BLURB👇
Lian dan Yumna, adalah sepasang anak manusia yang berteman sejak kecil, harus berpisah ketika orang tua Lian memutuskan untuk memindahkan anaknya belajar ke luar negeri. Selama lima belas tahun mereka berpisah dan bertemu kembali saat mereka remaja. Mereka pun menjalin hubungan asmara. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang mereka harapkan. Penuh permasalahan dan rintangan. Terlebih hadirnya orang ketiga di antara mereka. Suatu hari, Lian dan Yumna tak sengaja menghabiskan waktu bersama. Hingga hubungan mereka melampaui batas, dan menyebabkan Yumna hamil!! Hal itu membuat Yumna frustasi berkepanjangan. Apalagi orang tua mereka tidak merestui hubungan mereka. Yumna semakin terpuruk. Setiap hari hanya ada penyesalan yang tak berarti dalam dirinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayana Lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngumpul Malam Ini
Malam ini, keempat gadis itu menghabiskan waktu bersama di Cafe Sahabat, cafe milik Bu Afni, ibu Yumna. Mereka terlihat sangat bahagia berbaur dengan wisatawan yang kebetulan mengunjungi Cafe. Sesekali Yumna membantu ibunya melayani pengunjung, lalu kemudian duduk kembali bersama sahabat sahabat sejatinya.
"Ini enak banget, coba deh.." Yumna dibantu Bu Dewi menyajikan beberapa jenis makanan yang dimasak ibunya ke meja teman temannya.
"Hmmm.. harum banget, dah gak sabar nih pengen makan," dengan cepat Firly meraih makanan yang sudah terhidang di meja, dan mulai mencicipinya.
"Pelan pelan, Fir. Ntar kesedak," Raras mengingatkan Firly yang terlihat sangat lahap menyantap nasi beserta lauk pauknya.
"Tau nih. Kamu kayak orang gak makan satu minggu, tau gak.." ejek Karin.
"Ibu Yumna tuh tau banget kalo aku suka cah kangkung buatannya. Dia pasti sengaja buat ini supaya aku lahap makan," kata Firly dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
"Haha, iya dong. Ibu kan tau kesukaan kalian apa, makanya sengaja dia masakin untuk kalian. Ada cah kangkung kesukaanmu Fir, ini ikan nila asam manis kesukaan kamu Raras, dan yang ini buat kamu Karin, kepiting saos tiram, mantap kan..??" seru Yumna.
"Mantap banget!!" jawab ketiganya serempak sambil mengacungkan jempol mereka.
"Dan, jangan lupa, ada tauco udang juga, ini favorite kamu kan, Yumna..??!!" Karin mengabsen makanan favorite Yumna.
"Iya, dong. Ini favorite aku banget. Ibu kan gak mungkin lupa sama yang disukai anaknya.." balas Yumna.
"Hahaa, semuanya ada di sini. Sesuai yang kita sukai. Tante Afni memang tau banget bagaimana caranya membuat orang lain hepi.." puji Raras.
"Jelas dong, emak siapa dulu,, ayo kita sikat ni makanan, ntar keburu dingin!!" Yumna mempersilakan teman temannya mencicipi hidangan yang dibawanya tadi.
"Gak kamu suruh pun, kami udah duluan makan kayaknya!" ucap Karin sambil mengunyah makanannya.
"Oh, iya ya. Haahaa.. Aku kan basa basi doang.. heehee.." tawa Yumna.
Mereka pun menyantap lahap masakan ibu Yumna.
***
Beberapa saat kemudian, mereka pun selesai menyantap hidangan. Keempat gadis itu bersantai di pinggir pantai. Menikmati suasana pantai dimalam hari, merasakan desir angin yang membelai rambut dan wajah mereka, dan mendengarkan nyanyian ombak yang berkejar kejaran.
"Gak nyangka ya, akhirnya kita bisa menyelesaikan study kita, aku masih belum percaya kalo aku ini ternyata udah sarjana, rasanya baru kemaren kita kenalan dengan teman teman yang lain dan saling bertukar nomor hp.." kenang Raras mengingat kembali pertemuan pertama mereka dan teman temannya di kampus.
"Iya, bener. Aku juga gak nyangka. Rasanya baru kemaren aku jadian dengan Raffi, saat baru masuk ke kampus itu. Dan sekarang kami sudah putus.. huuuhuuu.." Firly malah mengingat kisah cintanya.
"Yeeee.. Gak nyambung tauuu!!" Karin menjitak kepala Firly.
"Awwww.." teriak Firly sambil mengusap usap kepalanya yang dijitak oleh Karin.
"Tau, nih. Orang lagi mengenang saat pertama kali masuk kampus, eh dia malah ingat mantan. Gak iya nih orang.." ledek Raras kesal.
"Biarin..!!" balas Firly jengkel.
Yumna tertawa geli melihat perilaku teman temannya. Dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Disaat yang bersamaan, tiba tiba Juna hadir di tengah tengah mereka.
"Juna.." gumam mereka.
