Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginap di istana
Hari ulang tahun kaisar Wang sudah dekat, acara tersebut di adakan tiga hari dua malam, hari pertama merupakan hari ulang tahun kaisar di aula istana akan di adakan pesta yang meriah serta pertunjukan bakat dari para gadis untuk mendapatkan hadiah dari yang mulia kaisar.
Sedangkan di hari kedua akan di adakan lomba memanah serta lomba adu kekuatan, mereka bisa menggunakan elemen mereka bahkan pedang. Para masyarakat juga boleh ikut berpartisipasi dalam ajang perlombaan tersebut. Di hari ketiga kaisar mengadakan perjamuan untuk mempererat hubungan antara dirinya dan juga bawahan nya.
"Ayah apakah aku boleh ikut lomba memanah itu ? " tanya Huang Mei yang sangat tertarik dengan hadiah yang di berikan kaisar Wang.
"Boleh ayah akan mendukung setiap keputusan mu selagi itu membuat mu bahagia, " jawab jenderal Huang membuat Huang Feng tidak terima.
"Ayah bagaimana kalau mei - mei kita terluka ? " ucap Huang Feng yang tidak habis pikir dengan ayah nya.
"Jika luka kita tinggal mengobatinya " jawaban dari Huang Dao membuat Huang Feng semakin kesal. Bisa - bisanya mereka bersikap santai.
Jenderal Huang sangat yakin dengan kemampuan Huang Mei, bukan kah ia telah melihat sendiri bagaimana putrinya berhasil meluncurkan kelima anak panah yang tepat pada sasaran. Jadi ia tidak terlalu mempermasalahkan permintaan Huang Mei.
Huang Dao sendiri sudah tahu kalau adik nya itu sudah cukup kuat, lagian Huang Dao juga sudah melihat sendiri adik nya yang melumpuhkan tiga preman berbadan besar. Perhatian itu wajar, tapi terlalu over protektif juga bisa membuat Huang Mei merasa terkekang nantinya.
"Tidak perlu memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi " ucap Huang Dao sambil memakan cemilan bersama Huang Mei. Huang Mei lebih menyukai sikap Huang Dao dari pada Huang Feng, walaupun perhatian nya baik tetap saja Huang Mei tidak menyukainya.
"Habis ... kakak kau menghabiskan makanan ku ! " kesal Huang Mei.
"Tidak , kau yang menghabiskan nya, aku hanya makan sedikit " balas Huang Dao tidak terima di salahkan.
"Sudah jangan bertengkar, kita akan beli kacang itu lagi " lerai jendral Huang.
...----------------...
Mereka telah sampai di kerajaan tepat pada waktu sore hari, Huang Mei memilih untuk membersihkan dirinya setelah menghadap ke kaisar Wang. Ucapan selamat pun menyertai Huang Mei atas kesembuhan nya, semua keluarga Wang turut bersuka cita untuk jenderal Huang.
Huang Mei merebahkan dirinya di atas kasur, hari yang sangat melelahkan, Huang Mei memilih untuk beristirahat di ruang dimensi karena satu jam di dunia nya sama dengan satu hari di ruang dimensi. Ruang dimensi memiliki putaran waktu yang sangat cepat.
Tidak ada yang mengganggu Huang Mei selama ia tidur , para binatang legenda nya juga tengah asik memakan pil buatan Huang Mei dengan kemurnian 70%. Kekuatan mereka telah kembali sepenuhnya seiring bertambah nya kultivasi Huang Mei.
Huang terbangun tepat pada saat acara makan malam di mulai, ia bersiap dengan hanfu yang sangat sederhana. Sebuah hanfu putih dengan bordiran halus bergambar bunga di bagian pinggirnya. Tidak lupa penutup wajah yang menjadi ciri khas nya.
Huang Mei memasuki ruang makan bersama dengan Huang Dao dan Huang Feng, kaisar Wang dan para istrinya belum memasuki ruangan. Tidak lama seorang kasim berteriak dan mengatakan bahwa kaisar dan para istrinya memasuki ruangan. Semua orang berdiri dan memberi hormat kepada mereka.
Acara makan di mulai, suara denting sumpit dan mangkuk menghiasi ruang makan tersebut, hanya perbincangan kecil yang menjadi percakapan di sana. Setelah makan Huang Mei memilih untuk undur diri, ia berjalan ke arah taman yang cukup jauh dari ruang utama.
Tidak sengaja Huang Mei melihat putri Wang Yi yang sedang berpelukan bersama seorang pria. Huang Mei berjalan dengan perlahan hingga mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh pasangan itu.
"Pangeran Zhou Fan aku sangat merindukanmu ! " ucapan Wang Yi.
"Aku juga sangat merindukanmu, aku tidak bisa berlama - lama disini atau aku akan menjadi tawanan ayahmu " ucap pria itu.
"Apakah tidak ada jalan lain selain berperang, apakah cinta kita benar - benar tidak bisa bersatu ? aku mencintai mu lebih dari tiga tahun bahkan dari sebelum kerajaan kita bermusuhan " tangis putri Wang Yi yang berada di dalam pelukan pangeran Zhou Fan.
"Aku sangat mencintaimu, tapi tidak ada cara lain selain berperang bukan kah itu yang keluarga mu minta kepada keluarga ku ? " balas pangeran Zhou Fan.
"Aku akan pergi, jika dewa memang merestui kita aku yakin cinta kita akan tetap abadi. Aku akan selalu merindukan mu, carilah kebahagiaan mu Wang Yi aku melepaskan mu. Selamat tinggal ! " pangeran Zhou Fan pergi meninggalkan putri Wang Yi yang berteriak memanggil namanya.
Putri Wang Yi pergi dari tempat itu dengan tangis yang mendalam.
"Menyedihkan " Huang Mei berbalik arah namun badan tegap nan kokoh berada tepat di belakang nya sehingga ia menabrak nya.
"Kau ! " teriak Huang Mei yang kesal melihat pangeran mahkota tiba - tiba berada di belakang nya.
"Apakah kau selalu terbiasa mengejutkan orang - orang ? sejak kapan kau disini ? " tanya Huang Mei gang melupakan sopan santun nya.
"Sejak kau menguping " jawab pangeran mahkota yang membuat Huang Mei gelagapan. Apakah dia ketahuan dan akan di hukum, tamat sudah riwayatnya pikir nya.
"Ada yang salah dari perkataan pangeran Zhou Fan " ucap pangeran mahkota.
"Pangeran Zhou Fan itu siapa ? " tanya Huang Mei.
"Dia merupakan pangeran mahkota dari kerajaan angin dan musuh terbesar kerajaan ini * jawab Pangeran mahkota.
"Kami tidak pernah menyatakan perang terlebih dahulu kepada kerajaan angin tapi kenapa ia mengatakan seperti itu kepada adik ku. Bahkan aku dengar dari mata - mata yang ayah kirimkan, kerajaan angin yang menyatakan perang kepada kerajaan ini " lanjut pangeran mahkota yang membuat Huang Mei menjadi berpikir.
"Sepertinya ada yang mengadu domba kerajaan ini dengan kerajaan angin " sambung Huang Mei.
Mereka berjalan hingga duduk di kursi taman, dari kejauhan Ji Wei menatap Huang Mei dengan permusuhan.
"Lihat saja aku akan mempermalukan mu besok " ucap Ji Wei.