Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.
Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.
Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Aku menyerah dengan hubungan ini
Sesuai janji Nathaline kepada Abidzar tadi pagi, siang ini ia akan mentraktir sahabatnya itu untuk makan siang. Abidzar tampak sangat bersemangat hari ini, begitu juga Nathaline yang tampak sangat senang ketika berada di dekat pria itu.
"Bos cantik, aku akan menguras dompetmu siang ini. Kau tidak boleh lari ya, aku akan memesan banyak makanan yang lezat dan mahal," ucap Abidzar, hingga membuat Nathaline memicingkan matanya, menatap tajam pria itu.
"Coba saja jika kau berani, akan aku potong gajimu bulan ini," balas Nathaline sembari menyunggingkan senyum sinis ke arah pria itu.
Mereka terus berdebat, tetapi selalu saja di akhiri dengan gelak tawa dari keduanya. Hubungan mereka sangat dekat, bahkan banyak yang mengatakan jika Abidzar sangat serasi jika bersanding dengan Nathaline sebagai pasangan.
Abidzar terus mengajak Nathaline bercanda di sepanjang perjanan menuju ke restoran favorit mereka berdua.
Kurang lebih memakan waktu tiga puluh menit dari kantor mereka, Nathaline dan Abidzar kini telah tiba di depan restoran tersebut, tepat di tempat parkir.
"Bos cantik, kau masuk saja terlebih dahulu, aku ingin ke toilet sebentar. Kecuali jika kau mau menemani aku, aku tidak keberatan jika kau mengikuti aku hingga ke toilet," ucap Abidzar menggoda Nathaline, tetapi gadis itu hanya menggembungkan pipinya sembari memukul sahabatnya itu.
Nathaline tahu betul bagaimana sifat Abidzar yang selalu saja menggoda dirinya untuk membuat dirinya tersenyum. Meskipun terkadang terkesan sangat konyol dan kekanakan.
"Sudahlah, aku ke toilet dulu ya, rasanya sudah di ujung. Tunggu di tempat duduk kita yang biasanya ya," pekik Abidzar sembari bergegas berlari menuju ke arah toilet yang berada di dekat parkiran tersebut.
Nathaline terkekeh ketika melihat ulah Abidzar yang persis seperti anak-anak. Wanita itu lalu bergegas melangkah pergi dan beranjak dari parkiran tersebut menuju pintu masuk restoran itu.
Seperti yang telah di katakan oleh Abidzar tadi, Nathaline segera menuju ke lantai dua, tempat yang biasa mereka berdua gunakan untuk makan siang.
Sekitar lima belas menit Nathaline menunggu, tetapi Abidzar belum kunjung datang menyusul dirinya. Makanan yang sedari tadi telah di pesan perlahan mulai dingin.
Sementara itu, di tempat Abidzar berada, tampak juga seorang pria dan seorang wanita yang sedari tadi menatap tajam ke arah Abidzar yang tengah berada tepat di meja makan mereka berdua.
"Mengapa kau berada di sini? Kau mengganggu selera makan kami," ucap wanita itu sembari mengelus perutnya yang tampak membesar.
"Bukankah kau pria yang bersama dengan istriku tadi pagi? Apa yang kau lakukan di sini? Jangan bilang jika kau masih mendekati istriku," ucap sang pria yang tidak lain adalah Reyhans.
Abidzar tampak tertawa kecil mendengar perkataan pria itu tadi, di tambah lagi ketika melihat ekspresi wanita hamil yang tengah berada di samping Reyhans. Abidzar kemudian berdiri dan mendekat ke arah Reyhans sembari membisikkan sesuatu.
"Aku bersama Nathaline untuk makan siang hari ini. Aku minta kau segera selesaikan makan siang mu bersama kekasih mu itu, lalu segeralah pergi sejauh mungkin dari sini," ucap Abidzar sembari berbisik di kuping sebelah kiri Reyhans.
Pria itu tampak geram ketika mendengar Abidzar mengatakan hal tersebut.
"Apa hak mu mengusir ku dari sini? Aku ingin menemui Nathaline sekarang juga, dimana dia?" Reyhans berdiri dan hendak pergi dari sana untuk mencari Nathaline.
