Maaf sebelumnya, karena ada yang bertanya-tanya kok mirip dengan cerita india. ini memang novel dari cerita india, tapi ceita ini tak aku kontrak jadi tak menghasilkan cuan yah🙏😊
Ayara meninggalkan Devano untuk menikah dengan Rama, pria pilihan sang ayah. Beberapa tahun kemudian, Ayara bertemu kembali dengan Devano. Devano masih berharap Ayara kembali dan menikah dengannya.
Namun, saat pertemuan kembali Ayara dan Devano ternyata Ayara sudah mencintai suaminya. Berbagai macam cara Devano lakukan untuk membuat Ayara kembali padanya. Berhasilkah Devano membuat Ayara kembali padanya? Atau Ayara akan tetap bersama sang suami?
Follow👇
IG: istikomah50651
Fb: ISTI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Mari Tuan saya bantu, berikan padaku Tuan." Bambang dan Mirna datang menghampiri Rama dan Ayara, mereka mengambil barang bawaanRama dan Ayara, Rama dan Ayara terkejut dengan tingkah mantan supir dan pengurus rumahnya tersebut.
"Apa yang kau lakukan Bambang? kami bukan lagi majikanmu," ucap Rama membuat Bambang dan Mirna terkejut mendengar ucapan Rama yang mengatakan bahwa mereka bukan lah lagi mejikan mereka.
"Apa yang kau katakan Tuan? kau masih menjadi majikanku hingga aku mati Tuan," jawab Bambang dan Mirna hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan sang suami.
"Tuan membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa pamrih, Tuan juga sudah membantu kami di saat kami terpuruk dan tak ada yang membantu kami, jangan patah semangat Tuan, kami akan selalu bersamamu," sambung Bambang.
"Kenapa kau seperti itu Bambang, kau bisa bekerja pada orang lain yang sanggup membayar kalian Bambang, jangan korbankan pekerjaan kalian untuk kami," ucap Rama, ia sungkan menerima bantuan dari mantan supir dan pengurus rumahnya tersebut karena Rama tahu bagaimana kondisi mereka.
"Astagfirullah, mengapa kau bisa mengatakan hal semacam itu Tuan? kami bisa berkorban apa saja untuk kalian Tuan, karena kau telah banyak membantu kami, kau memberikan kami rumah untuk tempat tinggal kami, mengajarkan kami saling membantu, Tuan pikit kami akan melupakan budi baikmu Tuan," ucap Bambang dan Mirna hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Ayu ikut pulang ke rumah kami Tuan, tumah yang kau berikan untuk kami tinggali," ajak Bambang meraih tangan Rama.
"Tidak." Rama langsung menolak ajakan Bambang dengan segera. "Aku tak ingin membuat kalian repot Bambang," lanjutnya kembali.
"Tuan, Anda jangan keras kepala seperti ini, aku ingin membalas budi baikmu Tuan, demi kami tolong terima bantuan kami Tuan, ku mohon Tuan jangan menolak, rumah itu milikmu Tuan, ikutlah dengan kami pulang Tuan, ayu Tuan, Nyonya ayulah ikut kami pulang." Bambang dan Mirna memaksa Rama dan Ayara untuk ikut ke rumah mereka.
Rama menoleh sejenak kearah Ayara dan Ayara membalasnya dengan anggukkan dan senyuman, akhirnya Rama menuruti permintaan Bambang dan Mirna, mereka ikut bersama dengan Bambang dan Mirna pulang ke mereka.
Rumah Bambang dan Mirna terletak tak jauh dari rumah besar milik Rama yang sudah terjual di pelelangan, hanya butuh jalan lima menit saja sudah sampai.
"Ayu masuk Tuan, Nyonya mari silahkan masuk," ajak Bambang seraya membuka pintu rumah mereka dan membiarkan Rama dan Ayara masuk.
Rama dan Ayara masuk ke dalam rumah Bambang dan Mirna yang diberikan oleha Rama beberapa tahun lalu.
"Aku tinggal di sini Nyonya, rumahnya memang kecil tapi anggap saja rumah sendiri Nyonya," ucap Bambang.
"Bambang, di mana aku bisa meletakkan ini?" tanya Ayara menunjukkan salib yang ia bawa dari rumah besar.
"Ah di sini saja Nyonya, kau bisa meletakkannya di sini." Bambang menunjukkan tempat di mana Alquran berada.
"Di sini?" tanya Ayara memastikan.
"Iya di sini Nyonya," jawab Bambang dengan pasti.
"Semua orang berkelahi pasal agama, mereka berkelahi pasal agama tapi aku menghargai setiap agama yang ada dan tidak membeda-bedakan Nyonya, agama itu suci apa pun agamanya, agama tak seharusnya dipecah belah, letakkan saja di sini Nyonya," jelas Bambang.
