NovelToon NovelToon
Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Rumahhantu / Misteri / Kutukan / Fantasi Timur
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elmi Sapitri

Aku di suruh pindah ke rumah nenek. Tapi bukannya ke rumah nenek aku malah masuk ke rumah pembawa petaka ini. Entah aku akan selamat atau tidak, setiap hari aku di hantui hal-hal yang mengerikan. Sungguh jika aku selamat dari sini, tempat ini akan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan oleh ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elmi Sapitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Bukan Manusia Lagi Part 2

"Baiklah," Sherly mengalah dan terbang kembali berdiri di sampingku. Tapi dia tidak mengubah wujudnya yang menyeramkan itu. Aku mulai mual tapi sepertinya sudah terbiasa membuatku bisa menahan isi perut yang ingin keluar. Sedangkan Ocha, dia masih meringkuk ketakutan di sebelahku.

"Mengapa kau membawa ku kemari?" Tanya ku pada Sherly tapi beralih mendekati Ocha. Memegang tangannya berusaha untuk menenangkan gadis pengecut ini. Tapi bukannya merasakan simpatiku dia malah menepis tanganku dengan kasar.

"Jangan sentuh aku, Kau pasti salah satu teman pembunuh itu," kata Ocha kini menatapku sinis.

"Hey, jangan menuduhku sembarangan ya," aku geram di buatnya, awalnya aku berniat baik malah di bentak. Manusia tak tau terimakasih.

"Buktinya, kau berteman dengan hantu itu," dia menunjuk ke arah Sherly.

"AAA...SAKIT LEPASKAN, AAA..." Sherly memutar jari telunjuk Ocha yang menunjuk ke arahnya.

"Manusia satu ini!! Jangan sekali-kali kau berani membentakku. Apalagi menunjuk ke arahku dengan jari murahan mu ini," Sherly mendorong tangan Ocha dengan kuat hingga badan Ocha terpental jatuh ke tanah. Aku yang ada di sana hanya menonton apa yang di lakukan Sherly, Jujur aku juga muak jika di tuduh sebagai seorang pembunuh. Lagian pula yang di perbuat Sherly kepada Ocha belum seberapa dari pada apa yang sudah dia lakukan kepadaku. Untung cuman jarinya yang sakit. Sedangkan aku sudah di banting berkali-kali dan juga di cekik. Dia masih belum seberapa.

"Kau tidak ingin membantu ku bodoh??? Hah... Iyaa... mana mungkin kau membantuku, kau kan temannya pembunuh itu," kata Ocha sinis kepadaku.

"AISH... Perempuan satu ini!!! Ocha... Jaga mulut mu itu ya... Aku juga korban disini. Dan jangan pernah merasa dirimu yang paling menyedihkan, Apa kau tau? Jika dibandingkan dengan mu Aku lebih tersiksa," kami mulai berdebat, dan Sherly berdiri sambil tersenyum. Tak ada niatan untuk menengahi.

"Mana yang lebih tersiksa hah?? Aku melihat temanku tinggal jasad yang sudah berlumuran darah, dan juga di kejar dengan pembunuh itu".

"Kalau begitu kau belum seberapa dari Risa," kata Sherly, Apa dia di pihak ku?.

"Apanya yang belum seberapa?" Ocha sepertinya sudah hilang akal, dia membentak hantu tak punya hati itu.

"Kau hanya di kejar pembunuh tapi tidak terbunuhkan? Kau melihat temanmu tewas tapi meninggalkannya begitu saja, tanpa ada niat menguburnya sedangkan Risa, dia bahkan tak mengenal temanmu itu tapi dia meminta untuk menguburkan temanmu, kalau kita lihat dari sudut pandang itu siapa pembunuhnya? Kamu yang tanpa rasa iba membiarkan jasad temanmu tergeletak disitu saja dan tak memikirkan bagaimana nanti jika jasadnya di makan binatang buas, Atau Risa yang ikut serta kelelahan menguburkan jasad itu layaknya manusia yang punya hati?" Kata Sherly menjelaskan. Kalau seperti itu berarti Sherly mengikuti kami dari awal.

