NovelToon NovelToon
I'M THE ANTAGONIST

I'M THE ANTAGONIST

Status: tamat
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Epik Petualangan / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:78k
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya_Kim02

Apa jadinya jika kau bertransmigrasi ke tubuh salah satu karakter sampingan di sebuah novel?

Hal inilah yang dirasakan oleh gadis bernama Melinda!

Mampukah ia mengubah karakter yang awalnya hanya dimanfaatkan menjadi seorang antagonis yang membalaskan dendam?

ataukah justru alur cerita pada novel tersebut tetap berjalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya_Kim02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20| Organisasi hitam

Berita tentang Elena yang dibawa oleh Hugo telah menjadi pembicaraan hangat, Loretta pingsan dan Lucas tengah mengamuk tepat di hadapan Max dan Lily.

Di sisi lain, nampak Xavier yang sedang meluapkan kemarahannya dengan menghancurkan pepohonan di sekitar kastil. Mengingat Hugo menyentuh Elena saja sudah membuatnya naik pitam.

Tak henti-henti dia memukul hingga tangannya berdarah. Merida semakin merasa bersalah, dia berpikir bahwa Hugo tak akan bisa masuk, tetapi dia salah besar.

Warga desa bagian barat pun menjadi cemas, mengingat betapa baiknya seorang Elena yang selalu sabar untuk membantu mereka.

   "Kita tidak bisa membiarkan mereka membawa nona Elena. Beliau telah membantu kita sampai semua hewan ternak dan tanaman kita subur!"

   "Benar, kita harus meminta pertanggungjawaban pada raja baru kita. Bagaimana bisa mereka menyerahkan orang yang memiliki sikap bertanggung jawab!"

Warga desa pun berbondong-bondong mendatangi kerajaan. Bahkan para prajurit sampai kewalahan dan kalah ketika mereka menerobos masuk.

Sementara di dalam sana, terlihat Lucas sudah melampiaskan emosinya pada Max dan juga Lily.

   "Kau pikir adikku itu barang yang bisa diberikan pada sispapun?"

   "Raja dan ratu macam apa kalian? Tanpa memikirkan perasaan keluarga kami, kalian menyetujui ucapan Hugo sialan itu!"

   "Ku peringatkan kau Lily!"

   "Kejadian yang menimpa adikku adalah karena ulahmu ... Kalau sampai adikku tidak kau bawa kembali, maka jangan salahkan aku jika kebusukanmu ku bongkar!"

Lucas mengancam dengan mengayuhkan pedang tepat ke arah wajah Lily, sementara para prajurit lainnya juga mengarahkan pedang mereka ke Lucas.

    "Jangan kau pikir bahwa kau adalah ratu sekarang dan aku takut padamu. Jangan lupa juga dengan ibumu sendiri Lily, bangkai yang disembunyikan terlalu lama akan tercium juga busuknya!"

Lalu terdengar suara gaduh di luar, Max semakin bertambah pusing, sementara Lily telah menggeram kesal pada keluarga Elena. Mereka benar-benar membuatnya berada dalam lingkaran ketakutan tentang masa lalu.

   "Yang mulia raja, cepat bawa kembali nona Elena!"

   "Jika anda tidak membawa kembali nona Elena, maka kami akan menuntut anda!"

   "Sebagai seorang raja seharusnya anda memikirkan solusi bukannya mengorbankan orang lain."

   "Anda terlalu egois, tidak pantas menjadi raja."

Max tahu dia tidak pantas menjadi raja atau bahkan sekedar menjadi teman yang baik untuk Elena. Itulah mengapa dia merasa menyesal sekarang, dadanya sesak saat Lucas sedari tadi mengungkit kisah dia dan Elena.

Namun, Max sadar bahwa melawan organisasi hitam hanya akan membawa dia pada kematian.

Ketika Max akan berdiri, Lily lebih dulu bangkit dan berjalan menuju warga desa yang tengah mengamuk. Nampak raut wajah kekesalan, lantas memarahi mereka semua.

   "Kalian semua terlalu berisik, tidakah kalian punya etik-"

   "Diam kau ratu gadungan, kami tidak butuh ceramah sampah darimu. Kau yang menyebabkan nona Elena di bawa pergi oleh pria itu!"

   "Benar ... Memangnya kau siapa? Jangan mentang-mentang menjadi ratu, lalu kau bisa seenaknya mengorbankan orang lain."

   "Kalian bilang apa?" Lily semakin emosi, kedua tangannya mengepal hebat.

   "Hei Lily, jangan lupakan statusmu yang dulu sebagai anak tukang mencuri!" teriak seseorang yang membuat tubuh Lily menegang.

