𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙄𝙂 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍!!
𝐫𝐚𝐬_𝐛𝐲_𝐚𝐫
Pada akhir zaman yang sudah bobrok, sebuah ledakan jatuh dari langit menyebabkan ledakan besar yang membuat manusia-manusia perlahan-lahan berubah menjadi Zombie.
Lilyana seorang wanita gemuk yang selalu di hina itu di serang Zombie saat pulang dari liburan nya di kampung, dengan pemukul base ball di tangan nya ia membunuh semua Zombie itu namun setelah nya..
Ting!
"𝘛𝘦𝘳𝘥𝘦𝘵𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵, 𝘓𝘪𝘭𝘪𝘺𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘺𝘴𝘵𝘦𝘮 AAA5? "
[𝘠𝘢] [𝘕𝘰]
Dengan kekuatan System terhebat yang mengajari nya menjadi sosok kuat yang baik namun kejam ia melawan dunia yang hampir runtuh dengan bantuan dari para pemegang system lainnya.
________
Bukan Author pro hanya seseorang yang kelebihan imajinasi dan menuangkan nya dalam kalimat kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Become a Hero on Doomsday 20
Sementara itu di tempat pengungsian warga.
Ibu Merina begitu bahagia melihat kondisi suaminya yang terlihat baik-baik saja. Ia memeluk haru suaminya begitu pun dengan Tito.
Kemudian mereka pun mulai berkumpul, memakan nasi dan lauk bungkus dari daun pisang tersebut. Tidak banyak, karena Tuan Patrus tidak mendapatkan karena seperti tadi. Jika tidak bekerja maka tidak dapat makan.
Jadinya mereka makan dua bungkus nasi berempat. Isi nya pun sederhana, hanya nasi yang jika di ukur hanya sekepal tangan dan tumis sayur. Rasanya pun tidak begitu enak.
"Nak makanlah," ucap Ibu Merina, setelah ia memakan satu suap. Karena kalian tahu? Nasi itu hanya sedikit, akan habis dalam tiga atau empat suapan kecil.
"Tidak apa-apa Ibu, Lily masih memiliki persediaan makan dari kota." Ucap Lily, ia memperlihatkan tas nya yang ia beli dari sistem. [ Tas sistem, harga 5 Poin ]
Lily bisa mengambil barang apapun dari dalam sistem yang ia mau. "Lily mengambil Empat botol susu, empat kotak nasi yang sudah tercampur dengan lauk, dan beberapa buah.
" Ini... Makanan itu pasti tidak cukup kan, jadi Ibu makan ini juga." Ucap Lily.
Ibu Merina bersyukur, putrinya tidak akan kelaparan malam ini, ia dan keluarga nya pun bisa makan kenyang.
Namun di setiap kesenangan pasti ada saja yang iri, Ica. Gadis itu sedari tadi memantau apa yang di lakukan oleh keluarga Lily.
Ica dan saudara nya Tapasya menghampiri mereka. "Wah, kau memiliki banyak makanan Lily. Kenapa kau hanya menyimpan nya untuk dirimu sendiri? Seharusnya kau berbagi! " Ucap Tapasya dengan lantang, agar orang-orang mendengar nya.
"Benar Lily, kau harus nya berbagi jika memiliki makanan banyak! Kami di sini sangat kelaparan! " Ucap Ica menambah kan.
Mereka semua, para warga itu menatap ke arah makanan yang ada di tengah-tengah keluarga Patrus. Mereka menelan ludah nya merasa ingin juga.
"Benar, seharusnya kalian berbagi! Kami juga mau! Ayo berikan!" Teriak seorang warga.
Ica dan Tapasya tersenyum miring karena merasa ada yang mendukung.
"Tidak, " ucap Lily datar.
Bukan bermaksud pelit tapi Lily melihat jika Ica dan Tapasya ini hanya ingin membuat nya kesulitan. Lily bisa melihat tatapan tidak suka mereka.
Dan warga yang meminta? Mungkin jika mereka meminta dengan baik-baik Lily akan dengan senang hati memberikan, namun warga yang meminta itu berteriak keras dan seolah mengatur jika itu hak mutlak untuk memberikan makanan nya.
"Lily kau jangan pelit! Kau sangat sombong ya setelah menjadi cantik! " Ucap Ica kesal dengan penolakan Lily.
"Kamu yang tadi tidak mau memberikan jatah makan malam kepada Lily sekarang ingin makanan Lily? Apa hak mu!! " Kali ini Ibu Merina angkat bicara karena sudah geram dengan perlakuan mereka.
"Ya ampun Bibi, aku melakukan itu karena jatah makan malam hanya cukup untuk orang-orang di sini. Untuk orang baru ya tidak cukup, terlebih dia tidak membantu di ladang!" Ucap Ica dengan sangat tenang namun terlihat sok.
"Hanya cukup untuk orang-orang di sini kamu bilang? Setiap hari jika ada sisi selalu di ambil keluarga mu! Kami hanya makan beberapa suap tapi keluarga mu enak makan banyak! Dan tadi juga masih banyak sisa! Jika bukan keluarga mu yang mengambil nya maka kami juga tidak akan makan tapi kelaparan! " Balas Ibu Merina membeberkan semua nya, mereka semua bukan tidak tahu jika tiap lebih makanan selalu di ambil oleh keluarga kepala Desa.
Namun mereka tak berani membantah atau mengadu, karena kepala Desa tidak akan segan mengusir orang-orang yang menentang nya. Ya, bisa kalian lihat jika kepala Desa adalah orang yang semena-mena. Terlebih Kepala Desa memiliki mungkin Sepuluh anak dari tiga istrinya.
Mendengar hal itu, seorang laki-laki yaitu putra tertua kepala Desa maju. Dia sangat kasar dan tidak segan meninju orang terlebih itu orang tua ataupun wanita sekalipun.
"Kamu berani dengan keluarga ku?! " Laki-laki jangkung dengan badan besar itu ingin melayang kan pukulan nya kepada Ibu Merina.
Ica dan Tapasya menyunggingkan senyum sinis, melihat Kakak mereka sudah bertindak sudah di pastikan Ibu Merina akan tamat.
Tentu Lily tak tinggal diam melihat Ibu nya yang akan di pukul, ia langsung maju dan menahan pukulan itu dengan tangan nya.
BOM!
Mereka semua terkejut dan tidak percaya, Lily gadis bertubuh mungil itu mampu menahan pukulan dari Ical, laki-laki terkuat di desa mereka.
*
*
*
Komentar dan Like guysss 🙂🙂