~Follow, Like dan Comment ya ayang-ayang akoooh~
Alvaro Gabriel, seorang CEO yang terkenal sangat sukses diusianya yang masih muda. Kehadiran Vanaya Anastasya seorang Akuntan baru di perusahaan itu, sedikit mengusik perhatiannya.
Akankah Alvaro berhasil mencuri perhatian Vanaya?
Mari dibaca ya teman"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beepoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi
Tidak ada obrolan sejak mereka pulang dari pantai hingga tiba dihotel. Sesampainya dikamar hotel, Vanaya segera mandi dan mengganti pakaiannya kemudian dia naik keatas ranjang dan menutup dirinya dengan selimut.
Alvaro memperhatikan sejak tadi Vanaya banyak diam. Di menghela nafas kemudian membersihkan dirinya dan menyusul Vanaya ke alam mimpi.
Pagi hari Vanaya yang lebih dulu bangun pun cepat-cepat membersihkan dirinya. Ketika dia mandi, Alvaro pun terbangun dan duduk melamun diatas ranjang.
Vanaya yang selesai pakaian didalam kamar mandi segera keluar dan menemukan Alvaro yang sudah bangun.
"Nay, sini" Alvaro memanggil Vanaya dan menyuruhnya duduk dekat dengannya
Dengan perlahan Vanaya duduk dan menatap Alvaro tetapi hanya diam saja. Alvaro meraih tangan Vanaya dan menggenggamnya erat
"Kenapa dari pulang kemarin malam seperti menghindar dari aku, hemm?" tanya Alvaro lembut
"Maaf Al! Tapi aku takut" jawab Vanaya pelan
Alvaro mengernyitkan keningnya seolah sedang berpikir keras
"Takut? Tapi takut sama apa Nay?" tanya Alvaro
"Itu" Vanaya menunjuk ke bagian bawah Alvaro
"Hah? Hahahaa" seketika Alvaro tertawa kuat
"Plakkk! Aku serius Al jangan diketawain" Vanaya memukul lengan Alvaro
"Iya maaf! Abisnya lucu sih Nay masa takut. Emang digigit ya" Alvaro terkekeh
Vanaya hanya mendelikkan matanya dan menatap tajam ke arah Alvaro.
Perlahan Alvaro menarik Vanaya kedalam pelukannya dan mengecup kening Vanaya dengan lembut kemudian berbisik
"Aku mencintaimu tulus dari hatiku sejak pertama kali kita bertemu Nay. Aku sama sekali ga pernah berpikiran untuk melakukan sesuatu hal seperti kemarin malam. Tapi setiap aku didekatmu, aku kehilangan kontrol. Sulit sekali untuk menahannya, jangan menghindar dari aku Nay, please"
Alvaro mengeratkan pelukannya dan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya seperti sedang melampiaskan perasaannya yang tertahan sejak kemarin
Vanaya menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukan Alvaro
"Pelan-pelan aja! Kasih aku waktu untuk terbiasa" ucap Vanaya
"Akan kuusahakan" Alvaro memainkan matanya
"Ehh! Kau jangan melakukannya sebelum menikahiku" Vanaya yang over thinking memberi aba-aba keras pada Alvaro
"Itu artinya kau siap kunikahin sekarang juga? Kalau iya aku akan segera melamarmu Nay" ucap Alvaro serius
"Ga gitu juga Al! Baru aja kemarin pacarannya udah diajakin nikah. Ucap Vanaya
"Banyak koq Nay orang-orang yang pacarannya setelah menikah. Mau ya kunikahin? Aku takut ga bisa nahan! Sumpah Nay" ucap Alvaro
"Dihh! Gini amat cara melamarnya! Dah ah sana mandi" Vanaya bangkit dan menuju balkon hotel
Alvaro berpikir sejenak kemudian dengan berjalan gontai menuju kamar mandi.
Dan ketika dia sudah selesai mandi, Vanaya sudah menunggunya untuk sarapan. Terlihat 2 roti bakar beserta dengan jus juga segelas kopi ada diatas meja.
"Udah? Sini sarapan dulu" ajak Vanaya
"Sebentar sayang!" Alvaro berjalan mendekat dimana Vanaya berada dengan ponsel ditangannya.
Dia kelihatan sedikit sibuk karena beberapa kali menekan layar ponselnya seperti sedang mengetik.
