"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin
Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".
"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".
"Iya, Ma"
'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Dan saat menjilat kening Zira, Arsen dapat mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat diri nya sedang berburu di dalam hutan dan tanpa sengaja menemukan seorang wanita yang tertidur pulas.
"Golongan darah mu apa" Tanyak Arsen.
"A"
Dan tanpa meminta ijin Arsen menggigit leher Zira lalu membungkam mulut Zira dengan tangan nya. "Akhhh"
"Ryan bantu aku" Ucap Arsen setelah memuaskan rasa haus nya dengan menghisap darah Zira hingga membuat Zira pingsan.
Ryan yang di panggil pun segera datang menyusul Arsen."Bawa gadis ini kerumah sakit" Pinta Arsen lalu meninggalkan Ryan bersama Zira yang masih pingsan.
.
.
Di sebuah rumah sakit nampak seorang gadis yang sedang terbaring lemah dengan tranfunsi darah di tangan nya.
Eeghh..
Akhir nya setelah dua jam pingsan, Zira terbangun dengan rasa sakit di seluruh tubuh dan kepala nya. "Sialan!! Aku kira aku di gigit sampai mati, ternyata Arsen masih punya hati nurani sedikit" Oceh Zira tanpa memperhatikan ada seseorang yang berdiri di samping nya.
"Sudah bangun" Ucap Arsen dengan seringai tipis dan memperlihatkan sebuah taring tajam.
"Va_Vampir" Zira berbicara dengan terbata bata sangking terkejutnya.
"Betul" Arsen yang tadi nya hanya berdiri, kini maju beberapa langkah dan mencengkram dagu Zira "Kita adalah makhluk hidup yang mengisap darah di kegelapan! Merampas nyawa manusia" Ucap Arsen dengan menekan di setiap ucapan nya.
"Akh" keluh Zira.
"Karena rahasia kami sudah kamu ketahui, maka bersiap lah untuk lenyap" Arsen memperlihatkan taring tajam nya.
"Kalau kamu ingin menghisap darah ku, kenapa mesti menungguku bangun dan masih melakukan tranfunsi darah pada ku" Jawab Zira kesal.
"Hais, berhenti menakuti nya Sen" Ucap Celine menager Arsen yang sedari tadi hanya menyimak. "Gadis itu tidak akan di bunuh karena bekas gigitan mu membekas pada nya dan secara tidak langsung kamu memberikan tanda kepemilikan pada gadis itu" Jelas Celine.
"Sebelum bekas itu hilang, kamu akan menjadi milik Arsen, bangsa vampir lain nya juga akan dengan mudah mencium bau mu dan ini sangat berbahaya, ada baik nya jika kamu tinggal bersama kami untuk beberapa saat" Celine kembali menjelaskan dengan rasa malas karena ulah Arsen yang menggigit manusia tanpa berhati hati.
"Aku milik nya" Tunjuk Zira pada Arsen lalu menatap Arsen "Sial!! Tampan banget" Batin Zira.
"Ngapain liatin aku"
"Ck, pede sekali kamu" Zira dengan cepat mengalihkan pandangan nya. "Tapi kalau vampir..." Zira kembali melirik Arsen "Perbedaan nya beda sekali dengan yang ku bayangkan" Batin Zira.
"Zira, kamu dengar tidak sih" Kesal Arsen karena sedari tadi Arsen mengoceh tapi di abaikan oleh Zira dan Arsen merasa risih terus di pandang oleh Zira.
"Dengar apa? Sudah gigit aku sesakit ini! Bukan nya minta maaf atau ganti rugi" Oceh Zira.
"Aku ini vampir dan kamu adalah sekantong makanan, kematian mu akan tiba dan masih sempat nya memikirkan ganti rugi? Lucu sekali bukan"
"Biar aku yang ganti" Ucap Celine agar mereka berhenti berdebat. "Tapi aku ingin kamu menjadi asisten untuk Arsen selama tiga bulan, apakah kamu mau" Pinta Celine.
Zira nampak berfikir sejenak. "Tidak usah terlalu berfikir, Nanti biar aku yang bicara pada Melda untuk memperkerjakan kamu sebagai asisten Arsen".
"Mereka mencari tahu tentang ku tapi tidak tahu kalau aku ini sebenarnya seorang wartawan untuk entertaimen, yang mereka tahu aku hanya lah asisten pribadi Melda" Batin Zira lalu menatap Celine dan Arsen secara bergatian "Ohoo seperti nya aku bisa menggali informasi dari mereka" Nampak senyum licik di wajah Zira.
"Bagaimana" Tanyak Arsen tidak sabaran menunggu jawaban Zira.
"Deal, gaji boleh di diskusikan" Ucap Zira dengan tersenyum manis membayangkan bau-bau berita panas yang akan trend sebentar lagi.