Ingatannya tentang dia yang suka mengambil barang milik anak-anak lain, bertemu Elena hingga membunuh ibunya sendiri membuat tubuhnya melemas.

Di sisi lain, nampak mantan ratu dan mantan raja sedang menatap dari arah jendela, pusing melihat kekacauan yang sudah terjadi.

   "Lihat bukan ... Ini semua berkat saran bodohmu untuk menikahkan Max dengan Lily, sekarang anak itu seperti manusia tidak berguna!" marah sang istri dengan melangkah menuju pintu.

   "Berhenti bersikap seolah-olah kau tidak tahu apa-apa, Henry. Jika kau tidak memprovokasi Lily dan menbandingkannya dengan Elena, maka semua ini tidak akan terjadi. Sekarang terserah kau mau bagaimana, aku tidak akan mengurus dirimu lagi!"

Ia lantas membanting pintu dengan sangat keras, sudah banyak kekecewaan yang suaminya berikan padanya.

Apa yang salah dengan keduanya?

Beberapa tahun yang lalu, sebelum Melinda menasuki tubuh Elena, Henry pernah meminta Lily untuk menemuinya secara diam-diam di ruang kerjanya.

Di sana Henry mulai bertanya pada Lily mengenai kedekatan Elena dan Max. Mendengar bagaimana gadis itu menjelaskan, Henry menjadi geram.

Semua ucapan Lily adalah kebohongan belaka, itulah sebabnya Henry nampak sekali membenci Elena. Tak ingin kesal seorang diri, dia mengatakan pada Lily bahwa Max adalah anak yang hanya tertarik pada Elena.

Mulai dari sanalah timbul masalah-masalah kecil yang ternyata akar dari semuanya adalah mereka berdua.

Hingga sebelum berulang tahun, Carolline mendengar percakapan antara Lily dan suaminya. Dia menggeram kesal, lalu mulai dari sanalah dia menghubungi Elena.

Lily sekarang menjadi orang yang nekat, hanya karena rada cemburu dan iri yang besar pada Elena, dia bahkan memiliki rencana gila.

Sehari setelah kabar Elena dibawa pergi, seseorang nampak sedang asik menikmati sore hari dengan duduk di jendela.

Seseorang baru saja tiba dan bersembunyi di balik pohon yang berdiri tak jauh dari kamarnya.

   "Bagaimana?" tanyanya sembari menatap ke arah awan yang terus bergerak.

   "Tuan telah mengurung nona Elena di tempat yang bahkan kami sendiri tidak tahu!"

   "Bagus, sekarang aku punya satu pekerjaan buatmu!"

Malam harinya, Lucas tengah mengambil alih pekerjaan Elena yang tertinggal. Matanya menatap beberap dokumen yang belum sempat di selesaikan.

   "Ah, aku mengantuk. Sepertinya aku harus pergi tidur, mengingat besok warga desa membutuhkanku!"

Baru saja akan melangkah keluar dari ruangan, pintu tersebut terbuka dengan kencang. Napas memburu dari seseorang dengan tubuh gemetar serta wajah panik, menatap Lucas penuh cemas.

   "Ada apa?" tanyanya, Lucas tahu bahwa orang yang ada di depannya sekarang adalah salah satu orang kepercayaannya.

   "Tuan, anda harus kembali sekarang."

Lucas mengernyitkan dahi, menatap lelaki itu dengan penuh tanda tanya.

   "Mengapa?"

   "Ke-kekediaman keluarga anda mengalami kebakaran dan ... "

   "Dan apa?" Rasa penasarannya semakin mendominasi sekarang.

   "Anda harus pulang dan melihatnya sendiri, saya juga tidak punya hak untuk mengatakannya!"

Perasaan tak enak pun mampir, ia bergegas pulang dan sebelum itu memberitahukan kepulangannya ini pada Frieda.

Di perjalanan, Lucas tak henti-hentinya memikirkan Loretta. Entan mengapa, kalau firasatnya mengatakan bahwa sesuatu terjadi padanya. Lucas ingin menyangkal, tetapi terlalu sulit.

Setelah cukup lama di perjalanan, ia akhirnya bisa melihat rumahnya yang telah padam apinya. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, otaknya tak berhenti membayangkan wajah sosok wanita yang telah melahirkan serta membesarkannya.

Beberapa pelayan terkejut saat melihat Lucas yang datang. Mereka membuka jalan hingga dia bisa melihat mayat seorang wanita yang tubuhnya hangus terbakar.

Seorang pria menangis tersedu-sedu disebelahnya, menatap mayat yang bahkan wajahnya pun tak dapat dikenali lagi.

Saat itu juga Lucas membeku di tempat, penglihatannya memburam juga langkah yang gontai berjalan menuju mayat Loretta.

