NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - Larut dalam perasaan masing-masing

Ivanka bangun pagi seperti biasa ia menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Adrian sebelum pergi ke kampus.

Sejak malam sesampai di rumah Ivanka mengurung diri dalam kamar, ia juga merasakan kecewa yang amat sangat karena baginya Leon tidak ada sedikitpun memperjuangkan dirinya.

Apakah memang dirinya tidak pantas untuk di perjuangkan? Entahlah tapi rasa kecewanya terhadap Leon begitu besar, karena dengan mudanya mulut lelaki itu mengatakan akan melepaskannya setelah merampas kehormatannya sebagai wanita.

Hal ini yang membuat Ivanka mengurung diri dan tidak berbicara sepatah katapun dengan Adrian.

Adrian sendiri melihat mood Ivanka yang kurang baik memilih untuk diam dan menunggu sampai gadis itu ingin bercerita sendiri kepadanya.

Ivanka sibuk di depan kompor untuk membuat nasi goreng untuknya dan Adrian pagi ini, sedangkan lelaki itu berinsiatif membantu dengan menyiapkan piring dan peralatan makan yang lain di meja makan sebelum mereka berdua bersiap untuk menjalankan aktivitas masing-masing.

Setelah mengaduk-aduk nasi yang sudah di bumbui di dalam kuali dengan spatula, Ivanka siap menyajikannya di atas piring untuk mereka berdua.

"Apakah kamu ada jadwal kuliah hari ini cinta?" tanya Adrian pada Ivanka saat mereka tengah menyantap sarapan.

"Iya, setelah ini aku akan bersiap-siap. Kalau kakak buru-buru aku bisa berangkat sendiri," jawab Ivanka sambil menyuapkan nasi goreng di dalam mulutnya.

"Tidak aku akan mengantarmu ke kampus dan nanti pulang aku akan meminta sopir kantor untuk menjemputmu kembali cinta," ucap Adrian.

"Kak, aku bisa pulang sendiri karena aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa jaga diriku dengan baik, kakak tidak perlu terlalu mengkhawatirkan aku," sahut Ivanka.

"Jangan membantah cinta, aku lakukan ini untuk kebaikan kamu. Aku hanya ingin menjagamu dan memberi rasa aman buat kamu. Aku tidak ingin lelaki breng*sek itu mengganggu kamu lagi," kata Adrian dengan sedikit penekanan.

"Dia tidak akan mengganggu aku lagi dan ia sudah berjanji untuk melepaskan aku," ucap Ivanka dengan wajah sedihnya.

Adrian senang mendengar hal ini jika Leon benar-benar berniat meninggalkan Ivanka, harapan dan peluang untuk dirinya memiliki gadis itu semakin terbuka.

Namun Adrian melihat gurat-gurat kekecewaan Ivanka ketika mengatakan Leon akan melepaskannya.

Sebesar apakah cinta Ivanka pada Leon? Membuat Adrian ingin segera mengetahuinya.

"Apakah kamu sedih mendengar ia akan melepaskanmu cinta? Apakah kamu begitu mencintainya? Sebesar apakah perasaanmu kepada lelaki baji*ngan seperti Leon Maleva?" tanya Adrian sambil menatap wajah Ivanka.

Adrian ingin sekali mendengar jawaban yang sebenarnya dari mulut seorang Ivanka.

Ivanka menarik napasnya dalam-dalam dan melepaskannya dengan perlahan lalu menjawab semua pertanyaan Adrian.

"Jujur aku sangat kecewa ketika perkataan itu keluar dari mulut Leon kalau ia akan melepaskan aku jika aku memintanya. Padahal aku mengharapkan ia memperjuangkan cintanya lebih besar lagi kepadaku kak. Semakin aku menjauhi lelaki itu entah kenapa perasaanku semakin merindukannya, namun aku tidak ingin menjatuhkan harga diriku di depan seorang Leon Maleva yang sudah mengecewakan aku. Entah berapa lama perasaan ini akan bersemayam di hatiku, yang jelas antara rasa benci aku pada Leon sama besarnya dengan rasa cintaku untuknya," Ivanka berusaha mengungkapkan perasaannya dengan jujur di hadapan Adrian.

Adrian kaget, sedih dan kecewa seketika mendengar pernyataan Ivanka barusan kepadanya.

Ia tidak menyangka sama sekali kalau gadis itu ternyata masih menyimpan cinta yang sangat besar kepada Leon.

Adrian merasakan perih di hatinya harapannya terasa pupus sudah, ternyata Ivanka tidak mempunyai sedikitpun rasa cinta yang tersisa untuk dirinya saat ini.

