NovelToon NovelToon
Pengacara Jodohku

Pengacara Jodohku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Revalina Celendia 20 tahun, sering di sapa Lina atau Reva, seorang pelayan kafe dan penjaga warnet. Tapi juga memiliki nama 'Recel' di dunia dunia siber.

Abhirama Notonegoro 27 tahun, pengacara junior yang terpaksalah menikah dengan pelayan kafe, yang baru di kenalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Restu Ayah

Kalau di pikir emang rumit, harus pura-pura pacaran atau nikah. Tapi jujur aku tergiur dengan janji pak Rama untuk melunasi hutang ayah, yang pak Rama sendiri sebenarnya baru tahu, saat ibu datang ke rumah menemui ayah dulu.

Meski aku punya uang, tapi aku juga tidak bisa melunasi hutang ayah, karena ayah tidak tahu aku memiliki pekerjaan sampingan yang sangat menguntungkan, meski kata sebagian orang ilegal. Jika aku melunasinya, akan timbul pertanyaan dari ayah dari mana aku dapatkan uang itu.

"Sebaiknya kamu terima aja, siapa tahu kalian emang ada jodoh, Jodohku Pengacaraku." ujar Dian membuatku mencibirkan bibirku.

"Jika tidak berjodoh dan putus di tengah jalan, ya tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah untung, hutang ayahmu lunas dan ayahmu pasti akan hidup tenang." sambung Dian, aku emang menceritakan apa yang telah terjadi sebenarnya.

Karena Dian satu-satunya temanku yang tahu, kejadian saat itu dan juga menampung ku malam itu. Jadi Dian pilihanku, di saat aku butuh pendapat seseorang.

"Baiklah aku akan temui, pak Rama."

"Kirim pesan aja," ujar Dian, sambil menujuk ponselku. "Simpel, tapi kalau mau ketemu, buat lepas rindu ya terserah, sih." candanya, membuatku mendengus.

"Kalian bahas apa?" tanya Wini yang tiba-tiba nongol.

"Ahhh tidak ada, biasa gosip drakor." ujarku sambil merapikan makan siangku, lalu membawa ke tempat pencucian piring.

"Kenapa kamu kesini, di depan gak ada orang jaga?" tanya Dian, pada Wini.

"Aku penasaran, habis kalian lama di belakangnya."

"Sudah ah, ayo kedepan. Ketahuan bu bos, kita semua bisa kena masalah."

Aku mencuci piring kotor bekasku, sambil melirik Dian yang membawa Wini ke depan. Begitu selesai mencuci piring, aku segera menghubungi pak Rama mengutarakan, kalau aku bersedia pura-pura menjadi pacarnya.

***

Malamnya, sepulang dari kantor pak Rama menemuiku dan memintaku untuk bekerja dalam satu tempat aja. Pak Rama bilang, tidak mau di bilang membiarkan pacarnya bekerja keras.

Awalnya aku menolak karena aku akan merasa jenuh, meskipun pak Rama akan memberiku uang jajan.

Setelah negosiasi aku setuju, dengan syarat pak Rama bisa melunasi hutang ayah tanpa ada drama. Drama disini adalah drama dari ayah tentunya, yang akan bertanya dan curiga.

"Hutang ayah sudah di lunasi oleh, nak Rama." ucap ayah saat sedang sarapan, dan aku sendiri baru bangun setelah tidur lagi sehabis sholat subuh.

Aku mengerutkan keningku melihat ayah, bukan karena terkejut dengan ucapan ayah. Tapi, aku terkejut dengan kemampuan pak Rama membujuk ayah, padahal baru beberapa hari lalu aku utarakan syaratku.

"Pak Rama bilang kamu sering mencari pekerjaan tambahan, selain dua pekerjaan yang sedang kamu kerjakan sekarang, untuk menabung supaya bisa segera melunasi hutang ayah." sedih ayah, membuatku serasa ingin mengumpat pak Rama karena telah membuat ayah sedih dan kepikiran.

"Kamu sering mencari kerja sampingan di warnet, selain jaga warnet." mendengar ucapan ayah, membuat jantungku langsung berdebar kencang.

"Apa pak Rama tahu, aku menggunakan nama 'Recel'." pikir ku, membuat pikiranku semakin tidak tenang.

"Karena itu pak Rama meminta ijin ayah, untuk melunasi hutang ayah dengan menggunakan uang tabunganmu dan di bantu pak Rama kekurangannya." ucap ayah yang terlihat semakin sedih.

"Ya Tuhan, dapat ide licik dari mana sih, itu orang. Sampai ayah kepikiran dan sedih begini." kesalku di dalam hati.

"Maafkan ayah telah membuatmu kepikiran dan hidup susah, selama ini. Terimakasih sudah mau lunasi hutang ayah mu ini, ayah tak tahu harus berkata apalagi." ujar ayah dengan meneteskan air matanya.

Aku langsung mendekat dan memeluk ayah erat. Aku tak tahu ini air mata sedih atau haru karena hutang ayah lunas. Padahal aku tidak mengeluarkan uang sama sekali.

"Maaf jika membuat ayah sedih, bukan maksudku."

"Ayah sedih, karena telah membebanimu. Tapi, ayah juga terharu karena kamu memikirkan dan perduli dengan ayah."

