NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Ciuman pertama

Flora benar-benar asyik dengan dunianya sendiri saat

membersihkan kamar Reva. Ia tidak menyadari dinginnya AC di kamar itu dan juga

penghuninya yang masih betah di bawah selimut sedang menatapnya. Gadis itu baru

sadar setelah headset-nya tersangkut di kursi yang biasa diduduki Reva saat

bermain game.

Awalnya Flora ingin menyapa Reva dengan santai,

tapi ia teringat statusnya yang cuma pembantu di rumah itu. Flora hanya

tersenyum sekilas sambil sedikit membungkuk pada Reva. Tubuhnya terasa

merinding saat ia melakukan itu.

“Flo, kamu kenapa?”tanya Reva heran dengan

perubahan sikap Flora.

“Tidak apa-apa, tuan Reva. Aku keluar dulu.”saut

Flora buru-buru keluar dari kamar itu.

Reva hampir mengejar Flora keluar dari kamarnya,

tapi bunyi ponsel Flora yang terjatuh di atas kursi, menghentikan langkah Reva.

Pria itu mengambil ponsel Flora, ia melihat chat dari Sandra.

“Flo, sorry banget tadi mamaku emang keterlaluan

ngatain kamu gitu. Harusnya mamaku bisa menghargai pekerjaanmu. Pembantu di

rumahku juga kadang diperlakukan nggak baik, Flo. Sekali lagi aku minta maaf

ya. Tolong jangan jauhin aku ya. Kita tetep teman baik kan?”ketik Sandra dengan

emoji mewek yang banyak sekali.

Reva menyusul Flora setelah mengetahui masalah yang

dialami gadis pujaannya itu. Flora ada di lantai bawah, sedang membersihkan

debu di atas meja sofa. Reva mendekat sambil tersenyum melihat Flora tidak

bersemangat seperti biasanya.

“Flora!!!”teriak Reva kencang di belakang Flora.

Flora terperanjat kaget, ia menoleh horor menatap

Reva yang cengar-cengir nggak jelas.

“Apa!!”bentak Flora. Sesaat kemudian ia terdiam

lalu menunduk meminta maaf pada Reva.

“Cuma gara-gara ini bisa buat Flora yang galak,

jadi nurut gini ya.”kata Reva sambil memberikan ponsel Flora kembali ke tangan

Flora.

Flora menerima ponselnya dengan bingung, tapi

otaknya sedang malas mikir. Ia kembali mengambil lap lalu mengelap meja lagi. Reva

menarik tangan Flora, memeluk pinggang gadis itu sambil mendekatkan wajah

mereka.

“Flo, kamu kenapa galau gini? Apa karena ciuman

kita yang gagal semalam?”bisik Reva menatap tajam mata Flora.

Flora mencoba mendorong Reva, ia merasa tidak

nyaman dipeluk seperti itu. Flora juga tidak menanggapi kata-kata Reva yang

mengungkit masalah ciuman yang gagal semalam. Ia hanya ingin menyelesaikan

pekerjaannya dan beristirahat.

Reva menghantamkan kepalanya ke kepala Flora sampai

gadis itu meringis memukuli lengannya.

“Addoowww!!! Sakitt!!! Kamu udah gila ya!!”bentak

Flora memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.

“Cepatan ganti baju. Ikut aku.”perintah Reva.

“Kema... hiiii!!! Kenapa kamu nggak pake baju?!!!!”jerit

Flora yang baru menyadari kalau Reva cuma pakai boxer. Flora mulai memberontak

mendorong-dorong tubuh Reva.

“Jangan gerak-gerak. Nanti dia bangun.”kata Reva

masih memeluk pinggang Flora.

Flora langsung berhenti bergerak, ia menanyakan

siapa yang dimaksud Reva. Dan saat pria itu melihat ke bawah tubuhnya, Flora

refleks melayangkan tangannya ke pipi Reva. Plak! Rasa panas sedikit menyengat

membuat Reva memegangi pipinya.

*****

Disaat yang bersamaan di rumah Riri, Rava juga

memegangi pipinya yang barusan di tampar Devina. Gadis itu menghentakkan

kakinya dengan kesal lalu pergi meninggalkan Rava bengong sendirian.

“Aku salah lagi ya.”gumam Rava mengelus pipinya.

Tadi saat Rava bertemu dengan Devina, ia mencoba

bicara baik-baik. Mia mengatakan pada Rava untuk meminta maaf pada Devina. Jadi

hubungan mereka bisa kembali membaik. Tapi saat Rava berusaha meminta maaf, ia

malah kena tampar Devina.