"Al, mau sarapan atau main Hp?" tanya Vanaya merasa diabaikan
"Hmmmm!" Alvaro menghentikan aktivitasnya dan seolah-olah berpikir
"Sarapan deh. Tapi pakai ini. Cuppp" Alvaro mengecup bibir Vanaya
"Aisss...Al" Vanaya manyun
"Hehee! Iya sayang canda. Kita sarapan sekarang" Alvaro meraih roti bakar tersebut kemudian menyuapi Vanaya
Vanaya menerima suapan dari Alvaro dan mereka saling bercanda
"Nay! Kita pulangnya hari ini atau besok ya?" Tanya Alvaro disela-sela mereka sedang sarapan
"Berhubung kerjaan kita udah beres disini, ya pulang hari ini aja. Pain coba lama-lama disini?" jawab Vanaya
"Ga mau jalan-jalan dulu gitu Nay?" Tawar Alvaro
"Terus kalau kita jalan-jalan, gimana dengan perusahaan?" tanya Vanaya
"Hmmm itu sih aman! Tadi aku baru chat Tom menanyakan tentang perusahaan. Jangan khawatir! Tom orang yang sangat bisa ku andalkan. Bagaimana! Mau jalan-jalan?" Ucap Alvaro
"Boleh deh! Sekalian cari oleh-oleh buat papa mama" jawab Vanaya
"Hmmm! Papa mama doang nih yang dikasih oleh-oleh? Mommy dan Daddy gimana?" Tanya Alvaro
"Dihhh! Tinggal beli aja juga Al! Pake nanya" jawab Vanaya
"Ga peka ya! Kalau aku yang beli sih bisa! Tapi mommy sama daddy pasti lebih senang kalau dibawain oleh-oleh sama calon menantunya" Jelas Alvaro
"Ehhh! Masa sih? Tapi aku takut ketemu mommy dan daddymu Al" jawab Vanaya
"Mereka ga gigit jadi jangan takut. Kan ada aku yang nemeni. Pulang dari sini besok kita langsung ketemu mommy sama daddy, mau ya sayang?" tanya Alvaro
"Iya tapi aku jangan ditinggal loh. Takut ntar salah ngomong" ucap Vanaya
"Iya aku temeni koq. Nih abisin minumnya! Kita pergi jalan-jalan sekarang aja" Alvaro menyodorkan gelas yang masih berisi jus pada Vanaya
"Udah! Yuk!" Vanaya meneguk habis isi gelas tersebut kemudian mereka pergi berjalan-jalan mengelilingi kota AB
Seharian mereka menghabiskan waktu bersama. Mereka mengunjungi beberapa tempat rekreasi dan sesekali mengambil foto berdua. Alvaro juga dengan diam-diam banyak mengambil foto Vanaya menggunakan ponselnya. Mereka juga mengunjungi tempat penjualan souvenir untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Dilain tempat, Amber sedang berada disebuah cafe untuk ketemuan dengan Rebecca. Mereka sudah saling membuat janji akan bertemu siang ini.
"Hai Amber! Maaf aku terlambat! Aku terjebak macet. Kau sudah lama menunggu?" tanya Rebecca yang baru saja tiba.
"It's Okay! Aku juga baru sampai 15 menit lalu. Duduklah" Amber mempersilahkan Rebecca untuk duduk
"Oh iya terima kasih" jawab Rebecca
"Kau mau pesan apa Rebecca?" tanya Amber
"Jus Alpukat. Itu saja" jawab Rebecca
Amber pun memesan minuman mereka dan setelah pesanan mereka tiba, mereka mulai saling bercerita.
"Ohh ya Amber! Kenapa kemarin kau telepon? Katamu ada sesuatu yang mau kau bahas! Katakanlah" ucap Rebecca
"Hmmm! Apa aku boleh minta tolong padamu Rebecca? Tidak sulit! Dan satu lagi kau akan ku bayar" Amber menyampaikan tujuannya
"Seperti suatu misi saja. Hahaa" Rebecca tertawa
"Yupss! Kau benar! Kau cukup memata-matai Alvaro selama dia berada diperusahaan dan kirimkan bukti padaku, memotret misalnya" ucap Amber
"Alvaro? Maksudmu tuan Alvaro? Bukankah dia CEO di perusahaan AVG?" tanya Rebecca
"Iya! Alvaro CEO di perusahaan AVG. Apa kau bisa Rebecca? Aku akan membayarmu 2x lipat dari gajimu disana" jelas Amber
"Hmmm! Lumayan juga! Ok akan kulaksanakan. Tapi untuk apa? Bagaimana kalau aku ketahuan?" tanya Rebecca
"Besok! Lakukan mulai besok! Kau harus berusaha jangan sampai ketahuan. Aku ada urusan bisnis dengannya, aku hanya ingin memantaunya. Itu saja!" jawab Amber memberi alasan.
Padahal dia ingin memastikan sejauh apa hubungan Alvaro dengan Vanaya yang disebut kekasihnya itu
"Ok deal" Amber dan Rebecca saling berjabat tangan
maap.baru baca eps satu next aku bakalan baca lagi 🙏