Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama dan papa belum bisa pulang.
Hari sabtu pun tiba dan aku sudah bersiap untuk pergi jalan bareng Zahara, April, Rio, dan Dwi. Aku pun turun dan saat di bawah kak Kanaya sudah menunggu ku.
"Cantik banget ade ku, " pujinya dan aku hanya tersenyum.
"Mang Budi udah nunggu di depan tuh! " beritahu nya.
"Kak, nanti pulang gak di jemput ya!, aku pulang sendiri aja, " pinta ku karena aku gak mau jika mereka tau kalau aku di jemput mobil bagus.
"Ya sudah terserah kamu saja, " balas Kak Kanaya.
Aku pun keluar dan langsung naik, Teman-teman ku menunggu di depan mall. Tak butuh waktu lama aku sudah sampai dan aku langsung mencari keberadaan mereka. Namun saat tiba di tempat janjian aku di buat kaget saat melihat Yudistira ada di antara mereka.
Zahara yang mengerti dengan tatapan ku dia langsung merangkul ku dan langsung masuk.
"Rio yang ajak dia, karena semalam Yudistira nginep di rumahnya, " beritahu Zahara dan aku hanyalah tersenyum toh aku gak masalah jika di gabung. Hanya saja kalau begini caranya aku gak terlalu suka.
Kami semua akan nonton dan jadwalnya akan di mulai dan kami semua sudah mengantri untuk masuk. Saat di dalam aku langsung menarik Zahara agar dia duduk di dekat ku. Rio yang melihat itu hanya bisa pasrah. Aku tersenyum licik karen aku tau maksud dari Rio ngajak Yudistira. Selesai nonton aku menghampiri Rio.
"Gue pengen ngomong berdua sama lo, " ucap ku lalu pergi dan Rio mengerti. Aku mengajaknya ke tempat yang lumayan jauh dari mereka.
"Ada apa? " tanya nya.
"Ini apa maksudnya kamu ajak Yudistira? " tanya ku balik dengan nada kesal.
"Ya gak ada maksud lain, " jawab Rio.
"Lo gak usah bohong deh, lagian gue gak bisa di bohongi. Lo sengaja kan ajak dia biar dia deketin aku lagi? " ujar ku.
"Oke, oke gua akui, lagian dia beneran suka sama lo, " ucap nya.
"Tapi gue gak suka, walau gue udah maafin dia bukan berarti gue mau deket lagi sama dia karena gue gak mau kejadian kemarin terjadi lagi, " penjelasan ku dan saat aku hendak pergi aku melihat Yudistira berdiri tidak jauh dari aku dan Rio.
Aku pun langsung melangkah dan hendak melewatinya namun Yudistira menarik tangan ku dan membuat aku berhenti dan berbalik melihat ke arah nya.
"Rio gak salah, gue yang paksa untuk ikut, " ucap nya.
"Terus sekarang mau lo apa? " tanya ku dengan nada sarkas.
"Ya gue akui setelah bicara dengan lo gue pikir lo akan bersikap seperti dulu lagi namun gue salah, " jawab nya.
"Gue emang udah maafkan semua masalah itu tapi bukan berarti kita bisa seperti dulu lagi. Gue gak mau kejadian itu terulang lagi jadi gue minta sama lo sekarang kita jalan di jalan masing-masing, " ucap ku lalu pergi menemui Dwi, Zahara dan April.
"Gue pulang duluan, " pamit ku pada mereka setelah menemui mereka.
Aku pun berjalan ke luar mall dan langsung menghubungi kak Kanaya untuk minta di jemput padahal awalnya aku tidak mau di jemput tapi kalau sudah begini aku malas untuk jalan ke tempat lain lagi. Tak butuh waktu lama akhirnya jemputan ku datang dan aku langsung naik. Sepanjang jalan aku hanya terus menatap jalanan dan gak sengaja melihat penjual makanan pinggir jalan yang dulu sering aku beli.
"Mang, berhenti di depan, " pinta ku dan mobil pun langsung parkir di pinggir jalan.
"Ada apa neng? " tanya sopir.
"Mang tunggu disini ya!, aku mau beli dulu jajanan, " jawab ku lalu keluar dan langsung menghampiri penjual jajanan itu.
Sambil menunggu di buatkan aku pun melihat ke sekeliling dan tiba-tiba aku melihat seorang cewek sedang duduk sendirian di bangku taman.
"itu bukannya Siska ya, " gumam ku.
karena penasaran akhirnya aku pun mendekatinya, namun belum sempat mendekat tiba-tiba seorang pria menghampirinya. Mereka bicara lalu pergi dan aku melihat si pria bawa mobil dan Siska masuk ke dalam mobil itu.
"Neng, " panggil penjual jajanan itu pada ku membuat aku ingat jika aku sedang jajan.
"Maaf mang lupa, " ucapku setelah mendekat ke arah tukang penjual.
Aku pun kembali ke mobil dan sopir langsung menjalankan mobilnya. Siska dia itu teman SMP ku dan sejak ke SMA aku gak pernah dengar kabarnya karena aku terlalu sibuk membuat aku gak ada waktu buat bertemu dengan teman-teman ku. Aku pun sampai di di rumah kak Kanaya lalu masuk namun saat masuk aku di buat kaget ternyata ada mertuanya kak Kanaya.
"Briana, " panggil mertua kak Kanaya.
"Eh ibu, apa kabar bu? " tanya ku lalu mencium tangannya.
"Baik sayang, kamu sendiri gimana?, cantik banget sih, " ucapnya memuji ku membuat aku malu.
"Aku baik bu, " jawab ku sambil tersenyum.
"Kenalkan ini tan ibu, bu Sari dia datang kemari ingin bahas kerjasama dengan kakak mu, " ucapnya mengenalkan temannya. Aku pun tersenyum lalu mencium tangan bu Sari.
"Bu,tante aku pamit dulu, mau istirahat capek, " ucap ku berpamitan.
"Oh iya silahkan sayang, " jawab mertuanya kak Kanaya.
Aku pun berjalan masuk namun sebelum naik ke atas aku bertemu kak Kanaya.
"Kak, mertua kamu ngapain datang? " tanya ku.
"Biasa ibu-ibu sosialita lagi cari barang baru, " jawab nya sambil tersenyum lalu pergi dan aku melanjutkan naik ke kamar ku.
Tibanya di kamar aku merebahkan tubuhku dan melihat ponselku tiba-tiba aku kaget saat melihat pesan masuk dari Zahara dan April. Aku hanya tersenyum melihat isi pesan mereka yang mengkhawatirkan aku. Aku pun langsung membalas pesannya agar mereka tenang. Karena mengantuk akhirnya aku ke tiduran.
"Riana, Riana, " panggil kak Kanaya membuat aku kaget dan bangun.
"Iya kak, " teriak ku.
"Kita makan udah waktunya makan malam, " beritahu nya dan aku melirik jam ternyata sudah jam tujuh malam.
Aku pun bangun dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka lalu turun untuk ikut makan malam. Tibanya di meja makan aku langsung duduk.
"Maaf kak, aku ketiduran tadi, " ucap ku.
"Tuh kan aku bilang ketiduran, " ucap bang Indra.
"Dek, " panggil kak Kanaya pada ku dan aku pun melihat ke marahnya, "mama sama papa belum bisa pulang karena urusannya belum. selesai, " lanjutnya memberitahu kabar mama dan papa.
"Iya kak gak apa-apa, hanya saja aku belum sempat beli peralatan sekolah, " balas ku.
"Ya udah besok kita beli, "ucap kak Kanaya.
Aku pun hanya tersenyum lalu melanjutkan makan.