NovelToon NovelToon
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni t

Alena mengorbankan usia mudanya dengan menikahi Aviano. Dia menikah di usia yang terbilang masih sangat muda yaitu 18 tahun. Dirinya bahkan mengubur dalam-dalam impiannya untuk berkuliah dan lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Mengurus rumah dan 2 buah hatinya adalah pekerjaannya sehari-hari.

5 tahun pernikahan mereka, hal yang mengejutkan pun terkuak, Alviano suaminya ternyata diam-diam memiliki wanita lain. Dia telah mengkhianati kesetiaan, ketulusan bahkan semua pengorbanan yang telah di lakukan oleh istrinya selama ini.

Akankah Alena bertahan demi kedua buah hatinya, memaafkan dan memberi kesempatan kedua kepada suaminya itu? Atau, dia akan memilih mundur dan mengejar cita-citanya yang sempat dia kubur dalam-dalam?

"Perselingkuhan Suamiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fatamorgana

Alvian seketika menyeka air matanya. Semua yang dia lihat tidaklah nyata, dia menatap tubuh keluarga kecilnya yang perlahan menghilang seperti embun pagi yang tersapu sinar matahari. Semua itu hanyalah fatamorgana, rasa rindunya yang berlalu dalam kepada mereka membuatnya membayangkan hal yang mustahil.

Bruk!

Dia menjatuhkan tubuhnya di atas kursi. Alvian pun mengusap wajahnya kasar. Memejamkan kedua mata sekejap lalu kembali membukanya dan menatap sekeliling, berharap bahwa dirinya akan kembali melihat mereka. Namun, harapannya itu sia-sia saja tentunya karena dirinya hanya sendirian di rumah ini, merana dan kesepian sesuatu yang begitu menyiksa jiwa seorang Alviano.

"Alena, Lani, Lian saya rindu kalian," gumam Alvian menyeka buliran bening yang berjatuhan tanpa terasa.

Tok! Tok! Tok!

Pintu rumah pun seketika di ketuk. Alvian bangkit dengan tergesa-gesa. Harapannya kembali memenuhi hatinya, harapan bahwa yang datang itu adalah mereka.

Ceklek!

Pintu pun di buka lebar. Seorang laki-laki nampak berdiri tepat di depan pintu membuatnya merasa kecewa tentu saja. Lagi-lagi harapannya itu sirna.

"Permisi, apa benar ini kediaman Alviano?" Tanya laki-laki tersebut.

"Betul."

"Saya hanya mau mengantarkan paket untuk Anda," ucapnya lagi, menyerahkan amplop berwarna putih dan segera berpamitan saat itu juga.

Alvian menerima amplop tersebut. Dia pun membuka lalu mengeluarkan selembar kertas dari dalamnya. Dada seorang Alvian seketika terasa sesak, saat dia membaca isi kertas dengan tanda tangan di atas meterai. Kertas itu adalah surat dari pengadilan, surat permohonan gugatan cerai yang dilayangkan oleh istrinya.

"Alena," gumamnya, mengusap dadanya di mana hati seorang Alvian berada di dalam sana. Rasanya sakit sekali, seluruh dunianya terasa runtuh sekarang.

* * *

3 bulan kemudian.

Tok! Tok! Tok!

Palu hakim pun di ketuk tanda gugatan cerai yang dilayangkan oleh wanita bernama Alena dikabulkan oleh majelis hakim. Mereka telah sah bercerai bukan hanya secara agama tapi juga secara negara. Wanita itu telah sah menyandang status sebagai janda begitu pun sebaliknya.

Baik Alena maupun Alviano nampak hadir di sana. Keduanya duduk di kursi pesakitan lalu bangkit dan meninggalkan ruang sidang. Alena berjalan mendahului Alvian. Sampai akhirnya dia pun menghentikan langkah kakinya saat mantan suaminya itu memanggil namanya dengan nada suara lantang.

"Alena!"

Langkah Alena sontak terhenti. Dia memejamkan kedua matanya sebelum akhirnya berbalik lalu menatap wajah Alviano. Kedua matanya menatap dengan wajah datar laki-laki yang sempat mengisi hidupnya itu.

"Tunggu saya, Len," pinta Alvian mempercepat langkah kakinya.

"Ada apa lagi, Mas?"

"Eu ... Apa boleh saya mengajak anak-anak jalan-jalan? Saya juga ingin mengajak mereka untuk menginap di rumah barang sehari saja," pinta Alvian berdiri tepat di depan Alena kini.

"Boleh," jawab Alena singkat lalu hendak melanjutkan langkah kakinya.

"Tunggu, Len," pinta Alvian meraih pergelangan tangan wanita itu lalu di tepis oleh Alena dengan segera.

"Apa lagi, Mas?"

"Bisakah kita bersikap biasa saja di depan anak-anak? Maksud saya, kita masih bisa jalan berempat. Jangan sampai karena perpisahan kita membuat mereka melupakan bagaimana rasanya berkumpul dengan kedua orang tua mereka."

Alena seketika tersenyum getir. Ya, apa yang baru saja di ucapkan oleh Alvian memanglah benar. Dia tidak ingin anak-anaknya itu sampai kehilangan moment berkumpul bersama kedua orang tuanya. Mereka sudah kehilangan kasih sayang seorang ayah meskipun tidak sepenuhnya, karena dirinya tidak akan membatasi mantan suaminya itu untuk menemui anak-anak mereka.

