NovelToon NovelToon
Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:286.6k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Arabella gadis belia berusia 16 tahun yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya karena suatu keadaan.

Dia masih duduk di bangku SMA dan terpaksa harus bekerja di diskotik pada malam hari.

Pekerjaannya mengenalkan dia kepada seorang pria bernama Roger, duda berusia 32 tahun yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta yang bisa membawa Bella keluar dari dunia malamnya bahkan kelak akan menjadi pendampingnya.

Bagaimana kisah Arabella dan apa yang menyebabkan dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya? Ikuti kisahnya di sini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu beberapa pria

Bella berlaga banyak pekerjaan, padahal dia hanya ingin menghindar dari Doni.

Dia berjalan sambil menoleh ke belakang karena khawatir Doni akan mengejarnya.

Bruuuugh..

Bella merasa tubuhnya menubruk dada seseorang. Dan ketika dia mendongakkan kepala ,dia melihat sosok wajah yang pernah dia lihat sebelumnya.

"Ma..maaf... saya tidak sengaja..," kata Bella dengan mengatupkan kedua tangan.

Pria itu tersenyum, " Apa ada yang gangguin kamu lagi?"

Deeeggghh...

"Bagaimana pria ini bisa tahu?" batin Bella.

"Em...ti..tidak...tidak ada yang gangguin kok," jawab Bella sambil mengingat siapa pria itu.

"Oh my god, dia kan yang nolongin aku waktu itu...," kata Bella dalam hati.

"Om...aku baru ingat...aku mau berterima kasih karena om pernah nolongin saya waktu itu...," ucap Bella setelah berhasil mengingat siapa pria tersebut.

Pria itu kembali tersenyum simpul.

"Waktu itu om pergi begitu saja..," kata Bella sambil celingukan kanan kiri, khawatir jika Doni mendekat.

"Ya sudah om, aku pergi dulu karena masih banyak kerjaan...," Bella mulai melangkah menjauhkan diri dari pria itu.

"Eeettsssss... tunggu dulu... cara berterima kasihnya cuma seperti itu??" tanya pria asing tersebut sambil menarik tangan Bella.

"Maksud om...??" tangan Bella mulai berkeringat karena gugup.

"Jangan pura pura tidak tahu...aku akan memberi tarif lebih mahal dari pria ingusan kemaren...kenalkan namaku Roger..,"

pria yang bernama Roger itu mengulurkan tangan.

Bella diam tidak menjawab, hatinya berkata

" Lolos dari mulut buaya ,masuk ke mulut singa,"

"Hello...kenapa jadi patung??" tanya Roger sambil menggoyangkan kelima jemarinya di depan mata Bella.

Bella menepis tangan tersebut ketika menyadari dirinya terlalu lama melamun.

"Siapa nama kamu?" tanya Roger sekali lagi.

"Bella.." jawabnya singkat.

"Apa memang seperti itu caramu merespon customer??" Roger kembali bertanya.

Hati Bella sudah bergetar mendengar pertanyaan itu, emosinya hampir meledak.

Namun dia selalu kembali teringat pesan Viona untuk bersikap baik meski menolak.

Bella menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.

"Maaf ..sepertinya anda salah orang ...saya disini hanya bekerja sebagai pelayan..bukan yang lain..." jawab Bella dengan seramah mungkin.

"Ha..ha....ha....ha... pintar sekali gaya kamu.. aku bukan orang yang suka basa basi... kalau semua kalimat itu hanya untuk memberi tarif yang extra, lebih baik cepat katakan saja berapa nominalnya??? Jangan berbelit belit.."

kata Roger dengan senyum meledek.

"Maaf saya tidak berbelit dan saya bicara apa adanya..," jawab Bella dengan nada yang lebih datar.

"Sok suci sekali cara bicaramu... sepertinya kamu salah tempat bicara seperti itu di sini...dan sayangnya aku sungguh tidak percaya dengan ucapanmu....kamu berikan baik baik atau aku minta paksa...??" tatapan Roger seperti serigala buas yang akan menerkam mangsanya.

"Maaf anda salah orang..." Bella menjawab sambil bergegas pergi, namun lagi lagi tangan Roger bisa meraihnya.

"Tolong lepaskan, aku hargai anda..tolong harga saya juga..." jawab Bella dengan mata yang mulai berkaca kaca.

"Aku sudah hargai kamu ..bahkan sangat mahal dari harga normal...," jawab Roger sambil mencengkeram tangan Bella.

Tak kuasa menahan diri dan merasa terancam, terpaksa Bella melemparkan sebuah tamparan di pipi Roger.

"Kurang aj*r... berani kamu!!!" Roger terlihat marah. Merasa tidak terima dengan perlakuan Bella, dia ingin membalas tamparan itu.

"Tunggu ..berhenti...!!"

Aksi Roger terhenti dan cengkeramannya pada tangan Bella sedikit terlepas setelah ada seseorang yang menghentikannya.

Melihat Viona telah datang di saat yang tepat, Bella segera pergi meninggalkan tempat itu.

Dia berlari menuju toilet, dan ketika berada di depan pintu dia berpapasan lagi dengan seseorang.

"Bella ..."

" Arka..."

Bella segera menghindar, malam ini dia sangat lelah karena harus bertemu dengan beberapa pria yang membuat jantungnya naik turun.

"Bella....tunggu, apakah tuduhan Berlin dan teman temannya selama ini benar?"

1
Atmita Gajiwi
/Grin//Rose//Rose//Rose//Heart/
Ani Ani
ya cerita yang matap
Ani Ani
dia tak sabar dengan bela
Ani Ani
apa2 tu
Ani Ani
ada aja
Ani Ani
cakap terua terang baru dia faham
Ani Ani
tau marah
Ani Ani
mahu tapi malu
Ani Ani
satu lagi kejutan
Ani Ani
kenapa ia
Ani Ani
rumah baru ke tu
Ani Ani
dia datang
Ani Ani
dah rasim ke ni
Ani Ani
tak dabis2denki
Ani Ani
kejutan lah tu
Ani Ani
sama2keras kepala
Ani Ani
tenang kan fikiran
Ani Ani
suka bagi dia sakit hati
Ani Ani
ada yang marah nanti
Ani Ani
suka menakat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!