NovelToon NovelToon
Aaliyah: Siapa Yang Kau Cinta?

Aaliyah: Siapa Yang Kau Cinta?

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.

Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.

Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.

Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?

Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?

atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?

Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Tiga Perempuan

HADI

Bunda Rini sudah berpamitan untuk pulang. Berarti aku tidak bisa melihat Aaliyah lagi, padahal aku rindu sekali melihat wajahnya. Ia keluar tanpa menutup pintu, hanya tertutup setengah. Clarissa kemudian mengobati luka-luka lecet dan lebamku.

Dari balik pintu tiba-tiba muncul dua perempuan, Fitri dan Aaliyah. Ya Tuhan, mengapa engkau mengumpulkan ketiganya di kamar ini. Clarissa tidak menyenangi Fitri, Aaliyah juga sepertinya kurang nyaman dengan Clarissa. Dan Fitri tahu aku pernah melamar Aaliyah dan ditolak. Mimpi apa aku semalam.

Fitri tersenyum padaku, dan Aaliyah, iya Aaliyah, penampilannya berbeda sekali dari biasanya. Ia sangat anggun malam ini. Rambut bergelombang yang biasanya ia urai, disanggul seperti pramugari meskipun tidak begitu rapi. Ia memakai rok ketat selutut dan kaos ketat lengan panjang yang menutupi lehernya entah apa nama pakaiannya. Ia terlihat lebih dewasa dan feminim. Dan senyum dari bibirnya yang sensual mengembang menatapku. Aku ingin **********. Otakku mesum.

Aku mempersilahkan mereka masuk.

Sikap Clarissa melihat Fitri berubah drastis. Ia menunjukkan muka yang dingin dan mengoleskan obat dengan kasar ke lukaku membuat aku meringis. Fitri tertawa melihatku dan Aaliyah menahan tawanya.

"Hadi, bagaimana kondisimu? nekat banget sih kamu lakukan itu?" Fitri bertanya dan duduk di sisi kanan tempat tidur.

Clarissa di sisi kiri, Aaliyah tetap berdiri di depanku.

"Cuman lecet lecet sama lebam begini kok, aku nggak apa-apa" kataku sambil menunjukkan beberapa goresan dan lebam di badanku. Aku tidak memakai baju, hanya celana pendek sehingga luka-luka ku dapat terlihat.

"Orang mau mati kamu bertaruh nyawa untuknya." Seperti yang lain Fitri juga menyesalkan tindakanku.

"Atas dasar kemanusiaan, ia masih muda. Dan saat itu aku yakin mampu menyelamatkannya. Kalau aku tidak yakin tidak mungkin aku melompat ke sungai," kataku sok diplomatis.

"Duduk Al," aku mempersilahkan Aaliyah duduk yang dari tadi berdiri.

Aaliyah duduk di depanku, Clarissa malah berdiri

"Sudah selesai, aku pulang."

Tanpa basa-basi dengan Fitri dan Aaliyah Clarissa menyambar tasnya dan melangkah keluar dari kamar.

Melihat sikapnya yang kurang sopan, darahku mendidih.

"Rissa, jangan pulang dulu!" kataku tegas.

Sikapnya yang kurang sopan membuatku marah, sepertinya aku harus menasehatinya meskipun usianya satu tahun lebih tua dari aku.

"Baiklah aku tunggu di luar," kata Rissa tanpa menoleh sambil meninggalkan kamar.

Aku minta maaf pada Fitri atas sikap Clarissa.

"Ya sudah, nggak apa-apa, dari dulu kan juga Rissa selalu begitu kalau ada saya. Kamu jangan marah padanya." kata Fitri sangat dewasa sesuai usianya.

"Kalian sudah kenal ya?" tanyaku pada mereka.

"Iya kami sudah kenalan di bawah" Fitri menjawab sambil tertawa, aku tahu ia mengolokku karena lamaranku ditolak Aaliyah.

Aaliyah senyum-senyum saja.

"Aaliyah sudah punya pacar ya? atau Hadi kurang keren ya? kok lamarannya ditolak?" Fitri bertanya kepada Aaliyah.

Aaliyah tersenyum meskipun mukanya memerah. Aku menunggu jawaban Aaliyah.

"Aaliyah belum punya pacar tante, Mas Hadi yang sudah punya, kok melamar Aaliyah" kalimat itu muncul dari bibir Aaliyah sambil melirikku.

Spontan Fitri tertawa mendengar kata Aaliyah yang polos.

"Tapi kalian serasi loh, serius" ujar Fitri. Muka Aaliyah lagi-lagi merona. Aku cuman senyum-senyum memperhatikan wajah Aaliyah yang jadi malu. Bila benar Clarissa masih ada di luar, mudah-mudahan ia tidak mendengar percakapan kami.

Fitri berbalik membelakangiku dan mengobrol dengan Aaliyah. Mungkin ia sudah lupa dengan tujuan kedatangannya untuk membesukku. Ia bertanya banyak hal pada Aaliyah. Tapi aku malah senang, dengan leluasa bisa kupandangi wajah Aaliyah. Kuperbaiki posisi duduk dan sandaranku pada tempat tidur.

