Demi menghancurkan orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, Varian Castanov (28) menyamar menjadi bodyguard pribadi putri musuhnya, yaitu Chiara Lucrezia (23) seorang gadis yang cantik dan polos.
Keduanya tinggal bersama, dan hal itupun membuat benih-benih cinta di antara keduanya tumbuh begitu saja. Varian mencoba menutupi rasa cinta itu namun tidak dengan Chiara yang tidak tahu siapa Varian, ia terus mengungkapkan cintanya pada Varian hingga Varian luluh. Membuat hati Varian mulai bimbang, di satu sisi ia harus membunuh ayah Chiara demi membalaskan kematian orang tuanya. Namun di sisi lain, ia sangat mencintai Chiara yang polos dan tidak tahu apa-apa.
Akankah misi balas dendam Varian tetap berjalan demi orang tuanya?
Ataukah misi itu terhenti demi cintanya?
IG @Skysal.alfaarr
Fb SkySal Alfaarr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 - Cinta Dan Dendam
Chiara duduk termenung di meja tepi ranjang, matanya sudah berkaca-kaca, tatapannya sudah rabun karena airmata yang menggenang di pelupuk matanya namun Chiara berusaha tak menangis, ia tak pernah menangis karena pria dan ia tidak akan menangis karena Varian.
Penolakan Varian terasa begitu menyakitkan di hatinya, ini adalah kali pertama ia mengungkapkan cinta pada seorang pria dan ia di tolak begitu saja?
Tidak, Chiara tidak akan menerima kekalahan ini begitu saja.
Ingatan Chiara berputar kembali pada saat pertemuan pertamanya dengan Varian, bagaimana pria itu mengulurkan tangan padanya dan menatapnya dengan begitu sendu. Bagaimana pria itu melindunginya, bagaimana pria itu selalu ada untuknya.
Chiara sangat jatuh cinta dengan semua perlakuan Varian padanya.
"Tidak, aku yakin dia juga mencintaiku, aku bisa melihat itu di matanya," ucap Chiara sembari mengucek matanya. Ia menarik napas, mencoba menenangkan hatinya yang sempat bergemuruh karena penolakan Varian.
"Aku harus membuat dia mengakui perasaannya!"
.........
Sementara itu, Varian pun sedang gelisah karena penolakannya pada Chiara yang bukan dari hatinya melainkan dari egonya. Saat Varian mengingat tatapan Chiara yang begitu sayu, jantungnya berdetak kencang, hatinya berdebar.
"Apakah aku juga mencintainya?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirnya, Varian memegang dadanya, dimana detak jantungnya seolah menjawab pertanyaan itu.
"Tidak! Tidak bisa! Aku tidak mungkin mencintai musuhku sejdiri." Varian menyugar rambutnya dengan kasar.
Cinta? Itu adalah hal yang tak pernah ia bayangkan, lalu kenapa harus datang di saat seperti ini?
"Fokus pada misimu, Varian Castanov!" Varian mendesis tajam dan bersamaan dengan itu, terdengar suara ketukan pintu, membuatnya terlonjak.
"Varian!" teriak Chiara dari luar, Varian pun segera membuka pintu dan ia seketika pupil matanya melebar saat melihat Chiara yang berpakaian begitu seksi.
Chiara memakai gaun berwarna merah terang dengan potongan V yang begitu rendah di dadanya, menampilkan belahan dadanya yang membuat Varian harus menelan ludahnya dengan susah payah. Guan itu panjang, menjuntai hingga ke lantai namun di sisi kanannya memiliki potongan yang begitu tinggi hingga le pahanya. Jangan lupakan juga dandanan Chiara yang begitu mencolok dengan lipstik merah menyala yang terpoles di bibirnya.
"Kenapa kamu menatapku?" tanya Chiara mengangkat alisnya.
"Tidak apa-apa, Nona," jawab Varian gelagapan.
"Ayo! aku sudah telat," kata Chiara tiba-tiba yang membuat Varian terlihat bingung dengan sikap Chiara.
"Ayo kemana?" tanya Varian kemudian.
"Kamu hanya bodyguard, kan? Tugasmu hanya melindungiku bukan mengajukan pertanyaan!" seru Chiara yang membuat hati Varian terkesiap, namun ia pun akhirnya mengangguk patuh.
...... ...
Chiara dan Varian sudah sampai di sebuah club malam yang sangat ramai, Varian mengkhawatirkan Chiara jika mereka berada di tempat seperti ini, karena musuh bisa saja menyerang dengan sangat mudah.
"Nona...!" Varian berteriak di telinga Chiara. "Sebaiknya kita pulang, disini tidak aman untukmu," kata Varian yang masih berteriak. Chiara hanya menatap Varian dengan sinis, ia memberikan tasnya pada Varian kemudian ia turun ke lantai dansa tanpa memperdulikan peringatan Varian.
Varian pun dengan cepat menghampiri Nonanya itu, namun Chiara justru mendorongnya menjauh.
"Jangan dekati aku, Varian! Biarkan aku menikmati hidupku malam ini!" Varian berteriak di telingan Varian.
Kemudian Chiara menghampiri seorang pria yang sedang berjoget ria di lantai dansa dan ia pun menari bersama pria itu. Hati Varian bergemuruh, aliran darahnya terasa panas apalagi saat melihat pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Chiara.
