kakak 🤭😂
total 1 replies
Nanik Arifin
putramu yai Mahmud... 🤦🏻‍♀️ yg dlu sikapnya kau menangkan dr Gus Taka ( hg sptnya membuatTaka memiliki trauma) tetap aj kalah dr putra bungsu yai Mansyur
semoga Gus Abi bijak dlm mensikapi. tendang aj Ahsan dr Al Fatih. biar dia penerus PP Al Irsyad aj
Inna Kurnia: Ahsan kebanyakan maen motor, Kak Nanik, jadi masuk angin ampe ke pemikirannya 🤭❤️🙏
total 1 replies
Aisyah 3
Duh belibet kali lah ngomongnya... muak pulaaa 😏 tabok aja gin langsung pala nya Ahsan tuh.. geram banget, ciriciri manusia sampahhh nih 😤
Aisyah 3: gaskuy kak.. sebelum ganti akun, aku mau tidur 🤣
total 4 replies
Zafira Nisa
Bagus.. ceritanya menarik, GK pasaran
Inna Kurnia: alhamdulillah, semoga cocok sampai tamat ya Kak Zafira ❤️❤️

terima kasih untuk penilaiannya ❤️🙏
total 1 replies
Nanik Arifin
Abi atau Danendra ya tegur Ahsan ya... semoga mereka segera sadar & mendepak Ahsan. agar tak jd duri dlm daging di ponpes Al Fatih
Inna Kurnia: Sensornya pada lemah kalo sama sesama gus, sama Dini kenceng bgt ya kalau salah, ya Kak Nanik 🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
pliss deh tabok aja muka Ahsan dan bapakny.. gemes banget deh pen nyolok juga matanya jelalatan ke istri orang 😏😏
Aisyah Virendra: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Aisyah Virendra
dih... pimpinan pondok ko merokokny ngebut.. lagi pula merokok itu bagian dari pemborosan dan banyak mudhorotnya untuk kesehatan tubuh.
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣🤣 🤣🤣
total 11 replies
Nadia Zalfa
pngen lihat klu si polisi kena ujian mau gimana itu
Inna Kurnia: Hihihi, sabar ya Kak Nadia... nanti Sarah pelan-pelan makin... nyebelin, hehehhe... Sarah baik kok, asli 🤭❤️🙏
total 1 replies
Nanik Arifin
yg nunggu unboxing, unboxingnya bulan depan ya.... 🤭
Inna Kurnia: Biar saling mengenal dulu Kak Nanik, jd joss ntar 🤭❤️🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍
Inna Kurnia: Hi, Kak Rian, selamat datang. Semoga cocok ya sama cerita Santaka-Nandini. terima kasih ❤️❤️🙏🙏
total 1 replies
Aisyah Virendra
Diiihhh Ahsan jangan kira bisa ngerebut Dini dari Taka yaaa.. minta ditendang ke pluto kek nya 😏
Inna Kurnia: duh, jauh banget, Kak 🤣🤣
total 1 replies
Aisyah Virendra
duh jadi mesam mesem dewe 🤣🤣🤣🤣🤣 akhirnya Ahsan kena sentil Santaka 🫣
Inna Kurnia: aamiin ya Allah.❤️❤️🙏🙏
total 5 replies
Aisyah Virendra
bentar lagiiii ngintip unboxing Gus Taka n Nandini ah 🫣🤣🤣 seru kek nyaaa 🤏🤭
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🙏
total 5 replies
Aisyah Virendra
aihhhh mulai deh jurus Uler keketnya Syifa keluar.. katanya Ning tapi ko anuhh 🫣
Inna Kurnia: Ning juga manusia kak 🤭❤️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!