"Mau apa kau mencari Nathaline? Apa kau ingin melihatnya menangis lagi hari ini? Kau tahu, dia semalaman menangisi dirimu hingga wajahnya membengkak. Mengapa kau sangat egois? Lihat kekasihmu yang tengah hamil ini, apa kau tega meninggalkan dirinya?" bentak Abidzar, seketika menghentikan langkah Reyhans.
"Bukan hak mu, kau tidak berhak untuk mengatur diriku," ucap Reyhans tersenyum sinis ke arah Abidzar. Pria itu kembali melanjutkan langkah kakinya, lalu perlahan menjauh dari Abidzar.
"Sudahlah, lepaskan saja Nathaline! Jika kau tidak bisa membahagiakan dia, aku masih bisa! Kau urus saja wanita simpananmu ini, lalu bebaskan Nathaline dari ikatan pernikahan yang terus membuatnya tersiksa setiap saat!" Abidzar sudah sangat emosi melihat tingkah Reyhans yang sangat angkuh.
Reyhans yang tidak kalah emosi, kembali menghampiri Abidzar, lalu menarik kerah kemeja pria tampan itu, dan hendak melayangkan pukulan tepat di wajahnya.
Namun, Reyhans segera menghentikan tindakannya setelah melihat Nathaline yang sudah berada tepat di depan matanya.
"Lepaskan Abidzar, pak Rey! Apa kau sidah gila? Dasar pria memalukan!" ucap Nathaline sembari menarik tangan Reyhans yang masih mencengkram kerah kemeja Abidzar.
"Sayang, apa yang kau lakukan dengan pria ini disini?" tanya Reyhans, sembari memegangi kedua sisi pundak Nathaline dan hendak memeluk wanita itu.
Plakk!
Sebuah tamparan mendarat di wajah tampan Reyhans, tepat sebelum pria itu hendak memeluk sang istri. Nathaline terlihat naik pitam ketika melihat betapa munafiknya sang suami yang selalu saja ia tangisi setiap malam itu.
"Cih! kau menjijikan pak Rey! Berhenti mamanggil diriku dengan sebutan sayang, aku tidak sudi mendengar kata itu keluar dari mulut busuk mu! Lihat wanita hamil di samping mu itu, kau enggan menyentuh ku lagi, tetapi bisa menghamili wanita lain! benar-benar pria tidak tahu diri, sangat memalukan!" Nathaline sudah kehabisan kesabarannya melihat ulah Reyhans yang semakin menjadi-jadi.
Wanita itu juga tanpa segan lagi, menampar wajah angkuh sang suami di hadapan umum. Hingga membuat semua pengunjung restoran tersebut menoleh ke arah mereka dan berkerumun melihat hal itu.
"Cukup sampai di sini saja hubungan kita Pak! Aku benar-benar tidak sanggup lagi untuk bertahan bersama dengan dirimu!" sambung Nathaline, Reyhans sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
"Nathaline tenangkan dirimu, kita bicarakan hal ini baik-baik di rumah. Ayo pulang bersama diriku dan kita bicarakan dengan kepala dingin," pinta Reyhans setengah memohon, tetapi Nathaline sudah tidak mau terbujuk dalam rayuan pria itu lagi.
"Aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ke dalam rumah itu lagi. Aku kembalikan semua harta benda yang pernah kau berikan kepada diriku selama ini. Aku juga akan mengembalikan perusahaan yang telah kau berikan kepadaku. Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi bersamamu, aku bisa mati karena gila! tolonglah, kumohon bebaskan aku dari ikatan ini." Nathaline menatap sendu ke arah Reyhas yang masih saja bersandiwara sampai akhir.
Wanita itu sudah benar-benar menyerah dengan rumah tangganya, terlebih lagi ketika melihat wanita hamil yang berada di samping sang suami.
Hatinya benar-benar hancur beserta dengan cinta dan semua kepercayaan yang telah ia berikan selama ini untuk Reyhans.
Rasa kecewa benar-benar membuat Nathaline enggan untuk memberi maaf yang kesekian kalinya untuk Reyhans
...Next.......
...Selamat membaca❤...
...Jangan lupa tinggalkan jejak😘 ...
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
benci aku sama Reyhans
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi