NovelToon NovelToon
Revenge Marriage

Revenge Marriage

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:860.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: syitahfadilah

S 1

Menikah dengan laki-laki yang dicintai adalah impian setiap wanita. Tetapi, pernikahan impian yang diharapkan Aruna justru membawanya pada penderitaan lantaran dendam yang dimiliki sang suami pada kakaknya yang Aruna tidak ketahui. Namun, karena cinta, Aruna tetap bertahan dengan segala perlakuan suaminya.

Sebuah fakta akhirnya membuat pertahanan Aruna runtuh. Dengan segala cara Aruna melarikan diri dari rumah yang sudah seperti neraka untuknya. Aruna pergi dengan membawa cinta yang telah berubah menjadi kebencian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RM. BAB 19

"Ya Tuhan, aku harus memulainya darimana?" Gumam Juna sambil menyandarkan kepalanya di stir mobil. Sesaat keluar dari rumah ia begitu bersemangat untuk mencari pelaku pemerkosa adiknya, namun kini ia menjadi bingung karena sama sekali tidak mempunyai petunjuk untuk itu.

Beberapa saat berpikir, Juna pun menegakkan kembali tubuhnya ketika teringat dengan sesuatu.

"Kampus, yah aku harus ke kampus sekarang juga." Ujarnya lalu segera melajukan mobilnya menuju sebuah universitas dimana ia, Farhan dan beberapa temannya yang lain mengemban ilmu bersama di sana. Ia akan memulai mencari petunjuk di universitas itu, mengingat pengakuan Farhan bahwa jam tangannya hilang di toilet saat menghadiri reuni kampus.

Di atas balkon sana, Aruna berdiri dengan tatapan tak lepas menatap mobil Juna yang melaju dengan kecepatan tinggi, hingga hilang dari pandangannya.

Senyum tipis terbit di bibirnya, ada rasa senang karena hari ini suaminya itu tidak akan mengganggunya dengan berbagai permohonan. Selama seminggu, ini adalah pertama kalinya Juna meninggalkan rumahnya.

"Dia pergi," ujar Farhan yang kini telah berdiri disamping adiknya itu.

"Yah, aku melihatnya." Kata Aruna tanpa melihat kearah lawan bicaranya.

"Apa kau senang dia pergi?" Tanya Farhan, meski melihat dari samping tetapi ia bisa melihat dengan jelas bahwa adiknya itu sedang tersenyum.

"Tentu, karena hari ini aku akan tenang tanpa gangguannya." Jawab Aruna.

"Bukan hanya hari ini, tapi seterusnya."

Mendengar ucapan Farhan, senyum yang sejak tadi menghiasi wajah Aruna perlahan meredup. Agak ragu ia menoleh menatap kakaknya dengan kening mengkerut. "Apa maksud Kakak?" Tanyanya dengan sedikit terbata.

"Yah, dia pergi sesuai seperti permintaanmu." Jawab Farhan.

"Jadi, dia tidak akan kembali lagi kesini?"

Farhan mengangguk dengan mantap, membuat Aruna sedikit tercengang. Ia tidak menyangka jika Juna akan menyerah semudah itu. Ia pikir suaminya itu akan berusaha lebih keras lagi namun, ternyata semua ucapan permohonannya hanya omong kosong belaka. Aruna tersenyum miris.

"Oh, baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu repot-repot lagi menyuruhnya untuk pergi, dia sudah pergi dengan sendirinya." Ujar Aruna sambil tersenyum, menunjukkan bahwa ia senang dengan kabar itu. Namun, entah kenapa ia merasakan sesuatu yang lain dihatinya yang ia sendiri tidak mengerti.

"Kak, kalau begitu aku ke kamar dulu."

Farhan hanya mengangguk, dan Aruna pun dengan langkah cepat meninggalkan kakaknya itu.

Setelah Aruna berlalu, Farhan merogoh ponselnya didalam saku celananya. Ia mengetikkan sebuah pesan dan mengirimkannya kepada Juna.

"Kakak mau lihat, Aruna. Sejauh mana kau bisa membohongi kakakmu ini." Gumamnya setelah pesannya terkirim kepada Juna.

"Dan kamu, Juna. Aku bisa melihat ketulusanmu, tapi tetap saja kau harus dihukum."

Farhan terkekeh mengingat Juna dan Aruna, sungguh pasangan suami-istri yang malang.

.

.

.

Sesampainya di kampus, Juna langsung mendatangi pihak kampus untuk meminta izin melihat rekaman cctv. Setelah mendapatkan izin iapun segera menuju ruangan cctv.

"Pak, tolong putarkan rekaman cctv sewaktu diadakan reuni kampus sekitar 8 bulan yang lalu." Pinta Juna pada pengawas cctv.

"Baik, tunggu sebentar." Pengawas cctv itupun mulai mencari rekaman yang diminta oleh Juna.

Juna menarik kursi dan duduk di samping petugas pengawas cctv itu, ia menatap layar monitor dengan teliti.