"Tutup mulutmu hantu menjijikkan," kata Ocha yang langsung di sambut cekikan oleh Sherly.

"Ingat manusia, kau cuman di kejar tanpa di bunuh sedangkan Risa... dia tinggal dengan pembunuh itu, mungkin nyawanya dalam bahaya selama ini," aku terkejut mendengarkan penuturan Sherly, aku tinggal dengan pembunuh? Maksudnya orang yang membunuh Liam adalah nenek tua itu? Yang benar saja?.

Sedangkan Ocha bersusah payah melepaskan cekikan Sherly di lehernya.

"UHUK...UHUK..." Aku yang mendengar Ocha terbatuk baru sadar kalau Sherly masih mencekiknya.

Aku mendecak kesal. "Ck... sudahlah Sherly, bagaimana kalau dia mati? Lalu apa bedanya kamu dengan nenek itu?" Mendengar penuturanku Sherly melepaskan tangannya di leher Ocha.

"Sekarang kau selamat, tapi belum tentu nanti," lalu dia tertawa dengan mulut sobeknya itu. Aku dan Ocha memalingkan pandangan, mengerikan jika harus melihat mulutnya.

" Lari... kalian lari..." Dimas tiba-tiba datang ke arah kami sambil berteriak.

"Ada apa kak?" Aku memegang tangannya yang sangat dingin di tambah wajahnya yang pucat.

"Nenek itu, dia yang membunuh kedua mayat itu," Dimas menjelaskannya dengan nafas yang belum seutuhnya masuk dengan teratur.

"Aku sudah curiga dengan mu Risa... Ternyata benar, kau sudah bertemu dengan Sherly", Nenek itu tiba-tiba muncul di balik semak-semak dengan memegang tengkorak di kedua tangannya.

"Nenek sialan, itu kepalaku jangan kau sentuh," aku,Dimas dan Ocha tersentak kaget, Jadi mayat yang ada di situ adalah jasadnya Sherly? Kalau begitu yang satunya lagi pasti hantu muka bolong. Sherly terbang ke arah nenek tua itu dan mencekiknya, sehingga tangan nenek itu melepaskan tengkorak itu dan menggelinding ke tanah.

"Kalian lari..." Kata Sherly pada kami, Tapi bukannya lari kami malah terpaku di sana, apakah itu akhir dari kehidupan nenek?.

"Bodoh... kalian kira aku akan membunuhnya? Tentu saja tidak! Jadi sekarang kalian lari. Biar aku tahan dia untuk beberapa saat", Mendengar penuturan Sherly kami bertiga langsung lari mengambil langkah seribu. Entah kemana kami harus pergi, yang pasti sekarang harus menjauh dari nenek tua itu.

***

Setelah merasa cukup jauh kami berhenti di dekat sungai. "Kenapa Sherly tidak mau membunuh nenek itu?" Tanya Ocha geram.

"Pasti ada alasannya" Dimas kali ini sok bijaksana.

"Terus kita mau kemana sekarang?" Ocha merengek lagi. Hah... Kalau lebih lama lagi aku bersama perempuan cerewet ini bisa pecah kepalaku.

"Kita tunggu Sherly saja," kataku dengan nada dingin. Lalu memilih duduk di salah satu batu sungai.

"Kau gila... Kenapa kita harus menunggu Hantu itu. Dia hampir membunuhku. Kau mungkin tidak tau bagaimana rasanya di cekik hantu seperti ku tadikan? Makanya kau bodoh amat?" Kata Ocha dengan nada tinggi.

