NovelToon NovelToon
Perjuangan cinta, Zahira!

Perjuangan cinta, Zahira!

Status: tamat
Genre:Romansa / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:61.6k
Nilai: 5
Nama Author: samudra lee

Kecelakaan yang terjadi pada Abian Reegan membuat sebagian ingatanya menghilang. Dan hal tersebut membuat Zahira harus berjuang mati-matian untuk membuktikan kepada Sang Suami, Abian bahwa dia adalah istrinya. Dia bahkan terpaksa menjadi pembantu di rumah suaminya sendiri untuk bisa membuktikan hal tersebut dan membuat Abian mengingatnya.

Dikelilingi oleh ibu dan adik tiri yang manipulatif membuat Abian semakin lupa siapa itu Zahira.

Bagaimana cara Zahira untuk membuat Sang Suami mengingatnya ketika ibu dan kakak tiri Abian menghadirkan cinta masa lalu pria itu? Dapatkah Abian mengingat tentang istrinya kembali?

Yuk, terus ikuti kisah rumah tangga Abian dan Zahira. Jangan lupa, like, komen, vote, dan giftnya.

Follow juga akun media sosial author
- IG: samudra_lee_19
- Samudra Lee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Mas, lihat apa yang Zahira lakukan padaku?" adu Inge.

Abian menghampiri Inge. Dia membantu wanita itu untuk berdiri.

"Semua ini dia yang lakukan, Mas. Dia kesal sama aku terus mendorongku. Kalau saja aku gak cekatan, pasti keningku sudah benjol karena terbentur lantai," tuduh Inge lagi yang semakin mendramatisasi.

"Mas, aku nggak melakukan pun. Semua itu nggak benar." Zahira berusaha membela diri sebelum Abian marah kepadanya. "Kalau kamu nggak percaya, tanya saja Bik Darsih," lanjutnya.

Abian menatap Zahira dari atas hingga bawah setelah itu tatapan beralih ke arah Bik Asih yang masih berdiri di dekat meja makan.

"Tanya saja sama Bik Darsih, Mas. Aku nggak bohong!" Inge memberikan menatap tajam Bik Darsih dan mengancamnya tanpa bersuara.

"E... Den... anu... itu... apa... e... Mbak Inge—"

"Kita kembali ke atas saja, Nge!" potong Abian. Laki-laki itu tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia menatap Zahira lagi kemudian membawa Inge pergi dari sana.

"Apa Mas Abian akan membenciku gara-gara masalah ini?" gumam Zahira. Dia kembali mengingat tatapan terakhir Abian kepadanya. Itu bukanlah tatapan kemarahan atau pun tatapan kebencian. "Apa arti tatapanmu itu, Mas?" lirihnya.

Bik Darsih menghampiri.Zahira. "Maaf ya, Mbak karena tadi saya nggak membela Mbak Hira. Saya takut kalau Mbak Inge ngadu macam-macam sama Nyonya Devi terus saya dipecat. Keluarga saya masih membutuhkan saya, Mbak. Sekali lagi maafin saya ya Mbak," ucap Bik Darsih merasa bersalah. Sebagai seorang pembantu dia harus selalu menuruti kata majikan.

"Nggak apa-apa kok, Bik. Lagian Mas Abian tidak mengatakan apapun kan barusan?" jawab Zahira. Istri Abian itu tersenyum seperti biasanya.

"Makasih ya, Mbak karena udah maafin Bibik."

"Iya, Bik. Sama-sama." Zahira mengusap pundak ringkih Bik Darsih.

"Ohya Mbak Hira kan belum makan. Gimana kalau saya bikinkan nasi goreng buat Mbak?" ucap Bik Darsih.

"Nasi putihnya kan sudah habis. Nanti biar aku order saja," jawab Zahira.

"Sekali lagi makasih ya, Mbak," ucap Bik Darsih.

***

Abian dan Inge kembali ke lantai atas. Abian langsung melepaskan papahannya terhadap Inge.

Inge yang sedari terus menyalahkan Zahira dan mengatakan hal macam-macam tentangnya langsung diam. Dia menatap balik Abian yang saat ini sedang menatapnya.

"Mas, kenapa menatapku aeperti itu? Harusnya aku marah lho Mas sama kamu karena kamu nggak ngomelin Si Zahira. Padahal gara-gara wanita licik itu badan aku sakit." Inge memasang wajah sok manja.

"Sampai kapan?"

Inge bingung mendengar pertanyaan Abian itu. "Sampai kapan apanya, Mas?" tanyanya.

"Sampai kapan kamu akan berbohong kalau Zahira mendorongmu tadi?"

Mata Inge terbelalak. Dia tidak percaya kalau Abian melontarkan pertanyaan seperti itu. Padahal, aktingnya sebagai wanita yang teraniaya sudah cukup lumayan.

"Si... si... siapa yang bohong, Mas?" tanya Inge salah tingkah.

"Nge, kamu masih belum mengaku juga? Disini hanya ada kita berdua lho dan kamu masih mau berbohong kepadaku?" tanya Abian.

"Tapi kan aku beneran nggak bohong, Mas. Tadi itu Zahira tiba-tiba mendorongku. Entah apa salahku sampai-sampai tak ada angin dan tak hujan dia mendorongku seperti itu," cerocos Inge yang masih betah dengan tuduhannya. "Aku kesal sama Mas Abian karena tidak memarahi Zahira tadi. Harusnya Mas Abian marahi wanita itu kalau perlu pecat sekalian. Kenapa Mas Abian diam saja sih?" protesnya.

