Penjara cinta yang suaminya ciptakan membuat Firda tak tahan lagi . Ia hidup namun tak bisa hidup dengan bebas seperti manusia pada umumnya . Suaminya itu menyuruhnya melakukan hal hal yang tak ia sukai mulai dari Memakai softlens berwarna biru setiap hari , menghadiri les memasak juga menghadiri les piano .
Bukan hanya itu saja , setiap ia pergi keluar dari rumah .Para bodyguard selalu mengikuti dirinya , ia merasa tak nyaman namun ia berusaha berpikir positif bahwa itu semua suaminya lakukan demi keselamatan nya .
Namun semakin hari ia semakin tak nyaman , ia seperti seorang boneka yang hanya bisa pasrah di mainkan dan di atur oleh orang lain . Kebebasan nya seakan terenggut saat ia menikah dengan suaminya itu . Karena merasa lelah dan muak dengan itu semua akhirnya Firda mulai tak menuruti apa mau suaminya . Ia mulai lupa mengenakan softlens biru yang suaminya suruh pakai setiap hari .
Awal nya ia kira suaminya tak akan marah namun justru ia salah . Suaminya murka dan mengamuk hingga berakibat kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami .Hal itu semakin membuat Firda tak kuat lagi menjalankan rumah tangga nya , keinginan nya untuk mengakhiri rumah tangga nya semakin kuat setelah mengetahui fakta bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karena ia mirip dengan istri laki aki itu yang sudah meninggal . Hatinya semakin hancur kala mengtahui jika perintah perintah yang suaminya berikan hanya lah agar dia terlihat semakin mirip dengan mendiang istrinya .
Hingga akhirnya wanita itu memilih pergi mulai dari meminta cerai yang suaminya tolak mentah mentah. Hingga memalsukan kematian nya sendiri agar terbebas dengan dari cengkraman sang suami .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19 . Siapa dia .
" Sudah lebih tenang ?" Tanya Farel setelah melihat Firda sedikit lebih tenang dari pada tadi .
" Sudah lebih baik . Terimakasih mas , em tapi aku takut sendirian di rumah ini . Aku takut dia datang dan menemukan ku , aku takut dia membawaku pergi dan mengurungku lagi di rumah itu . Cukup sulit untuk aku bisa terbebas dari dirinya .Aku bersusah payah kabur darinya dan aku tak mau usahaku ini sia sia . " Ucap Firda masih menggenggam tangan farel erat .
Kedua orang itu belum sadar jika tangan mereka saling bertaut .
" Em ... bagaimana ya , aku ada pekerjaan hari ini . Ada beberapa pasien yang harus aku oprasi . Begini saja bagaimana jika teman ku saja yang menemani mu di sini , apa kau tak keberatan ?"
Firda terdiam , wanita itu masih ragu untuk menerima tawaran Farel karena ia takut berhubungan dengan orang asing apa lagi itu seorang laki laki . Farel yang mengerti kekhawatiran Firda pun langsung mengusap punggung tangan wanita itu .
" Tenang lah , tak usah takut begitu . Teman yang aku maksud perempuan kok . Dia teman ku sekaligus teman istriku . Namanya Dea . "
Penjelasan yang Farel berikan sedikit membuat hati Firda lega . Akhirnya wanita itu pun mengangguk pelan .
" Baiklah kalau begitu aku hubungi dia dulu ya . "
Saat hendak meraih hendphone nya , Farel dan Firda baru sadar jika sedari tadi tangan mereka saling bertaut satu sama lain . Refleks keduanya pun menjauhkan tangan masing masing .
" Em ...maaf aku tak bermaksud . "
Farel menjadi tak enak sendiri karena telah berbuat tak sopan pada Firda . Laki laki itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali . Ia malu salah tingkah dan merasa tak enak pada wanita di hadapannya .
Sementara Firda , wanita itu hanya terdiam . Ia juga malu namun ia lebih menyembunyikan rasa malu nya itu . Karena ia tau Farel tak sengaja melakukan nya .
" Tak apa dokter . Sebaiknya dokter berangkat sekarang . Saya akan menunggu teman dokter di sini . "
" Baiklah aku hubungi teman ku dulu ya . " Pamit farel meraih hendphone nya setelah itu ia menghubungi nomer telvon Dea .
" Halo de ... hari ini kamu sibuk gak ?" Tanya Farel setelah telpon itu tersambung .
" Enggak ada apa , kamu mau ngajakin makan siang ya ...atau mau ajak aku jalan ?" Tanya Dea dengan nada begitu riang di sebrang sana . Farel tersenyum tipis mendengar candaan dari sahabatnya itu .
" Rugi ...ngajak kamu , kamu makan nya banyak hahaha.. "
" Kok gitu sih ...gimana kalau aku yang traktir deh ?" Tanya Dea lagi , berharap Farel mau menerima ajakan nya untuk makan siang .
" Maaf ya hari ini lagi gak bisa . " Tolak farel halus .Diseberang sana Dea tampak kecewa karena ajakan nya di tolak oleh farel . Wanita itu memanyunkan bibirnya sementara matanya menatap sebuah album foto yang memperlihatkan 3 sosok manusia di dalam nya .
" Ya sudah kalau gak bisa mungkin lain kali saja . " Ucap Dea berubah lesu dan tak bersemangat . Farel yang mendengar nada Dea sedikit berubah pun merasa bersalah namun ia juga tak bisa berbuat apa pun karena jadwal nya sangat sibuk hari ini .
