Seorang perempuan berparas cantik nan manis menjadi barista disebuah cafe,sikapnya yang ramah serta ceria membuat para pengunjung begitu menyukainya.
Ya,dia adalah Kei seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mengadu nasib ke kota besar demi memperbaiki ekonomi keluarganya.
Hingga suatu saat ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya harus memilih antara mempertahankan cintanya atau menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tetapi karena suatu kondisi tertentu membuat Kei harus menerima menikah kontrak dengan seorang laki-laki kayak bernama Nick agar masalahnya dapat selesai.
Akankah pernikahan sebatas tinta diatas kertas yang ia jalani dapat berubah menjadi cinta sejati??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati yang bimbang
Sesampai di cafe aku langsung pergi menghampiri Troy yang saat itu ada dibalik meja kasir.
"Ke-iii,kamu udah pulang?"
Tanpa pikir panjang aku langsung memeluknya dan menangis saat itu juga
"Ke-iii,ada apa? Siapa yang membuatmu menangis seperti ini"
Aku hanya terus menangis di pelukannya tanpa menghiraukan pengunjung cafe melihat ke arah kami berdua.
"Hey,kalian kenapa berpelukan disini !!"
ucap Thomas yang membuatku melepaskan pelukan dari Troy.
"Thom,tolong gantikan aku sebentar. Akan ku bawa Kei ke belakang"
Troy menggandeng tanganku menuju ruang karyawan,didudukkan nya aku dan ia berlutut di depanku. Dengan lembut ia menghapus air mata yang terus mengalir di wajahku.
"Luapkan semuanya Kei,juga sudah selesai baru kamu cerita kepadaku"
Troy memegang tanganku dan aku mencoba menceritakan semuanya mulai dari perjanjian ku dengan Nick dan perintah Nick yang memintaku untuk menjauhi Troy hingga kejadian barusan yang membuatku seperti ini.
Kalian tahu apa reaksi Troy, ia kaget bercampur emosi,ia juga tak menyangka bahwa Nick akan melakukan ini semua. Namun dibalik itu semua aku dan Troy tidak dapat berbuat apa-apa.
Troy memelukku erat dan aku merasakan kesedihan didalam pelukannya itu,sedangkan diluar terjadi keributan yang tak lain itu adalah Nick.
"Dimana Kei?"
tanya Nick kepada Thomas dengan nada tinggi
"Itu pak,dia ada diruang karyawan bersama Troy"
Tanpa menunggu lama Nick langsung pergi menuju ruang karyawan
"Ceklekkk.."
Nick mendapati aku dan Troy sedang berpelukan,ia menggeret lengan Troy dan melayangkan beberapa pukulan kepadanya.
Aku mencoba menghentikan mereka namun lagi-lagi aku tidak bisa. Aku berteriak memanggil Thomas,meski ia datang ia tak berani memisahkan mereka berdua.
Nick dan Troy semakin menjadi mereka saling pukul hingga keluar cafe,semua orang menyaksikannya dan sudah berulang kali mencoba memisahkannya. Saat aku mencoba menarik lengan Nick agar berhenti mumukuli Troy ia malah mengayunkan lengannya kebelakang hingga aku terpental jatuh menatap pintu cafe.
"Pyarrrr"
Suara kaca tersebut menghentikan perkelahian antara Nick dan Troy.
Seketika Kaca pintu tersebut rubuh bersama dengan badanku yang bersimbah darah karena tergores serpihan kaca tersebut.
Thomas membantuku bangun namun aku tak kuat menahan tubuhku yang tertancap kaca di beberapa bagian.
"Ke-iii"
teriak Nick dan Troy bersamaan,mereka berlari menghampiriku dan membawaku kedalam cafe.
Darah terus bercucuran keluar dari luka-luka itu,Nick mencabut satu persatu pecahan kaca yang menempel ditubuhku. Sedangkan Troy tak hentinya memanggi-manggil namaku.
Aku kehilangan kesadaran karena tubuhku semakin lemas akibat terlalu kehilangan banyak darah. Terakhir yang dapat aku dengar hanya kata maaf yang terus menerus Nick ucapkan.