Adrian hanya menelan ludah mendengar kata demi kata dari wanita yang di cintainya, ia harus menerima kenyataan pahit kalau hati Ivanka saat ini hanya milik Leon.

Seberapa besar pun Leon mengecewakan dan menyakiti hatinya, tetapi tidak memudarkan rasa cinta yang Ivanka simpan untuk lelaki breng*sek yang sudah menodainya.

Adrian berusaha tetap bersikap tenang walaupun hatinya sebenarnya saat ini sedang hancur.

"Bersiaplah cinta kita akan berangkat bersama setelah ini," ucap Adrian sambil bangun dari tempat duduknya dan berlalu pergi ke kamarnya.

Sedangkan Ivanka sementara masih membersihkan peralatan makan mereka, baru setelah itu kembali ke kamarnya bersiap-siap ke kampus untuk mengikuti kuliahnya.

Adrian mengantar Ivanka ke kampus namun pria itu pagi ini tidak banyak berbicara sepanjang perjalanan.

Sampai di depan kampus ia menurunkan Ivanka dan langsung berlalu pergi, sedang orang suruhan Leon tidak pernah berhenti mengikuti segala aktivitas gadis itu.

Leon sendiri setiap pagi menunggu di depan kampus ia hanya ingin wajah cantik itu turun dari mobil dan masuk ke dalam kampus.

Leon pandai dalam berbisnis tetapi di dalam menaklukkan hati wanita seperti ia masih harus banyak berguru lagi, karena sikapnya kurang romantis dan terkesan kurang pandai menyelami hati wanita dan cenderung kaku.

Leon benar-benar menepati janjinya untuk melepaskan Ivanka dan tidak ingin mengganggunya lagi, sekalipun perasaannya sangat tersiksa dan rasa rindu sangat bergelora dalam hatinya.

*****

Dua bulan berlalu begitu saja hari-hari Leon setiap pagi ia pergi ke kampus Ivanka untuk melihat wajah wanitanya.

Ivanka tidak bisa lepas dari ingatannya walaupun kebersamaan mereka sebenarnya belum cukup lama, tetapi perasaan Leon seakan ingin selalu dekat dengan gadis itu.

Sedangkan Ivanka semakin larut dengan rasa kecewanya karena pikirnya Leon sama sekali sudah tidak mempedulikan dia lagi.

"Bisa-bisanya lelaki itu dengan mudahnya melupakan dirinya, padahal Leon pernah mengucapkan cinta padanya. Cinta seperti apa seperti ini?" pikirnya sambil berbicara sendiri dalam hati.

Tidak pernah sekalipun ia melihat dan mendengar Leon mencari dirinya dan berusaha menemuinya.

Karena Ivanka sendiri tidak mengetahui sebenarnya setiap hari Leon mengirim orang untuk mengawasinya dan lelaki itu setiap pagi selalu menunggunya di depan kampus.

Cinta dua manusia yang di makan ego untuk menutupi perasaan masing-masing, mereka berdua tersiksa karena cinta yang di pendam di dalam hati masing-masing tanpa berani jujur mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya.

Di dalam kebencian ada cinta yang cukup besar dan mereka tutupi.

Adrian adalah lelaki yang paling menyedihkan cintanya bertepuk sebelah tangan, padahal cintanya kepada Ivanka sangat besar sama besarnya seperti dulu saat mereka bersama.

Namun apa daya cinta Ivanka sekarang bukan untuk dirinya lagi.

Hari ini Adrian di minta untuk datang ke rumah orang tuanya, ia sendiri tidak mengerti untuk apa mamanya meminta ia datang ke rumah utama keluarga mereka.

Seperti ada sesuatu yang sangat penting yang akan di sampaikan sampai mamanya begitu mewanti-wanti dirinya untuk datang.

"Adrian jangan lupa kamu harus datang ke rumah mama karena ada kejutan yang sudah kami siapkan untuk kamu. Mama tunggu tidak boleh bilang tidak, ingat pesan mama," ucap mamanya sedikit memaksa.

"Iya nanti Adrian pasti datang," jawab Adrian dari sambungan telepon sambil mengernyitkan keningnya ia tidak mengerti maksud mamanya.

Setelah menutup telepon Adrian berpikir sejenak kenapa mamanya meminta ia mendadak untuk pulang ke rumah mereka.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa buat like, komen, vote setelah membaca, dengan cara itu kamu sudah membuat penulis bersemangat untuk cepat up ... happy reading.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!