NovelToon NovelToon
Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duda / Cinta Terlarang / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:143.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Natalie Ernison

"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.

"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"

"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."

Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.

Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancur karena terlalu mencintaimu

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”

Author by Natalie Ernison

~ ~ ~

Qiana terus melangkah mundur, dan karena lantai yang cukup licin, membuat langkahnya tak lagi seimbang. Didukung dengan rok miliknya yang menyentuh lantai, Qiana menginjak ujung rok miliknya hampir membuatnya terjatuh.

“Tenanglah Qiana, kau jangan gegabah.”

Edrick pun berhasil merebut pisau di tangan Qiana. “Lepaskan aku Edrick bajingan!”

“Yah, yah, aku tidak akan memaksamu.”

“Aku sudah tidak tahan lagi dengan kalian, aku sangat lelah!”

“Qiana, kau harus bisa mendengarkan penjelasan dari seseorang terlebih dahulu, sebelum kau berpikir jauh.”

“Apa yang harus kudengarkan! Tentang hubungan kalian! Yah, aku ucapkan selamat!” Qiana mendorong Edrick.

“Qiana!” Seru Mrs. Daisy.

Qiana berlari dari hadapan Edrick dan Mrs. Daisy.  Karena emosi, Qiana lupa jika ia akan melewati anak-anak tangga. Ia pun terjatuh dari tangga teratas, terguling hingga anak-anak tangga bagian bawah.

“Kak Qiana!” Teriak histeris Fanderz, saat mendapati Qiana terguling dan ia belum sempat meraih tubuh Qiana.

“Qiana!!” Edrick membulatkan kedua matanya, mendapati kondisi Qiana sudah tak sadarkan diri dengan keadaan pendarahan hebat.

“Apa yang telah kalian lakukan pada kak Qiana, kalian sungguh menjijikan!” Bentak Fanderz, lalu mengangkat tubuh tak sadarkan diri Qiana.

“Fanderz ini bukan saatnya untuk kita berdebat. Kita harus selamatkan Qiana.”

“Diam! Jangan pernah berlagak peduli setelah apa yang telah kalian perbuat pada kak Qiana.

Tak ingin terus berdebat, mereka pun membawa Qiana menuju sebuah rumah sakit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi kediaman keluarga Rawley.

***

“Rumah Sakit XX”

Fanderz tak henti menangis, ia sangat mencemaskan keadaan Qiana. Sementara Edrick pun tak tahu apa yang harus ia perbuat lagi.

Sebenarnya, kedatangan Edrick menemui Mrs. Daisy, hanyalah untuk membuat pengakuannya. Bahwa ia telah berhenti untuk berharap dan mengejar cinta Mrs. Daisy. Selama ini ia telah salah mengartikan rasa cintanya pada Mrs. Daisy.

Semua hanyalah sebatas kekaguman, karena Mrs. Daisy seorang wanita anggun keibuan dan sangat lembut. Sementara itu, Edrick hanya hidup bersama nenek Ze. Ia sangat merindukan pelukan kasih sayang dari ayah dan ibu seperti anak pada umumnya. Sedangkan hal itu tidak pernah ia dapatkan.

Pertemuannya dengan Mrs. Daisy telah membawa sesuatu yang berbeda. Pada awalnya ia mengira Mrs. Daisy seorang wanita single. Namun nyatanya, Mrs. Daisy adalah ibu sambung dari Raven sahabat baiknya. Melihat dan mengetahui kepribadian dari Mrs. Daisy, Edrick benar-benar tertarik dan cukup menggila.

Ia sangat fokus untuk mengejar cintanya pada Mrs. Daisy tanpa peduli akan hal lainnya lagi. Ia bahkan mengabaikan perasaan orang-orang yang sangat peduli dan tulus padanya. Edrick menutup pintu hatinya pada siapapun, bahkan Qiana yang telah menjadi istri baginya.

Namun, Mrs. Daisy pun berusaha untuk membantu Edrick menyadari sesuatu. Bahwa ia hanya terjebak dengan rasa kagum secara berlebihan. Sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari siapun. Rasa kasih sayang, cinta, ketulusan semua ada pada Ms. Daisy.

Pada siang itu, niat hati Edrick ingin mengakhiri segalanya dan memulai ksiah barunya bersama Qiana. Akan tetapi, sesuatu kesalah pahaman besar harus terjadi diantara mereka.

Tentu saja, kini hanya penyesalanlah yang tersisa dihidup Edrick, dan masih berharap keajaiban terjadi di dalam ksiah rumah tangganya bersama Qiana.

Qiana kini dipindahkan ke ruangan VIP, dan Qiana tidak ingin melihat wajah Edrick berada di sana.

“Aku tidak ingin melihat pria ini, juga wanita iblis ini! jangan biarkan mereka kemari!” Peringat Qiana tanpa menoleh ke arah Edrick juga Mrs. Daisy.

“Qiana! Qiana!” Edrick memanggil, namun Fanderz menahannya.

“Kak Edrick, kau harus tahu diri! Gara-gara kakak, kak Qiana harus kehilangan bayinya!” Bentak Fanderz.

“Maaf tuan-tuan, jangan buat keributan di sini. Tolong mengerti keadaan pasien di sini.” Peringat salah seorang security.

