NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Berduka.

...~•Happy Reading•~...

Maya jadi terdiam sejenak, saat mendengar penjelasan karyawan bengkel. "Terima kasih, Mas. Kalau begitu, kami pamit." Maya langsung pamit, lalu mengajak Karim meninggalkan bengkel.

Karim tidak bertanya, saat melihat wajah Maya tidak happy dan hanya diam, tidak seperti sebelum minta diantar ke bengkel. Karim tidak diminta turun, sehingga tidak tahu penyebab murungnya.

"Sekarang kita kemana, Nona?" Tanya Karim, karena Maya masih berdiam diri. Tidak mengatakan tujuan selanjutnya padahal mereka sudah di jalan raya. Menyababkan Karim agak ragu menjalankan mobil, karena belum tahu tujuan Maya.

"Ooh iya, Pak Karim. Kita langsung pulang saja. Pak Karim masih bisa makan di rest area, atau mau beli makan siang di drive thru restoran fast food?" Maya baru teringat mereka harus makan siang.

Tadinya Maya berharap bisa bertemu Philemon dan mau mengajaknya makan siang, sekalian bisa bertukar nomor telpon. Tetapi yang ditemukan berbeda dengan yang diharapkan, sehingga buyar semua rencana dan angannya.

Maya sudah yakin akan bertemu dengan Philemon, jadi ketika tidak bertemu dan tidak tahu nomor telponnya, dia lupa pada rencana awal.

"Saya ikut Nona saja. Kalau mau di rest area juga bisa, karena masih ada roti dan minuman yang dikasih Ibu." Karim mengingatkan Maya, bahwa masih ada bekal makanan yang diberikan Mamanya untuk mereka di perjalanan.

"Kalau begitu kita makan siang di rest area pertama saja, Pak. Nanti kalau sudah tiba, tolong info, ya. Saya mau istirahat sebentar." Ucap Maya yang sangat tidak bersemangat.

Maya mencoba pejamkan mata tapi tidak bisa, karena terus berpikir. 'Mungkinkah aku tidak boleh bertemu lagi dengannya karena sudah mengarang bebas, dia tunanganku?' Maya membatin dengan hati yang sedih.

'Mengapa hatiku sangat sedih? Lebih sedih dari saat melihat Aldo berselingkuh. Apa yang salah dengan hatiku?' Maya berkata dalam hati, mengingat Philemon bukan siapa-siapanya.

'Mungkinkah aku berharap terlalu tinggi, bisa bertemu dengannya lagi, hingga ini yang kurasakan?' Maya terus berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya dengan kuat.

Semua yang dilakukan Maya jadi perhatian Karim dari kaca spion. Dia bisa melihat kesedihan di wajah Maya yang sering menatap keluar jendela mobil.

Saat tiba di rest area, Maya makan hanya sedikit, karena tidak berselera. Membuat Karim tidak bisa berkomentar. Dia menghabiskan makanannya dalam diam.

"Pak Karim, kita jangan langsung pulang ke rumah, ya. Kita ke pabrik dulu untuk letakan kulkas tadi di ruang kerja saya." Maya ingat kulkas portable miliknya yang di bawa dari tempat kost.

Saat melihat orang lagi masak di kedai/depot rest area, dia jadi ingat dengan kompor dan kulkas portablenya. Dia ingin meletakan kulkas dan kompor listrik di ruang kerjanya, karena mungkin akan dibutuhkan suatu waktu.

"Siap, Nona." Ucap Karim setelah mereka selesai makan dan kembali masuk ke jalan tol.

~*

Menjelang sore, mereka tiba lagi di rumah karena jalanan agak padat. Sehingga Karim membawa mobil lebih lambat.

"Kalian lama sekali?" Tanya Papa Maya saat Maya masuk ke rumah dan Karim telah pulang ke rumahnya.

"Tadi jalanan padat dan juga kami ke pabrik dulu, Pa...." Maya menjelaskan mengapa mereka ke pabrik untuk meletakan barang yang dibawah dari tempat kostnya.

"Ooh. Kalau begitu mandi dan istirahat sebentar, sebelum kita makan malam." Mama Maya melihat Maya tidak segar seperti saat berangkat ke Moro, jadi bilang dia untuk istirahat sebelum dikomentari lagi oleh Papanya.

Maya segera masuk ke kamar dan mandi. Setelah mandi, dia duduk lama di depan cermin sambil menatap wajahnya, lama. 'Apa yang sedang terjadi denganmu? Mengapa matamu meredup dan hatimu terasa sakit?' Maya berbicara sendiri kepada dirinya di dalam cermin. Kemudian dia kembali menarik nafas panjang untuk melegakan dan menenangkan hati, sebelum keluar menemui orang tuanya untuk makan malam.

