NovelToon NovelToon
Om Leon, Marry Me!

Om Leon, Marry Me!

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

SPIN OF STORY "GADIS TARUHAN ALVARO"

Leonardo Shan harus menelan pil pahit saat ia ingin melamar kekasihnya di hari jadi mereka yang ke lima tahu tetapi ia justru dibuat terkejut karena mendapati kekasihnya sedang berselingkuh.

Bertepatan dengan itu, perusahaan keluarganya di negara asalnya sedang mengalami masalah sehingga mengharuskannya untuk kembali. Leon menemui Frey sahabatnya untuk meminta bantuan tetapi ia diberi syarat harus menjadi bodyguard putrinya yang dulunya adalah gadis yang dijodohkan dengannya sejak dalam kandungan sedangkan mereka memiliki jarak usia 18 tahun.

Eleanor Prayoga Griffin, ia jatuh cinta pada Leon sejak pandangan pertama dan ia berusaha untuk mendapatkan hati Om Tampan tersebut.

Seperti apakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuket Bunga di Tangan Mahen

Leon mengamati siapa saja yang keluar masuk ke dalam rumah megah tersebut. Ia akhirnya tahu jika Mahen bukanlah anak dari keluarga biasa-biasa saja. Sempat terpikirkan olehnya mungkin saja Mahen adalah anak seorang menteri sehingga Frey tidak berani turun tangan langsung dan justru ia yang ditugaskan sebab bisnis Leon tidak di negara ini sehingga ia aman-aman saja jika menyinggung keluarga ini.

Mata Leon menyipit saat melihat seorang pria paruh baya keluar dari dalam rumah besar itu dan langsung masuk ke dalam mobilnya yang sudah disiapkan. Pagar dengan material aluminium rumah itu membuat Leon yang berada di dalam mobilnya bisa melihat apa yang dilakukan oleh pria itu.

"Sepertinya pria ini orang berpengaruh. Atau apakah dia adalah pengusaha sukses? Tetapi setahuku sampai saat ini masih lingkaran keluarga Prayoga yang memegang kedudukan tertinggi. Siapa sebenarnya dia dan —"

Ucapan Leon terhenti begitu ia melihat satu motor sport keluar dari rumah itu setelah mobil milik pria tadi menjauh.

"Mahen? Mau kemana dia?"

Leon langsung menghidupkan mesin mobilnya untuk mengikuti kemana perginya Mahen. Ini masih pagi dan sekolah sedang libur, Leon jadi tertarik mengikuti kegiatan Mahen.

Leon menepikan mobilnya agak jauh dari jarak Mahen yang saat ini berhenti di sebuah toko bunga. Leon mulai menerka-nerka sepertinya Mahen memiliki seorang kekasih sehingga ia membeli sebuket bunga sebelum menemui gadisnya itu.

"Eh, jangan-jangan dia mau menemui Lea? Tapi 'kan Lea nggak ada di sini, dan juga ini bukan ke arah rumah Lea," gumam Leon.

Setelah membeli sebuket bunga cantik, Mahen kembali melajukan motornya dan Leon pun kembali mengikutinya. Leon sangat penasaran dengan siapa Mahen akan bertemu, jika dia memilik gadis lain, maka tentu saja ia akan menyakitkan hati Lea yang katanya akan memberikan kesempatan kepada Mahen.

Motor yang dikendarai Mahen masuk ke sebuah tempat yang tentu Leon tahu ini adalah tempat yang sering dikunjungi oleh banyak orang. Ia hanya heran saja mengapa Mahen datang ke pemakaman umum.

"Apakah dia membeli bunga itu untuk seseorang di makam ini?" tanya Leon pada dirinya sendiri.

Leon tidak turun, ia hanya mengamati pergerakan Mahen hingga beberapa menit kemudian pemuda itu pergi lagi meninggalkan area pemakaman tanpa bunga di tangannya.

