"apaan tiba tiba ngelamar gue didepan mama papa gue,lo gila ya Sa",teriak Alula yang terkejut dengan lamaran Angkasa.
"Baiklah besok kalian bisa langsung menikah",jawab singkat Frans Abraham Papa Alula.
"Masa depan kamu akan terjamin jika kamu memilih Angkasa La,percaya sama mama...karena mama kenal dekat dengan mama nya Angkasa",imbuh Donita.
brakkkk,
Alula pingsan.
Akankah Alula menerima lamaran Angkasa,dan bagaimana jika mereka menikah diusia yang masih belia dan masih sekolah?
Yuk simak kisahnya,jangan lupa dilike,komen nd follow author ya gaes🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikut Bahagia
"Gue mulai darimana ya enaknya",tanyanya memecah keheningan.
"Mulai pakai bismillah aja Sa biar afdol..",jawab Hans sudah muntab menunggu penjelasan sang sahabat.
"Bismillahirrahmanirrahim,gue udah nikah sama Alula Abraham",ungkap Angkasa dengan mata terpejam seolah mengisyaratkan jangan pukul gue'.
Brian diam saja karena dia sudah tahu bahkan dia adalah saksi kunci hubungan Angkasa dan Alula.Tapi Hans,mulutnya sudah bisa dimasuki puluhan nyamuk sebab menganga dengan sempurna."Mingkem bege...",ucap Brian sambil mengatupkan mulut Hans.
Brakkkkkkkk...
"Apa-apaan lo Sa..",teriak Hans membuat Angkasa dan Brian kaget hingga melompat dari kursi mereka masing-masing.
"Anjirrrr,gue kaget bege..."sentak Brian dan kembali duduk.Angkasa masih memegangi dadanya yang nyeri karena gebrakan meja Hans tadi.Hans melirik ke arah Angkasa kemudian ke Brian.
1
2
3
"hahahahahhahahahah....aslii gue seneng banget misi gue terpenuhi,ya gak Ian?tapi kok bisa-bisanya sampe married yak",tawa Hans pecah kembali.
Angkasa heran seketika,apa maksud dari misi yang Hans katakan.Kemudian dia menatap Brian seolah tanya'apa maksudnya',namun Brian malah nyengir kuda saja.
"Jadi..kalian udah rencanain buat gue deket sama is-cewek gue?",tanya Angkasa pada kedua sahabatnya.
"Kita belum jadian ya Sa",sanggah Alula yang tiba-tiba ikut nimbrung kemeja mereka.Angkasa kemudian menggeser duduknya agar Alula duduk disampingnya.
Mereka berenam pun kini saling duduk berdampingan,sialnya Luna harus dekat dengan musuh bebuyutannya."Hans,geseran..",desak Luna sambil mendorong badan Hans namun tidak terlalu kuat.
"Luna,sayang,geulis...gue udah dipinggir ini,jangan caper deh",jawab Hans sambil pura-pura kesal.
"Ihh...apaan deh",kesal Luna dan membuang wajahnya ketempat lain.
Della hanya diam saja dan sesekali melirik ke arah Brian.Namun yang dilirik seolah cuek padahal hatinya sedang bergemuruh.Della dengan kesalnya tiba-tiba menginjak kaki Brian,namun Brian pura-pura tidak terjadi apa-apa.Dia masih asik menyedot es jeruknya dengan santai.(dasar gak peka)~batin Della.
Setelah dirasa tidak ada lagi perdebatan kini Alula memulai percakapannya dengan meminta maaf dulu kepada sang suami,Angkasa.
"Kenapa minta maaf La?",tanya Angkasa sambil menatap Alula penasaran.
"Soalnya gu-aku udah bilang ke Della sama Luna kalau kita sudah menikah",jawab Alula sambil tertunduk tidak berani melihat reaksi Angkasa.Yang diajak bicara hanya tersenyum tipis mendengar pengakuan sang istri.
Angkasa meraih tangan Alula,"its okay sayang,gak apa-apa kok...mereka kan teman baik kita,sahabat kita jadi kita percaya aja mereka bakalan simpan rahasia ini sebagai bukti sahabat sejati",jawab Angkasa sambil menatap kedua sahabatnya dengan tatapan nyalang dengan mata elangnya.Della dan Luna pun jadi ikut mendelik melihat tatapan Angkasa.Kini wajah Alula sudah blushing saking malunya.
Lega dan bersyukur,itulah yang saat ini mereka rasakan setelah sesak menahan rahasia mereka.Luna dan Hans kembali cekcok mulut adu mekanik tentang hubungan pasutri baru itu,"iihh...ini pasti sahabat gue udah dipaksa sama sahabat lo kan buat nerima lamarannya?",ejek Luna pada Hans sambil mencubit lengan Hans."Nggak sayang,mereka sama-sama suka kok...buktinya tuh Alula salting sama ucapan Angkasa",tunjuk Hans pada Alula.
Lagi-lagi Hans dapat bogeman mentah dari Luna karena memanggilnya sayang,mereka berakhir saling mengejar namun masih di area kantin.Jodohin aja kali ya biar ga ribut mulu,eheh.
Della menatap Alula dalam,kemudian menatap Angkasa bergantian."Kalau ini yang terbaik untuk kalian gue akan selalu dukung dan buat lo Sa,ehm....gue pengen lo jagain Alula sahabat gue,jangan sampai dia kena serangan dari kang reog Clara..gu-gue mau kalian selalu hadapi apapun semua dengan kejujuran sama kita semua...gue sama Luna beneran ikutan bahagia dengan kabar baik ini",ungkap Della dengan mata yang sudah berkaca-kaca.Lalu Alula bangkit dari duduknya menghampiri tempat dimana Della duduk dan memeluknya,Luna yang tidak sengaja mendengar ungkapan hati Della sedikit tidak percaya namun kemudian ia pun ikut berlari memeluk kedua sahabatnya.
Ketiga lelaki itu kemudian duduk dengan seksama melihat interaksi ketiga gadis yang saat ini tengah berpelukan seperti teletubies."Sa...gue juga seneng sama kabar baik ini,inget ya kalau Alula lo sakitin gue siap nunggu jandanya",seloroh Hans yang kemudian mendapat tatapan tajam dari Brian dan Angkasa.Kemudian mereka bertiga tertawa dengan lepas.
Satu minggu sudah berlalu,kini kedua pasutri yang masih SMA itu akan mengikuti acara camping dari sekolah mereka.Ini kegiatan wajib,sebab bisa menambah nilai akademik mereka.Saat ini Angkasa dan Alula sedang berada di supermarket yang tidak jauh dari komplek rumah mereka.
Ya,mereka berdua saat ini masih tinggal dengan kedua orang tua Alula.Karena mereka sama-sama masih punya orang tua yang utuh,jadi mereka sepakat membagi waktu setiap satu bulan bergantian menginap dirumah orang tua mereka.
Sebenarnya Angkasa sudah punya apartemen,tapi Alula belum siap jika harus tinggal berdua saja dengan Angkasa.
"Sayang,kamu pilih cemilan nya mau yang apa aja...tapi jangan yang pedes ya,soalnya mama bilang kan kamu alergi sama yang pedas-pedas",ucap Angkasa sambil mengikuti langkah Alula disampingnya dengan mendorong troli."Ckkk,lo salah denger Sa..gu-aku alergi udang bukan makanan pedas,suami macam apa kamu ini gak tau menau soal istrinya",sanggah Alula yang membuat Angkasa kikuk sendiri.
"Kapan kamu mau panggil aku dengan sebutan yang hangat sayangku?",tanya Angkasa pada Alula yang tengah asik memilih aneka cemilan di depannya.
"Jadi...aku harus panggil apa?",Alula gantian bertanya.
"Yaudah panggil aja sayang,hubby,cinta,liebe atau...
Clara...",kemudian Alula hendak memukul suaminya karena minta disebut Clara.Namun saat dirinya membalikan badan dengan tangan yang sudah dikepal,justru aksinya terhenti karena melihat sosok Clara dengan seorang pria.Dari kejauhan dia benar-benar mirip Clara,namun sang laki-laki menggunakan topi jadi tidak terlihat dia siapa.
Spontan Angkasa menarik tangan Alula pergi dari tempat itu dan sesegera mungkin menuju parkiran.
Benar saja,Clara dan laki-laki yang tadi mereka lihat juga berjalan ke arah parkiran.Alula gantian menarik Angkasa untuk masuk ke mobil mereka.Samar-samar terdengar obrolan yang membuat mereka terkejut bukan main,"pokoknya gue mau anak itu lo lahirin Ra,gue kan udah baik hati buat tanggung jawab",suara pria itu terdengar tidak asing ditelinga mereka yang sedang nguping didalam mobil.
"Gue gak mau ya hamil anak lo,lagian kita kan main-main muasin hasrat masing-masing kok bisa jadi benih janin gini sih",terdengar suara Clara saat ini yang seperti sedang marah.
Deg…
Salam dari sang dewi merpati
selalu ditunggu up nya...