NovelToon NovelToon
Angsa Putih

Angsa Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: CloverMint

Pernahkan kalian melihat angsa? Berenang dan menari dengan anggunnya di tengah sungai.
Tapi tahukah kalian? Di balik ketenangan tubuhnya di atas permukaan, Angsa berjuang mengayuhkan kakinya di dalam air agar dapat terlihat anggun di permukaan.

Begitulah hidup Gisella,
Tak ada yang tahu perjuangan hidupnya selama ini,
Pribadi yang selalu tersenyum riang di depan orang-orang, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.

Bergumul dengan masa kecilnya yang selalu di rundung oleh teman-temannya, dan trauma masa kecilnya,
"Dasar anak pembawa sial!"
Ibunya sendiri mengatainya sebagai anak pembawa sial dan mengusirnya dari rumah.
Sang sopir membawa Gisella pergi dari rumah dan membuangnya di tempat antah berantah.

"Nak, kenapa menangis di sini?" tanya seorang wanita paruh baya yang melihat Gisella duduk menangis di pinggiran kebun.

Gisella kecil hanya menatapnya, lalu kembali meringkuk menangis pilu.

"Nak, ikut Emak mau?" tanya suara lembut itu lagi, mengulurkan tangannya kepada Gisella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 20

There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.

^^^-Albert Einstein^^^

...----------------...

Tak terasa, sudah 5 hari Ella, Denis, dan Arka mendapat bimbingan belajar setiap pulang sekolah. 

Hari ini setelah bimbingan selesai, Arka tiba-tiba menghampiri tempat duduknya dan mengajaknya berbicara. Padahal hari-hari sebelumnya ia jarang berbicara. Seperti kata Farah, Arka itu tipe-tipe cowok cool.

"La.. Kalau kita tambah jam belajarnya malam hari, kamu bisa?" tanya Arka menatap tajam ke arah Ella. 

Mendapat pertanyaan tersebut sejenak Ella terdiam. 

"Gimana La?" tanya Arka yang melihat Ella malah terdiam. 

"Maaf Kak, kalau malam Ella nggak bisa?" jawab Ella.

"Kenapa? Apa orang tuamu tak mengizinkan kamu keluar malam?" Arka kembali bertanya. 

"Bukan Kak."

"Terus kenapa?" tanya Denis yang kesal melihat Ella menjawab lama. 

"Kalau malam saya kerja di cafe, Kak. Jadi nggak bisa, maaf.." jawab Ella lirih. 

"Hah? Ngapain kamu kerja? Emang orang tuamu nggak ngurusin kamu?" tanya Denis terkejut. 

Mendengar ucapan Denis, hati Ella sedikit sakit. Ella terdiam dan menunduk. 

"Bukan Kak, tolong jangan bicara begitu. Emak saya orang yang baik, tapi dia sudah meninggal. Saya yatim piatu, saya sekolah karena dapat beasiswa dan untuk biaya hidup sehari-hari, saya harus bekerja," jawab Ella sambil menahan air matanya terjatuh. 

Denis langsung terdiam mendengar jawaban Ella, hatinya merasa bersalah.

"Maafkan aku La, aku nggak tahu kalau kamu seperti itu" ucap Arka pelan. 

"Nggak papa Kak," jawab Ella yang sudah bisa menahan dirinya. 

"Hmm.. Ya sudah kalau kamu nggak bisa, nggak papa La," ucap Arka melembut. 

Ella seperti merasa bersalah. 

"Bagaimana kalau belajarnya pagi, sebelum bel masuk berbunyi? Jam 5.30 saya bisa Kak," akhirnya Ella memberanikan diri untuk menentukan jam belajar tambahan mereka. 

Denis yang hendak bicara, disepak kakinya dari bawah meja oleh Arka sehingga tak jadi bersuara. 

"Baiklah, mulai besok kamu bisa?" tanya Arka. 

"Bisa Kak, kalau gitu saya pamit pulang dulu ya.." jawab Ella segera meninggalkan ruang kelas. 

Ella berjalan menuju rumahnya, masih tersisa rasa perih mendengar ucapan Denis tadi. "Sudah nasibku, nggak boleh salahkan orang bicara," putusnya sambil menghela nafas. 

###

Sampai di kos, seperti biasanya Ella merapikan buku-bukunya dahulu, baru bersiap pergi kerja. 