Rava berjalan gontai kembali ke tempat Mia duduk

bersama putra kedua Riri, Michaelangelo. Mia bengong melihat pipi Rava memerah

berbentuk telapak tangan.

“Kamu kenapa, Va? Itu pipi kamu kok merah gitu?”tanya

Mia.

“Rava ditampar Devina, mah.”saut Rava lesu.

“Hah?! Kok bisa?”tanya Mia bingung. “Kamu gimana

minta maafnya, sih?”

Rava hampir cerita tapi ia melirik Michaelangelo

yang menatapnya kepo. Mia yang melihat arah pandangan Rava, meminta

Michaelangelo pindah ke dekat Riri. Bocah laki-laki itu mengeluh malas pindah

tapi beranjak juga karena takut melihat Rava meliriknya tajam.

Rava menceritakan kalau ia tadi sudah meminta maaf karena

mencium Devina saat mereka kecil dulu. Devina yang masih kesal, memarahi Rava

dan mengatakan kalau ciuman itu adalah ciuman pertamanya. Rava yang memang

cepat sekali terpancing emosinya kalau sudah menyangkut Devina,  mengatakan kalau itu juga ciuman pertamanya.

Devina tidak akan memaafkan Rava sebelum pria itu

mengembalikan ciuman pertamanya. Galau, emosi, kesal, tanpa pikir panjang, Rava

langsung memegang tengkuk Devina dan menciumnya lagi seperti saat ia kecil

dulu.

“Apa??!!”pekik Mia kaget.

“Iya, mah. Aku cium aja lagi. Kan disuruh ngembaliin

tuch. Ya, aku cium lagi. Habis gimana caranya?”tanya Rava dengan bloonnya.

Mia menepuk jidatnya, ia menatap Rava lagi lalu

menjewer telinga putranya itu. “Addoww!!! Sakit, mah. Ampun!”jerit Rava. Mia

juga mencubiti Rava sampai melungker di lantai.

“Cepetan bangun! Ikut mama.”kata Mia masih menjewer

telinga Rava. Mia bertanya pada Lili tentang keberadaan Devina dan Lili

mengatakan kalau putrinya sedang menangis di kamarnya di bawah tangga.

Mia menyeret Rava sampai ke depan pintu kamar

Devina, ia mengetuk pintu sebentar lalu membuka pintunya.

“Devina, oma boleh masuk?”tanya Mia. Devina menoleh

dengan mata sembab habis menangis, ia mengangguk. Mia menarik Rava berdiri di

depan Devina. “Devina, oma minta maaf ya atas kenakalan Rava. Nich, udah oma

jewer.”kata Mia sambil menjewer Rava lagi.

Devina tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat

ekspresi kesakitan Rava.

“Maaf.”ucap Rava sambil meringis. Sudah cukup ia

jadi bulan-bulanan mamanya karena Devina.

Devina mengangguk, tersenyum malu pada Rava yang

juga tersenyum melihat senyuman Devina.

”Cantik juga kalo senyum gitu. Eh, aku mikir apa

sich.”

“Sudah ya. Kalian sudah baikan. Mama keluar dulu.”kata

Mia meninggalkan mereka berdua di kamar itu. Keduanya saling pandang tanpa tahu

harus bicara apa.

“Gimana kuliahmu?”tanya Rava memutuskan

kecanggungan diantara mereka.

“Baik. Bulan depan aku wisuda.”saut Devina.

Rava mengangguk-angguk. Ia melirik Devina lagi,

menatap bibirnya lebih tepatnya.

“Tadi manis juga. Rasa stawberry?”tanya Rava.

Devina berpikir sejenak sebelum bangkit dan

menimpuk Rava dengan bantal yang ada di dekatnya. Rava nyengir lebar melihat reaksi

Devina yang malu karena Rava mengungkit tentang ciuman mereka tadi.

“Nggak usah di bahas dech. Nyebelin banget!”gerutu

Devina.

Wajahnya merona merah dan dihatinya terasa sesak

penuh dengan bunga-bunga. Devina tidak bisa membohongi dirinya kalau pria di

depannya itu sudah menawan hatinya sejak Rava mencuri ciuman pertamanya.

Rava yang masih memegang bantal yang dipegang

Devina, balas melempar bantal itu tepat mengenai wajah Devina yang sedang

berbunga-bunga.

“Lo mikir jorok ya. Ampe merah gitu mukanya.”tuduh

Rava.

“Rava!”jerit Devina sambil mengejar pria itu keluar

dari kamarnya.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

Visual Rava

Visual Devina

Visual Michaelangelo

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!