NovelToon NovelToon
Anak Pembawa Berkah

Anak Pembawa Berkah

Status: tamat
Genre:Single Mom / CEO / Janda / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: lijun

Kecelakaan saat pulang dari rumah sakit membuatnya harus kehilangan suami dan anak yang baru saja di lahirkannya 3 hari yang lalu.
Tapi nasib baik masih berpihak padanya di tengah banyak cobaan yang di dapatkan Ayana.
Bertemu dengan seorang bayi yang juga korban kecelakaan membuatnya kembali bersemangat dalam menjalani hari-hari yang penuh perjuangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lijun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Pak Dudi datang dengan di dampingi seorang petugas lapas. Pria itu segera menghampiri istri dan anaknya.

"Mela, kamu sudah pulang?"

Terlihat ada secerca harapan dalam pandangan tua itu.

"Iya, Yah. Ayah gimana kabarnya?" Tanya Mela menatap iba ayahnya.

"Ayah gak baik, Nak. Kamu sudah menemui Andreas dan membujuknya kan?"

"Hah... Aku memang sudah menemui Kak Andreas, Yah. Tapi belum sempat membujuk atau merayu, aku sudah di usir," kata Mela merengut kala mengingat hal itu.

Kening pak Dudi mengerut mendengar ucapan Mela.

"Bagaimana mungkin anak Ayah yang paling cantik ini di usir? Apa kamu melakukan kesalahan?"

"Gak, tapi Kak Andreas katanya lagi sibuk kerja dan lagi banyak kerjaan juga. Jadi aku di usir karena dia sibuk," jawab Mela lalu menceritakan bagaimana dirinya di usir dari perusahaan itu.

"Ck, semakin sombong saja anak itu. Lalu bagaimana dengan pengacara yang Ayah minta, Bu? Apa sudah dapat beserta uang ganti ruginya?"

Pandangan pak Dudi beralih pada sang istri yang duduk tepat di hadapannya.

"Ibu lagi coba nego harga sama teman Ibu yang suaminya pengacara. Dan uang denda itu belum ada Yah, uang di ATM gak sebanyak itu untuk bayar denda."

"Lalu bagaimana dengan Ayah, Bu? Kalau dendanya gak di bayar sebelum sidang, bisa-bisa hukuman Ayah akan semakin lama dan berat."

"Lalu apa yang harus Ibu lakukan, Yah? Apa yang harus kita jual untuk membayarnya?"

Pasangan paruh baya itu terlihat frustasi dengan masalah yang sedang mereka hadapi.

"Tadi Ibu sama Mela ke rumah yang pernah di tempati Meli sama Andreas, Yah. Rencananya rumah itu mau Ibu minta untuk kompensasi Meli dan rumah lama kita di jual. Uangnya untuk bayar denda sama biaya hidup Ibu sama Mela selama Ayah di penjara. Tapi apa Ayah tahu apa yang terjadi di sana?"

Pak Dudi menggeleng, tadinya ia sempat kaget saat mendengar penjelasan istrinya yang mengingatkan rumah itu. Tapi kini ia jadi penasaran dengan kelanjutan ceritanya.

"Rumah itu sudah di jual, Yah. Dan ternyata rumah itu juga atas nama Pak Bastian. Tadi Ibu sama Mela di usir dari rumah itu dan sempat di hina juga sama pemilik rumah itu, Yah."

Aduan bu Mawar membuat pak Dudi geram sekaligus marah. Ia tak terima istri dan anaknya di hina apa lagi sampai di usir.

Keluarganya yang selalu mengangungkan kasta dan harta serta selalu merendahkan orang lain. Tentu saja merasa harga dirinya dan keluarga di injak-injak.

"Kalau begitu kalian harus menuntut Pak Bastian atas hinaan itu. Minta dia untuk memberikan rumah itu pada kalian, mereka harus bertanggung jawab atas hinaan itu," kata pak Dudi dengan menggebu.

"Iya Ayah benar, kenapa Ibu gak kepikiran sampai ke sana ya?"

Bu Mawar terlihat bahagia dan tersenyum karena ide suaminya.

"Kalau seandainya gak di kasih apa yang kita minta, bagaimana Yah?" Tanya Mela yang sepertinya memikirkan kemungkinan di tolak.

"Kalian usahakan bagaimana caranya agar Ayah bisa secepatnya keluar dari sini. Kalau perlu bayar uang jaminan sekalian supaya Ayah bebas," jawab pak Dudi yang membuat bu Mawar mendengus kesal.

"Ya tapi kami harus mendapat uang dari mana, Yah?" Tanya bu Mawar.

"Jual saja mobil Kak Meli, kan mobilnya ada dua. Yang mahar nikahannya dulu sama mobilnya waktu belum nikah. Lumayan tuh uangnya bisa untuk bebasin Ayah," kata Mela.

"Iya juga, ya. Tapi sayang banget kalau mobil mahar itu di jual, soalnya Ibu sering pakai buat pamer ke temen arisan yang gak gabung sama bu Nina. Apa kata teman Ibu nantinya kalau mobil itu di jual?"

Bu Mawar ragu antara iya dan tidak untuk menjual mobil yang sudah pasti harganya mahal dan bisa untuk membayar denda suaminya. Sedangkan uang penjualan mobil Meli waktu belum menikah untuk jaminan kebebasan pak Dudi.

"Jadi Ibu lebih pilih gengsi dari pada Ayah? Apa Ibu gak lebih malu kalau orang lain sampai tahu Ayah di penjara karena korupsi? Sedangkan tadi saja perempuan yang beli rumah Kak Meli sudah tahu. Kalau Ayah masih harus tertahan lebih lama lagi di sini, besar kemungkinan akan lebih banyak orang yang tahu."