"La.. Bentar lagi kita gajian loh!" ucap Ima tertawa senang. 

"Yang benar Im? Cepat ya, udah mau sebulan aja!" jawab Ella ikut senang. 

"Pas terima gaji nanti, kita langsung bayar kontrakan saja ya?" ucap Ella yang sudah duduk di warung Mpok Ati. 

"Duh senangnya yang mau gajian," gurau Mpok Ati. 

"Bukan sekarang Mpok, tapi nggak lama lagi!"  jawab Ima tertawa senang. 

"Mpok, kalau besok kami sudah ngontrak rumah, boleh nggak saya titip jualan kue di sini?" tanya Ella. 

"Emang kamu bisa buat kue, La?" tanya Mpok Ati. 

"Bisa Mpok, nanti rencananya mau nitip donat, lemet, atau bola ubi sama bolu-bolu gitu," jawab Ella. 

"Ya nggak papa, kalau bisa kamu antar pagi-pagi biar yang ngopi ada camilannya," jawab mpok Ati tersenyum. 

"Benar Mpok, Ella boleh nitip?" tanya Ella girang. 

"Boleh La, kan Mpok dapat untung juga," jawab Mpok Ati. 

"Makasih ya Mpok!" jawab Ella bersemangat. 

"Tuh warung yang di pojokan gang Haji Sanusi juga rame La. Kamu bilang ke sana, disuruh Mpok Ati nitip kue-kue," ucap Mpok Ati senang melihat Ella bersemangat. 

"Iya Mpok, besok Ella ke sana kalau sudah mau buat kue, makasih ya Mpok!" ucap Ella senang. 

Ella dan Ima akhirnya sudah terbiasa dan hafal pekerjaan mereka tanpa dibimbing oleh Firman. 

Ella lebih sering membantu di bagian dapur, karena Ferry suka dengan hasil pekerjaan Ella. 

Ella juga sudah bisa membantu menggoreng donat dan memanggang beberapa cake, camilan manis di buat pagi dan sore supaya fresh. 

"La, kamu semakin pintar saja sekarang."

"Semua berkat bimbingan Kak Ferry juga, makasih ya Kak."

"Kamu mau aku ajarkan buat cake ulang tahun?"

"Mau sekali Kak, seriusan mau ngajarin Ella?"

Mata Ella langsung berbinar mendengar Ferry akan mengajarkannya membuat cake ulang tahun. 

Ferry yang melihat itu jadi tersenyum. 

"Minggu pagi kamu kemari jam 7.30, nanti Kak Ferry ajarin juga cara membuat creamnya."

"Makasih Kak, biar besok Ella saja yang beli bahan bahannya ya, nggak enak kalau pakai bahan milik cafe."

"Hehe.. Nggak usah La, nanti biar Kakak yang siapin semua."

Setelah Ella menyelesaikan pekerjaan di dapur, Ella keluar untuk membantu bagian luar. 

Ella terkejut saat melihat dua orang pria masuk ke dalam cafe. Arka yang juga melihat Ella langsung tersenyum. 

Setelah mereka duduk, Ella segera membawa buku menu mendekati meja Arka dan Denis. 

"Silakan Kak, mau pesan apa?" ucap Ella ramah sambil menyodorkan menu cafe. 

"Request yang paling favorit di sini apa?" ucap Arka. 

Ella merekomendasikan beberapa menu yang menjadi menu andalan Cafe Bolones. 

Setelah Arka memesan beberapa menu, Ella meninggalkan mereka. 

"Gile, benaran dia kerja di sini," ucap Denis terkejut melihat Ella dengan seragam cafe. 

"Hmm.. Makanya gue ajak lo kemari," jawab Arka acuh. 

Tak Lama pesanan mereka sudah dihidangkan pelayan lainnya. 

Arka sendiri mencari-cari di mana Ella.

"Mbak.. Ella kemana ya kok nggak keliatan lagi?" tanya Arka saat Ima melewati meja mereka. 

"Oh.. Ella lagi di dapur," jawab Ima kemudian melanjutkan pekerjaanya mengantar pesanan kemeja di sebelah Arka. 

Dimas yang baru datang, masuk dan tersenyum melihat cafenya semakin banyak pengunjung.

"Arka.. Tumben kemari," ujar Dimas yang menepuk pundak Arka dari belakang. 

"Lob.. Kak Dimas, kok bisa kemari?" tanya Arka terkejut melihat Dimas. 