Ibu datang membawa teh dan sekotak kue untuk menjamu Fitri dan Aaliyah, entah kue apa isinya.

"Tuh Hadi kemarin mbak fit, hampir buat pingsan ibu di jembatan" kata Ibu ke Fitri selalu menyesalkan tindakanku.

Tiba-tiba Aaliyah nyeloteh sambil menatapku "Mas Hadi sih, nggak bisa lihat gadis cantik, biar terjun ke sungai diikutin."

Kontan semua tertawa dengan omongan Aaliyah. Aku gemas melihatnya.

"Hadi sudah terlatih di pendidikan polisinya untuk hal-hal seperti itu bu, lihat sendiri kan, dia jagoan" Fitri membelaku padahal tadi ikut menyesalkan tindakanku.

"Mas Hadi, seandainya yang ingin bunuh diri kemarin laki-laki gendut, Mas Hadi mau nolongin nggak?" Aaliyah kembali bertanya menggodaku membuatku semakin gemas.

Aku ingin menciummu Aaliyah, seandainya tidak ada Fitri dan Ibu di kamar ini sudah kuhabiskan kamu batinku berkata sambil menahan gemasku.

"Kalau terjun ke sungai sudah pasti, siapapun itu mau perempuan ataupun laki-laki. Tapi kalau laki-laki gendut selamatnya belum pasti. Kemarin gadis kurus saja setengah mati membawanya melawan arus. Setiap saat terus meronta. Mungkin seandainya ia tidak terus meronta kami tidak perlu terbawa arus selama itu. Oh iya aku belum pernah ketemu lagi anak itu di Rumah Sakit" kataku.

"Oh iya tadi orang tuanya kemari, berterima kasih sudah nolongin anaknya waktu Hadi tidur tadi" sahut Ibu.

Ibu kemudian berpamitan kebawah untuk menemani Bunda Rini.

Tidak lama kemudian Fitri juga berpamitan.

"Sudah malam Hadi, Clarissa juga sudah lama tuh nunggu aku pulang di luar, aku pulang dulu ya. Cepat sembuh." Fitri menyalami tanganku.

"Terimakasih Mbak" kataku pada Fitri. Bila ada orang lain aku panggil Mbak. Tapi bila kami berdua saja aku hanya memanggil namanya. Rupanya Aaliyah juga ikut berdiri dan berpamitan.

"Aaliyah bisa tinggal sebentar ada yang ingin Mas Hadi bicarakan" Aku melarang Aaliyah keluar kamar.

Tapi Aaliyah bergelayut manja pada tangan Fitri seolah minta perlindungan.

"Nggak mau, nanti dokter Clarissa marah ke Aaliyah, Aaliyah ikut tante fitri pulang" kata Aaliyah.

Fitri terbahak-bahak mendengar Aaliyah bicara dan kembali mengolokku.

"Yang sabar Hadi, Aaliyah bukan Clarissa" kata Fitri.

Entah apa maksudnya membandingkan Aaliyah dan Clarissa.

"Aaliyah pulang Mas Hadi, Assaalamualaikum," hanya itu kata Aaliyah tanpa menyalamiku ia ikut Fitri keluar dari kamarku.

Sikapnya membuat aku semakin menggebu. Ada sesuatu hal yang terpendam yang harus segera aku lepaskan. Dan hanya pada Aaliyah.

Setelah Fitri dan Aaliyah pulang, Clarissa masuk ke kamar.

"Rissa bisa nggak sikap kamu lebih sopan sedikit pada tamuku, kamukan sudah dewasa. Kalau kamu nggak bisa menghargai tamuku, sama juga kamu tidak menghargai aku," aku menatapnya tajam.

"Kamu yang nggak hargai aku, sudah tahu aku nggak senang sama Fitri kamu malah bermanis-manis sama dia, sementara kamu menggertak aku di depannya" suaranya mulai meninggi.

"Apa sih yang membuat sikap kamu begitu banget sama Fitri?"

"Karena kamu selingkuh dengannya. Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan di belakangku? Ngapain kalian pergi makan berduaan, ngapain kamu masuk hotel sama Fitri, aku tahu semua Hadi. Apa kamu pikir aku bisa terus bersabar dengan kelakuanmu kepadaku?" ia berkata dengan berapi-api dan mulai menangis.

"Aku kan sudah bilang, aku punya urusan bisnis dengan Fitri. Kalau aku bertemu dengannya hanya membahas urusan bisnis. Kamu kan sudah tahu, siapa yang membantu modal minimarketku" Aku berusaha menahan emosiku.

"Oh jadi karena bantuan modal itu kamu harus setiap saat berdua-duaan dengan Fitri. Berapa sih utang kamu, biar aku yang lunasin," katanya menyombongkan dirinya.

Emosikupun meledak merasa direndahkan oleh Clarissa. Aku berdiri dari tempat tidur dan menghampirinya. Kucengkeram lengannya dan kutatap tajam matanya.