"Lima belas menit dia menghabiskan waktu di makam itu, siapa sebenarnya yang dia kunjungi? Kekasihnya yang sudah tiada?"

Leon membuka pintu mobil dan ia langsung berjalan ke arah makam yang tadi dikunjungi oleh Mahen. Ia agak kesulitan mencarinya sebab ia tidak tahu pasti di makam yang mana Mahen meletakkan bunga itu, ia hanya mengira-ngira saja hingga akhirnya matanya terbelalak begitu membaca nama yang tertera di salah satu nisan.

"Nggak, nggak mungkin. Masa iya Cici sudah meninggal? Da-dan tanggal kematiannya ini ... itu artinya Cici sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Kenapa Frey nggak pernah ngomong?"

Leon tersentak dan ia benar-benar sangat terkejut mengetahui fakta bahwa partner ini crime-nya di sekolah dulu kini telah tiada. Tak lupa Leon menyempatkan diri untuk mengirimkan doa untuk Cici lalu ia kembali ke mobilnya.

Dengan pikiran yang kacau Leon terus mengemudikan mobilnya. Ia terus saja mengait-ngaitkan antara Cici, Mahen dan Keenan sang sepupu. Ia tahu jika semasa Cici berada di rumah sakit jiwa, wanita itu tengah mengandung anak Keenan yang tidak mau diakui oleh sepupunya itu.

Kaki Leon menginjak rem secara tiba-tiba. Matanya terbelalak ketika ia menyimpulkan sebuah fakta yang baru ia temukan.

"Kalau Mahen itu anaknya Cici dan Keenan, berarti dia adalah keponakanku dan itu artinya tujuannya mendekati Lea untuk membalaskan dendam Cici. Apakah benar seperti ini?"

Leon memijat pelipisnya, ia akhirnya tahu apa maksud Frey menyuruhnya menyelidiki tentang Mahen, rupanya ini ada kaitannya dengan dirinya sendiri, ia tidak menemukan sepupunya itu tetapi ia menemukan keponakannya.

"Lalu, itu rumah siapa? Mahen tinggal bersama siapa dan kemana kedua orang tua Cici? Aku harus ke alamat Cici yang lama dan mencari tahu segalanya," ucap Leon kemudian ia kembali melajukan mobilnya ke tempat tujuan.

...

Setelah menempuh penerbangan singkat itu, keluarga Prayoga telah sampai di rumah keluarga Dameer. Kedatangan mereka langsung di sambut oleh Clarinta dan Danish yang kini sudah tidak muda lagi.

Perkumpulan keluarga Dameer kali ini begitu ramai karena semua anak Danish dan Clarinta berkumpul bersama dengan cucu-cucu mereka yang masih kecil-kecil.

Besok adalah acara tasyakuran untuk cucu mereka yang baru lahir, itu sebabnya mereka berkumpul sedekahkan Frey akan datang dengan penerbangan sore hari.

Di sana juga ada keluarga Farezta yang turut berkumpul dan salah satunya Lea bisa menangkap kehadiran grandma Evelyn yang baru saja datang bersama dengan grandpa Axelle dan juga uncle Rayyan.

"Grandma!! I miss you," ucap Lea kemudian ia memeluk Evelyn dengan erat.

"Grandpa enggak?" tanya Axelle dan buru-buru Lea melepaskan pelukannya dari Evelyn dan langsung memeluk Axelle.

Rayyan hanya geleng-geleng kepala melihat keponakannya itu yang sangat manja terhadap kedua orang tuanya. Memang benar Axelle dan Evelyn sangat memanjakan keturunan Prayoga dan Dameer — dari Clarinta dan Danish yang berjenis kelamin perempuan sebab mereka hanya memiliki satu anak dan belum memiliki cucu.

"Grandpa, bayar pajak karena sudah memeluk gadis cantik ini," ucap Lea setelah ia melepaskan pelukannya dari Axelle.

