NovelToon NovelToon
GAMMATES

GAMMATES

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Tamat
Popularitas:539.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Biru

Namanya Gamma jika bersuara terdengar menggema begitu kuat di telinga yang mendengarnya.


Sebuah insiden yang terjadi membuat Gamma harus menikah dengan gadis berkaca mata tapi cantik yang mengandung benihnya.


Tesla gadis yang menjadi korban Gamma harus mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya karena hamil.


Bagaimana kedua anak muda itu melewati kehidupan yang tidak terpikir oleh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

Seperti memeluk angin, Gamma terdiam dengan mata memejam erat.

Sakit namun tidak berdarah, luka membalut hatinya yang sudah membeku.

Gamma membuka matanya seperti aliran darahnya berhenti sejenak.

"Teslaaa!!! arrghh!!!"

Teriakannya menggema dengan wajah merah padam.

"Kau membuatku hancur Tes." Tumbuhnya merosot membuat Gamma duduk dengan bersimpuh, kepalanya tertunduk dengan wajah menyedihkan.

"Arrghh!!!"

Gamma meluapkan perasaanya yang begitu sesak dan sakit, dua bulan dirinya berada dalam luka yang tidak pernah terlihat.

"Kembali Tes, gue butuh lo." Lirihnya dengan dada terasa sesak.

Flashback

Tesla dirawat selama empat hari dirumah sakit, gadis itu sudah sehat seperti sedia kala setelah mendapat perawatan intensif.

Sejak dirawat Gamma selalu datang menemui, pernikahan mereka juga di undur sampai Tesla benar-benar pulih.

"Gam." Tesla menatap Gamma yang duduk di dekatnya, pemuda itu sedang mengupas buah apel untuknya.

"Hm." Gamma hanya berdehem menjawab panggilan Tesla.

"Kalau pernikahan kita di batalkan bagaimana?" Ucap Tesla dengan nada hati-hati, bahkan suaranya sangat lirih.

"Makanlah." Gamma kembali menyuapi bubur untuk Tesla makan.

Gadis itu menolak sambil mendorong tangan Gamma pelan.

"Kita sudah tidak ada ikatan, jadi-"

"Berhentilah bicara sebelum gue buat Lo diam selamanya." Gamma menatap tajam Tesla yang menatapnya santai, gadis itu sama sekali tidak takut melihat tatapan gelap Gamma.

"Gam, masa depan kita masih panjang."

Keesokannya Tesla sudah diperbolehkan pulang, sejak kejadian di mana Tesla membahas pembatalan pernikahan hingga saat ini Gamma tidak datang menemuinya. Padahal hari ini dirinya pulang dari rumah sakit, tapi Gamma sama sekali tidak menunjukan batang hidungnya.

Tesla dengan berat hati berjalan menuju taksi yang akan membawanya pulang, karena dirinya memang pulang sendiri tanpa ada yang menjemputnya.

Setelah menempuh perjalan selama hampir tiga puluh menit, akhirnya taksi yang dia tumpangi sampai, Tesla keluar setelah membayar taksi. Tapi saat matanya menatap kerumah yang sejak kecil dirinya tinggali tubuhnya membeku dengan kedua mata memanas.

"Rumah di sita." Gumam Tiara yang meneteskan air matanya.

Langkah kakinya ia seret untuk masuk, tapi saat sampai di pagar tubuhnya merosot seketika. Pagar nya terkunci, dan dirinya tidak memiliki apapun.

"Papa, kenapa kau tega." Sesak dan sakit rasanya jika ditinggal dan tidak di anggap, apa salah dirinya sehingga mereka tega meninggalkannya seorang diri.

Flashback off

Gamma mengusap matanya yang basah, ponsel yang berada di sakunya berdering.

Melihat nama yang memanggil Gamma langsung berdiri dan pergi meninggalkan rooftof.

"Bos!"

"Pergi sekarang."

Tatapan Gamma begitu tajam dan dingin, wajahnya menyiratkan ketenangan berselimut badai.

Anggota Black Tiger meninggalkan sekolah Mandala Pertiwi.

Gamma memang lebih terkenal brigas dari pada ketua sebelum-sebelumnya, Gamma yang memiliki bela diri cukup mumpuni membuatnya tidak takut dengan apapun yang dia hadapi.

Apalagi dua bulan belakangan ini, pemuda itu semakin tempramen dan tak terkalahkan, Gamma tidak bisa disenggol sedikit pun, jika berani maka siap-siap masuk ruang UGD.

Sampainya ditempat yang di beri tahu, bisa dilihat lawan yang akan mereka hadapi sudah berjejer dengan wajah songong mereka.

Kendaraan Black Tiger berhenti jarak lima meter dari lawan, mereka semua turun dari atas motor kecuali Gamma.