~*

Setelah melewati akhir pekan, Maya kembali disibukan dengan pekerjaan kantor yang tidak ada selesainya. Bagian keuangan bekerja dengan baik sesuai tugas masing-masing. Jadi dia juga harus bekerja cepat sebelum tiba akhir bulan, waktunya pembayaran gaji.

Bendahara telah menyiapkan semua daftar gaji pegawai, agar dia bisa memeriksa sebelum tiba waktu transfer gaji. Papanya sudah mengingatkan, agar jangan terlambat membayar gaji karyawan. Supaya mereka semangat untuk bekerja.

Sebelum waktu pulang kerja, Papanya telpon untuk dstang ke ruang kerja. Walaupun sedang sibuk, dia meninggalkan pekerjaannya lalu menemui Papanya.

"Ada apa, Pa?" Maya bertanya saat sudah berada dalam ruang kerja Papanya.

"Tinggalkan kerjamu atau dibawa pulang saja, karena kita akan pulang ke rumah. Ada keluarga yang meninggal, jadi kita harus pergi melayat sebelum malam tiba." Papa Maya berkata sambil merapikan semua dokumen di atas meja.

Melihat wajah dan sikap Papanya, dia tidak bertanya lagi siapa yang meninggal. Dia hanya mengangguk, lalu segera balik ke ruang kerjanya. Dengan cepat dia merapikan semua yang di atas meja kerja, lalu memasukan ke dalam tas kerja.

Setelah pamit kepada semua karyawan keuangan, dia segera keluar untuk menunggu Papanya. Namun ternyata dia sudah ditunggu di mobil. Dia segera naik dan duduk di samping Papanya.

"Sampai di rumah, bersihkan badan sebisanya saja untuk menghemat waktu. Mama sudah menunggu kita, jadi kita bisa langsung berangkat." Ucap Papanya, lalu kembali fokus dengan ponselnya.

"Iya, Pa." Jawab Maya singat, tanpa bertanya.

Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di rumah. Mama Maya sudah menunggu dengan mengenakan pakaian berkabung dan juga rangkaian bunga dan dua keranjang besar bunga mawar putih.

Maya segera ke kamar, sedangkan Mamanya bantu menyiapkan keperluan Papanya untuk pergi. Begitu juga dengan minuman dan makanan kecil untuk dimasukan ke mobil, sudah disiapkan Mamanya.

Menjelang malam mereka tiba di rumah duka yang sudah penuh dengan para pelayat. Maya baru menyadari, mengapa Papanya minta dia pulang cepat, karena keluarga yang berduka di kota tetangga dan tidak bisa lewat tol. Butuh hampir satu jam, baru tiba di tempat duka.

Maya berjalan masuk bersama Mamanya, sedangkan Papanya berjalan di depan. Seorang pria mendekati Papanya, lalu berjalan masuk sambil berbicara. Mereka diantar ke ruang duka, dimana jenazah disemayamkan.

Mereka berjalan dalam iringan pelayat yang mau menyampaikan turut berduka kepada keluarga yang sedang berduka. Maya heran, kedua orang tuanya tidak ke keluarga duka, hanya berdiri di pinggir peti dan meletakan keranjang bunga di lantai dekat peti.

Mamanya mau memegang tangannya agar tidak pergi ke keluarga duka, tapi dia sudah terlanjur terbawa oleh pelayat lain, saat meletakan keranjang bunga di lantai. Jadi dia ikut dalam antrian untuk memberi ucapan turut berduka kepada keluarga.

"Philee." Maya sangat terkejut, saat melihat Philemon sedang berbicara dengan orang yang ada di depannya.

Mendengar namanya yang tidak pernah dipanggil oleh orang lain, Philemon sontak menengok. "Kamaya. Ko' bisa ke sini? Kau dengan siapa?" Tanya Philemon beruntun, tanpa bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

"Dengan orang tuaku, itu yang ada di dekat peti." Ucap Maya cepat lalu hendak menyalami orang tua Philemon, tapi orang tuanya tidak menerima uluran tangannya. Walapun terkejut, Maya meletakan kedua tangan di depan dada sambil mengucapkan turut berduka cita lalu meninggalkan antrian.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
wah siapa itu, jangan jangan si lemon apa si anus😎
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
Jaman siti Nurbaya masih jodoh jodohkan lah ini jaman sudah berubah pak.. ngga kenal juga main dilamar aja.. ngga adaptasi dulu apa😎
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
ga salah ini namanya phir lemon tadi anus.. piye iki... 😎
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
maya sam fanus jadi. kaya tim. jerry.. lagian fanus ngapain sih maksa banget.. kan Maya jadi takut boss😎
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
waduh si anus ngapain sih ngintilin maya trus.. kan jadi ilfil deh dinikutin trus.. 😎
zc❖Erti 🇮🇩
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️🇮🇩: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!