"Woi.. Ini cafe gue!" jawab Dimas tertawa kecil, hehe.

"Oh.. Jadi ini cafe yang belum lama Kak Dimas buka itu?" ucap Arka terkejut. 

"Angin apa yang membawamu kemari?" tanya Dimas yang tahu betul selera Arka adalah cafe-cafe berkelas, sedangkan cafenya cuma cafe yang baru dirintis. 

"Angin surga kali Kak," jawab Arka nyengir. 

"Den, kenalin. Ini kakak sepupu gue," ucap Arka ke arah Denis yang diam saja. 

"Kak Dimas, emang si Ella sudah lama kerja di sini?" tanya Denis. 

"Kalian kenal Ella?" tanya Dimas yang memang tidak begitu dekat dengan Arka walau masih sepupu. 

"Kami satu sekolah, belum lama kenal. Kami kenal karena ikut lomba cerdas bersama," jawab Arkha. 

"Oo.. Ella sudah hampir sebulan kerja di sini. Anaknya rajin, Kak Dimas suka lihat hasil kerjanya, ada masalah dengan Ella?" tanya Dimas menatap penuh selidik ke arah Arka. 

"Nggak, cuma mau tahu benar nggak yang dia katakan bahwa setiap malam dia kerja di cafe," ujar Arka sambil menyesap minumannya. 

"Kakak minta kalian jangan ganggu Ella, hidupnya sudah cukup kasihan, cuma sebatang kara. Dia masih sekolah tapi sudah harus mencari nafkah untuk dirinya sendiri," ucap Dimas pelan. 

"Hah, jadi benar dia yatim piatu seperti yang dia bilang," tanya Denis terperangah.

Dimas menatap Denis dengan marah. 

"Eh.. Maaf Kak, keceplosan," ujar Denis garuk-garuk kepala. 

"Hidup kalian tuh enak tinggal minta, jadi jangan samakan dengan Ella yang harus kerja keras. Jadi pesen gue, jangan tambah bebannya," ucap Dimas tegas. 

"Kalian nikmati saja hidangannya terus pulang," ujar Dimas meninggalkan mereka menuju ke ruangannya. 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
anggy tabitha
ceritanya selalu nikah muda
Janatun Arismiyati
setuju sama kevin
Enink Puri
tubuh lemah tpi hati keras kya batu...keanak sendiri kya gitu...apalagi klo org lain yg melakukan kesalahan...
Enink Puri
La kapan jalannya.?? perasaan lari trussss
Enih Rustini
nangis ... /Sob//Sob//Sob/
zizah
halo kk. aku ada karya baru nih, mampir ya..
reii.ptra
hyy ella,aku balik nih...kali ini aku dh siapin tisu la,aku siap meneteskan air mata sebanyak-banyak nya hehe,ini tahun 2024,dan terkahir aku baca kamu di tahun 2022..
TitinN: haha sama kak, klo kangen aku jga suka baca ulang apalagi karya author yg 'Fania itu aku' tpi semua nya aku sukaaa🤣
total 1 replies
Nivia Olive
Hehehe ini berarti banyak yang baca lompat2. Padahal dari awal Author dah nulis kalo Ella beda agama dengan Mak Mila. Inilah penting membaca dengan jelas dan perhatian tanpa lompat2 biar ga salah pengertian ✌️😊
Mul Iani
Lumayan
RATNA MULJATI
semakin seru aja. jadi deg2an
Wins Winarno
dada saya sampai sesek😭😭😭
Wins Winarno
sprt aq dulu, anak kandung serasa anak tiri. tp Alhamdulillah skrng mending habis dah pny klrg semua
Aghitsna Agis
udah lama dibaca mahkota bunga jusyru nunggu kelanjutannya belum up saja
Reni Setia
makasih utk karya novelmu thor
Perdes Amsil
tokoh cowonya banyakkk .. ayoh ella kmu pilih yang manaa!?
Herna Erna
othornya juragan bawang nih.... soalnya disebar hampir disemua chapter😢😢
Sri Purwati Widodo
ngs bgt
Defrin
Kasian kali Gisel....
Udah teman teman mengejek Eh kakaknya juga ikutan ...
Tapi YG membuat Tambah sedih mama nya kok cuek Amat...
zonk
banyak pelajaran yang bisa di ambil dari kisah ini.
Hasmi Ahhasbi
izin share tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!