NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Super Aneh

Suami Dadakan Super Aneh

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:449.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Pernikahan Mentari dan Bayu hanya tinggal dua hari lagi namun secara mengejutkan Mentari memergoki Bayu berselingkuh dengan Purnama, adik kandungnya sendiri.

Tak ingin menorehkan malu di wajah kedua orang tuanya, Mentari terpaksa dinikahkan dengan Senja, saudara sepupu Bayu.

Tanpa Mentari ketahui, Senja adalah lelaki paling aneh yang ia kenal. Apakah rumah tangga Mentari dan Senja akan bertahan meski tak ada cinta di hati Mentari untuk Senja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hutang Budi

Senja

"Seumur hidup, Bapak akan selalu berhutang budi pada Pak Yusuf dan istrinya." Kata-kata tersebut selalu Bapak katakan padaku sejak aku kecil. Tertanam di alam bawah sadarku.

Bapak adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Om Budi adalah kakak kandung Bapak yang nasibnya jauh lebih beruntung dari Bapak. Om Budi otaknya pintar, dapat beasiswa dan menjabat sebagai camat.

Berbeda dengan Bapak yang hanya petani biasa, mengikuti jejak Mbah. Bapak pernah ditipu orang, hasil panen miliknya tidak dibayar oleh tengkulak yang kabur entah kemana. Alhasil, Bapak rugi besar. Tak ada modal lagi untuk menggarap tanah warisan orang tuanya.

Bapak mendatangi Om Budi untuk meminta pertolongan, namun Om Budi tak memberi pinjaman. Alasannya karena uang yang ia miliki disimpan dalam bentuk deposito jangka panjang, untuk pendidikan Mas Bayu. Bapak bahkan sampai memohon pada Om Budi namun tetap saja Om Budi tak mau menolong.

Bapak nekat meminjam pada bank keliling. Lagi-lagi Bapak tak beruntung. Hama menyerang tanamannya, alhasil Bapak tak bisa panen. Tak ada uang untuk membayar bunga apalagi pokok pinjaman, bahkan tanah Bapak akan disita jika tak mampu bayar.

Di tengah rasa putus asa menghadapi hutang yang menumpuk, hanya Pak Yusuf dan istrinya yang mau menolong Bapak keluar dari jerat hutang. Demi menolong Bapak, Ibu Eka -istri Pak Yusuf- sampai rela menjual perhiasan miliknya.

Bapak sangat terharu dengan kebaikan keluarga Pak Yusuf. Bukan saudara kandung yang menolong Bapak, melainkan sahabatnya sendiri. Bahkan Pak Yusuf yang pintar berbisnis mengajari Bapak cara menjual hasil panen miliknya agar menguntungkan dan tidak ditipu lagi.

Perlahan, keadaan perekonomian keluargaku membaik. Sedikit demi sedikit hutang yang Bapak pinjam berhasil dikembalikan. Pak Yusuf menolak menerima uang jasa dari Bapak, semua ia lakukan dengan ikhlas demi menolong sahabatnya.

Sejak saat itu, Bapak berjanji, jika suatu saat Pak Yusuf ada kesulitan, Bapak akan menjadi orang pertama yang membantu. Kesempatan membalas budi yang Bapak tunggu akhirnya datang juga.

.

.

.

Mentari....

Aku sudah mengenalnya sejak kecil. Saat Bapak berguru ilmu bisnis dengan Om Yusuf, aku akan disuruh bermain dengan Mentari.

Sejak kecil Mentari memang terlihat berbeda dibanding adiknya, Bulan Purnama. Mentari anak yang ceria, pintar dan sabar. Berbeda dengan Bulan yang sering sakit-sakitan sampai nama panggilannya diganti menjadi Purnama agar tidak sering sakit lagi.

Mentari adalah sosok kakak yang penyabar. Ia akan menjaga adiknya saat kedua orang tua kami sibuk berdiskusi. Melihat kesabaran Mentari, aku jadi ingin menjahilinya. Aku tak mau perhatian Mentari tertuju pada Purnama terus, aku mau dia bermain denganku saja, karena itu kutarik ikat rambutnya dan kubuang ke sawah.

"Senja! Iiiihh! Cepat bantu aku cari ikat rambutku!" Mentari akan ngambek lalu kami akan mencari ikat rambut di sawah sekalian bermain lumpur.

Bukan hanya membuang ikat rambutnya, aku juga menyembunyikan mainannya agar kami bisa bermain petak umpet. Segala cara aku lakukan untuk bisa bermain bersamanya. Aku tak mau kalah dari Purnama yang cengeng dan selalu merengek pada Mentari.

Setiap kali Bapak dan Ibu ingin mengunjungi Pak Yusuf, maka tanpa disuruh aku akan semangat mandi dan ikut dengan mereka. Kesempatan bertemu Mentari tak akan aku sia-siakan. Aku bisa menggoda, menjahili dan bermain dengannya.

Kedekatan kami terus terjalin sampai Bapak dan Ibu memutuskan untuk pindah rumah. Kami tak lagi satu kampung. Bapak dan Ibu juga sudah jarang bertemu Pak Yusuf, mereka sibuk mengurus perkebunan yang semakin maju. Aku juga mulai sibuk sekolah dan kuliah.

.

.

.

"Mas Senja, truk pengirim jagung sudah sampai." Arif, salah seorang karyawanku membuyarkan lamunanku.

"Langsung bawa ke gudang 2 saja. Ibu-ibu sudah menunggu karena pesanan dari supermarket sudah masuk sejak kemarin," perintahku.

"Baik, Mas." Arif memberikan surat jalan yang harus aku periksa jumlah yang dikirim dengan yang diterima. "Oh iya, gudang 3 sudah selesai packing cabe bubuk. Mau dikirim subuh juga, Mas."