Beberapa jam setelah kejadian tersebut aku terbangun dan melihat diriku terbaring lemah diranjang rumah sakit. Beberapa perban menempel di pipi dan tanganku,aku merasakan sakit yang begitu dibagian leher. Ternyata kaca yang tertancap dileherku cukup dalam dan membuatku harus mendapatkan beberapa kantong darah,pantas saja aku begitu lemah.
Aku melihat Nick masuk kedalam kamar dan menyadari bahwa aku sudah terbangun. Ia duduk di samping ranjangku sambil memegang erat tanganku.
"Maafkan aku Ke-ii,andai saja aku tidak menuruti amarahku pasti kamu tidak akan seperti ini. Sekali lagi tolong maafkan aku"
Baru kali ini aku melihat Nick meminta maaf hingga hampir meneteskan air mata. Aku ingin memaafkannya namun ketika teringat ia bersama wanita tadi pagi hatiku terasa sakit. Entah ini rasa cemburu atau jangan-jangan aku sudah jatuh cinta kepadanya.
Aku memalingkan wajah dari Nick yang terus menerus meminta maaf,aku berteriak memanggil dokter agar membantuku mengusirnya dari hadapanku. Hingga akhirnya Nick keluar dari kamarku karena dokter memintanya agar aku bisa beristirahat.
Aku menangisi semua ini,disaat aku merasakan benih-benih cinta tumbuh untuk Nick tapi ia malah menghancurkannya begitu saja,akhirnya aku terlelap karena lelah menangis.
Aku terbangun dan mencoba untuk beranjak dari tempat tidur,aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Aku berjalan ke toilet dan mendapati Nick tertidur lelap di sofa.
Saat melihatnya dalam tidur aku seperti tidak tega telah mengusirnya seperti tadi,tetapi kadang ketika ia bangun aura ibliz kerap menyambanginya. Aku melanjutkan langkahku menuju toilet,setelah selesai aku melihat Nick sudah berdiri didepan pintu toilet. Aku terkejut dan hampir melepaskan infus yang sedari tadi kupegang.
"Kenapa tidak meminta bantuanku jika ingin kemana-mana"
ucapnya pelan
Aku tidak mempedulikannya dan berjalan pergi menuju ranjang,ia terus membuntutiku dari belakang. Sesekali ia menawarkan air ataupun beberapa potong roti dan buah,aku menolaknya dengan alasan tidak lapar. Padahal perutku mengatakan yang sebaliknya, Nick menyadari suara perutku dan memaksaku untuk membuka mulut dan menyodorkan sepotong buah apel. Aku terpaksa memakannya karena lapar,meski kadang aku mengabaikan suapannya dan mengambil makanan itu sendiri.
"Ke-ii,apa kamu masih belum bisa memaafkanku?"
ucapnya lirih
aku tak menanggapinya dan masih terus mengunyah beberapa makanan dimeja
"Ke-iii,aku janji tidak akan seperti ini lagi dan membahayakanmu !!"
"Bisa tolong kamu pergi,suasana hatiku selalu buruk ketika bersamamu"
ucapku kepadanya
"Segitu bencilah kamu kepadaku Kei,hingga kamu mengusirku karena hal seperti ini?"
"Bukankah seharusnya memang seperti itu?
kamu selalu menggunakan emosi untuk menyelesaikan masalah. Setiap kali kamu bertengkar dengan Troy,aku selalu menjadi korban kalian !!"
"Tetapi aku tidak akan melakukan itu semua tanpa alasan Kei,siapa yang tidak akan emosi melihat orang yang kita cintai berada diperlukan laki-laki lain??"
"Lalu apa aku juga tidak berhak marah dan emosi ketika melihatmu berada dalam pelukan wanita lain bahkan berciuman !!"
Teriakku pada Nick
"Itu semua tidak seperti yang kamu lihat Kei"
"Ohh,berarti tadi aku dan Troy juga tidak seperti yang kamu lihat"
"Kei tolong dengarkan aku"
"Cukup Nick aku mau kamu pergi dari sini sekarang,aku tidak ingin melihatmu lagi. Secepatnya aku akan mengganti semua uang yang pernah kamu pinjamkan,dan aku ingin pernikahan kontrak itu dibatalkan"
"Tidak,aku tidak akan melakukan itu,kamu tau bahwa pembatalan tanpa persetujuan dariku akan membuatmu membayar lima kali lipat hutangmu !!"