"Terima kasih Bambang." Ayara terharu dengan ucapan yang dikatakan oleh Bambang dan ia meletakkan salib tersebut di dekat Alquran, saking terharunya dengan perlakuan sepasang suami istri tersebut Ayara sampai menangis.
"Kenapa kau menangis Nyonya?" tanya Bambang dan Mirna sudah mengusap punggung Ayara menenangkan.
"Tetap lah percaya pada tuhan Nyonya, semoga orang yang berbuat seperti ini pada Tuan dan Nyonya mendapatkan balasannya Nyonya, dia tak akan bahagia dalam hidupnya-," ucap Bambang dengan kesal.
"Jangan berbicara seperti itu Bambang, itu tak baik, kita doakan saja dia agar sadar dengan perlakuannya kalau semua yang dia lakukan pada keluargaku salah dan tak benar." Rama langsung memotong ucapan Bambang.
***
Sedangkan di rumah besar Rama yang telah terjual pada Devano, Devano sedang duduk di tengah-tengah ruangan tersebut dengan begitu sombong dan arogan.
Devano berpikir kalau dirinya sudah selangkah menuju kemenangannya untuk mendapatkan Ayara kembali.
Devano selama ini berpikir kalau Ayara mau menikah dengan Rama karena kekayaannya, Devano berpikir Ayara mencintai kekayaan Rama makanya dia mau menerima Rama menjadi suaminya.
Maka dari itu selama tiga tahun ini Devano bersusah payah untuk menjadi orang sukses di kotanya.
Devano bangun dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar yang di tempati Ayara dan Rama.
Sesampainya di depan kamar tersebut Devano langsung membuka pintunya dan berjalan masuk secara perlahan, ia mengamati setiap sudut kamar tersebut, matanya berhenti di sebuah foto besar bergambar Rama dan Ayara yang sedang berpose mesra dan tersenyum bahagia, ia membuka kacamata hitamnya dan mendekati foti tersebut.
Hatinya merasa berkecamuk melihat foto tersebut, hatinya bagai disayat sembilu yang teramat tajam, hatinya sakit tapi tak berdarah.
Devano memperhatikan pakaian yang di gunakan Rama pada saat berfoto, pakaian yang ia gunakan dari atas hingga sepatunya terlihat begitu mahal.
Devano berjalan menuju walk in closet, ia menyalakan lampunya dan menuju lemari pakaian yang masih terdapat pakaian Rama dan Ayara, karena memang rumah itu di lelang beserta isinya termasuk baju-baju dan gaun mahal serta perhiasan mahal milik Rama dan Ayara.
Devano membuka lemari yang berisi pakaian dinas milik Rama, di dalam lemari tersebut ada setelan kemeja dan jas beserta celana yang dikenakan Rama saat berfoto.
Devano mengambil set pakaian tersebut, ia memperhatikan set pakaian tersebut dan memakainya, setelah Devano memakai set pakaian tersebut ia meninggalkan walk in closet kemudian kembali ke kamar Rama dan Ayara.
Devano melihat kembali foto tersebut, ia berbalik memperhatikan dirinya, sesaat kemudian Devano berjalan menuju meja rias, ia melihat dirinya yang menggunakan set pakaian yang di pakai Rama pada saat berfoto dengan Ayara sang pujaan hatinya.
Devano memperhatikan dirinya di dalam cermin, kedua tangannya ia masukan ke dalam saku celananya, ia tersenyum dan sesaat kemudian raut wajahnya berubah karena melihat foto Rama dengan Ayara di dalam cermin meja rias.
Lihat dia Devano, kulitnya putih bersih sedangkan kau kecoklatan, kau bernasib malang tapi dia terlahir dalam keluarga kaya, kau seorang pecundang dan dia saat ini masih segalanya buat Ayara, terdengar suara hati lain dari sisi Devano, Devano memegang wajahnya, raut wajahnya sudah berubah kesal.
Devano mendengar suara seorang wanita yang sangat ia kenal dan sangat ia cintai dari arah tempat tidur, ia langsung berbalik dan melihat kearah suara tersebut, dan Devano terkejut saat melihat adegan di atas tempat tidur.
*****
Hayo kira-kira adegan apa yah yang Devano lihay di tempat tidur🤔
Eits jangan traveling dulu yah otaknya, sabar tunggu othor up bab selanjutnya😁
Dukung othor terus dengan cara like, komen dan votenya yah, jangan lupa hadiahnya yang banyaj🙏😊
DEVANO klau d film india namanya DEV
AYARA klau d film india nmanya ANJELI