" Gini saja bagaimana kalau kamu datang kerumah ku . Aku mau minta tolong jaga seseorang untuk ku , aku tak tega meninggalkan nya sendiri an di rumah . "
Dea nampak terdiam , kening nya berkerut . Bertanya tanya siapa orang yang farel maksud . Dalam hatinya sedikit khawatir dan gelisah , ia terus memikirkan itu hingga suara Farel menyadarkannya .
" Kok diem sih , bisa enggak ?" Tanya Farel lagi .
" Apa Viona sudah kembali , apa kamu menyuruhku menjaga nya ?." Tanya Dea sedikit khawatir jika dugaan nya itu benar .
" Bukan ...dia belum kembali dan entah kapan dia akan kembali . Yang jelas kamu kesini saja sekarang nanti aku jelaskan siapa dia saat kamu sampai di rumah ku . " Ucap Farel setelah itu mematikan telpon nya .
" Dasar ...aku belum selesai bicara dia sudah menutup telvon nya , tapi siapa tadi yang dia maksud ya . Apa itu saudaranya atau ... jangan jangan . Ah ... aku harap dia bukan teman dekat Farel . " Ucap Dea bergumam sendiri , setelah itu ia memutuskan untuk bersiap siap menuju rumah farel .
" Aku sudah telvon teman ku , sebentar lagi dia akan datang kemari . Kamu tunggu saja di sini , ku mau siap siap dulu . " Ucap Farel berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar milik nya .
Firda hanya bisa diam memandangi punggung kokoh yang saat ini sudah menghilang di balik pintu kamar di hadapannya .
Pandangan Firda beralih pada rumah kaca di mana bunga bunga bermekaran nampak indah nya , wanita itu pun bangkit . Meletakan piring kotor di wastafel dapur setelah nya ia berjalan menuju rumah kaca yang begitu memikat perhatian nya sejak ia pertama masuk kedalam rumah itu .
Berbagai macam bunga langsung menyambut penglihatan nya . Ia sentuh bunga bunga itu satu persatu dengan lembut , aroma bunga yang harum membuat ia betah berada di tempat itu . Langkah nya semakin masuk kedalam rumah kaca itu.
Ting tong .
Bel rumah yang berbunyi mengalihkan perhatian Firda , karena farel tak kunjung keluar dari kamar akhirnya wanita itu memutuskan untuk membuka pintu depan rumah dokter Farel .
" Maaf siapa ya ?" Tanya Firda tersenyum dengan begitu ramah dan sopan nya . Sementara wanita di hadapannya itu Hanya diam memperhatikan penampilan Firda dari atas hingga ujung kaki .
" Kamu siapa , kenapa kamu berada di rumah Farel ?"
Pertanyaan yang wanita itu lontarkan membuat Firda sadar jika wanita di hadapannya itu adalah sahabat dari pemilik rumah .
" Kamu teman nya dokter farel kan .Ayo masuk lah , dokter farel sudah menunggu mu dari tadi . "
Dea yang masih bingung dengan wanita cantik di hadapan nya itu , hanya bisa pasrah . Wanita itu berjalan masuk mendahului Firda . Ia ingin minta penjelasan pada farel tentang siapa wanita di hadapannya.
" Farel Dimana ?" Tanya Dea yang tak kunjung menemukan keberadaan orang yang ia cari .
" Dokter Farel sedang bersiap , mungkin sebentar lagi akan keluar . " Ucap Firda menjawab pertanyaan Dea . Dea terdiam sesaat tak lama pintu kamar farel terbuka . Laki laki itu sudah siap dengan kemeja dan juga jas dokter yang terpasang di badan nya .
" Kamu sudah datang Dea ." Ucap nya seraya tersenyum memperlihatkan senyum manis nya . Dea membalas senyum itu dengan senyum yang sama pula , wanita itu memperhatikan setiap langkah farel yang semakin mendekat pada dirinya .
" Kamu sudah berkenalan dengan nya ?" Tanya Farel lagi setelah itu ia tersenyum kearah Firda.
" Belum , siapa dia , kenapa dia ada di sini ?" tanya Dea begitu penasaran .
" Ini Firda . Dia pasien ku . "
Dahi Dea berkerut , wanita itu sedikit heran dengan penjelasan yang Farel berikan . Ia merasa penjelasan itu kurang lengkap dan ia harus mengetahui apa itu .
" Kalau hanya pasien kenapa harus tinggal di sini , kenapa tak di rumah nya sendiri . Dan kenapa pula dia menggunakan baju milik viona ?"
Bukanya menjawab Farel marah terkekeh pelan mendengar pertanyaan Dea yang bertubi tubi itu .
" kamu terlalu banyak bertanya , aku akan menjelaskan nya nanti . Sekarang tolong jaga dia sebentar . " Ucap farel pada wanita di hadapannya itu .
" Dia sudah besar , kenapa aku harus menjaganya . Lagi pula apa maksud mu membawa pasien mu pulang kerumah ." Ucap Dea sedikit tak suka dengan apa yang Farel lakukan.
" Sudah kubilang aku akan menjelaskan nya nanti , sudah dulu ya . Aku mau berangkat . Tolong jangan buli wanita cantik di samping mu ya . " Ucap Farel sedikit bercanda namun di salah artikan oleh Dea . Dea merasa jika farel menyukai gadis di samping nya itu . Ia marah , kesal dan tak ingin hal itu terjadi .
.
.
.
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
tapi seru juga ....
semangat otor.