NovelToon NovelToon
Pernikahan Dadakan

Pernikahan Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:166.8k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

"Lo lebih milih nikah sama pilihan mamah yang bukan tipe lo, atau nikah sama pilihan papah yang dadakan ini?" -Annisa Safira Anggraini.

jadi apa yang akan dipilih nisa? kepo? ayo baca aja!

....

fyi : autor ga pernah copas/menyalin karya orang lain! semua karya yang autor buat murni dari khayalan+kisah nyata yang di alamin oleh teman-teman autor.

kalau tidak menyukai karya ini atau karya ini terlalu kaku, tolong beri saran bukan makian. tks.

langsung baca aja ya! biar nggak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

"Ian balik ke acara lagi ya nek" pamit bian setelah mengantar nenek irma ke dalam kamar.

"Bawa nisa sana" ucap nenek irma menunjuk nisa yang juga ikut masuk ke dalam kamar nenek irma.

Bian menoleh ke belakang menatap nisa, nampak nisa menggelengkan pelan kepala nya tanda tidak, bukan tidak mau tapi dia belum kenal dengan warga kampung ini, jadi masing canggung.

"Nisa nya gak mau nek" ucap bian menatap nenek irma kembali, nenek menghela napas dan menatap nisa yang tersenyum di belakang.

"Ya udah, kapan-kapan ajak nisa jalan-jalan, masa istri sendiri gak di bawa keliling kampung" ucap nenek irma diangguki patuh bian.

"Assalamualaikum" salam bian berbalik keluar dari kamar nenek, begitu juga nisa yang hendak ke kamar untuk ganti baju.

"Nis" panggil bian tiba-tiba.

"Hm ya?" sahut nisa menoleh ke belakang. bian nampak menatap nya serius sejenak.

"Lo tadi kenapa bilang ke nia kita cuma temen? kenapa gak mau bilang kalo kita suami istri?" tanya bian dengan pelan.

Nisa menunduk, "kita nikah secara tertutup gak mungkin gw bilang gitu, yang ada dia mikir yang aneh-aneh tentang gw" jawab nisa dengan pelan, perlahan badan nya mundur masuk ke dalam kamar.

"Tapi seenggaknya, jangan ditutupi begini, yang ada dia bakal nyari tau sendiri" balas bian ikut melangkah dengan pelan ke depan mengikuti nisa.

"G-gw gw belum siap buat ngasih tau ke orang lain soal status ini" sahut nisa dengan gugup, bian seperti tak terima nisa mengatakan hanya teman kepada nia.

Bian menghela napas sebentar, kemudian kembali berpamitan kepada nisa dan diangguki oleh nisa tanpa suara.

"Ya udah, tapi gw harap setelah ini lo siap buat ngasih tau ke orang lain, lo milik gw" ucap bian dengan tatapan tajam dan serius.

"Oh ya, nanti malam jangan langsung tidur habis isya, gw mau ngajak lo ke suatu tempat" cetus bian diiyakan oleh nisa dengan patuh.

Setelah bian keluar kamar, nisa yang sudah sejak tadi menahan napas karna detak jantung yang begitu cepat dan kencang.

Masa iya gw dah suka ma bian? aih palingan gegara panas ini, gw kan gak bisa terlalu lama kena panas.

Nisa menepis pikiran itu dan menutup pintu untuk mengganti baju yang lebih leluasa digerakkan.

Bian berada di depan teras bersama nia dan kakek yang asik mengobrol sebentar.

"Nia, lo mau balik ke acara lagi apa gimana?" tanya bian kepada nia yang langsung duduk setelah menyadari kedatangan bian.

"Iya mau" jawab nia dengan cepat dan senyum manis di depan bian.

"Kakek, nia sama bian balik ke acara lagi ya, nanti nia kesini lagi buat nemenin kakek ngobrol" ucap nia pamitan pada kakek rehan.

Kakek rehan mengangguk dengan senyuman, nia sudah dia anggap cucu nya sendiri seperti bian, ditambah bian dan nia sudah berteman sejak kecil jadi tak ada canggung lagi.

Nia mencoba mensejajarkan langkah kaki nya dengan bian yang lebar. "ian" panggil nia sedikit kewalahan untuk menyamakan langkah nya dengan bian.

"Hm?" tanya bian dengan berdehem singkat.

"Nisa tu beneran temen lo dari kota?" tanya nia membuat bian sempat berpikir untuk mengatakan yang sebenarnya, tapi dia tahan agar sebelum nisa siap.

"Kenapa emang?" tanya bian balik.

"Ya aku gak suka aja gitu, dia bisa leluasa masuk kerumah kamu sedangkan kamu belum pernah bolehin cewek manapun masuk kecuali aku" jelas nia tanpa ditutup-tutupi mengatakan dia tidak menyukai keberadaan nisa.

"Itu urusan lo, yang penting dia temen gw, jadi mau dia ngapa-ngapain juga terserah dia" balas bian dengan panjang.

"Aku juga temen kamu ian" ucap nia memelankan langkah kaki nya yang memang tak bisa sejajar dengan bian.

"Tu lo tau, jadi gak usah ikut campur urusan gw" balas bian menohok, nia sempat terdiam kemudian kembali berjalan dibelakang bian.

Tapi aku pengen lebih dari teman sama kamu ian.

...____...

...maap kemarin ga up, kouta habis jadi ga bisa up deh, ini baru bisa up ntar double up dehh sebagai ganti nya, tapi nanti ye nyusul bab satu nya....

...Jejak nya mana kak, kiww😉☝️...

1
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Erna Sudiastuti
Lumayan
c
dpt kissmark yaa
c
keduluan bian sih ji
c
duh ada pengganggu nih
c
kaget kan lu 😂
c
buset bian dah terpesona aja😭
febyyy
karya baguss
Mama lilik Lilik
bahasanya agak kadar si Nisa nya,🙏
Sri Alvian
maaf tor yg baca gak cuma orang sunda jadi kami tak faham
Vidiana Rochmaniah
selamat buat orang tua baru
Vidiana Rochmaniah
lnjut kakak
nessa
author bingung deh, kolom komen napa sepi muluu:( jadi kek gak semangat gitu buat up lagi, gk ada yg semngtin soalnya
nessa
usaha terus sampai berhasil ‼️🔥
Death angel
maaf thor, bisa d translate bahasa indo gk.
suka sama ceritanya tp gk ngerti kalo Sunda makeknya🙏.

lanjut kak
Death angel: iya thor maaf ya🙏.
aku mewakili sebagian yg nggak ngerti bahasa Sunda ☺
total 2 replies
Ami batam
untungnya bkn 1 kampung yg denger tadi😂
Ami batam
author nya msh cabe cabean jadi blm ngerti 🤭😂
Ami batam
semangat nulisnya thor
Vidiana Rochmaniah
semngat thor
Ami batam
sapa tahu bian inilh jodoh mu nisa 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!