Abian tertawa sumbang mendengar tuduhan Inge terhadap Zahira itu. "Kamu masih nggak mau jujur kepadaku, Nge?" sinisnya.

"Ih, Mas Abian ngomong apa sih? Aku nggak nuduh kok. Semua yang aku katakan benar. Kalau Mas nggak percaya, harusnya Mas tanya sama Bik Darsih tadi," Inge masih mempertahankan tuduhannya.

"Zahira mendorongmu dari depan atau belakang?" tanya Abian lagi.

"Dari depan."

Abian menghela napasnya. "Nge, kalau dia mendorongmu dari depan harusnya kamu jatuh dalam posisi duduk atau telentang, bukan malah seperti posisimu tadi," ujarnya.

"Aku salah ingat, Mas. Tadi dia mendorongku dari belakang. Iya, Mas benaran dari belakang." Inge meralat jawabannya.

Abian terkekeh. "Apa sebegitunya kamu ingin menjatuhkan Hira di depanku?"

"Maksudmu, Mas?"

"Nge, kalau Zahira mendorongmu dari belakang harusnya posisi Zahira berada di belakang kamu. Tapi apa? Dia ada di depan kamu."

"Dia berpindah karena ingin menolongku agar gak ketahuan sama kamu."

"Untungnya apa?"

"Ya... ya biar kamu nggak cerein dia lah," jawab Inge.

Abian kembali menarik napas panjang dan menghembuskannya. "Posisi dia menyerong, Nge. Gak tepat menghadap kamu. Tangan Zahira juga bsah sepertinya dia baru saja mencuci tangannya. Jadi, kalau dia yang mendorongmu seenggaknya ada bekas telapan tangannya di bajumu!"

Abian mulai kesal. Rasanya Inge sudah keterlaluan karena berusaha menjelekan Zahira dengan mencoba memfitnahnya.

"Zahira kan–"

"Cukup, Nge! Kepalaku pusing, aku mau istrahat! Aku tidak suka dengan wanita yang selalu mencoba menjatuhkan orang lain. Pergilah dan jangan temui aku sebelum kamu menginstrospeksi diri!" usir Abian. Dia merasa lelah dengan drama Inge barusan.

"Mas–"

"Pulanglah. Akan kusuruh sopir untuk mengantarmu!"

Setelah mengatakan hal itu, Abian masuk ke kamarnya. Dia terlalu kecewa dengan sikap Inge.

1
Sulati Cus
👍🏻
Bahari Sandra Puspita
cerita yg bagus kak..
to the point dan g bertele-tele.. 🥰🥰🥰

makasih banyak udah mau namatin kisah ini..
walopun aku jg bukan reader yg baik buat kakak, tapi aku tetap mendoakan kakak semoga tetap sehat selalu..
terus semangat berkarya dimanapun kakak berada dan semoga sukses selalu.. 💪🏻😘😍🥰🤩

semoga masih mau nerusin cerita yg belum selesai..
atau bikin cerita baru sampai tamat apapun hasil yg diterima..
aamiin.. 🤩🤩🤩
Bahari Sandra Puspita
semoga masih mau meneruskan kisah Arman ya kak😍
Bahari Sandra Puspita
semangat kakak
Nsaa Indri
lanjut
Aghitsna Agis
memamangnya cuman angela ja yg bisa bkn oerusahaannya bangjrut bkm tahu siapa kel. abin juga bisa sehancyr hancurnya lanjut
Hafifah Hafifah
masih mau lanjut jadi pelakor.siabian bisa lebih sadis dari ini lho lw kamu sampai mengusik kehidupannya
Lestari Titi
nah kan terbongkar jg akhirnya, gimana Angela masih mau meneruskan niat busukmu itu
Nsaa Indri
angela mah penggangu bgt
Lestari Titi
angel minta dilempar ke laut hitam sehitam hatinya
Hafifah Hafifah
males deh si pelakor g sadar"
Aghitsna Agis
ini udah tamat apa blm ya
Wahyu Nengsih
sehat2 ya thor
Hafifah Hafifah
kayaknya si abian udah mulai menjalankan aksinya nih untuk membuat si ulat bulu berhenti ngejar"
Viela
kayakny ini bagian dr rencana zahira
Aghitsna Agis
kenapa abian syok lihat angela disana, bukankah abian lg main drama dan tahu ada angela disana dan seolah olah lg sm wanita lain sengaja lewat j karena ada angela, atau memang punya yg lain lanjut thor jgn jarang up thor mks
IG:samudra_lee_19: Kan hrs akting syok dong, klo gak pura-pura syok ketahuan sama si Angel dong 😌
total 1 replies
Titi lestari Tari
ank temennya bu ranti kali ya
eh tau ding takut salah nnti dikatain sok tau ma kak othor 🤣🤣🤣
Titi lestari Tari: waduuhhh
total 2 replies
Eni Istiarsi
jangan sampai usul Zahira menjadi blunder bagi dirinya sendiri
Aghitsna Agis
jgn nyese xahira kalau abian benrr2 jatuh cinta sm angel kalau mau pura2 deketen angel tapi dkt juga dengan yg lain tapi gimana kalau fipaksa sm orang tua angel untuk menikah hayoo gimana zahira apalagi abian dekt
Hafifah Hafifah
mungkin yg ketemu ama si armand disupermarket itu adiknya si angel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!