"Tentu aku perduli dan memikirkan ayah, karena ayah adalah orang tuaku." ucapku manja sambil melepaskan pelukanku, membuat ayah tersenyum dan mengusap rambutku.

"Terimakasih sayang. Hutang ayah sudah lunas, sekarang waktunya pikiran kebahagiaanmu, jangan terbebani dengan ayah ya. Ayah juga bilang pada pak Rama, akan melunasi uang pak Rama yang sudah terpakai."

"Wah gak beres ini, aku harus segera ketemu langsung dengan pak Rama," pikir ku.

"Ayah sudah selesai sarapan, ayah mau berangkat kerja dulu."

"Piringnya biar situ aja, yah. Nanti Lina yang akan cuci, ayah berangkat aja." ucapku membuat ayah tersenyum dan mengangguk pelan.

Tanpa menunggu, dan seperti sudah ada ikatan, begitu ayah berangkat tidak lama kemudian pak Rama datang ke rumah kontrakan kami.

"Pak Rama bilang apa sama ayah, kok ayah setuju hutangnya bapak lunasi?" tanyaku, yang masih ragu apa bener pak Rama tahu pekerjaan sampingan ku.

"Oooh, aku bilang kamu selain jaga warnet juga terima jasa ketik. Mengetik dokumen, skripsi atau tugas mahasiswa. Tadinya aku asal cari alasan, eh malah ayahmu bilang sering lihat kamu di depan laptop sampai malam dan menyimpulkan sendiri kalau kamu saat itu bekerja."

"Padahal aku di depan laptop cuma main game," ujarku lega, ternyata dugaanku salah.

"Alhamdulilah aman, aku kira dia tahu." sambungku di dalam hati.

"Main game sampai malam?" tanya pak Rama, membuatku gelagapan dan hanya bisa nyengir.

"Pak Rama bilang ke ayah, aku punya tabungan berapa?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Gak usah di bahas berapanya, tenang aja jika ayahmu ngasih tidak akan pernah aku terima. Sekarang kita resmi pacaran, ayahmu sudah ngasih restu."

"Terus, sekarang pak Rama mau apa?"

"Aku akan tuntut orang yang mengaku sebagai kamu, dan kamu harus siap jadi saksi dan ke seret dalam masalah ini."

Aku mengangguk pelan, siap menerima konsekuensi dari keputusan untuk pura-pura jadi pacarannya.

"Berhenti kerja salah satu, sudah kamu putuskan?"

"Sudah," jawabku sambil mengangguk. "Aku berhenti jaga warnet."

Pak Rama mengangguk lalu mengeluarkan dompetnya, "pakai ini."

"Maaf, aku tidak butuh. Perjanjian di awal cuma lunasi hutang, bukan jadi cewek bayaran." tolakku pada kartu ATM yang dia berikan padaku.

"Aku berjanji untuk membiayaimu kuliah."

"Aku belum ada rencana kuliah."

"Baiklah, jika ada rencana kuliah bilang aja. Aku akan urus semua administrasinya buat mu." ucapnya membuatku mengangguk.

Entah mengapa aku merasa ini bukan awal yang baik, atau hanya keraguan ku aja. Yang jelas aku merasa ada yang mengganjal di hatiku, yang bisa mempengaruhi masa depanku.

"Semoga keputusan yang aku ambil, tidak salah Ya Robb." doaku dalam hati, di tengah rasa cemas dan kuatir dengan keputusanku sendiri.

1
Teti Hayati
Rekomended... bagus ceritanya..
Teti Hayati
👏👏👏👏👏...
terima kasih cerita bagusnya....
eed: Terimakasih kakak 😍💕🙏
total 3 replies
Teti Hayati
Disenyumin aja yaa Lin, 🤭
Teti Hayati
Ini mh ceritanya promoin anak lewat pintu belakang.... 🤣🤣🤣🤣
Teti Hayati
Aiih... bapak tirinya Lina, anak sama bapak sama2 ular kayaknya
Teti Hayati
Haissssst.. sembarangan ngatain Laras kampungan...
Teti Hayati
Hallo bang Rama... 👋
Teti Hayati
Baru ngeuh ada yg baru, jadi baru mampir... 🤭
Sengaja nengokin Mas Juna, eeeh... saingannya udh gede ternyata.... 🤣🤣🤣
eed: Terimakasih sudah mampir🙏😍
total 1 replies
Siti Maemunah
aah bentar kali kak cepet up ya kak
Suntoro Yanti
bilang saja lina orang bapaknya rama
lia juliati
jujur lah kan hamil gak BS sd boong
in
Siti Maemunah
yg lama dong upnya 💪
Siti Maemunah
cepet up lagi kak jdi penasaran deeh 💪
Siti Maemunah
semoga ga ada kabar buruk .. semangat thor ditunggu upnya
Siti Maemunah: siap selalu menunggu 👍
total 2 replies
Siti Naimah
lucu juga si Lina.. nginap di rumah mewah ibunya ternyata kelaparan 🤭
Elen Gunarti
double up Thor 👍👍👍👍👍👍
eed: 🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
Onih Rohani
up yang banyak
Elen Gunarti
lanjutt
Siti Maemunah
aaah upnya sedikit sekali💪
eed: 🙏🙏💪💪💪
total 1 replies
Siti Maemunah
semangat di tunggu up nya kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!