Juna duduk bergabung bersama keempat gadis itu. Dia duduk di samping Yumna.
"Gak pa pa kan kalo aku gabung??" kata Juna meminta izin.
"Ya gak pa pa lah, kamu kan teman kita juga. Emang kenapa kalo kamu gabung bareng kita, kan gak ada yang ngelarang. Lagian hari ini adalah hari dimana kita telah diwisuda, jadi gak ada yang dibeda bedakan," ucap Karin ramah.
"Syukurlah kalo begitu," balas Juna lega. Dia melemparkan senyum manisnya.
Driing.. Driing..
Tiba tiba hp Yumna berdering. Dia melihat ke layar hp yang dari tadi ia genggam. Tertera nama Lian di sana. Yumna bangkit dari tempat duduknya, dia pergi beberapa langkah untuk menghindari teman temannya.
"Hallo.." Yumna menjawab telepon dari Lian.
"Hallo, Yank. Kamu lagi ngapain?? jadi hari ini ngumpul bareng teman temannya??" tanya Lian yang sedang berada di kamarnya.
"Iya, jadi. Ini lagi bareng teman," jawab Yumna.
"Kamu hepi kan??"
"Hepi banget lah. Namanya juga ngumpul bareng teman."
"Oh, hepi kalo bareng teman ya?! Trus kalo sama aku kamu gak happy??"
"Hemm.. Gimana ya,, sebenarnya siihhh.." Yumna ingin membuat Lian penasaran dengan jawabannya. Dan benar saja, mendengar Yumna ragu ragu dalam menjawab pertanyaan darinya, Lian yang sedari tadi berbaring di tempat tidurnya, langsung duduk.
"Sebenarnya apa??" tanya Lian penasaran.
"Sebenarnya.. akuuu.. kalo sama kamu tu.. hmmm..." Yumna tidak melanjuti jawabannya lagi, membuat Lian semakin geram.
"Sebenarnya apa, Yumna. Kamu gak senang ya kalo lagi sama aku. Kamu gak bahagia jalan bareng aku???!!" tanya Lian ngegas.
"Haahaa.. Sebenarnya aku tuh.. Bahaaaagiaaa.. banget kalo lagi sama kamu. Melebihi apapun malahan," gombal Yumna.
Lian menghembus nafasnya dengan kasar. Ia lega dan tersenyum. Ternyata Yumna hanya ingin menggoda dirinya.
"Kamu itu yaa,, pinter banget bikin aku tegang.." kata Lian tertawa.
"Ha?? apa?? tegang??!!" ucap Yumna berpikir.
Lian kikuk. Dia langsung mengira bahwa Yumna sudah salah arti dengan kata katanya.
"Hemm,, maksudnya... tegang suasananya.. gitu loh, yank.. heeehee.." ucap Lian menjelaskan.
"Ohhh.. yang jelas dong kalo ngomong.. kirainn.." Yumna hanya ingin menggoda Lian. Padahal dia jelas tahu apa yang dimaksud Lian.
"Kirain apa sih, Yank..!! Dasar kamu ini ya.." Lian tertawa geli.
"Haahaa.. Kamu sih cepat banget bapernya," ledek Yumna.
"Aku kan baper cuma sama kamu.." goda Lian balik.
"Heemm.. mulai deh.."
"Haahaaha.." Lian tertawa keras.
"Ya, udah ya. Aku bareng teman teman dulu, gak enak karena udah ninggali mereka," ucap Yumna.
"Lho, emang kamu di mana?? bukannya lagi sama mereka??" tanya Lian heran.
"Tadi pas kamu nelpon, aku pergi beberapa langkah dari mereka," jawab Yumna menjelaskan.
"Oohh, gitu. Ya udah. Kamu gabung lagi ya sama teman teman kamu. Tapi ingat, jangan nakal," pesan Lian.
Yumna tertawa mendengar ucapan Lian yang seperti berbicara pada anak kecil.
"Apaan sih, kamu ini ya.." Yumna tertawa geli.
"Heeeheee,, good night sayaaaang.." ucap Lian mesra.
"Good Night juga, Yank," balas Yumna yang membuat Lian menjadi berbunga bunga.
Yumna menutup teleponnya, ia memeluk gemas handphonenya. Dia merasa senang karena sudah mendapat telepon dari kekasihnya. Setelah itu, dia bergegas mendekati teman temannya kembali.
"Ciiee.. cieee.. yang baru dapat telpon dari gebetan,, sumringah banget mukanya.." Firly menggoda Yumna.
"Apaan sih, kamu Firly," elak Yumna memalingkan wajahnya yang memerah.
"Siapa yang nelpon kamu, Lian ya..??" tanya Juna jealous.
"Iii.. iiya.." jawab Yumna.
Juna kesal mendengar pengakuan dari Yumna.
"Sial!! Kenapa dia selalu menganggu sih kalo aku lagi sama Yumna," gumam juna dalam hati. Matanya memandang ke satu arah dengan pandangan murka.
(Bersambung..😊)
Jangan lupa like, vote, follow and comment ya guys..🙋♀
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa