NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Barat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Diaz

Giovanni El Nino adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai pekerja seni di dunia hiburan, namun karena kepribadiannya yang angkuh dan tak acuh terhadap sesamanya membuat sang ayah terpaksa menjadikannya seorang guru di SMA Harapan Bangsa dengan harapan anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.

Akan tetapi tetap saja, kepribadian Nino tidak juga berubah, justru ia menjadi guru yang dibenci oleh murid-muridnya.



*****




Rhodophyta Algavian seorang pemuda yang lugu namun cerdas, selalu menjadi bahan perundungan teman-temannya di SMA Harapan Bangsa.

****

Suatu ketika hal besar menimpa Nino, ia mengalami kecelakaan hebat dan diberikan kesempatan oleh malaikat untuk memperbaiki hidupnya dan berbuat baik dengan masuk ke dalam tubuh Vian dan mengubah hidup pemuda tersebut.


Apakah Nino akan berhasil membantu Vian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Diaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Fakta Terkuak

“Bagaimana Anna bisa mengetahuinya?" batin Vian, ekspresi terkejut meski samar.

“Wah! Kurasa anak ini adalah cenayang," seloroh Nino.

“Tidak usah begitu, aku memang dibekali anugerah yang tidak semua orang miliki," jelas Anna. Vian tak tahu harus bicara apa.

“Aku melihat ada orang lain di dalam dirimu, meski aku belum sepenuhnya yakin siapa orang itu," jelas Anna lagi. Sambil membereskan kotak obat yang digunakan untuk mengobati luka Vian tadi.

“Mungkin itu hanya perasaanmu saja," Vian mencoba berkilah.

“Masih mencoba menutupi? Jika kau tak ingin memberitahu tidak masalah, aku tidak memaksa," ujar Anna.

“Lagipula, itu bukan urusanku, hanya saja, kau itu tidak pandai berbohong, Vian. Orang-orang akan segera cepat mengetahui jika kau terus bertingkah aneh," lanjutnya lagi.

Vian diam seribu bahasa, entah sampai kapan ia bisa menutupi rahasia terbesarnya ini dari orang banyak terutama dari Anna.

Anna hanya tersenyum tipis, mungkin pikiran Vian sedang kalut karena kata-katanya tadi, atau bisa jadi dugaannya memang benar adanya.

“Jangan terlalu dipikirkan, anggap saja itu anugerah kalau memang apa yang kukatakan tadi benar," ujar Anna.

Kemudian Anna pergi meninggalkan dirinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Lain halnya dengan Dea yang memilih untuk membolos karena merasa kesal sekaligus malu, padahal usahanya untuk menggoda Vian sudah berhasil tadi. Namun, sayangnya lagi-lagi harus gagal karena Bobby yang datang tiba-tiba dan membuat keributan, belum lagi ia dibantai oleh kata-kata yang keluar dari mulut tajam milik Anna.

“Argh sial, kenapa harus gagal lagi?!" pekik Dea merasa kesal.

“Aku harus bisa menyingkirkan si ketua osis itu, dia adalah penghalang terbesarku untuk mendapatkan Vian kembali," gumam Dea.

Sedangkan Bobby sendiri merasa kesal setengah mati, karena ia baru saja berseteru dengan sang kekasih. Padahal wajar saja jika, ia marah. Bagaimanapun juga Dea adalah kekasihnya, tentu ia merasa marah saat melihat sang kekasih bercumbu dengan laki-laki lain, apalagi laki-laki tersebut adalah mantan kekasih dari wanitanya.

“Sial, mengapa Dea justru membela anak cupu itu. Apa Dea sudah kehilangan akal, tidak mungkin bukan, jika Dea mengharapkan ia kembali, dan mencampakkanku!?" gerutu Bobby.

“Jika itu benar, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Dea tidak boleh mencampakkan diriku, apalagi hanya karena si Cupu itu," gumam Bobby.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kembali pada Vian yang masih merasa gelisah, seperti sedang memikirkan sesuatu. Ia mencoba tetap tenang dan bersikap biasa saja.

“Apa kau masih memikirkan ucapan Anna?" tanya Nino pada Vian.

“Sedikit," jawab Vian.

“Kau takut jika Anna pergi menjauhi dirimu karena kau berbeda?"

“Jika Anna tahu, pasti ia akan menganggapku gila, Pak Nino!" pekik Vian.

“Jika Anna memang tulus berteman denganmu, ia pasti akan menerima keadaanmu apa adanya. Jadi, kau tidak perlu cemas," ujar Nino.

Vian hanya mampu menghela napas panjang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari ini sekolah pulang lebih awal dikarenakan para guru sedang ada rapat dadakan, Vian langsung keluar menuju gerbang sekolahnya dan berjalan menuju halte.

Diam-diam Anna mengikutinya dari jauh. Ia terus mengawasi Vian.

Bus yang Vian tunggu sudah datang, segera saja ia naik ke dalam bus tersebut. Vian bahkan tidak merasa curiga sedikit pun, jika ia tengah diikuti dan diawasi.

Ia memilih duduk dekat jendela, dan menyalakan pemutar musik, telinganya ia sumpal dengan earphone. Ya, Vian selalu melakukan hal itu apabila suasana hatinya sedang buruk.

Anna duduk tak jauh dari tempat Vian duduk. Ia terus mengikuti Vian kemana pun Vian pergi.

Sesampainya di tempat tujuan Vian segera turun di halte, dan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit jiwa, yang letaknya tak jauh dari halte tersebut.

“Rumah sakit jiwa?" beo Anna.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Vian sedang menunggu antrean pasien. Hari ini entah mengapa banyak pasien yang datang selain dirinya. Maka dari itu ia harus bersabar.

Tiba berikutnya giliran Vian yang melakukan konsultasi saat ini setelah namanya dipanggil.

“Selamat pagi, Dokter," sapa Vian.

“Selamat pagi juga, Vian. Oh, lama tak melihatmu kemari, dari mana saja kau, dan bagaimana kabarmu?" tanya Dokter itu beruntun.

”Aku baik-baik saja, dan maaf baru terlihat lagi karena kesibukan sekolahku," jawab Vian.

“Oh, benarkah?" tanya Dokter itu lagi, kemudian memberikan secangkir teh chamomile yang hangat. “Minumlah supaya kau lebih rileks saat bercerita!"

Vian menerimanya dengan senang hati, teh chamomile menjadi minuman favoritnya sekarang.

“Apa kau memiliki kisah menarik yang akan kau bagi padaku? Aku akan bersedia mendengarkan," kata Dokter itu.

“Ini masih tidak jauh dengan kejadian aneh yang aku alami, dan mungkin ini bisa jadi lebih parah," jawab Vian.

“Kalau begitu coba kau ceritakan!" perintah si dokter.

Dengan jelas dan rinci Vian menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Anna. Hingga mampu membuat Anna curiga dan menebak apa yang sedang dialami Vian dengan benar.

“Aku hanya takut kehilangan seorang teman setelah ia mengetahui kondisiku ini. Aku takut dia menganggap aku gila, dan merasa jijik," jelas Vian.

“Jika dari ceritamu, sepertinya ia bukanlah orang yang seperti itu. Ia justru khawatir padamu bukan, jika orang lain yang memergokinya dan tahu lebih dulu. Cobalah untuk terbuka, masalah temanmu ingin menerima atau tidak, itu urusan nanti, yang pasti kau sudah berusaha jujur. Berapa lama pun kau menutupi sebuah rahasia, pada akhirnya akan tercium juga," nasehat sang dokter.

“Dasar banyak drama, cih!" decih Nino. Ia berusaha mengambil kesadaran Vian agar ia bisa berbicara dengan sang dokter.

“Vian. Halo kau mendengarku?" tanya dokter itu.

“Ini bukan Vian. Aku Nino, Giovanni El Nino, aku adalah jiwa lain yang mendiami tubuhnya," jelas Nino.

“Giovanni El Nino, seorang mantan penyanyi dan aktor. Oh, ya Tuhan bagaimana bisa?!" tanya dokter itu terkejut.

”Rahasia Tuhan. Dan ya, aku adalah penyanyi dan aktor sebelum aku pensiun dini dari dunia yang membesarkan namaku itu, sekarang aku menjadi guru dari anak ini," jelas Nino.

“Ah begitu, aku turut prihatin dengan keadaan muridmu, sepertinya ia masih sangat kerepotan untuk mengendalikan dirinya di tempat umum. Sehingga salah satu temannya bisa mengetahui bahwa kondisinya berbeda," jelas si dokter.

“Temannya adalah orang yang istimewa, menurutku. Mungkin indigo? Aku tak tahu bagaimana menyebutnya, tapi yang pasti dia bisa melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain," jelas Nino.

“Bukankah jika seperti itu dia akan tetap aman. Orang indigo biasanya pandai menjaga rahasia," ujar si dokter.

“Begitulah, mengingat orang indigo juga masih dipandang aneh di kalangan masyarakat," jawab Nino.

“Omong-omong, apakah peristiwa melawan geng motor sekolah lain itu adalah ulahmu, Nino?" tanya sang dokter hati-hati.

“Ya, aku yang melakukannya, dia tidak bisa beladiri, sedangkan musuh mereka ada banyak. Meskipun teman perempuannya pandai beladiri, tapi dia akan tetap kalah jumlah dan kalah tenaga pula, bagaimanapun laki-laki memiliki tenaga lebih besar daripada wanita," jelas Nino.

“Kau hanya muncul apabila pemilik tubuh asli memerlukan bantuanmu?" tanya dokter sambil mencorat-coret sesuatu di kertas.

“Betul. Lebih tepatnya aku bisa muncul kapan saja yang aku mau. Terlebih saat hidup anak ini terancam. Kau tahu masa remaja adalah masa yang paling mengerikan, banyak persaingan, untuk menunjukkan siapa yang paling terkuat di antara mereka," jelas Nino lagi.

“Kau merasa kasihan?" tebak Dokter itu.

“Tentu, aku merasa kasihan pada hidupnya yang malang, selama ini ia tak pernah mendapatkan seorang pun teman, dan selalu menjadi korban bullying, beruntung ia masih bisa berpikir panjang untuk tidak bunuh diri," jelas Nino.

“Kalau begitu, kau harus membantunya, agar ia bisa melindungi dirinya sendiri dan tidak bergantung padamu," celetuk Dokter itu.

“Membantunya?" beo Nino.

“Ya, seperti mengajarinya beladiri mungkin. Karena tidak mungkin selamanya ia bergantung padamu," kata sang dokter.

“Kalau begitu aku membutuhkan orang lain untuk ini, aku rasa aku tahu siapa orang itu," ujar Nino dengan seringainya.

Setelah membutuhkan beberapa waktu untuk konsultasi, akhirnya Vian undur diri dan pulang ke rumah.

Sesampainya di luar Vian melihat Anna masih bersembunyi di sana, membuat Vian berdecak kesal.

“Aku tahu kau mengikutiku sejak pulang sekolah tadi Anna, keluarlah dari tempat persembunyianmu!" perintah Vian.

Tak lama kemudian Anna keluar dari tempatnya bersembunyi, “Aku tahu kau menyimpan sesuatu."

“Apa itu membuatmu puas?" tanya Vian.

“Tidak juga, hanya saja, kau tak perlu takut untuk berbagi denganku, aku bukanlah orang lain yang akan membocorkan rahasia seseorang begitu saja," jelas Anna, “apa itu diagnosa baru?"

Vian melirik amplop yang seketika sudah berpindah tangan.

“Hei, sopanlah sedikit!" peringat Vian.

“Kepribadian ganda, kau memiliki kepribadian ganda?" tanya Anna, kala membaca surat diagnosa milik Vian.

“Kau sudah mengetahuinya sekarang, lalu apa yang kau ingin ketahui, Anna Kesilla Oryza?" tanya Vian sambil memandang Anna.

Anna yang balas memandang Vian merasa terkejut, “Tidak mungkin, sorot mata ini, Pak Nino?"

1
🎧✏📖
hadir😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Oalah kirain bertukar roh.. ternyata masih dalam tubuh masing-masing semoga semuanya baik baik aja dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
pada akhirnya roh Nino yang masuk ke dalam tubuh Vian .. lalu bagaimana dengan roh Vian.. apa nanti yang akan terjadi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
lah .. siapa yang menabrak vian apakah dia akan baik baik saja dan gimana dengan yang menabrak nya apakah mau menolong Vian
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
wah .. beruntung tuh masih di kasih kesempatan kehidupan baru yang lebih baik.. manfaatkan semuanya itu dengan baik jangan di sia siakan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Astaga Nino harusnya kamu itu bisa buat contoh dan panutan tp beneran kelakuan mu gk pantas untuk di tiru, jangan terlalu sombong
New Spirit
tobatlah qmu wahai kawan yg beriman😌 kalo mau smua kembali normal maka jalanmu akan di permudahkan
New Spirit
kalo di kasih kesempatan seharusnya bisa cerna lah napa kamu bisa digituin sma murid mu, ada aja lah kalo giniin🙄
New Spirit
wah di hdup kan kembali rupanya atau kualifikasi nih🤔agak lain sih. tapi ga apalah yg penting dia bisa berubah nya lagi.
New Spirit
lagi pengen ke alam barzahhhh ini si Nino nya
dah ga kuat hdup di dunia makanya buat ulah dulu sebelum ke alam lain
agak lain nih anak
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
astaga Nino Nino wkwkkw 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
lah kamu aja sering bikin muridmu kesell😒
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mau nyolong nih pasti 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mother is wonder Woman 🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
julukan nya bagus pangeran tapi ada malas nya jadi anuu 🤣🤣
gapapa sih kalau mau😭🙊🙊🙊
wkwkwkwkk pede banget Nino🙊👩‍🦯
mulai sadar dan berpikir ya👩‍🦯
saling merindukan 😭😭😭
nah ini lho, bukan cuma buat yang sakit😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!