“Maaf tuan Edrick, tapi kondisi emosional Nyonya Qiana sedang buruk. Tentu saja, semua adalah reaksi normal seorang wanita yang baru saja kehilangan calon bayinya.” Ucap sang dokter yang merawat Qiana.

“Apa dokter, istriku kehilangan bayinya?” Edrick menegang mendengar pernyataan sang dokter.

Sang dokter mengangguk. “Yah, Nyonya Qiana terjatuh dari tangga dan menyebabkan pendarahan hebat. Hal itu membuat janin yang berada di dalam kandungannya pun harus gugur.”

“Apa?” Edrick sungguh terpukul dengan apa yang kini menimpa Qiana.

“Tuan Edrick, selama ini kandungan Nyonya Qiana pun mengalami kelemahan. Apakah tuan juga tidak tahu?”

“Sudah cukup dok, sudah cukup jelas. Jangan buang-buang waktu anda untuk memberikan penjelasan pada bedebah ini!” Timpal Fanderz.

“Sekarang kalian puas, bukan? Lebih baik kalian pergi dari sini, sebelum aku memuklmu!” Peringat Fanderz, lalu menutup pintu ruangan rawat inap Qiana.

Edrick begitu terpukul bukan main. Sekadar kata menyesal pun tidak akan mampu memperbaiki keadaan. Qiana telah kehilangan calon bayi bagi mereka, dan kini juga harus melalui masa-masa sulit hidupnya.

Qiana mengalami goncangan hebat, dan juga menuju depresi berat. Rasa bersalah Edrick sungguh tak terkatakan lagi.

Wanita yang selama ini selalu mencintainya dan menerimanya dengan tulus. Penuh rasa sabar dan masih tetap setia bertahan ditengah badai rumah tangga mereka. Semua perbuatan Edrick dapat Qiana maafkan. Namun, kali ini Qiana sudah tak mampu lagi bertahan. Ia sudah kehilangan banyak hal berharga didalam hidupnya.

Sementara iru, Fanderz masoh berjuang untuk mmberikan ketenangan pada Qiana.

“Kak Qiana, makanlah, kakak harus makan. Jika tidak, aku tidak tahu harus berkata pada paman dan bibi. Kak kumohon..” ucap Fanderz lirih.

Qiana hanya diam saja, tatapan matanya begitu kosong, wajah pucat dan bibirnya terlihat sangat kering. Qiana enggan untuk berbicara dengan siapapun. Tak ada satupun yang dapat menenangkannya.

Untuk saat ini, Fanderzlah yang merawatnya, dan keluarganya pun belum mengetahui permasalahan yang sedang terjadi pada Qiana saat ini.

Tentu keluarganya akan sangat murka, bahkan jika tahu penyebab dari semua hal yang terjadi pada Qiana.

“Kak Qiana, kau harus sehat dan ceria. Sehingga kita akan pergi berbelanja kak..” Fanderz sudah hampir kehilangan akal untuk membujuk Qiana.

Qiana diam tanpa bicara, dan terkadang hanya air mata yang mewakili perasaan hancurnya saat ini.

Kehilangan sang buah hati yang selalu ia jaga, tentu bukan hal mudah baginya. Qiana sedang berada di titik terendah didalam hidupnya. Segala yang telah ia perjuangankan berakhir sia-sia.

Kesedihan kini tak dapat ia hentikan, dan tersisa hanyalah rasa kecewa dan sakit teramat sangat.

****

1
Windy Artika
udah lama g baca karyamu kak natalie ,akhirnya ada yg up 😁
Natalie Ernison: hehe ia kak, semoga terhibur y🤗
total 1 replies
Lovely
Awal yg menarik 😍👍👍
Fida Bunda Nino
visualnya ead menggetar kan
Mahrita Sartika
mampir lgi
Trimakasih Handayani
tumben kak ceritamu yg ini kurang greeget kaya crita2 yg sblumnya....😆 smngat lagi kak...
Trimakasih Handayani
padahal di bab sblumnya diceritakan rav udah cinta m seseorg bukan qiana..tapi kok disini mlah sama qiana..🤔🤔🤔
Trimakasih Handayani
ada slah ketik itu thor sharusnya yg datamg kan rev...bukan edrick...😆
Trimakasih Handayani
waah gagal paham ini...
Trimakasih Handayani
mengikutimu.....
Trimakasih Handayani
slalu baca critamu...
Sri Ariyanti
akyu terharu Thor😢😢😢😢😢
Sri Ariyanti
ketangkep basah...😎😎😎😎😎
Sri Ariyanti
hahahhaha... nasib ngenes si Junior Ead😅😅😅
Anindira Hafidza
Oww, trnyta jdulnya udh bkn pesona mrs. daisy lgi y
Anindira Hafidza
Thor, gk ada bonchap y, kan jdi gak relate ama jdulnya dunk, daisynya gmn gk disatuin sma ead
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
Bunda Linda
😥😥😥😥😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
Happy Narulita
knpa ni critanya sedih lagi ya😭😭😭.. sungguh terlalu dikau... 😫😫
Hesti Heryanti
iih kok, seudah lama kangen dikasih kejutan yg bkn aku sakit sih sist..
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.

tanggungjawab 😭😭
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
apkh sdh tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!