Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Setelah matahari kembali bersinar diupuk timur intan pun melakukan aktivitas seperti biasanya
"Kamu ke kantor?" tanya ibu setelah intan menyalami nya
"Ya iya bu masa gak ke kantor, utang bulan ini udah intan bayar tinggal dua bulan lagi. doain intan ya supaya bisa cepet ngelunasin nya" ucap intan dengan senyum manisnya
"Ia pastinya, ibu selalu mendoakan kamu. ibu juga minta maaf kamu harus bayar hutang ibu sama bapak"
"Intan kan belum punya anak, bahkan suami. jadi, intan cari uang itu buat ibu sama bapak" jawab intan sambil memeluk erat ibunya
"Tid...tid" suara klakson mobil terdengar begitu kencang membuat intan langsung melepaskan pelukannya
"Mobil siapa ini?" tanya ibu menoleh ke intan
"Pak rama" jawab intan yang memang ia mengetahui rama akan menjemputnya untuk pergi ke kantor
Rama turun dari mobil dengan memakai celana jeans pendek dan baju kaos putih dengan cool nya ia berjalan menghampiri intan dan ibu
"Assalamualaikum" rama tersenyum lebar dan langsung menyalami ibu, lalu ia mengarahkan tangannya pada intan "Cium tangan" suruh rama sambil mengarahkan tangannya ke wajah intan
"Plak" intan memukul telapak tangan rama "emang kamu bapak ku" jawab intan ketus
"Hih!!!" gerutu rama
"Nak rama mau jemput intan?" tanya ibu memegang pundak rama
"Iya buk, tapi bukan ke kantor. ayah nyuruh rama jemput ibu sama bapak dan adik nya intan buat pemilihan baju pengantin" jawab rama
"Apa?" intan mengerutkan keningnya
"Iya, pemilihan baju pengantin" jawab lagi rama
"Tunggu sebentar, ibu sama bapak siap-siap" ibu pun bergegas masuk ke dalam rumah
"Aku duduk di sini boleh" ucap rama sambil duduk dikursi
Intan pun langsung ikut duduk disamping rama "Ini beneran mau fitting baju?" tanya intan masih bingung
"Iya intan" jawab rama kesal "Cepat ganti baju"
Intan pun melihat tubuhnya ia memakai baju putih lengan pendek dan rok pendeknya dengan segera ia masuk
Setelah sekitar sepuluh menit intan keluar dengan memakai baju navy selutut lengan pendek berbahan levis degan tas selempang berwarna ping sama dengan warna sepatu baletnya, ia menguncir rambut pendeknya itu
"Apa itu?" tanya intan yang melihat rama sedang berdiri memengang plastik putih
"Cantik sekali dia" rama memujinya dalam hati
"Apa itu pak rama?" intan bertanya lagi pada rama yang masih intens menatap nya
"Ini...ini handphone untuk mu" jawab rama mengarahkan kantong plastik itu ke arah intan
"Sini...sini" intan langsung mengambilnya, ia langsung memasukkan kartu lama nya dan langsung terkesima dengan handphone barunya
"Ini pasti mahal?" tanya intan menatap rama yang duduk disampingnya
Rama hanya menggelengkan kepalanya
"Coba foto aku....cepat" intan menyuruh rama memfoto dirinya, tanpa ada tolakan rama hanya menuruti saja
Intan bergaya layaknya seorang model yang membuat rama merasa jiji sambil menjungkirkan bibirnya
"Sini aku mau coba kamera depan" ucap intan menarik handphone ditangan rama "Makasih" sindir rama
"Terimakasih pak rama" ucap intan sambil tersenyum lebar ke arah rama
Ia pun mengarahkan kamera pada wajahnya dan "Cekrek" ia mengambil gambar dengan rama dibelakang kepalanya yang tersenyum ke arah kamera
"Ihhh seperti setan!!!" ucap intan dengan penuh ekspresi
"Enak saja" saut rama
"Hefttttss....ssss" rama memegangi mulutnya karena menahan tawa
"Apa? apa yang lucu?" intan melihat sekujur badannya
Rama pun memegang rambut pendek intan yang terkuncir rapih "Seperti buntut kuda yang baru mau tumbuh" ucap rama sambil diiringi gelak tawa
