NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Khayalan

Cinta Seindah Khayalan

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Anak Genius / Tamat
Popularitas:94.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Payang

Sizy Caserina, tidak pernah menduga bila dirinya bisa dijebak oleh seorang pria kecil sehingga bisa tidur dengan seorang pria konglomerat yang bernama Clive Mandelson.

Begitulah cara Berry, pria kecil yang jenius yang berusia 5 tahun, memilih seorang wanita cantik untuk menjadi ibunya.

Ikuti kisahnya di Cinta Seindah Khayalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Tidak Merindukan

"Ibu, Ibu masuk saja lebih dulu, aku ingin menyapa Sky dulu," ucap Berry seraya mengusap anjing Boxer-nya yang sedang menggesek-gesekan tubuh besarnya pada kakinya dengan manja.

"Baiklah Sayang, jangan lama-lama. Lihat, matahari sudah terbenam, kamu harus segera mandi," Sizy tersenyum, turut mengusap punggung Sky yang hampir sama tingginya dengan tubuh Berry.

"Ibu, terima kasih sudah bersedia datang kerumah sakit, dan menghibur Yuna."

Sizy menoleh, menemukan senyum tipis pria kecilnya, sementara tangannya masih mengusap-usap punggung Sky.

"Sama-sama. Dan Ibu bangga padamu Sayang," Sizy balas tersenyum. Berry kadang bersikap datar, juga dingin, mirip sekali dengan Clive, mungkin karena dirawat dan dididik oleh pria itu mulai bayi. Tapi ia dapat merasakan, rasa kemanusian pria kecil itu sangat besar pada sesamanya, contohnya pada Yuna, teman sekolahnya.

"Ibu masuk dulu ya. Setelah bermain sebentar dengan Sky, segeralah mandi. Ibu akan menyiapkan makan malam untuk kita," pamit Sizy, setelah merasa cukup menyapa dan mengusap hewan peliharaan Berry, wanita itu gegas beranjak dari sana.

"Tuan kecil, nona Michelle masih menunggu didepan pagar sedari tadi," ucap David pelan, setelah memastikan Sizy sudah tidak terlihat lagi.

Berry menarik rantai Sky, mengayunkan langkah kecilnya menuju pagar di iringi David.

Seorang wanita berpenampilan seksi, dengan gaya rambut ponytail-nya, tersenyum lebar menyambut kedatangan Berry didepan pagar.

"Berry Sayang, bukakan pintu pagarnya, tidak sopan membiarkan tamu berada diluar seperti ini," ujar wanita itu dengan wajah dibuat imut.

"Rumah ini tidak untuk menerima tamu," Berry menatap datar wanita yang sangat dikenalnya itu.

"Lima bulan tidak bertemu dengan Ibumu ini, apa tidak membuatmu merindukanku?"

"Tidak."

Mendengarnya, tidak membuat wanita cantik itu tersingung, malah senyum lebarnya semakin lebar.

"Kalau begitu, anggap aku yang merindukanmu, bagaimana Berry Sayang?" wanita itu berusaha membujuk sembari mengulas senyumnya yang paling manis.

"Aku yakin, nona Michelle tidak lupa dengan peringatan Ayah, jika ingin bertemu denganku bukan dirumah ini, tapi dirumah Nenek dan Kakek. Sekarang pergilah."

Berry berbalik, mengayunkan langkah kecilnya meninggalkan pagar.

"Lalu, bagaimana kalian bisa mengijinkan wanita miskin itu tinggal dirumah ini?!" pekik Michelle, sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi.

Berry menghentikan langkahnya, kembali berbalik, dan menatap dingin wanita yang adalah ibu kandungnya itu.

"Jika masih ingin bertemu denganku, jangan pernah menghina Ibuku lagi seperti itu, apalagi sampai mengganggunya, aku dan Ayah tidak akan pernah membuat pemakluman untuk itu."

Berry kembali berbalik, dan melangkah pergi sambil menyeret rantai Sky yang menggonggong galak kearah Michelle.

David gegas mengekor Berry, wajah suram Michelle membuatnya ngeri melihatnya.

"Awas saja! Aku tidak akan tinggal diam Clive, setelah mengambil anakku, bisa-bisanya kamu malah menikahi wanita lain!" Michelle masuk kedalam mobilnya dengan amarahnya, lalu melajukannya meninggalkan kediaman Clive.

...***...

"Su-su I-bu Ha-mil," eja Berry pelan, membaca pada kotak susu ditangannya, lalu meletakannya kembali diatas meja makan.

"Apa aku akan segera punya adik bayi, Ibu?" Berry menatap Sizy, wanita itu seketika kelabakan mendapat pertanyaan pria kecilnya sembari melirik kearah Clive yang tengah fokus mengaduk isi gelas susu untuknya.

Sedari tadi ia pusing memikirkan bagaimana kedepannya harus menghabiskan berkotak-kotak susu yang dibeli oleh Clive sore itu selepas pulang berkerja.

"Aaa, i-iya Sayang, kamu akan punya adik, apa kamu menyukainya?" gugup Sizy, belum pernah ia segugup itu.

"Tentu saja Ibu, laki-laki atau perempuan, aku tidak memilih," sahut Berry senang.

