Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Begitulah hidup,
Punya porsi rasa khas di setiap kejadiannya, Menangis tak melulu tentang rasa sedih
Tertawa tak melulu tentang rasa bahagia, nikmati saja takdirnya...
✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰
Hari sudah berganti malam kini zea sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam, setelah selesai dengan kegiatan memasaknya zea segera menghidangkan semua makanan yang telah di masaknya tadi.
"Ma,, semuanya sudah siap ayo kita makan malam." ucap zea dengan semangat, pandangannya meneliti ke arah makanan yang telah di hidangkan.
Mama rini mengulas senyum ketika melihat Putri kesayangannya kembali bersemangat.
"Nak apa kamu melupakan suami mu." Ucap mama rini.
Sontak zea menepuk jidatnya, kenapa bisa lupa kalau sekarang dia sudah memiliki suami. zea melihat ke arah mama rini dengan cengengesan.
"Zea akan memanggil kak alvaro dulu ya ma." Sahutnya lalu pergi menuju lantai atas.
Sesampainya di depan pintu kamarnya zea menghentikan langkahnya ragu ragu ia ingin masuk memanggil alvaro untuk makan malam bersama.
Lama ia bergelut dengan pikirannya akhirnya memutuskan untuk masuk dan memanggil alvaro untuk sarapan.
Ketika zea membuka pintu kamar di lihatnya alvaro sedang sibuk dengan leptopnya, zea memberanikan diri untuk mengeluarkan suara.
"Kak, makan malam sudah siap sebaiknya kita turun untuk makan malam bersama." Ucap zea dengan rasa gugup.
Alvaro sama sekali tidak menanggapi perkataan zea, dia segera mematikan leptopnya lalu mengambil ponsel dan merogoh kunci mobilnya, kemudian beranjak dari duduknya.
"Aku ada urusan penting, aku akan makan malam di luar saja." ucap alvaro sambil berlalu meninggalkan zea.
Zea hanya mematung di tempatnya, memandang alvaro yang berjalan membelakanginya berlalu pergi. sekilas zea menggelengkan kepalanya kala meratapi nasibnya kedepan.
Akankah terus seperti ini setiap harinya?, alvaro sangat bersikap dingin terhadapnya. pikir zea
Zea segera tersadar ketika mengingat mama rini yang sudah menunggunya di bawah untuk makan malam, kemudian dia segera turun
Mama rini melihat zea menghampiri meja makan tanpa di temani suaminya.
"Kemana suami mu apa dia tidak ikut makan malam bersama." Tanya mama rini.
"Ka alvaro ada urusan mendadak ma, katanya urusan kantor jadi dia buru buru pergi tadi setelah mendapatkan telpon dari sekretaris pribadinya." ucap zea sedikit berbohong, agar mama rini tidak merasa kecewa jika dia tau yang sebenarnya.
"Baiklah, kita makan berdua saja kalau begitu." Sahut mama rini.
Akhirnya menyantap makan malam hanya berdua saja seperti biasanya tanpa kehadiran alvaro.
"Sayang apa kamu bahagia dengan pernikahanmu ini.?" Pertanyaan mama rini sontak membuat zea tersedak.
Mama rini segera menyodorkan air minum yang ada di hadapannya.
"Kenapa mama bertanya seperti itu, apa zea terlihat tidak bahagia.?" Jawab zea, setelah selesai meneguk air yang di berikan oleh mama rini tadi.
"Zea sangat bahagia, mama tidak usah khawatirkan zea, yang terpenting sekarang mama harus kembali sembuh seperti biasa agar bisa kembali berjalan dan tidak menggunakan kursi roda lagi." ucap zea lagi.
Mama rini hanya tersenyum menanggapi ucapan zea.
Tidak membutuhkan waktu lama zea dam mama rini sudah menyelesaikan makan malamnya, kemudian zea beranjak untuk membereskan piring kotor dan mencucinya di wastafel.
Mama rini masih duduk memandangi anaknya yang sedang sibuk membereskan dapur.
"Ma.. zea sudah selesai sekarang zea akan mengantarkan mama ke kamar mama ya." ucap zea sambil mendorong kursi roda yang mama rini gunakan.
Keduanya telah sampai di kamar dan zea segera membantu mama rini untuk mendudukannya di atas tempat tidur.