"Dengar baik-baik Clarissa, aku memilihmu jadi pasanganku bukan karena aku ingin hartamu. Apakah pernah selama kita berhubungan aku meminta uang atau materimu? kalau aku suka materimu aku tidak akan melarangmu buka praktik. Apa yang aku lakukan semua ini untuk kamu juga pada akhirnya, karena kamu anak orang kaya, tidak biasa hidup susah, gaji seorang polisi tidak akan cukup untuk kamu. Aku sadar kebutuhan hidup kamu tinggi tidak seperti wanita lain. Makanya aku berusaha dapat penghasilan lain, karena kewajibanku nanti mencukupi kebutuhanmu kalau kamu jadi istriku. Orang tuaku tidak kaya seperti orang tuamu, kalau aku mau buka usaha aku nggak bisa minta modal pada mereka. Aku harus ngutang, dan Fitri sudah membantu modal tanpa bunga padaku. Fitri sangat membantu aku, kamu malah cemburu dan membencinya."

"Fitri lagi Fitri lagi, aku alergi mendengarnya. Sekarang kamu pilih saja, aku atau Fitri. Jangan pernah menemuiku kalau kamu masih punya hubungan dengan Fitri. Biarpun sekedar hubungan bisnis." kata Fitri sambil menangis kemudian meninggalkan kamarku.

Aku membiarkannya pergi tidak mencegahnya karena emosiku masih tinggi. Aku yakin, nanti ia akan datang kembali juga, dan itu sudah sering terjadi.

Ibu tiba-tiba muncul di kamar "Hadi, ada apa dengan Clarissa? tadi ia menagis dan berlari keluar rumah tanpa pamit. Ayah jadi tersinggung dengannya."

"Kami bertengkar tadi bu"

"Karena Aaliyah ya?" tanya ibu.

"Bukan bu, Rissa tidak tahu perihal Aaliyah. Ada masalah lain."

Keesokan harinya Clarissa tidak muncul lagi mengobati lukaku. Sebaiknya memang begitu. Aku masih kesal padanya.

1
Dinda Gusti
laki2 klo d tolak mlah merasa tertantang unt menakhlukan,tp prcyalah d dunia nyata laki2 yg gila perempuan kbanyakn wlau sdh menikah ttp main prempuan
Rusma Yulida
keliatankn brengsekmu hadiiiiii
Rusma Yulida
saat bermasalh skidipapap dgn klarisa
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
Rusma Yulida
terlalu egois jdi lki2 berasa raja
Rusma Yulida
lki gini masih aja di harapkn aliya ,doa ngersa ganteng pngkt dan bosa dapetin wanita dmm aja anjinggggg bnget🤣🤣🤣🙏
Rusma Yulida
hamil clarisa
Rusma Yulida
kasian jdi aliyah
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget
Ira Suryadi
Luar Biasa
Jong Nyuk Tjen
akhirnya selesai jg aku bacany utk yg ke 2 kali. Terimakasih thor utk novel2 ny yg bagus2 tp aku lbh memilih reuni sebagai yg teratas krn bimasena bkn main gentle ny sebagai laki2. Salam sehat sejahtera n bahagia selalu bersama keluarga tercinta
Jong Nyuk Tjen
gila ya s clarissa , ud mw nikah aja msh mw ketemuan am hadi d hotel ? psti msh mw merasakan permainan ranjang ny s hadi yg bikin s clarissa ketagihan terus smpe jd pny anak
Jong Nyuk Tjen
s hadi mah emang susah bnget mw hilangkan rasa ke clarissa , ud mw dpt anak lg dr aaliyah tp msh deg deg kan ketemu mantan terindah ny . Kl ud jd sifat seseorang tetap aj sifatnya susah d hilangkan.
Jong Nyuk Tjen
thor ini gmna sih ? kpn s hadi dpt karmany ud nyakitin s aaliyah sedemikian rupa ? D selingkuhin , kdrt yg brutal n ud d talak pula
Jong Nyuk Tjen
hadi lemah iman n gampang bnget on ny , gmna bs msh bilang syng n akan memberi kebahagiaan ke aaliyah kl hyper gitu . Kasian aaliyah kl balik ke hadi , hadi ga kuat nahan nafsu sexny
Jong Nyuk Tjen
sakit kan hatimu hadi aaliyah ud menikah lg . Coba kamu rasakan gmna sakit hatiny aaliya begitu tau kamu menikah lg am clarissa sembunyi2 lg
Jong Nyuk Tjen
jngan drama deh hani , kl aaliya itu begitu berarti d hidup mu , kok kamu bs sih tega2 ny nikah lg am clarissa tnpa setau n seijin aaliya?
Jong Nyuk Tjen
bunder aaliyah , cebur ke sungai yg airny deras
Jong Nyuk Tjen
bimasena no 1 , laki2 sejati kl s hadi laki2 pengecut gila sex , ga cukup am satu istri
Jong Nyuk Tjen
cinta tp berkhianat terus angga
Jong Nyuk Tjen
nah kan inget lg am s clarissa . Gmna mw beres kl msh inget am mantan terindah
Jong Nyuk Tjen
mkny aaliyah kl msh mw sama hadi , kamu itu ky kedelai dungu berbentuk manusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!