"Aku akan membayarnya meski aku harus menjual ginjalku sekalipun"
Nick kaget mendengar ucapanku barusan
"Aku tidak menyangka kamu akan senekat itu Kei,apa yang membuatmu begitu benci kepadaku?"
"Aku benci pembohong sepertimu Nick,aku bencii"
Aku menekan tombol darurat yang ada disebelah ranjang. Dan beberapa saat dokter dan perawat datang, lagi-lagi aku meminta mereka mengusir Nick dari kamarku. Aku merebahkan diri dan menatap ke langit-langit,mencoba menenangkan diri agar tidak menangis.
Keesokan harinya Troy mengunjungimu dengan beberapa lebam diwajahnya,ia membawakan beberapa tangkai Lily putih kesukaanku.
"Selamat pagi manis"
sapanya
"Hay Troy"
aku tersenyum kepadanya
Ia duduk disamping ranjangku sambil mengelus lembut pipiku,
"Bagaimana keadaanmu Kei?"
"Aku baik-baik saja Troy, aku justru khawatir dengan kondisimu"
"Ahhh ini bukan apa-apa Kei,anak laki-laki sudah biasa mendapatkan ini semua"
ucapnya sembari tersenyum kepadaku
"Ohh ya,pasti kamu bosan berada dikamar. Bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar?"
Aku mengangguk setuju dengan ucapan Troy,ia membawaku ke taman dengan kursi roda.
Kami berhenti ditepi kolam ikan
"Ke-ii"
"Iya Troy"
"Apa kamu serius dengan pernikahan kontrak itu?"
"Aku mencoba membatalkan perjanjian itu dengan Nick,dan akan berusaha untuk membayar semua hutangku padanya"
"Aku akan membantumu semampuku Kei. Kita cari sama-sama ya"
"Tapi Troy,jika aku membatalkan perjanjian itu secara sepihak,maka aku harus mengganti lima kali lipat uang yang aku pinjam dari Nick"
"Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu kepadamu Kei"
"Setiap perjanjian selalu memiliki syarat dan konsekuen Troy,mungkin aku dulu menyetujui semua permintaan Nick karena aku bingung harus bagaimana menyelamatkan ibu"
"Maafkan aku Kei,aku selalu tidak ada disaat kamu sedang susah seperti itu"
"It's okey Troy"
Saat aku dan Troy sedang berbincang-bincang ditaman,Nick menghampiri kami.
"Kei ayo kita pulang"
Nick mengagetkan kami
"bukankah aku sudah bilang kepadamu jangan menemuiku lagi"
ucapku kepada Nick
"Ayo Kei kita pulang"
Nick mencoba membawaku namun Troy menghentikannya.
"Jangan halangi aku"
ia mendorong Troy yang hampir jatuh
"Nick lepaskan"
ucapku kepadanya
Troy berusaha menghentikan Nick namun justru Nick memukulnya
"Nick Stop"
teriakku
Aku berdiri dihadapan Troy dan tangan Nick siap untuk memukul kearahnya.
"Pukul ayo pukul,kenapa berhenti Nick"
teriakku lagi
"Kei,apa yang kamu lakukan?"
"Kemarin baru saja kamu berjanji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi,tapi ternyata janjimu hanya sebatas bualan Nick"
"Kei sebentar lagi kita akan menikah tapi kamu justru malah bersama laki-laki lain"
"Aku tahu Nick meski ini hanya pernikahan kontrak kamu juga melakukan hal yang sama kemarin"
"Kei perempuan itu adalah....
Belum selesai Nick berbicara aku memotongnya dan pergi bersama Troy
"Stop,aku tidak ingin mendengarkan apapun alasanmu"
Aku meminta Troy membantuku kembali ke kamar,sesampai disana aku memintanya untuk pulang sebelum Nick melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Akhirnya Troy setuju namun ia akan kembali lagi setelah selesai bekerja. Aku hanya mengangguk dan dia pergi dari kamarku.
laki laki selalu tersandung harta,tahta dan wanita ya.....🙏🏻🙏🏻🙏🏻
clara perempuan tak punya aclak.
Nick...lelaki bejat tak bermoral dan tak berperi kemanusiaan.
Sori Thor...terbawa alor ceritamu
makasih ya Thor boleh menikmati karyamu