"Oke. Kirim saja, jangan lupa invoicenya!"

"Siap, Mas!"

Kuregangkan tubuhku yang sedikit pegal. Banyak orderan masuk namun Bapak menyuruhku pulang. Terpaksa aku kebut semua hari ini agar aku bisa pulang kampung. Sudah lama aku tak pulang, kangen juga dengan kampung halamanku.

Selesai pengiriman, aku langsung pergi ke Stasiun Senen dan mengambil jadwal kereta pagi. Lelah bekerja semalaman, aku tertidur pulas selama perjalanan. Ya, hidupku memang terbalik. Siang jadi malam dan malam jadi siang.

Lulus kuliah, aku mengaplikasikan ilmu yang kudapat untuk mengembangkan usaha Bapak. Jika selama ini Bapak mengirim hasil panennya untuk dijual ke pasar, maka usahaku adalah mengubah hasil panen menjadi barang setengah jadi dan sebagian menjadi barang jadi.

Sebagai contoh, cabai yang Bapak kirimkan, aku olah menjadi cabe bubuk dan kupasarkan ke supermarket. Jagung manis juga demikian, kumanfaatkan ibu-ibu rumah tangga yang ingin mencari uang tambahan untuk mengupas dan memipil jagung. Harga jual barang setengah jadi tentu lebih mahal dari harga bahan baku, keuntungan yang kudapat juga pasti lebih banyak. Kekurangan dari usahaku adalah jam kerja yang lebih banyak di malam hari karena di pagi hari truk pengangkut akan mengirimkan ke supermarket-supermarket.

.

.

.

"Ja, besok pakai baju batik ini ya!" Ibu menyerahkan baju batik baru untukku. "Sudah Ibu cuci, tinggal kamu pakai saja."

Keningku berkerut. Untuk apa besok aku memakai batik?

"Memang besok ada acara apa, Bu? Kok aku pakai batik?" tanyaku.

"Loh, memang Bapak belum memberitahumu?" tanya balik Ibu.

Aku menggelengkan kepalaku. "Bapak cuma suruh aku pulang. Tidak bilang apa-apa," jawabku.

"Mungkin Bapakmu lupa. Besok, sepupumu Bayu mau menikah!" kata Ibu.

"Mas Bayu mau menikah?" Tak kusangkan Bayu akan menikah secepat ini. Siapa wanita yang berhasil meyakinkan Bayu agar mau menikah muda? Aku jadi penasaran.

"Iya. Kalah kamu sama dia!" Ibu suka sekali menggodaku agar tak kalah dengan Mas Bayu. Ibu mau aku segera mengenalkan pacarku namun aku yang jomblo ini mau mengenalkan siapa? Tak ada satu perempuan pun yang berhasil membuatku tertarik.

"Iya deh aku kalah. Memangnya Mas Bayu mau menikah dengan orang mana, Bu?" tanyaku penasaran.

"Bukan dari kampung ini tapi kamu kenal kok siapa calon istri Bayu." Ucapan Ibu membuatku penasaran.

"Aku kenal? Siapa?" tanyaku.

"Itu loh, anaknya sahabat Bapak, Pak Yusuf. Jodoh memang tidak kemana ya?"

"Anak Pak Yusuf? Siapa?" Semoga bukan Mentari, semoga Purnama... semoga Purnama....

"Tentu dengan Mentari dong!"

Apa? Mentari mau menikah dengan Bayu?

****

1
TiWi
Novel ini memberikan pengalaman membaca yang berbeda dengan novel lainnya.

Sedikit sekali novel yang dibalut dengan tema komedi, namun tetap sarat makna.

Sekali lagi Kak Mizzly menghasilkan karya yang luar biasa.

Ditunggu terus karya berikutnya
Evi Nopianti
Perjuangan senja tidak sia-sia, buah dari kesabaran nya bisa mendapatkan cinta mentari 😘😘😘
Nuraini
bagus bgt.. Terima ksh
🧒🏻im@ chu😎🍇
Ceo loh mentari suamimu itu🤣🤣🤣
Yay.
akhirnya tamat aku baca.
Terimakasih kak Mizz
Yay.: Insyaallah kak..
total 2 replies
Yay.
senja ada ada aja. btw kita sama Jar lahir jam tigaan lewat...
Yay.
senja nih kaya ibuku pas nemenin keluarganya lahiran, ikut mules jga😬
Atiqa Fa
sepertinya senja tau yg dimaksud Tari hanya dia pura² saja
Atiqa Fa
yg dikatakan Tuti memang benar
Atiqa Fa
Purnama bukan suka sama Bayu tapi dia suka apa yg menjadi milik Mentari
Atiqa Fa
g ngerti sama jln pikiran Tari, udh ada suami malah berharap bs move on sama Fajar yg baru kenal, masih berharap ada kabar juga dr Bayu
Atiqa Fa
Bayu nggak mau nikah sama kamu Tari buktinya dia g hadir waktu akad😄
Atiqa Fa
kalau visualku senja itu Adipati dolken, mentari itu maudy ayunda 😁
Yay.
bukan hantu maupun hewan yg dikhawatirkan senja. tp Orang jahat atuh
Yay.
sudah kuduga, pasti nih purnama terlalu nething. pasti pikirannya gini "Siapa lagi yang mau sama aku?"
Yay.
Lah 😮
Yay.
Yaa Allah keluarga ga beres. lebih tepatnya ayahnya yang ga beres
Yay.
di real ada yg begitu, temenku tp untungnya dia sudah menikmati profesi yg dipilihkan ortunya
Yay.
heh musang... sadar dong kan tari udh kamu khianati😌🙄
Yay.
Apa sih ja🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!