Rayyan langsung menarik telinga Lea karena ia merasa gemas. Bukan hanya kepada Axelle, pada dirinya dan bahkan pada Danish dan juga anak-anaknya pun pajak ini berlaku sama.

"Ya sakit dong uncle ih!" keluh Lea setelah Rayyan melepaskannya.

"Jangan memperlakukan dirimu seperti itu, jika ingin tinggal minta. Bahkan Lamborghini detik ini akan aku berikan asalkan kamu memintanya," ucap Rayyan dengan sebelah matanya yang ia kedipkan.

Evelyn dan Axelle tertawa sedangkan Lea masih loading dengan maksud Rayyan tersebut.

'Melihat Lea seperti aku melihat dia. Sial! Kenapa jadi memikirkan gadis itu!' keluh Rayyan dalam hati.

Axelle dan Evelyn berpamitan untuk bergabung sedangkan Rayyan mengajak Lea untuk mengobrol di teras.

"Uncle dengar dari mommy, Lea sedang naksir seorang pria tua?" tanya Rayyan to the point.

Lea mendengus, wajahnya langsung memberengut. "Tidak tua uncle, hanya dewasa," bela Lea, padahal ia tahu pria itu bahkan lebih tua dua tahun dari pamannya ini.

Rayyan berdecak. "Itu sama saja! Jika saja uncle tahu selera kamu pria dewasa, uncle pasti akan menjadikanmu kekasih. Dia bahkan lebih tua dari uncle!" ucap Rayyan lagi.

Mata Lea terbelalak, ia kemudian menatap Rayyan dengan intens sambil menelisik apakah pria di hadapannya ini serius atau tidak.

"Woah ... kenapa tidak dari dulu sih uncle? Lea pasti tidak akan menolak lah. Uncle kaya, tampan dan dewasa. Ya sudah ayo menikah!" ujar Lea yang langsung ditoyor oleh Rayyan.

Lea meringis sambil mengusap-usap kepalanya. Ia menatap kesal pada pamannya ini yang entah apa maksudnya berbicara seperti itu sedangkan tindakannya berbanding terbalik.

"Dasar bodoh! Kamu itu keponakan uncle dan itu artinya anak uncle juga. Dari cerita mommy, sepertinya kamu naksir berat pria itu ya? Bagaimana kalau uncle membantumu untuk mendapatkannya?" tawar Rayyan.

Lea yang masih kesal tetapi mendengar ia akan dibantu untuk mendapatkan Leon tentu langsung semangat.

"Yang benar uncle?" tanya Lea dengan mata berbinar-binar.

Rayyan mengangguk. "Tapi kamu juga harus membantu uncle untuk mendapatkan hal yang sama!" ucap Rayyan sambil menyeringai.

"Deal!"

1
Phiphiet Safitri
salah satu penulis favorit
Budi Raka
Luar biasa
Budi Raka
Lumayan
Zikran Zikran
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk kryamu thoor
💜_Vicka Villya_💜: Terima kasih Kak 😊😊
total 1 replies
ari sachio
oh....begitu awal mulany mahen masuk dunia hitam y....lanjut thor...
💪🥰
Nur Adam
lnjut
selina Isirani
Luar biasa
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak
💋Titika tika27💋
Lnjuttt
sweetie belle
lol ngakak 🤣🤣🤣
Marya Dina
iya kan dlaam kandungan saja km udh senang liat orag berantem lea..
Nur Adam
lnjur
Nanda Ajah
ayo up lg thor
Nanda Ajah
bagus
Nur Adam
lnjut
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣 sbar ya papy frey
Anggi Anggi
puas sm ceritaanya
ari sachio
ni gegara pas coblosan lea teriak papi....🤣🤣🤣🤣🤣
Anggi Anggi
gak apa"kak..semoga cepat sembuh dan sehat lagi..semangatttt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!