Pak Dudi mengangguk membenarkan ucapan anaknya. Sedangkan bu Mawar hanya bisa pasrah saja demi menyelamatkan nama baik keluarganya sebelum kasus suaminya semakin menyebar.

"Baiklah, tapi nanti sisa uangnya untuk Ibu ya, Yah. Ibu mau beli perhiasan baru."

Sempat-sempatnya bu Mawar masih memikirkan perhiasan di tengah kemelut keluarganya.

"Terserah Ibu saja, yang penting segera lakukan apa yang Ayah suruh," kata pak Dudi.

Setelah jam kunjungan habis, bu Mawar dan Mela langsung meluncur menuju kediaman orang tua Andreas. Mereka tak mau menunda waktu lebih lama lagi.

Sesampainya mereka di rumah yang tak kalah meeah dari rumah yang sudah terjual itu. Keduanya keluar dari mobil dan menuju pintu.

Segera saja keduanya di minta untuk menunggu di ruang tamu. Kebetulan pak Bastian dan bu Nina baru saja pulang dari petualangan mencari cucu mereka.

Memang susah mencari keberadaan seseorang hanya berdasarkan gambar samping saja. Serta di kota yang luas itu, tidak menutup kemungkinan pula jika cucu mereka berada di kota atau daerah lain.

"Lama banget sih mereka ini, untung kita yang butuh," gerutu Mela dengan wajah kesalnya.

"Sst, jangan sembarangan kamu bicara kalau mau urusan kita mulus," kata bu Mawar mengingatkan anaknya.

Mela mendengus tak suka di tegur sang ibu, ia memilih untuk melihat sekeliling ruang tamu itu. Banyak guci san pajangan yang harganya mahal di sana.

"Ada apa Bu Mawar datang ke rumah kami sore ini?" Tanya bu Nina langsung setelah datang dan duduk di salah satu sofa ruang tamunya.

"Begini Jeng, tadi saya sama Mela ke rumah yang pernah di tempati oleh Meli. Tapi ternyata rumah itu sudah di tempati oleh orang lain, apa benar kalau rumah itu sudah di jual?"

"Ya, Papanya Andreas menjual rumah itu karena anak salah satu rekan bisnisnya yang baru menikah sedang cari rumah. Jadi di tawarkan saja pada mereka, apa ada yang salah dengan itu?"

"Tentu saja ada, Jeng. Bagaimana pun juga rumah itu di tempati oleh Andreas dan Meli saat menikah, otomatis Meli juga punya hak atas rumah itu. Jadi kami datang ke sini untuk meminta bagian Meli dari hasil penjualan rumah itu."

'Astaga, kenapa dulu aku gak sadar kalau memasukkan rubah ke dalam keluargaku,' batin bu Nina merasa menyesal sendiri karena baru melihat jelas siapa orang yang pernah di belanya mati-matian.

1
Nur Aini
mungkin Thor nya bs nambah² literasi tumbang anak, Krn sekayak gak nyambung timbang bayi yg sering di pantau ke dsa , vitamin cukup, tapi usia 6m msh baru bisa miring2 aja blm bs tengkurep mandiri
Nur Aini
Indosiar bgt ya novel nya. 🤭
Erlinda
goblok banget tokoh lelaki dlm novel ini .aq pikir cerita nya bagus ternyata cuma cerita recehan yg ga bermutu .sorry Thor aq stop sampai disini aja
Erlinda
udah Rudi buang aja istri dan mertua yg ga tau diuntung itu masih banyak kok wanita baik baik di dunia ini .ngapain piara manusia rubah ini.
Erlinda
mulai bosan aq membacanya itu itu aja masalah nya dari awal cerita ga selesai selesai .padahal bisa saja Andreas membongkar kebusukan keluarga mantan mertua nya di medsos dan ngancam mereka dgn bukti yg ada .ini malah sebagai CEO goblok banget ..membosankan kan
Erlinda
disini kelihatan klo Andreas dan kedua orang tua nya lemah sama keluarga rubah. org tua meli yg kayak nya ga punya pendidikan bisa menekan Andreas dgn org tua nya aq agak kecewa aq pikir setelah Andreas tau ttg perselingkuhan sang istri akan bertindak tegas ternyata lemah sekali ga mantap jadi CEO
Nii
ok
Titik Supadmi
kok ga sampai ada adik Abian thor...?
Iis
laj piye🤣🤣🤣
Sri Fit
bagus. sudah pernah baca tp pengen baca lg
Sri Fit
bagus Ayana
imhe devangana
bgs sdh bkrja membantu perekonomian keluarganya ehh malah ngehalu terus.nanti bnr2 dipecat br tantrum
imhe devangana
jngn lg thor buat alur crtnya, plng nnti rudi jd tunduk sm shinta krn btl kemakan sm jampi2 dr dukun.hadeh tambh ngk jelas nntinya
imhe devangana
kku km msh ikut terus ajaran sesat ibu mu siap2 aja jd JANDA
imhe devangana
untung rudi msh punya stok sabar cb sdh hbs sdh kluar kata cerai. aku yg bc kok jd emosi pengen gampar istrinya.hehehe
imhe devangana
di lantai menurut bab yg saat pernikahan mrk
imhe devangana
bisa jd mrk lupa ingatan
imhe devangana
banyaknya typo nya thor, semoga nnti ada revisi.
imhe devangana
betul2 ibu durjana, lbh baik rudi tinggalkn aj shinta.sdh ngk benar istri km
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, atau klik profil ku, Terimakasih 🙏
total 1 replies
imhe devangana
nah tambah lg wanita gila selain mela
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!