"Bagaimana? Apa kau menerima tawaranku?" tanya seorang pria yang berpenampilan dengan setelan jas bermerk dunia. Matanya menatap gadis dihadapannya dengan sejuta maksud.
"Apa anda akan memenuhi semua kebutuhan saya? Termasuk biaya perawatan tubuh saya yang terbilang tidak murah?" gadis itu mencoba memastikan kembali apa yang ditawarkan oleh pria yang tengah mengunci pergerakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 20. Sangat Cocok
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Arruna dengan suara lirih, serta menahan geram. Namun bibirnya tetap mengulas senyuman yang tampak begitu manis.
"Melakukan sesuai perintah MC," jawab Revald sekenanya.
Pria itu pun melakukan hal yang sama. Menampilkan wajah seolah tengah bahagia dan tersenyum tipis ke arah para sanak keluarga dan tamu undangan yang datang. Tidak lupa pula Revald tetap merengkuh pinggang Arruna agar terkesan romantis dan saling mencintai.
Bahkan Revald semakin merapatkan posisi mereka. Membuat Arruna semakin kesal tetapi tidak bisa memberontak.
Sementara di tempat yang masih sama, tetapi sisi yang berbeda, tampak seorang pria tua yang tengah tersenyum bahagia melihat cucunya menikah hari ini. Terlebih dengan wanita yang sangat cantik.
"Bilangnya aja nggak mau nikah. Giliran ketemu gadis cantik, nggak tahan langsung main nyium aja," komentar seorang pria muda yang ada di samping pria tua tersebut.
"Dia hanya gengsi," sahut pria tua seraya terkekeh dengan suara khasnya.
"Tapi itu beneran yang mau Kakek jodohin sama Revald?" tanya pria muda yang tidak lain ialah Arkha.
Kakek Gladio mengangguk. "Kakek udah kenal lama sama keluarganya. Mereka pebisnis yang jujur. Memulai karir benar-benar dari bawah dan tidak mempunyai pendukung yang kuat sama sekali. Mereka juga menolak trik kotor yang diberikan oleh beberapa teman bisnisnya. Benar-benar bersih. Hingga karir mereka berada di puncak dan sukses. Tapi kesuksesannya itu ternyata membuat karakter putri mereka rusak. Tidak mempunyai prinsip sama sekali dan cenderung dimanfaatkan teman-temannya.
Makanya orang tuanya datang ke Kakek, dan mengusulkan perjodohan ini tapi dengan drama yang mereka mainkan terlebih dulu. Kebetulan sikap Revald yang begitu dingin sama perempuan yang ada di sekitarnya, sangatlah cocok dengan sikap gadis itu yang sangat ceroboh dan cenderung ceplas ceplos. Dia benar-benar polos sebenarnya."
Mendengar cerita dari kakek mertua, Arkha jadi mengerti kenapa para orang tua ini bersikukuh menyatukan mereka. Sampai-sampai membuat scenario yang begitu epic. Bahkan sampai detail. Ternyata mereka memiliki sesuatu yang bisa saling melengkapi nantinya. Tinggal menunggu waktu hingga hasil itu terlihat.
"Pilihan Kakek boleh juga," komentar seorang perempuan bule yang tiba-tiba bergabung bersama mereka berdua. Sementara anak perempuan yang baru saja dia gandeng, memilih untuk pergi dan bermain ketika melihat sepupunya yang juga berada di sini.
Kakek Gladio menoleh ke sumber suara, pria itu tersenyum. Menampilkan lipatan di pipinya.
"Tentu saja. Gadis itu pemberani, sangat cocok untuk Revald yang keras kepala dan susah di atur," ujar kakek Gladiao.
"Dia juga cantik banget, Kek. Nay berharap bisa temenan sama dia." perempuan yang bernama Kanaya itu menatap ke arah pengantin yang mulai menyalami menyapa para tamu mereka.
"Di mataku, masih cantikan kamu, Sayang," sahut Arkha seraya mengecup kening istrinya.
Seketika pipi Kanaya merona karena malu, akibat gombalan dari suaminya.
"Gombal, ih!" Kanaya mencubit gemas pinggang suaminya. Gemas sekaligus malu dengan apa yang dilakukan suaminya di depan sang kakek.
"Itu benar, Sayang. Kalau kamu nggak cantik, mana mungkin aku bisa melihatmu dan jatuh hati," ucap Arkha dengan rayuan mautnya. Memainkan alisnya, sampai-sampai membuat Kanaya tersipu untuk yang kedua kalinya dan menyembunyikan wajahnya di dada pria yang begitu dia cintai.
Sedangkan pria tua yang ada di antara mereka, menatap sinis sembari menggelengkan kepala.
"Kalau mau bermesraan, sana pergi ke kamar. Jangan bikin orang risih di sini!" ujar Gladio dengan nada sinis serta mimik wajahnya menampilkan kalau dia tidak suka melihat cucu dan suaminya bermesraan.
Bukannya mendengarkan, Arkha dan Kanaya justru begitu kompak menggoda kakek mereka. Berpelukan sangat erat serta tidak hanya satu kali Arkha mencium pipi Kanaya di depan kakek mereka.
kampus rada elit bayar e
ubaya
petra
kampus yg standart
itats
unipra
stesia
wijaya
hangtua
upn
17agustus
tinggal pilih
itu bukan manja tp kebablasan
salah asuham
gkk bahaya tah