Bereinkarnasi ke tubuh saudara kembar lain, lalu berusaha membalaskan dendam Ren dan Rin dan juga dendam mereka atas kematian nya.
Jin dan Jen adalah saudara kembar mafia yang dulu sangat berkuasa di dunia, tetapi apa sebab kematiannya...
Baca novel ini, dan lihat cara mereka membalas dendam!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon °•MCR.20•°, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
"Tidak kusangka anda begitu hebat, memang pantas disebut sebagai musuh bebuyutan gang Alpha" kata Jin pada Arland.
"Kalau begitu silahkan kau tunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya" kata Arland pada Jin.
Akhirnya Jin pun menghentikan teknik rahasia nya di depan Arland. Saat Jin berhenti, Arland pun bertanya siapa nama Jin. Jin pun menjawab kalau namanya adalah Jin. Arland yang mendengar itu pun menjadi terkejut, karena nama, gaya bicara dan tekniknya tadi sama persis seperti gurunya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arland pada Jin.
"Aku ya... Jin dari gang Venom" jawab Jin dengan sedikit bingung.
"Kau pasti punya hubungan dengan guruku kan?" kata Arland pada Jin.
"Sayangnya aku tidak punya hubungan dengan gurumu" kata Jin pada Arland.
"Kau lebih baik berkata jujur sekarang juga! aku ini bukan orang yang sabar" kata Arland pada Jin.
"Aku juga bukan..." kata Jin pada Arland.
Setelah itu mereka pun mengambil posisi orang yang akan bertarung. Sebelum mereka memulai pertarungan, Arland memperingatkan Jin sekali lagi.
"Hei, aku ini benar-benar sedang serius! lebih baik kau pulang dan nikmati hidup remaja mu" kata Arland pada Jin.
"Jangan meremehkan aku, ngomong-ngomong bukankah lebih baik bertarung di luar ruangan?" tanya Jin pada Arland dengan wajah serius.
"Tidak perlu buang waktu untuk berjalan ke luar, lebih baik kita selesaikan disini. Aku tidak peduli gedung ini hancur" kata Arland dengan senyum licik.
Setelah itu pertarungan mereka pun dimulai. Arland dan Jin saling balas memukul satu sama lain. Sedangkan Jean dan lainnya yang menunggu di luar menjadi cemas, karena Jin tidak segera keluar dari ruangan dan juga di ruangan ketua gang Warior terdengar suara orang berkelahi. Beberapa menit kemudian Jean pun memutuskan untuk masuk kedalam ruangan ketua gang Warior itu. Saat Jean masuk, ternyata Jin dan Arland sedang bertarung dengan seluruh tenaga mereka. Jean melihat muka mereka berdua sudah sangat babak belur.
"Jin! apa yang kau lakukan!? ini tidak sesuai dengan rencana kita!" teriak Jean pada Jin.
Jin yang mendengar itu hanya bisa memberikan kode dengan tangan, karena dengan mukanya yang babak belur Jin tidak akan bisa berbicara dengan jelas. Setelah itu pertarungan pun berlanjut. Saat sudah lewat 20 menit, seluruh ruangan hampir hancur karena beberapa pukulan Jin dan Arland yang kuat. Tidak lama kemudian datanglah Liam, Kaily, Ryu dan Haru yang sudah menyelesaikan tugas nya. Saat Liam, Kaily, Ryu dan Haru melihat Jin yang sedang bertarung dengan Arland, mereka pun terkejut dan khawatir pada Jin.
"Jean! apakah kita akan membiarkan mereka seperti ini!?" tanya Liam pada Jean dengan mengerutkan dahinya.
"Aku juga ingin menghentikan nya! tapi dia tidak memperbolehkan ku!" jawab Jean pada Liam.
"Lalu kenapa kau tidak menghentikan dengan paksa!?" tanya Liam pada Jean.
"Kau pikir dia akan senang jika kau melakukan itu!? aku tahu pasti kalau Jin tidak suka jika ada orang yang menggangu pertarungan nya!" jawab Jean pada Liam dengan wajah cemas.
Saat ditengah pertarungan, Arland pun mulai mengatakan isi pikirannya pada seluruh anggota gang Venom.
"Sepertinya kau sudah mulai kehabisan tenaga, Jin.. hahaha!" kata Arland pada Jin.
"Lebih baik kau diam saja!" teriak Jin dengan kesal.
"Sebelum aku menghabisi mu, aku ingin menanyakan sesuatu" kata Arland.