"Ternyata pecundang seperti kalian adalah seorang pengecut." Ledek Gamma dengan wajah mengejek.

Gilang mengepalkan tangannya, pria itu tidak kapok membuat ulah dengan Gamma, dan sekarang Gilang membawa seseorang yang dia yakin bisa mengalahkan Gamma.

"Cih, banyak bacot Lo!! gue saranin Lo nyerah sebelum kalah dengan malu." Balas Gilang tak kalah menghina.

Anggota Black Tiger tertawa sorak mendengar ucapan Gilang yang merasa hebat.

"Ellah, ba*cot Lo sini lawan gue." Deva maju dua langkah dengan gaya gentel nya. Diikuti Anji yang sepaket dengan Deva kemanapun.

"Ck, sepertinya kalian terlalu percaya diri." Pria yang berdiri disamping Gilang tersebut iblis.

"Gue ngak nyangka Lo mau di peralatan sama pecundang seperti dia." Gamma melirik Gilang yang sudah berwajah merah padam.

"Sialan Lo!! serangg!!"

Anggota Device lebih dulu maju dan mereka saling menyerang, Gamma duduk santai sampai musuh terbesarnya menghampirinya.

"Gue ngak nyangka bisa ketemu manusia biadab seperti Lo!" Ucap pria itu yang menatap Gamma penuh dengan kebencian.

"Gue ngak yakin Lo cuma mau balas dendam, gue rasa Lo udah membawanya masuk kedalam hati Lo!" Gamma menatap pria itu dengan tatapan penuh arti.

Keduanya menatap dengan tajam seolah dengan tatapan mereka saling adu kekuatan.

"Gue bersumpah, hidup Lo ngak akan bahagia Gamma."

Bugh

Gamma mundur beberapa langkah saat pria itu menyerangnya, beruntung Gamma menghindar dengan cepat.

Keduanya saling menyerang dan menghindar dari pukulan yang bisa membuat mereka terluka, ilmu bela diri mereka sebanding membuat keduanya sama kuatnya.

Bugh

Bugh

Keduanya mundur dua langkah saat mereka mendapat pukulan satu sama lain.

Cih

Pria itu meludah saat bau anyir terasa di bibirnya.

Gamma sediri hanya menatap remeh pria itu.

"Lo ngak berubah Ge, gue rasa Lo masih butuh perawatan." Ucap Gamma dengan senyum penuh arti saat melihat wajah Gevan yang langsung menggelap.

"Anj*ing Lo!!" Gevan kembali menyerang Gamma dengan amarah yang meluap.

Keduanya bertarung dengan sengit saling menjatuhkan dan bertahan, hingga setelah beberapa saat Gevan jatuh tersungkur dengan memegangi perutnya.

"Lo bukan tandingan gue." Gamma berdecih dan mengacungkan jari tengahnya pada Gevan yang kalah.

"Black Tiger!!! BUBAR!!"

1
Nining Chili
👍👍👍
Fina Fitriani
seruu... next
Gintania nia
bagus, seperti karya2 lainnya
16/06/1977
Luar biasa
peni
👍👍👍👍👍
yetiku86
bagus bgt ceritanya Thor 👍👍👍👍 tp kenapa dah selesai 😭😭😭
yetiku86
eh busyet.....tak kira namanya asli Tesla Terakota Thor 😅, jadi kukira kenapa ngga Tesla tisyu aja 🤭✌️
Winarsih Winarsih
ada boncap ga ya,lah kenapa kalau ceritanya seru gak berasa bgt bacanya ya
Winarsih Winarsih
suka banget sama gamaste
Khayla Salwa
Luar biasa
Rumini Parto Sentono
oh ternyata Gilang tak kirain Gevan...
Rumini Parto Sentono
wah bahaya nii Gevan tau Gamma berhubungan dengan Tesla...
Rumini Parto Sentono
pasti anak buah Gamma tuh yg kirim foto Tesla....
Rumini Parto Sentono
lah Gevan musuh nya Gamma, bahaya nihhh kalau Gamma tau bisa duel lagi.....
Qaisaa Nazarudin
Waaahh udah I ND aja ya thor, Singkat padat dan jelas, Alurnya juga gak berat2 amat deh, aku suka walaupun baca lompat2 heehee..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌺🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Wiihh si Boss gak sabaran ya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu mending nikahkan aja mereka, Udah tinggal satu rumah juga tuh..
Qaisaa Nazarudin
Hurmm Sagara anaknya Bagaskara..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah 🤲🏻🤲🏻 Sekarang baru Rudy tau,Selalu membandingkan Gamma dan Sagara,Noh lihat sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Yeezzz👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻 Mampos loe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!