" Ocha... Bisakah kau tidak usah berbicara tentangku seolah-olah kau tau.. Semua yang kau katakan tentang ku tidak ada yang benar. Jika kau tanya apa aku pernah di cekik hantu, aku sudah merasakannya dua kali. Bahkan bukan hanya di cekik tapi juga di banting seperti bola basket. Jadi jangan merasa dirimu paling menyedihkan oke??" Aku menatap mata gadis itu dengan tatapan tidak suka. Dimas yang mendengar pertengkaran kami, tidak bisa apa-apa. Lagian sekarang mulut lebarnya si Ocha itu sudah bungkam karena penjelasanku tadi.

"Dasar wanita yang suka melebih-lebihkan," batinku.

"Kalian disini," kami bertiga terperanjat kaget. Astaga dasar hantu, datang tak bilang-bilang dulu. Itu adalah Sherly.

"Kenapa kau tak mau membunuh nenek itu?" Sepertinya Ocha bukan hanya suka bicara omong kosong tapi juga kepo tingkat akut,mulai dari mengikutiku diam-diam dan sekarang menanyakan hal yang sama dua kali.

"Hmm.. kalau aku membunuhnya dia hanya akan jadi hantu. Malah akan dengan gampang buatnya untuk mencari tumbal lagi. Bukannya berakhir. Masalah akan semakin besar. Jadi lebih baik sekarang kalian fokus untuk membakar Hantu tanpa kepala itu. Karena cuman itu kunci dari semua masalah ini." Jelas Sherly pada kami bertiga.

"Hantu yang sering datang ke rumahnya itu?" Tanyaku memastikan.

"Iya Risa... Dia adalah suami dari Kintan," jawaban Sherly cukup menbuatku kaget. Sedangkan Ocha dan Dimas hanya mendengarkan tanpa mengerti arah pembicaraan.

1
Aishnina(✿ ♥‿♥)
risa masih gadis masa di panggil nyonya si
ngaco si dimas
Suhartatik
lanjut tor tambah seru
Mamanya Ari April Azahra
rasa GK rela Kelvin meninggal
Mamanya Ari April Azahra
mulai tdi mlm baca novel ini dri jam 8 smpe jam 1dini hari. ya meskipun terjeda dengan hal2 lain. dn mulai lgi di pagi hari mulai jam 9pagi dn masih lanjut baca. dan terus penasaran
Yuliet Mamih Sefiazka
lanjutan nya mana..
Murni Banty
lanjut dong
Murni Banty
alurx terasa nyata kaya lagi nonton
Agus Sugiarto: alurx
total 1 replies
Murni Banty
orang tuanya mana ko ga tolongin anaknya ... seharusnya orang tuanya ngejar sampai ke kamar ko mala hilang
Murni Banty
seharusx nenek intan turut membantu....
FiaNasa
cermin sosok ayah yg tak bertanggung jawab banget..
Ayunk
ini sudah ? nyesel baca dr awal. ternyata gak selesai. othor othor... !

mo marah tp ya salah aku juga gak liat ujung dulu mlah buang waktu baca dr awal 😁🤭
Ls.*(
Hidda
Indah Nia Khadijah
Setelah sekian purnama terlewatkan akhirny si othor ttep diam membisu membuat para pembaca merasa bingung dan sedih di karnakan othorny tidak prnh lgi up. Apakah sdh sampai disni aj thor jln ceritany...
Ayunk: nih udah 2023... lom ada up lagi. bandit emang ya... ngegantung readers
total 1 replies
Zeety Zola
hahhh kpn nih up nya😞
Zeety Zola
ohh ternyata punya kepribadian ganda... smoga tdk jahat
Zeety Zola
kenapa kevin hrs bw tongkat sapu runcing itu coba,,,kalo akirnya mengenai dr nya sendiri
Zeety Zola
namanya ahmad atau bima kak? ternyata pria itu kalau g ahmad ya kevin deh🤔
Zeety Zola
wah keluarga yg mengerikan😱
Zeety Zola
wahh seru nih risa dpt teman baru yg lebih pintar dan membantunya
Zeety Zola
sepertinya neal baik kok cman agak judes aja...tuh hantu pohon berhubungan g sm kasus nathan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!