"Mulai malam ini, Ibumu tidak akan membacakan buku dongeng lagi untukmu, karena harus banyak istirahat. Ayah yang akan menggantikan Ibumu," Clive berjalan mendekat, meletakan gelas susu yang ia bawa tepat dihadapan Sizy.

"Habiskan susumu. Anak kita butuh banyak nutrisi dari Ibunya," beralih pada Sizy yang tengah memaku, menatap nanar gelas susunya.

"Ayah yang akan membacakan buku dongeng untukku? Oh tidak, terima kasih. Pasti membosankan," tolak Berry mentah-mentah, membayangkan suara datar sang ayah lengkap dengan wajahnya yang tanpa ekspresi.

"Kamu belum mendengar saja, ayahmu ini peniru ulung," beralih mendekati Berry, lalu meraih tubuh pria kecil itu masuk dalam gendongannya.

"Setelah menghabiskan susumu, segeralah kembali kekamar, aku akan menyusulmu setelah pria kecil ini tertidur."

"Hm," gumam Sizy sembari mengangguk.

...***...

"Tidak perlu membaca buku dongeng untukku, aku bisa tidur sendiri."

"Siapa juga yang mau membaca buku dongeng untuk pria kecil sepertimu, merepotkan, dan melelahkan saja," balas Clive, sambil merapikan selimut yang menutupi tubuh kecil Berry.

"Melihat sikap Ayah ini, aku bingung bagaimana caranya Ayah dan Ibu bisa membuat adik untukku."

Clive terpaku mendengarnya, tangannya yang sibuk merapikan selimut Berry berhenti bergerak. Sampai saat ini dirinya-pun masih bingung, bagaimana bisa dengan hanya membuat wanita itu tidak berpakaian sehelai-pun dan tanpa menyentuhnya bisa membuat isterinya itu hamil.

Juga tidak mungkin ada pria lain. Semenjak dirinya setuju dengan permintaan Berry, orang-orang suruhannya selalu extra menjaga isterinya itu kemanapun pergi dengan diam-diam.

"Nona Michelle tadi sore kemari. Sepertinya dia tahu tentang Ibu."

Suara Berry membuyarkan lamunan Clive, tapi tidak membuat pria itu kaget, karena wanita yang disebutkan putranya itu sempat mendatanginya dikantor siang tadi dan diusirnya pula.

"Lalu?" tanya Clive datar.

"Aku menyuruhnya pergi. Bila ingin bertemu denganku dirumah Nenek dan Kakek saja, sesuai apa kata Ayah dulu," sahut Berry.

"Memang seharusnya begitu. Ayah tidak mau Ibu kandungmu itu mengganggu ketenangan rumah ini. Sekarang tidurlah, Ayah akan kembali kekamar menemani Ibumu."

Clive menekan tombol lampu tidur pada remote ditangannya, lalu beranjak menuju pintu dan menutupnya rapat.

Bersambung...✍️

1
Elisabeth Ratna Susanti
top banget 🥰
Dewi Payang: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
kenapa masih saja ada perundungan ya
Dewi Payang: Dari jaman ke jaman tidak pernah punah😭
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Zenun
iya benar sekali
Dewi Payang: Cucok👍🏻😁
total 1 replies
Zenun
terimakasih untuk apa nih🤭
Dewi Payang: Untuk segalanyaaa😁
total 1 replies
Oma yeni*🦋
udah tamat dengan akhir yg sangat indah. Makasih karya indahnya 🥰
Dewi Payang: Ma kasih juga kak, udah setia membaca hingga akhir😘😘😘😘
total 1 replies
Oma yeni*🦋
oke thor siaappp makasih sarannya, semoga selalu bahagia dan penuh cinta ❤️🥰
Dewi Payang: Amin Akak🫰🫰😍
total 1 replies
Oma yeni*🦋
dilarang terbang lagi kyknya nih
Dewi Payang: Disuruh netap/Joyful/
total 1 replies
Oma yeni*🦋
si babe sistimnya liberal/Chuckle/
Oma yeni*🦋
yuk makan makan thoorrr
Dewi Payang: Ayuk😅😅
total 1 replies
Oma yeni*🦋
horeee,,,, sah jadi pasangan suami istri...
Dewi Payang: Ehemmmn😅
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah hadir... pertama malah/Sneer//Joyful/
Dewi Payang: 😄😄😄iya kak😍😍😍
total 1 replies
neng ade
aku udah hadir disana thor 🙏❤️
Dewi Payang: Iya Kak, terima kasih banyak ya kak😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
wah dikibarkan baju Teletubbies nya 😆
Dewi Payang: Haha😅😅😅😅
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ciusss end Bun? kok aku nda ikhlas huwwwaaaaa
Dewi Payang: Haha kebanyakan bab na kak😄
total 1 replies
Zenun
sah sah sah🥳
Dewi Payang: Berry-Yunna : 😍😍😍
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Papay juga kak Dewi... di tunggu karya luar biasa selanjutnyaaa❤️❤️❤️❤️😘😘😘
〈⎳ FT. Zira: sehat selalu juga buat akak🫰🫰🫰... jangan lama lama luncurin karya barunya yaaa.. menanti/Kiss/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... enddd😳😳😳😳
〈⎳ FT. Zira
jawaban cerdas
Dewi Payang: /Joyful/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
kalo gak berakhir indah.. judulnya bukan cinta seindah khayalan lagi nanti
Dewi Payang: Yuna : 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!