Semua yang di sana menahan tangis melihat betapa hancurnya seorang Lucas. Dia adalah anak tertua yang juga memiliki sifat keras, bahkan tak pernah ada yang tahu kapan terakhir kali dia menangis.

Biarpun begitu, Lucas anak yang dekat juga dengan ibunya. Matanya semakin panas, napasnya tercekat kala bayangan Elena muncul di pikirannya.

   "I-ibu!" panggilnya terbata-bata.

Ingin memeluk, tetapi Edward buru-buru menghentikannya. Dia menatap putra sulungnya sembari menggelengkan kepala, sungguh hatinya sakit sekarang.

   "Siapa ... Siapa yang menyebabkan kebakaran ini terjadi?" tanyanya dengan nada rendah, mereka tahu bahwa ketika nada bicara Lucas berubah, maka itu adalah bencana bagi mereka.

Sementara itu jauh dari kerajaan, sebuah tempat yang teramat gelap. Elena tersadar dari pingsannya dan menatap ke arah sekeliling. Tak ada cahaya, suara atau bahkan kehidupan selain dirinya.

   "Aku di mana?" 

   "Gelap, ini terlalu gelap dan hening!"

Dia berdiri dan tak sengaja kepalanya menabrak sesuatu.

   "Aw ... "

Elena mencoba menyentuh, benda itu keras. Lantas ia segera memukulnya perlahan hingga menghasilkan bunyi.

   "Ruangan ini tidak terlalu luas tetapi tidak tinggi juga. Ini pas dengan tinggi badanku!"

Dia berjalan-jalan sembari meraba-raba, berharap bisa mendapatkan pintu keluar.

   "Ck! Sepertinya ini tidak ada pin- ah, kenapa aku tidak menggunakan sihir cahaya saja. Terlalu panik juga tidak baik ternyata."

Dia menertawai dirinya sendiri dan mulai membaca beberapa kata hingga sebuah cahaya muncul di ujung jari telunjuk sebelah kanan.

Elena sangat terkejut saat dia mendapati dirinya di kurung pada sebuah ruangan dengan nuansa ungu pekat.

"Apa-apaan ruangan ini!"

Dia mencoba-coba mencari celah agar bisa keluar, seingatnya sebelum dia berada di tempat ini, Hugo datang dan tiba-tiba saja energinya menghilang lalu setelah sadar sudah di sini.

"Harusnya aku perbanyak nonton tutorial tentang trik-trik mencari pin- ah, mana tahu kalau pada akhirnya akan ke tempat seperti ini!"

Elena menggerutu seorang diri, dia frustasi karena tak menemukan jalan keluar. Berakhir duduk bersila, bermaksud untuk menenangkan pikirannya yang kacau.

"Aku harus tenang dan mencoba berkosentrasi!"

Setelah sekitar lima belas menit berdiam diri, Elena akhirnya menyadari sesuatu.

"Cih! Kenapa tidak dari tadi saja."

Bersambung...

1
Travel Diaryska
mantep
my+ng
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ervina
Luar biasa
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
amazing
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
aku suka yang begini ....ringkas ga terlalu banyak bab dan ga berbelit²... semangat thor
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Sulati Cus
😂😂😂jd inget anak gadisku yg gemar sm anime masak pgn py cowok yg kyk anime mentang2 suka gambar anime😂
Mama Muda
tulisan kurang rapi, yang berbicara gak di sebut namanya, buat pusing baca nya sampe sini aja dulu
Sarah: iya bener, tapi storynya nice-nice aja sih
total 1 replies
🥰PencintaDuniaHalu🤪
Luar biasa
Sary Vya
cerita nya bagus
Nur Lela
luar biasa
Arie Susan92💜🇮🇩
ceritanya sangat bagus, sayang bgt cepat endingnya
Eka Nurmila
harus banyak berlatih sihir. biar ga cepat lelah
Narimah Ahmad
sesuai dgn gaya jln yg ringkas dan akhirnya bahagia
Narimah Ahmad
selasai akhirnya cerita mu Thor 👏👏👏 terima kasih cerita ya ringkas dan tak belit belit ucap ku semoga terus maju lagi kedepannya 👍
Lucy🌼: Aamiin, makasih doanya
dukung authornya selalu yaa
total 1 replies
Narimah Ahmad
cinta itu datang dgn sendiri tak di undang tapi hadirnya nyata aku tulis aku pun pusing kok 🤨🤔🤭
Narimah Ahmad
🤭🤭🤭
Narimah Ahmad
kebetulan pula ada cimilan dari pada terbuang ya lansung dimakan ☺️🤭
Narimah Ahmad
aku baru mulai ni
Kania Rahman
singkat padat jelas,💪💪👍👍🙏🙏, terimakasih banyak ceritanya sehat selalu Thor,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!