Zhe Zhe Zinanda, berdiri lima jam di altar pernikahan. Hari ini pengantin pria yang seharusnya menemaninya mengucap janji suci pernikahan, tidak datang. Hingga semua tamu undangan yang hadir satu persatu pergi dan meninggalkan tempat resepsi.
Zhoe Khaman, pergi ke luar negeri di hari pernikahannya. Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Zhoe pergi meninggalkan pernikahannya?
Saksikan kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Sultan patah hati
Selama seminggu Zhoe terus saja mengantar jemput Zhe Zhe. Selalu dengan paksaan tentunya. Karena Zhe Zhe tidak merasa harus diantar jemput karena punya mobil sendiri. Zhe Zhe pernah menanyakan pada Zhoe perihal berita yang menjadi trending di web kantor TSK. Tapi Zhoe berkilah bahwa mereka tidak sedang bertaruh tapi sedang berjuang memperebutkan cinta Zhe Zhe. Dan Zhoe merasa itu bukan masalah serius karena itu hanya pertarungan antar pria yang menyukai wanita yang sama dan Zhoe merasa mereka bersaing secara sehat.
Zhe Zhe tidak bisa berkata apapun lagi setelah Zhoe menjawab dengan gamblang. Memang tak ada yang salah dengan bersaing secara sehat. Hari ini setelah seminggu Zhoe terus mengganggunya, kini Zhe Zhe tak melihat batang hidungnya. Hari ini jam makan siang, Sultan menemui Zhe Zhe di ruang kantornya dan mengajaknya makan siang bersama di resto di samping gedung TSK.
“Kenapa Zhe? Dari tadi diam saja?” tanya Sultan saat melihat Zhe Zhe makan dengan tak selera. Zhe Zhe hanya tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban.
“Mulai hari ini sampai seminggu kedepan adalah giliranku. Bisa kan Zhe kamu luangkan waktumu untuk mengenal dan menilai aku?” Sultan mengucapkan keinginannya pada Zhe Zhe.
"Kenapa, Pak Sultan bisa menyukaiku? Banyak para model yang cantik dan sexy, kenapa harus saya yang Bapak kejar?" tanya Zhe Zhe menegapkan duduknya dan menyudahi makannya. Zhe Zhe menatap wajah tirus Sultan, hari ini Sultan mengikat rambut gondrongnya sehingga terlihat lebih rapi. Bibir sensual Sultan yang jika tersenyum membuat semua model tertarik itu pun tersenyum mendengar pertanyaan Zhe Zhe.
“Itu juga yang ingin aku tanyakan padamu. Apa yang kau lakukan padaku Zhe? Kenapa aku tidak bisa menghilangkan wajah dan namamu dari pikiranku? Dan aku sampai tak bisa melihat gadis lain selain kamu," ucap Sultan dengan mata teduhnya menatap Zhe Zhe penuh perasaan. Zhe Zhe jadi salting ditatap seperti itu dan dia memilih menunduk dan menjawabnya tanpa menatap Sultan.
“Dengan aku meladeni permainan ‘mengejar mangsa’ kalian ini, apa kalian tahu cap apa yang orang lain berikan untukku? 'Murahan’ karena aku seperti wanita nakal yang berganti pria setiap minggu. Kalian sungguh membuatku tidak nyaman,” jawab Zhe Zhe dengan tegas. Sultan hanya tersenyum getir.
“Tidakkah ini hanya alasanmu untuk tidak memberiku kesempatan untuk mendekatimu. Sepertinya hatimu sudah tertambat pada Zhoe. Jadi kau menolakku secara halus,” ucap Sultan dengan nada sedih yang sangat terdengar oleh Zhe Zhe. Ada rasa tak enak dalam hati Zhe Zhe, tapi Zhe Zhe tidak mau memberikan harapan palsu pada Sultan. Karena dihatinya masih terpatri nama Zhoe dengan sangat jelas. Meski Zhe Zhe juga tak yakin bisa menerima Zhoe kembali di sisinya, tapi dia juga tidak ingin mengecewakan hati yang lain.
Dari kejauhan Steve melihat Zhe Zhe yang sepertinya sedang membicarakan hal serius, karena itu Steve mendekati mereka dan duduk tak jauh dari mereka. Mereka tak menyadari kehadiran Steve karena hanya fokus dengan pembicaraan mereka. Sampai Steve mendengar ucapan Zhe Zhe yang seketika membuat Steve merasa seperti ada pisau belati yang menusuk-nusuk hatinya. Begitu sakit dan perih dan membuatnya terluka.
“Anda benar, Pak Sultan. Aku masih sangat mencintai mantan tunanganku. Itulah sebabnya aku mohon, Pak Sultan bisa menjauh dari saya. Saya takut jika saya akan membuat Pak Sultan dan Pak Steve sakit hati. Aku akan dicap perempuan jahat oleh kalian dan juga orang lain. Jadi maaf … bisakah kita kembali ke awal dan berteman seperti pertama kita bertemu,” ucap Zhe Zhe. Dia lalu bangun dan pergi meninggalkan Sultan yang menatap punggung Zhe Zhe dengan perasaan terluka. Steve menghampiri Sultan dan duduk di tempat yang tadi diduduki Zhe Zhe.
“Kita ditolak sebelum berperang melawan Zhoe. Yah, mau bagaimana lagi, cinta tak bisa dipaksakan bro. Aku mundur teratur sebelum hatiku benar-benar hancur.” Steve lalu pergi dan tinggallah Sultan yang masih terpaku di kantin. Selama hidupnya dia hanya selalu bermain-main dengan para wanita yang sudah menjadi barisan mantan-mantannya. Ini pertama kalinya dia jatuh hati pada seorang wanita dan dia ditolak mentah-mentah oleh wanita itu, tapi Sultan mencoba pasrah dan menjadi lelaki sejati yang tidak akan ingkar janji. Dia sudah berjanji akan mundur jika Zhe Zhe tak menanggapi perasaannya. Sultan pun berjalan lunglai ke ruang syuting dan seorang model muda menghampiri.
“Pak Sultan, boleh saya duduk disini?” tanya model itu tapi Sultan diam tak merespon. Saat model itu mengatakan kembali hal yang sama, barulah Sultan bereaksi dengan menatap tajam pada model itu. Pandangannya seolah sedang menguliti model itu. Model itu pun bergidik ngeri lalu sesegera mungkin pergi menjauhi Sultan. Reza sang sutradara itu pun merasa heran, ada apa dengan atasannya hari ini. Biasanya dia paling suka dengan model remaja seperti yang baru saja menghampirinya. Sultan pergi menghampiri Reza.
“Pak Reza … saya akan pulang dan beristirahat. Hari ini saya kurang enak badan,” ucap Sultan. Dia melangkah meninggalkan Reza yang berdiri dengan bingung menatap kepergian Sultan. Sultan memilih pulang ke rumah dan menenangkan pikirannya. Tak pernah dia sangka sebelumnya jika seperti itulah rasanya patah hati. Selama ini dia hanya mempermainkan banyak wanita dan mencampakkan mereka.Sultan merenung di sofa apartemennya. Mungkinkah ini adalah hukuman karena dia terlalu banyak menyakiti hati wanita.
Sekarang Sultan merasakan seperti apa rasanya patah hati. Setidaknya dia mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian ini. Sultan berjanji dalam hatinya sendiri bahwa dia tidak akan lagi mempermainkan wanita. Karena pasti yang mereka rasakan sama seperti yang sekarang dia rasakan.
------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
I Love you, readers ♥️♥️♥️
sukses thor
semangat
semangat