"Baiklah, mari kita lakukan itu kapan-kapan. Mas boleh menemui anak-anak sekarang, Mas juga boleh membawa mereka untuk menginap di rumah Mas untuk malam ini. Kamu jemput saja mereka ke rumah," jawab Alena kemudian.

"Terima kasih, Lena."

Alena hanya tersenyum kecil, dia pun melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Alvian yang saat ini menatap punggungnya dengan perasaan getir.

'Semoga kamu selalu bahagia dengan siapapun nanti. Semoga kamu bisa meraih semua cita-cita yang sempat tertunda karena pernikahan kita dulu, dan semoga kamu bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari saya. Doa terbaik untuk kamu, Len. Saya selalu mencintai kamu,' batin Alvian, menatap punggung wanita yang kini telah menjadi mantan istrinya.

* * *

Sesampainya di rumah, Alena segera di sambut oleh kedua buah hatinya. Lani dan Lian segera memeluk tubuh sang ibu, seolah mengerti bahwa pelukan merekalah yang bisa menguatkan hati seorang Alena.

"Mommy sudah pulang," celoteh Lani tersenyum lebar.

"Mommy gendong," pinta Lian merentangkan kedua tangannya.

"Aku juga mau." Lani melakukan hal yang sama.

"Astaga putra-putri Mommy, sini Mommy akan menggendong kalian berdua," jawab Alena, merentangkan kedua tangannya dan meraih tubuh mungil mereka, menggendong keduanya seperti biasa.

"Mom, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Lani seketika memasang wajah serius.

"Bertanya apa, sayang? Katakan saja."

"Apa Mommy sama Daddy bercerai? Bercerai itu apa sih? Ko kita di sini terus? Kenapa kita tidak pulang-pulang ke rumah Daddy?"

Alena seketika merasa terhenyak. Dirinya terlalu fokus dalam membenahi diri, mengobati luka di dalam hatinya. Namun, dia melupakan satu hal, Alena masih belum menjelaskan tentang kondisi mereka bahwa, keadaan tidak lagi sama dan mereka tidak akan lagi pulang ke rumah ayah mereka itu.

"Kenapa Mommy diam saja?" Lani kembali bertanya.

"Aku kangen Daddy," celoteh Lian menyandarkan kepalanya di bahu sang ibu.

BERSAMBUNG

...****************...

1
Sri Endang
jodoh si Dos kilerr. 🤣🤣🤣
Sri Endang
Pak Dosen nanya status lagi. 🤣🤣🤣
Sri Endang
Duhh, salah besar si suami, selingkuh. istri klg Tajir. yah milih cerai donk, dari mkn hati. 🤭🤭🤭🤭
Sri Endang
cerita bagus, utk pelajaran pasangan suami, istri. Ank 2 yg jadi korban.
Sri Endang
jgn sok jadi wanita Super, di kerjain semua urusan rmh. berhias diri, jgn dasteran mulu. byk Pelakor 3 segar bugar di luar rmh. 🤣🤣🤣🤣
Sri Endang
itu lah 18 thn udh nikah, bkn sklh dulu. he he he🙏🙏
Amiera Syaqilla
assalamualaikum author🤗
Vina Tamaela
Dasar Ibu murahan baru aja cerai sibuk aja sama yg baru gak mikirin perasaan snak2 yg sering
Sri eka Ningsih
cerita ya Sagat bagus
Vina Tamaela
Kok cepat sekali thor padahal perceraian baru seumur jagung udah ketemu baru bukannya lagi masa penyembuhan dan trauma perceraian tolong thor jgn sampai alena jadi wanita yg mudah jatuh cinta dia harus dibuat serius dalam menggapai cita cita dan mengurus buah hati soal pengganti itu nanti aja dulu syapa tau daddy nya anak2 udah benar-benar tobat dan masih mencintai dan ingin rujuk di kemudian hari buat masing-masing menahan diri setelah bercerai jgn mudah cari baru lagi
Vina Tamaela
Jangan luluh Alena berikan dulu sedikit penyiksaan hati bagi si pengkhianat itu biar dia tau gimana rasanya ditinggal,,, berikan sedikit pelajaran 😭
Anonim
Alfian lakilaki egois
Wati Anja
semoga Alena bahagia dan bertemu dengan kali" yg lebih baik dari pada mntan suaminya❤❤❤
Wati Anja
Gsayang banget abangnya ❤❤❤
Murai Ateng
kurang tegas tokoh Alena y seharus ngambil prinsif tega jgn menla mencele
Wayan Sucani
Punya orang tua kaya... knapa gga nyari pembantu.. suami jg mapan... knapa gga dimanfaatkan utk mempercantik diri..
cm utk alasan berbakti?
Sunarmi Narmi
KAMU HARUS TEGAS ALVIAN..TIDAK KATAKAN TIDAK JGAN RAGU" KALO NIAT KAMU MAU BERUBAH..TPI KLO TETAP INGIN BERTAHAN DGN PENGHIANATAN YA SANA..MEMANG ALENA LEBIH BAIK PERGI
Sunarmi Narmi
semoga saja Alviano berubah..beri kesempatan Len...bila dlm 3 sampai 6 bln dia berulah berarti itu memang penyakit..bila tdk berulah mungkin memang khilaf...
Ki Ki
laki" udh sukses y bgini
Kembarr Kembaarr
beli mobil aja langsung bisa kenapa gak bisa sewa orang buat nyari anak dn cucunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!