"Memangnya apa yang ingin kau tanyakan!?" tanya Jean dengan tegas.
"Guru... sebelumnya aku tidak menyangka kalau kalian akan hidup kembali, tapi aku tidak terharu sama sekali! aku senang karena kalian hidup kembali! oleh karena itu aku bisa menghabisi kalian secara langsung hahaha!" kata Arland.
"Kapan kau sadar kalau kami gurumu?" tanya Jin pada Arland.
"Sebenarnya sudah dari tadi aku sadar, tapi aku tidak yakin" jawab Arland pada Jin.
"Kau masih belum cukup hebat Arland" kata Jin pada Arland.
"Apa maksudmu guru sampah!?" teriak Arland pada Jin.
Saat Arland berteriak pada Jin, Jin tidak menjawab pertanyaan Arland. Jin justru menutup mata dan menarik nafasnya, tiba-tiba Jin maju mendekati Arland lalu menepuk tangannya sekuat mungkin akan mengeluarkan suara yang besar. Setelah itu Jin membuat Arland pingsan dengan sekali pukulan di saraf lehernya. Saat itu Jin menggunakan teknik rahasia lainnya yang sebenarnya masih dia pelajari sampai saat itu. Akhirnya teknik yang belum dikuasai oleh Jin sepenuhnya itu terpaksa dipakai Jin untuk mengalahkan Arland. Sebelumnya Jin tidak yakin kalau teknik itu akan berhasil, karena Jin belum pernah mencoba teknik itu sebelumnya. Teknik itu adalah teknik yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan yang tinggi. Setelah Jin berhasil mengalahkan Arland, Jin pun pingsan.
****
Keesokan harinya, Jin dan Arland pun siuman. Saat itu Arland dikurung di sebuah ruang istirahat khusus, sehingga ia tidak dapat melarikan diri. Sebelum Jin dan Jean menemui Arland, Jean menyuruh agar Jin beristirahat penuh terlebih dahulu selama seminggu. Luka Jin tidak terlalu parah karena ia memiliki fisik yang kuat, begitu pula Arland. Saat Jin sedang beristirahat, Jean pun menemui Arland tanpa diketahui siapapun agar tidak membuat yang lainnya khawatir. Saat Jean masuk, dia melihat Arland sedang berbaring di ranjang sambil melihat ke arah jendela.
"Kenapa kau datang kesini?" tanya Arland dengan dingin.
"Hanya ingin" jawab Jean.
"Jika tidak ada yang penting lebih baik kau keluar saja temani saudaramu" kata Arland pada Jean.
"Dia sudah besar, untuk apa aku menemaninya?" kata Jean pada Arland.
"Terserah kau" kata Arland pada Jean.
Setelah itu Jean pun duduk di sebelah ranjang Arland. Arland yang melihat itu pun menjadi pura-pura tidak peduli dengan Jean. Jean yang melihat ekspresi Arland yang pura-pura tidak peduli pun tertawa kecil. Saat Arland melihat Jean tertawa kecil, Arland pun tersipu lalu membalikan kepalanya lagi. Setelah itu Jean pun meletakan tangannya di atas kepala Arland sambil memujinya karena dia sudah bertambah kuat. Arland yang melihat itu pun pura-pura cuek. Setelah itu Jean pergi meninggalkan Arland. Saat Jean sudah keluar, Arland pun mulai berbicara dengan dirinya sendiri dalam hati.
Tidak kusangka Jean akan melakukan hal itu. Dia dulu sangat dingin dan cuek, kata Arland dalam hati.
Satu minggu kemudian Jin dan Jean pergi menemui Arland. Saat Jin dan Jean masuk, mereka melihat Arland yang sedang melakukan push up.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Jin pada Arland.
"Bukankah kau sudah melihat keadaan ku sekarang" jawab Arland.
"Aku kesini ingin meminta maaf atas perlakuan ku padamu dulu" kata Jin pada Arland.
"Terserah kau, aku tidak peduli. Sekarang ini yang kuinginkan hanyalah mengalahkan mu" kata Arland pada Jin.
"Kalau kau mau melawanku, kau harus setuju untuk bergabung dengan gang Venom" kata Jin pada Arland.
Bersambung....
sejak kapan ban buldoser bisa kempes?
Baca novelku judulnya 'Secret Marriage'. tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Membawa Fav,
Salam Dari karyaku ya...
MAKASIH..