Keduanya bergerak seiram, kini Chiara mengalungkan lengannya di leher pria itu. Mereka begitu dekat dan initim, menimbulkan percikan api cemburu di hati Varian.
Chiara melirik Varian sambil tersenyum miring, memang ini yang ia inginkan. Memancing kecemburuan pria itu karena hanya ini caranya untuk mengetahui perasaan Varian.
Sementara Chiara dan pasangan dansanya asyik berdansa ria, Varian hanya bisa menyaksikan dalam diam hingga ia melihat pria itu hendak mencium Chiara. Varian langsung menarik Chiara menjauh dan langsung melayangkan pukulan ke wajah pria itu dengan kekuatan penuh.
Seketika semua orang terdiam karena terkejut dan musikpun di matikan.
"Varian!" Teriak Chiara marah sembari memegang lengan Varian karena Varian seperti ingin menyerang pria itu lagi. Pria itu terjerembab di lantai, sudut bibirnya berdarah dan ia meringis sakit.
Tatapan Varian begitu tajam, seolah ia akan menghabisi pria di depannya ini. Jika saja Chiara tak memegangnya, mungkin Varian sudah menghabisi pria itu.
"Apa-apaan kamu, eh?" desis Chiara namun Varian enggan menjawabnya. Ia menarik tangan Chiara dan membawanya keluar dari club itu.
Langkah Varian yang cepat dan lebar membuat Chiara terseok-seok saat mengikutinya.
"Varian, demi Tuhan! lepaskan aku!" teriak Chiara, kakinya terasa sakit karena heels yang ia pakai, belum lagi lengannya yang di pegeng dengan begitu kuat oleh Varian dan sudah pasti itu memerah.
"Apa maksudku menggoda pria itu, Nona?" desis Varian, i menghempaskan tangan Chiara dengan kasar.
"Aku tidak menggodanya, kami hanya menari," jawab Chiara.
"Apa itu caranya menari? Dia menyentuh mu, dia bahkan hampir mencium mu!" seru Varian dengan emosi yang menggebu.
"Terus masalahnya apa?" tanya Chiara dengan tenangnya, padahal hatinya bersorak saat sat melihat ada kecemburuan di mata Varian.
"Masalahnya ... masalahnya...." Varian terbata-bata, ia tidak tahu apa masalahnya. Kenapa ia begitu marah? Kenapa dadanya terasa begitu sesak dan bergemuruh? Kenapa darahnya mendidih? Kenapa ia tidak terima saat pria itu menyentuh Chiara?
"Varian...." Chiara berkata dengan lirih, ia mendekati Varian, menatap matanya dengan lembut, menyentuh pipi pria itu dan tiba-tiba Chiara mengecup bibir Varian yang membuat kedua mata Varian langsung melotot sempurna, darahnya berdesir dan jantungnya berdebar hebat.
"Itu karena kamu kamu mencintaiku, Varian. Kamu cemburu," ucap Chiara tepat di bibir Varian.
"Akui cintamu, Varian...." Chiara memelas, ia meletakkan kepalanya di dada Varian dan melingkarkan lengannya di pinggang Varian. "Aku tidak masalah apakah kamu seorang bodyguard atau bahkan seorang pengemis sekalipun, yang aku cintai Varian, hanya Varian."
Hati Varian terenyuh mendengar ungkapan tulus dari putri musuhnya ini, kenapa terdengar begitu indah telinganya dan benar-benar menyentuh hatinya?
Varian tak mampu menjawab Chiara, hati dan fikirannya berkecamuk antara dendam dan cinta yang ia rasakan.
Sekarang, apa yang harus ia pilih?
"Aku mencintaimu, Varian. Aku sungguh mencintaimu...." ungkapan cinta Chiara seperti rayuan untuk pergi ke surga bersama. Varian tak mampu menolaknya dan ia pun membalas pelukan Chiara yang seketika membuat Chiara tersenyum penuh haru.
"Aku juga mencintaimu," ucap Varian lirih, ia mendekap Chiara, mengecup pucuk kepala wanita itu.
Chiara mendongak tanpa melepaskan lingkaran tangannya di pinggang Varian. Tatapan keduanya bertemu, tatapan penuh cinta dan rindu. Dan seperti magnet, bibir keduanya langsung menyatu. Mengecup, mencium, menghisap, sebagai ungkapan perasaan keduanya.
"Oh, Varian. Aku sungguh mencintaimu," sekali lagi Chiara mengungkapkan cintanya setelah ciuman keduanya terlepas.
Varian tersenyum, sebelum akhirnya ia memberikan kecupan ringan di sudut bibir Chiara.
"Aku juga mencintamu..." Varian berbisik di depan bibir Chiara, membuat wanita itu tersipu dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada Varian.
Varian terkekeh, ia kembali mendekap Chiara.
"Aku memang mencintaimu, Chiara. Tapi itu tidak akan menghentikan misi balas dendammu. Ayahmu harus mati di tanganku, dan aku akan menikahimu setelah itu! Menjagamu, menjadikanmu milikku seutuhnya!"
Tbc....
bebulann² ng cek ad up atau enggk nih novel