Kedua mata Juna membulat saat rekaman memperlihatkan Farhan yang datang ke toilet, dan disini Farhan tidak berbohong. Temannya itu memang melepas jam tangannya dan menggantungnya di depan pintu toilet.

Juna menegakkan posisi duduknya kala layar monitor itu menampilkan rekaman selanjutnya, dimana tak lama setelah Farhan masuk kedalam toilet, seorang laki-laki datang dan mengambil jam tangan itu. Namun, ia mendesahh kesal karena laki-laki itu memakai penutup wajah sehingga tidak bisa dikenali.

"Ah sial, bagaimana ini?" Juna mengusap wajahnya dengan frustasi. Hanya rekaman cctv itu yang ia harapkan akan bisa menjadi petunjuk untuknya, namun nyatanya tidak membuahkan hasil. Rekaman cctv itu tidak bisa dijadikan petunjuk.

Berbagai pertanyaan kini timbul dipikirkannya.

Siapa laki-laki itu?

Kenapa mengkambinghitamkan Farhan, dan kenapa Jane yang dijadikan korban?

Dan apa tujuannya sebenarnya melakukan itu semua?

Memikirkan itu membuat kelapa Juna berdenyut nyeri. Ini adalah teka-teki yang sangat sulit untuk dipecahkan.

"Bagaimana, apa sudah cukup atau masih ada rekaman lainnya lagi yang ingin dilihat?" Tanya petugas pengawas cctv itu.

Juna menggeleng, "Tidak ada, Pak. Tapi saya minta salinan rekaman ini." Meski dirasa tidak bisa memberikan petunjuk, namun ia tetap meminta hasil rekaman itu.

Setelah mendapatkan salinan rekama cctv itu, Juna pun bergegas pergi dari tempat itu. Saat berada didalam mobilnya, ia merogoh ponsel didalam saku celananya hendak menghubungi Farhan untuk memberitahu apa yang didapatkannya hari ini, namun sebuah pesan masuk yang dikirim oleh Farhan mengurungkan niatnya untuk menghubungi kakak iparnya itu.

(Jangan kembali sebelum kau bisa menyelesaikan semuanya. Aku tidak mau tau bagaimanapun caranya, kau harus bisa membawa orang itu kehadapanku!)

"Huh, apa ini, Farhan tidak menyuruhku pulang?" Juna menghela nafasnya dengan panjang setelah membaca pesan itu. Tujuannya tinggal di rumah itu adalah untuk meluluhkan hati istrinya. Namun, jika Farhan tidak mengizinkannya kembali, bagaimana dengan usahanya itu? Akan semakin sulit untuk meluluhkan hati Aruna.

Beberapa saat termenung didalam mobilnya, Juna terhenyak ketika ponselnya berdering. Ia lekas meraih ponselnya yang ia letakkan didekat stir mobilnya. Keningnya mengkerut melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.

"Jack?"

1
My dream
❤️🔥
ayu cantik
suka
ika
hana?
ato aruna?
Nurlinda: Aruna, kak maaf typo
total 1 replies
jenny
klo semuanya pada mau balas dendam ga akan ada habisnya
Dewa Nara
mungkin si Jack pelakunya
Dewa Nara
Makanya yg namanya balas dendam memang tidak baik. Biar saja Tuhan yg menghukum pelakunya.
guntur 1609
apa si Jack pelaku utamanya
guntur 1609
jangan blng laki2 yg nabrak tu adalah adam
guntur 1609
sakit kau kan di gitukan. tu adalah balasan yg kau lakukan sm Aruna dulu
guntur 1609
mampus kau laku2 bodoh
guntur 1609
nanti kau salah org juna. dan itu nantinya nyg membuat kau menyesal. tapi sdh terlambat
Mimi rachmah
Luar biasa
Sri Widjiastuti
dokter2... maunya sih terlibat balas dendamnya aruna, biar jd urusan aruna dong
Lovato Wind
ceritanya menarik, maaf thor ya bukannya mau menjelek2kan, hanya saja minta tlong lebih teliti Ya thor, saya tau merilis cerita bukan perkara mudah apalagi urusan merangkai kata, tapi dicerita ini saya menemukan banyak banget dialog Dan juga narasi yg sama dengan judul rahasia hati 2. cuma sekedar mengingatkan aja, maaf ya thor
Indah Rohmiatun
suatu hubungan itu butuh kejujuran dan keterbukaan atara juna dan aruna
Simba Berry
alasan yg tdk masuk akal.
prima yanary
Luar biasa
Indah Lestari
👍luar biasa
Athallah Linggar
Udahlah juna,kamu tuh laki2 biaa nyari yg lebih dr aruna. Mgkin jodoh kalian mg smpe segitu umurnya . Jgn buang wktmu bwt perempuan yg tak mau mghargai penyesalan dan perjuanganmu bwt mperbaiki diri. Fokus bwt anakmmu nnt
Elfia Yusma
kata ny dr pribadi papa ny,masak no hp dr g ad di ponsel ny,🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!