"Ma apa boleh zea tinggal bersama alvaro.? apa mama tidak apa apa jika tinggal di sini tanpa zea.? tanya zea yang ingin mendapatkn pendapat ibunya.
Mama rini berusaha menampilkan senyumannya meski hatinya sangat berat mengijinkan zea untuk tinggal terpisah darinya.
"Asal kamu bahagia, mama juga ikut bahagia nak, jika kamu memiliki masalah bersama suami mu, selesaikan lah dengan cara baik baik, mama berharap kalian akan hidup bahagia hingga menua kelak, mama akan berdo'a di setiap sujud mama untuk kebahagianmu nak, mama tidak akan pernah lupa akan hal itu.. meski kamu tidak lahir dari rahim mama, tapi kamu adalah malaikat kecil mama yang sudah menjadi bagian dari hidup mama dan ayah sejak kamu hadir mengisi hari hari keluarga kecil kami, karena itu mama tidak mau melihatmu hidup kesulitan nak, mama akan terus berdoa untuk kebaikanmu." Mama rini berbicara dengan isak tangis yang tidak bisa di bendung lagi.
Mendengar penuturan mama rini zea langsung menghambur ke memeluknya dengan erat, air matanya tidak bisa ia bendung lagi.
keduanya menangis tersedu meluapkan kesedihannya.
"Aku akan menjenguk mama setiap harinya.. zea janji ma." ucap zea di sela sela tangisnya.
Beberapa saat setelah saling menumpahkan kesedihan dan keduanya sudah merasa tenang, zea meminta ijin untuk kembali ke kamarnya.
setelah sampai di kamarnya zea duduk di tepi tempat tidur berniat untuk menunggu alvaro pulang.
********
Setelah meninggalkan kediaman zea beberapa jam lalu, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan alvaro kini berada di sebuah club malam, meneguk minuman ber alkohol. roy juga ikut bersamanya karena sebelumnya alvaro sudah menghubunginya tadi untuk menemaninya minum.
Roy tau jika majikannya sekarang pikiranya sedang kacau, dan sebisa mungkin mengontrol jika alvaro tidak boleh sampai mabuk.
"Tuan sebaiknya kita pulang saja, nona zea pasti menunggumu di rumah. dan jangan sampai ibu mertuamu tau kalau tuan hanya menikahi anaknya sekedar mempermainkannya." Roy berkata seraya menahan gelas yang akan di teguk oleh alvaro.
Sontak alvaro menghentikan kegiatan minumnya, dan segera beranjak dari duduknya. untung saja dia tidak lepas kendali dan sampai mabuk, besok dia akan menyeret zea untuk tinggal di kediamannya.
Alvaro beranjak dari duduknya setelah menyuruh roy untuk membayar tagihan minuman yang sudah di habiskan.
"Aku akan pulang, besok aku akan ke perusahaan untuk mengontrol keadaan perusahaan." ucap alvaro pada roy sambil berlalu meninggalnya club itu.
Alvaro merogoh kunci mobil dari saku celananya lalu menghampiri mobilnya yang terparkir di depan club tersebut.
Setelah duduk di bangku kemudi alvaro segera melajukan mobilnya menuju kediaman zea.
tidak membutuhkan waktu lama alvaro sudah sampai di kediaman zea.
Zea yang sejak tadi menunggu alvaro pulang tidak sengaja dia telah tertidur di atas tempat tidur miliknya.
Alvaro masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar zea, ketika sampai di depan pintu kamar zea, alvaro perlahan membuka pintu dan segera masuk pandangannya tertuju pada zea yang sudah terbaring dengan nyenyak.
"Malam ini kamu masih bisa bebas tertidur tanpa menungguku pulang, besok tunggulah penderitaanmu yang sesungguhnya. aku tidak akan membiarkanmu hidup nyaman sampai aku bosan melihat penderitaan keluargamu." Gumam alvaro dengan raut wajah yang menyeringai sinis.
Lalu dia membaringkan tubuhnya di atas sofa yang berada di kamar zea. karena tidak ingin tidur bersama zea.
★
★
★
★
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca kelanjutannya, jangan bosan ya kak dan jangan lupa tekan like sebelum nect ke episode selanjutnya beri vote se ikhlasnya juga agar autjor semangat menulisnya 😊🙏🙏