Pernikahan bukanlah akhir dari kebahagiaan. Tapi pernikahan, adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Cinta tak selamanya indah, ketika apa yang di pertahankan dan di pertaruhkan kini menjadi alasan untuk di tinggalkan.
Bagaimana kisah kelanjutan pasangan muda mantan aktor ternama dengan seorang gadis yang selalu di manja oleh keluarganya.
Mampukah mereka menghadapi lika liku perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ikuti terus kisah Batara dan Zefanya...
jangan lupa follow akun Noveltoon Mommy ya...
IG : Mommy_Ar29
Tiktok : Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
...~Happy Reading~...
Semalaman, Batara di buat tidak bisa tidur karena perkataan Alvin. Entah apa yang ia pikirkan semalaman sampai membuat nya begitu sulit untuk memejamkan mata.
Bahkan, dirinya mencoba untuk membuat lelah agar bisa langsung terlelap. Tapi nyatanya, justru ia yang membuat istrinya lelah dan tepar, tapi matanya sendiri masih sulit untuk di ajak kerjasama yakni tidur.
Hingga pada akhirnya, pada pagi hari ini Batara memutuskan untuk pergi ke kantor polisi. Ia akan menemui Ben dan meminta penjelasan langsung mengenai sosok dirinya.
Kini, bukan lagi kasus pemerkosaan yang menjadi tujuan utama Batara, melainkan mencari tahu sedetail mungkin tentang sahabat nya juga menjadi tujuan bagi Batara dan juga Alvin.
“Bagaimana bulan madu kalian? Lancar? Bagaimana rasanya?” tanya Ben pertama kalinya saat melihat sahabat nya datang berkunjung.
Tidak ada raut wajah penyesalan atau kesedihan sama sekali di wajah Ben. Justru laki laki itu terlihat begitu santai sambil menyandarkan tubuh nya di kursi dan menatap batara dengan sebuah senyuman merekah di bibir nya.
Seperti biasa, Ben memang sangat suka menggoda nya. Dan kini, bahkan laki laki itu seperti merasa bukan ada di penjara, melainkan seperti hari biasa. Sama sekali tidak terlihat raut wajah seorang narapidana.
“Ben, gue kesini untuk—“
“Sudahlah, gue udah bilang. Gak usah terlalu mikirin urusan gue! Cukup pikirin Zefanya, bahagiain dia karena sekarang dia udah jadi bagian dari hidup lo. Urusan gue biar—“
“Siapa lo sebenarnya?” tanya Batara langsung memotong perkataan Ben, bukan menjawab, justru Ben malah terkekeh mendapatkan pertanyaan semacam itu dari sahabat nya.
“Ben!” Batara kembali berseru karena tidak mendapatkan jawaban seperti yang ia mau.
“Gue akan jelasin, tapi tidak sekarang!” Ben menghela napasnya dengan berat sambil melirik ke arah sekitar, dimana dirinya sedang di jaga oleh beberapa polisi yang tak jauh dari tempat nya duduk.
“Kapan?”
“Entahlah ... “ jawab Ben santai lalu ia kembali menyandarkan tubuh nya pada kursi, membuat Batara merasa sedikit frustasi karena kedatangan nya sia sia.
Jika biasanya Batara lah yang mengatur dan Ben tidak bisa membantah ucapan nya. Entah mengapa kini posisi keduanya seperti terbalik, justru Batara lah yang tidak bisa membantah perkataan Ben.
“Pulanglah ... Tunggu gue semingguan lagi! Gue mau tidur lagi,” Ben bangkit begitu saja dari tempat duduk nya dan hendak pergi.
“Bangsaattt! Gue udah repot repot pagi pagi datang kesini Cuma karena khawatir sama lo. Tapi lo nya malah mau pergi gitu aja! Waktu kunjungan gue baru beberapa menit anjirr!” seru Batara seolah tidak terima.
Lagi lagi Ben terkekeh melihat raut kemarahan sahabat nya, “Yang nyuruh lo kesini pagi pagi siapa? Ini jam gue masih tidur! Gara gara lo datang gue terpaksa bangun!” kata nya sambil berdecak.
“Tau gitu gue masih kelonan sama istri gue daripada kesini, sialan!” umpat nya semakin kesal yang membuat Ben semakin tak kuasa menahan tawa nya.
“Ya udah sekarang lo balik! Lo kekepin lagi tu Zefanya! Gue juga mau balik tidur! Anggep aja gue lagi cuti, lagi liburan!”
“Setan, mana ada liburan di penjara!” cetus Batara semakin kesal.
“Ada, ini buktinya gue, lagi menikmati masa liburan!” jawab nya terkekeh sambil terus melangkahkan kaki meninggalkan Batara.
“Ben, tunggu dulu setan!” Mendengar seruan Batara, Ben pun menghentikan langkah nya, laki laki it menoleh dan menatap Batara dengan sebuah senyuman tersungging di wajah nya.
“Gue gak mau ngelibatin kalian. Jadi tolong, bilang juga sama Alvin, gak usah cari tahu tentang gue maupun keluarga gue lagi! Kali ini gue bener bener minta tolong sama kalian!” ucap Ben kini terlihat begitu dingin dengan wajah datar nya,membuat Batara seketika langsung terdiam di tempat nya.
Setelah mengatakan itu, tanpa buang waktu lagi. Ben pun memutuskan untuk segera pergi dan kembali ke dalam sel tahanan nya. Sementara Batara yang masih berada di tempat nya, hanya bisa menatap kepergian Ben dengan perasaan yang tidak menentu.
...~To be continue ......
,/Grin//Grin/