"Ihhh...." intan memalingkan wajahnya
"Mana orang tuamu lama sekali?" tanya rama kesal yang menunggu hampir lama
"Sabar dong, mereka kan belum pada mandi tadi"
Tak lama ibu dan bapak serta ambar keluar dengan wajah bahagia nya dan langsung berjalan ke arah mobil mewah itu "Ayo"
Intan pun duduk di kursi depan , ibu, ambar dan bapak dikursi kedua sambil tersenyum menyenderkan kepalanya
"Oh iya pak, motor ku kemana?" tanya intan yang ingat sibiru belum ada dirumahnya
"Sore nanti di antar satpam ke rumah mu" jawab rama
"Oh"
"Intan, kan rama ini calon suamimu panggil saja mas atau apa ke" suruh ibu
"Ha? tapi kan bu pak rama ini baru calon suami intan belum jadi suami" jawab intan dengan senyum tipisnya
"Tapi kan bisa belajar dari sekarang, supaya nanti kamu bisa lebih sopan pada suamimu ketika sudah sah menjadi suami istri" saut bapak
"Iya pak, aku nanti akan belajar" jawab intan sambil menatap kaca jendela mobil
Butik ibu Ajeng
Pak dahlan sedang duduk dikursi bersama gilang, gilang tak membawa mobil ia ikut bersama mobil ayahnya sesuai dengan perintah ayahnya
"Ayo yah, bunda udah bilang kok yang mesen baju datang nya nanti jam sebelas" ucap bunda yang berjalan menghampiri ayah dan gilang dengan menenteng sebuah tas kecil
"Rama nya juga belum datang" ucap gilang
"Kita duluan aja mending, udah deket juga" ajak bunda
"Iya deh, ayo. gilang kamu kabarin rama ya" suruh ayah dan dijawab anggukan kepala oleh gilang
Kini pak dahlan sudah melajukan mobilnya meninggalkan butik. tak jauh memang dari butik, hanya butuh waktu sekitar 20 menit lagi untuk sampai ke tempat gaun pernikahan
Gilang pun mengirimkan pesan pada rama
"Triling"
Rama merogoh handphone yang ia letakkan di saku celana kirinya "Siapa si?" ucap rama sambil membuka handphone nya
"Aduh nak rama, jangan sambil bermain handphone jalannya lagi rame" ucap ibu panik
"Hmmm iya bu, ini ada pesan" jawab rama sambil terus menggenggam handphone dan stir
"Intan cepat tolong pak rama, periksa handphone nya" suruh ibu
"Aku? kenapa aku?" intan menunjuk wajahnya
"Gak usah bu, rama bisa" tolak rama
"Jangan rama, bahaya-bahaya" ibu memukul-mukul pundak rama
"Iya bu iya, intan nih" rama memberikan handphone itu pada intan, bukannya segera diambil intan malah menatap rama dengan kesal
"Cepet" rama menyodorkan kan nya lebih dekat, intan pun menarik nya dengan keras "Apa password nya?"
"417117173" jawab rama
"Aku serius pak rama!!! berapa password nya?" tanya lagi intan yang mengira pak rama hanya mempermainkan dirinya
"Yaampun itu serius" jawab rama kesal
"Bohong....coba cepat ulangi"
"417117173" jawab lagi rama, intan pun mencoba nya dan tanpa disangka tanpa di duga jawaban nya benar, handphone rama langsung terbuka
"Hah? kau sudah gila ya. password handphone seribet ini?" intan mengerutkan keningnya sambil menatap rama
"Itu tuh sebuah tulisan sebenarnya, coba saja kau tulis lagi angka 417117173 dan kau baca jadi sebuah huruf pasti hasilnya adalah a-n-i-m-e Anime" perjelas rama
"Iya kah?" intan pun mencoba menulisnya dan ia terkejut memang benar bisa dibaca, ia tertawa terbahak-bahak "Benar-benar pecinta anime sejati" puji intan memberikan tepuk tangan
"Iya lah" jawab rama dengan bangga "siapa tadi yang me whatsapp?" tanya rama
"Pak gilang" jawab intan "katanya kita disuruh langsung ke tempat butik pernikahan" sambung intan
Rama pun mengangguk angguk kan kepalanya
"Ni handphone mu pak" intan memberikan-nya pada rama
"Pegang dulu" jawab rama
Intan pun memasukan handphone rama ke tas nya
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.