lentera dan Alengka, 2 gadis yang sengaja pindah sekolah karena satu alasan dan itu adalah untuk balas dendam. Ditengah tengah balas dendam mereka, 2 gadis itu malah harus berhadapan dengan 2 cowok iblis yang seharusnya tidak mereka dekati. Lentera yang didekati oleh Alfarez tetap menjaga jarak tapi itu tidak bertahan lama setelah rencana balas dendam nya lentera memilih pergi saat harapan nya untuk memiliki keluarga bahagia dan dicintai dengan tulus tidak dirinya dapatkan. Akankah lentera akan berakhir dengan alfarez? lalu apakah lentera akan tetap pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona min02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
setelah menanyakan itu ke 4 nya mulai mengambil posisi . Zora dan temannya menelan ludah mereka dengan susah payah dari awal mereka memang sudah berfirasat kalo mereka tidak akan keluar hidup2 dari tempat ini.
"lho siapa Al"tanya lentera yang sudah mengeluarkan belati kesayangan nya dengan ujung tertulis nama Ala.
"belati itu masih ada ya"bukannya menjawab Alengka Malah balik bertanya.
"tentu saja, ini pemberian orang yang spesial jadi tentu saja harus disimpan dengan baik"jawab lentera dengan bangga sambil memperlihatkan ujung belati tanpa menyadari perubahan raut wajah alfarez yang menggelap karna cemburu dan itu disadari garren yang berada disamping alfarez.
"lho kalah sama masa lalunya"ejek garren dan itu disengaja supaya tontonan semakin seru jika alfarez mode marah.
"gue dia"tunjuk alfarez kearah arzan karna dirinya sedang marah jadi boleh dong arzan jadi pelampiasan diri nya secara arzan menyukai gadisnya.
"sepertinya Arez cemburu sama Ala pa" kata arsha kepada Davian.
"hahaha dia harus melawan putraku yang jadi masa lalu bintang kecilku"tawa renyah keluar begitu saja dari Davian.
kael dan erza hanya jadi tim penyimak karena mereka tidak terlalu tahu tentang arsha karena cowok itu menutupi dengan baik.
"pantas tuh anak sering ngilang semenjak Alengka dan lentera datang"bisik kael kepada erza yang diangguki oleh erza.
sekarang fokus mereka kembali kepada 8 orang didepan mereka . Alengka mulai melancarkan aksi penyiksaan nya terhadap luzy.
satu persatu kuku luzy dicabut menggunakan tang berkarat . setiap satu kuku selalu terdengar suara teriakan kesakitan. Alengka tidak peduli malahan itu seperti nyanyian merdu bagi dirinya.
puas mencabut kuku Alengka mulai menggores pipi, tangan ,kaki . satu persatu anggota tubuh luzy hilang dari telinga, hidung, mata, bahkan luzy dikuliti hidup2.
"g-gue m-mohon b-bunuh a-aja g-gue"mohon2 luzy walau yang terdengar cuma suara lirihan kesakitan.
"ets kalo gue bunuh itu cepat banget gak seru dong. teriak lagi dong gue pengen dengar nyanyian indah lho" setelah mengatakan itu Alengka mengambil Air perasan jeruk nipis lalu menyiram luzy dan kembali terdengar suara teriakan kesakitan.
"ah gue bosan gak seru eh tapi lupa"dengan gerakan cepat Alengka mengeluarkan satu persatu anggota tubuh dalam luzy lalu melempar pisau tepat dijantung luzy . teriakan terakhir luzy terdengar lalu mati dengan keadaan tubuh yang tidak utuh.
alfarez dan garren juga mulai bosan setelah tubuh korban tidak berbentuk lagi dan melakukan hal yang sama menembak 2 cowok itu tepat dikepala dengan beberapa kali tembak sampai kepala keluarga korban hancur dengan otak berceceran.
fokus semua orang teralihkan kearah lentera saat mendengar kekehan dingin dari lentera setelah mendengar kata2 memohon dari Zora.
"lho minta langsung dibunuh aja"ejek lentera.
"sorry tapi gue gak mau soalnya tubuh lho terlalu indah buat dilewatin dari karya indah gue" semua menatap ngeri ke arah lentera yang sudah berlumuran darah Zora dan masih melanjutkan penyiksaan nya menggunakan belati kesayangan nya.
keadaaan tubuh Zora sudah berwarna merah dan itu adalah darah nya sendiri. tanpa peduli suara teriakan kesakitan yang memilukan lentera terus melanjutkan penyiksaan walau wajah dirinya sudah terkena cipratan darah.
"gue mohon" pinta Zora memohon sekali lagi dengan suara lirih menahan rasa sakit ditubuh nya dan rasa perih yang terus didapatkan karna diberikan perasan jeruk nipis oleh lentera.
"bunuh lho! itu terlalu mudah buat lho lalu gimana dengan Ala , apa lho ngelepasin dia ...... gak! lho semua gak ngelepasin dia! lho ngebully Ala 2 tahun cuma gara2 masalah sepele ! hal sepele Zora! sepele! cuma karna gak sengaja nyenggol kalian lho semua ngebuat Ala sengsara 2 tahun!!!!" emosi lentera.
"maaf gue minta maaf" pinta Zora menyesal.
"telat!! lho udah buat orang yang berharga bagi gue pergi buat selama lamanya!!" dengan sadis lentera menyiksa terakhir kali sebelum membuat hidup Zora berakhir dengan mengambil belati berkarat lain lalu menguliti hidup2 Zora dengan perasan jeruk nipis dan garam yang dibaluri dibelati berkarat.
"Ra lho oke"tanya Alengka khawatir.
"i'm okey"senyum lentera senyum lega seseorang yang sudah selesai balas dendam.
"jangan lupa bintang"ujar Davian mengelus kepala lentera dengan rasa sayang .
"gak akan lupa" perasaan hangat dirasakan lentera yang tidak pernah mendapat perlakuan itu dari keluarga nya.
"paman pergi dulu"Davian pergi duluan meninggalkan anak2 SMA itu disana.
5 cowok itu hanya geleng-geleng melihat 2 gadis didepan mereka bercanda seperti adegan penyiksaan tadi tidak pernah terjadi jika tidak melihat wajah dan pakaian mereka berlumuran darah .
...****************...
kalo pendek minta maaf ya soalnya author lagi mager ngetik😁.